COVER FROM PINTEREST
.
.
Dinda tidak mengingat apa yang terjadi pada dirinya, dia hanya mengingat bahwa cintanya bertepuk sebelah tangan dan tak hanya itu, dia masih mengingat jelas ketika pria yang dia cintai itu merenggut masa depannya. Namun dengan tatapan mata pria itu, Dinda bisa memastikan bahwa ada jutaan rahasia yang tidak dia ingat. Termasuk tentang bayi perempuan yang baru dia lahirkan. Bayi itu..., sangat mirip dengannya dan pria brengsek itu.
"Dia anak kita yang ke dua, Dinda," ucapnya dan mulai dari situ Dinda merasa semakin gila karena tidak bisa mengingat apapun.
Bagaimana dia bisa mempunyai anak ke dua sedangkan anak ke satu pun dia tidak mengingat siapa namanya.
PERHATIAN!
Cerita ini memiliki alur maju-mundur
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AzieraHill, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 10
PERHATIAN!! Cerita ini memiliki alur maju-mundur
Daniel POV
Mungkin ini memalukan, sangat memalukan karena akhirnya air mataku tumpah juga. Tak sedikit pun tangan itu bisa kugenggam. Dinda tak percaya denganku. Bahkan dia tak mau aku suapi. Dia tidak mau makan denganku dan sekarang dia malam memejamkan matanya. Berpura-pura tertidur dan setiap kali aku ingin sekali menyentuh tangannya, dia langsung marah padaku.
Dia membelakangiku yang sedari tadi memohon untuk tidak memperlakukanku seperti ini, karena sungguh rindu ini seperti mengiris nadi sekaligus hatiku dalam bersamaan. Aku sangat merindukannya, tapi dia melupakanku.
2 bulan dia koma di dalam ruangan ini dan aku hanya bisa menunggu. Berharap tak akan pernah kehilangan lagi orang yang paling aku cintai. Satu-satunya orang yang selalu memenuhi otakku setiap harinya.
Kulihat James masuk ke dalam ruangan. Dia mengangkat alisnya saat makanannya masih belum Dinda makan. “Kenapa belum dia makan?” tanya James dan aku hanya mampu mengangkat bahuku seraya menyeka air mataku.
“Ayah,” Dinda membalikkan tubuhnya lalu bangun dari baringannya sehingga pada posisi duduk. Dia mulai membuka tangannya lebar pada James.
“Dad here, Honey," ungkap James lalu memeluk Dinda. Bahkan dia tidak ingat berapa umurnya sekarang. Dia masih menganggap bahwa dirinya adalah anak James satu-satunya yang selalu James manja. Dia tidak ingat jika kami...
.......................................
Aku tahu itu adalah sebuah kesalahanku. Mungkin saja James akan membunuhku jika dia tahu apa yang aku lakukan pada anaknya malam itu, tapi sungguh! Itu semua terjadi di luar kendaliku. Tak ada yang tahu jelas bagaimana itu terjadi. Kami ada dalam pengaruh alkohol, mungkin karena itu Dinda pun nampak tak mau menyalahkanku. Meski aku tahu sebenarnya dia menangis di dalam kamar mandi. Aku tahu itu, tapi aku juga tak bisa berkata apa-apa lagi saat dia keluar dari kamar---menyambutku seolah-olah di melupakan segalanya. Melupakan tangisannya dan juga melupakan kesalahan kami.
Jujur aku takut saat melihat betapa itu adalah pertama kalinya, untuk Dinda. Aku takut dia akan bercerita pada James dan James akan membunuhku, tapi dengan senyumanya pagi ini. Aku yakin sekali kalau Dinda menutupi rasa keresahannya. Meski ada satu hal yang membuat hatiku janggal setiap kali menatapnya.
Matanya berbinar setiap kali melihatku. Dia seperti menatapku dengan tatapan yang memuja. Dia memperhatikan setiap apapun gerakan yang aku ciptakan dengan sangat ingin tahu. Kemarin, dia menangis mengkhawatirkanku dan pagi ini aku tahu sekali kalau dia juga ingin aku baik-baik saja setelah pekerjaanku selesai. Karena itu aku berjanji untuk menjemputnya. Aku tidak ingin lagi membuatnya khawatir dan aku tidak ingin melihatnya menangisiku kembali.
“Sampai jumpa,” Dinda melambaikan tangannya dengan wajahnya yang ceria dan aku pun kembali melajukan mobilku menuju tempat yang akan aku tuju---sebuah kasino tempat penyelundupan benda terlarang itu berada.
Dasar wanita licik itu. Setelah dia membunuh mantan kekasihku, dia pikir aku akan hanya tinggal diam saja menikmati uangnya. Dia kira aku tidak tahu apa saja yang dia sembunyikan dari para kepolisian. Ternyata dia tidak sepintar yang aku kira. Dia pasti hanya mengandalkan laki-laki bernama Demian itu. Penjagaan ketat sih oke saja, tapi untuk strategi tetap aku yang paling unggul.
Aku bersembunyi dekat sebuah kasino bekas terbakar akhir tahun lalu. Tempatnya sudah cukup membuatku mengetahui di mana penjagaan itu sangat ketat. Mungkin karena itu, tepat sekali hari ini aku pilih sebagai pengepungan yang sempurna. Sebelumnya aku sudah menghubungi Four, teman dekatku yang berprofesi menjadi polisi. Dia sudah tahu bagaimana ceritaku sebelumnya. Mantan kekasihku---Mia Rafadinata, dia adalah sepupuku. Dia memiliki saudara tiri yaitu Belinda. Mantan kekasihku mendapatkan limpahan harta yang dikatakan sangat cukup banyak. Saham-saham yang bisa mantan kekasihku bagikan padaku, sepupuku yang lainnya atau bahkan keponakanku. Sebuah harta warisan yang tujuh turunan tidak akan habisnya, tapi Belinda dengan liciknya merebut segalanya.
.
.
.
BTW INI TULISAN UDAH LAMA BANGET. JADI MAAF KALAU BANYAK TYPO, EYD DLL YANG MASIH BERANTAKAN KARENA BELUM SEMPAT AKU EDIT-EDIT LAGI :(
.
JANGAN LUPA KOMEN DAN LIKENYA ^^
TOP epribadeeeeehhhh ...👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍