NovelToon NovelToon
Indahnya Jatuh Cinta

Indahnya Jatuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:23.6k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Bagi Ayara, hidup hanya tentang bekerja tanpa pernah mengenal cinta. Namun, saat ia mendaki gunung bersama teman-temannya semuanya berubah. Sebuah pertemuan tak terduga dengan seorang pria di jalur pendakian menjadi awal baru baginya untuk mengenal rasa jatuh cinta.

Bagaimana cerita selanjutnya? Apa yang akan terjadi pada Ayara? Siapa pria yang ditemui Ayara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Namanya Althaf

Niko membawa Clara berjalan beberapa langkah menjauh dari kerumunan teman-temannya, berhenti di dekat batuan besar yang terlindung dari terpaan angin sabana yang kencang.

​"Lepasin, Ko! Mau dibawa ke mana sih?" gerutu Clara sambil meronta pelan, meski ia tidak menepis tangan Niko sepenuhnya.

​Niko melepaskan pegangannya, lalu buru-buru merogoh saku jaketnya dan mengeluarkan ponsel pintarnya, layar ponsel itu ia arahkan tepat di depan wajah Clara.

​"Dengerin penjelasan aku dulu, Ra. Jangan buru-buru emosi," ucap Niko dengan nada memohon.

"Soal Andin... dia itu bukan selingkuhan aku. Dia sepupu jauh aku yang baru datang dari luar kota dan waktu itu dia minta temenin cari baju buat wisuda, foto yang kamu lihat di Instagram itu di-posting sama temennya dan aku bahkan nggak tahu kalau dia tag aku," lanjut Niko.

​Clara mengerjap, melirik layar ponsel Niko yang menampilkan percakapan chat serta foto keluarga besar di mana Andin memang berdiri di sebelah bibi Niko, pertahanan Clara yang tadinya kokoh mendadak runtuh perlahan. Rasa gengsi yang besar membuat bibirnya masih terkatup rapat, namun sorot matanya tidak bisa membohongi kelegaan di dadanya.

​"Kenapa nggak ngomong dari dulu?" tanya Clara pelan, suaranya tak lagi setajam tadi.

​"Aku udah coba nge-chat kamu berkali-kali, Ra. Tapi kamu udah nge-block semua kontak aku, ngilang gitu aja tanpa kasih aku kesempatan buat jelasin semuanya," jawab Niko lirih, menatap Clara dengan penuh harap.

"Aku minta maaf kalau sikapku dulu terlalu posesif, itu karena aku takut banget kehilangan kamu. Selama kita pisah, nggak sehari pun aku nggak mikirin kamu," lanjut Niko.

​Clara terdiam dan menundukkan pandangannya ke tanah, hatinya yang keras mendadak luluh mendengar kejujuran dan ketulusan dari pria di hadapannya itu. Angin sabana berhembus lembut, seolah menjadi saksi pendamaian di antara mereka berdua.

​"Yaudah... aku maafin," ucap Clara akhirnya dengan suara yang sangat pelan.

​Mata Niko langsung berbinar cerah, "Artinya... kita balikan?"

​"Siapa bilang aku mau balikan sama kamu? Aku cuma bilang maafin, bukan berarti balikan!" kilah Clara salah tingkah, lalu memutar badan dan melangkah cepat kembali menuju tenda kelompoknya, Niko hanya tersenyum lebar sambil mengekor di belakangnya dengan langkah ringan.

Begitu Clara tiba kembali di dekat tenda, keenam sahabatnya langsung menyambut dengan sorakan menggoda yang kompak.

​"Wah, balikan nih ya! Cepet banget marahnya kalau sama yang ganteng!" ledek Maura dengan mata menyipit penuh selidik.

​"Tuh kan, apa gue bilang. Pertahanan Clara emang paling gampang runtuh kalau udah dibujuk mantan," timpal Stevi terbahak-bahak.

​Clara merona merah, buru-buru duduk di samping Ayara sambil menyembunyikan wajahnya di balik cangkir teh. "Apaan sih kalian! Udah, nggak usah pada ngeliatin gitu!"

Tawa renyah dari teman-teman Clara perlahan mereda, digantikan oleh decakan kagum bercampur rasa ingin tahu yang besar. Clara sendiri hanya bisa tersipu malu, menunduk dalam-dalam sambil memainkan ujung jaketnya.

​Namun, di tengah keriuhan kecil itu, Adel yang duduk di sebelah Diana mendadak menyipitkan matanya dan menatap ke arah tenda kelompok Niko yang berada beberapa meter di seberang mereka.

​"Eh, coba kalian lihat ke sana deh," bisik Adel sambil menepuk pelan lengan Diana, lalu menunjuk dengan dagunya ke arah kelompok para pria, dan mereka pun sontak menoleh.

​Di antara temaram lampu tenda dan gelapnya malam sabana yang mulai turun, tampak sosok Althaf yang tengah duduk bersila di dekat api unggun kecil milik kelompoknya. Yang membuat Ayara dan teman-temannya tertegun, pandangan mata Althaf sama sekali tidak lepas dari arah kelompok mereka. Lebih tepatnya, tatapan tajam dan tenang itu tertuju lurus ke arah Ayara.

​Mendapati dirinya diperhatikan begitu intens, Ayara buru-buru membuang muka. Jantungnya berdegup sedikit lebih kencang dari biasanya, ada rasa salah tingkah dan tidak nyaman yang tiba-tiba merayap di dadanya.

​"Ra... itu cowok yang kemarin nolongin lo waktu hampir jatuh, kan?" bisik Maura dengan nada menggoda, menyenggol pelan lengan Ayara.

​"Iya, bener. Namanya Althaf," sahut Clara menimpali sambil melirik ke arah Ayara dengan senyum penuh selidik.

​Ayara menggeleng pelan, berusaha memasang ekspresi setenang mungkin. "Udah, nggak usah ngawur kalian, mungkin dia cuma lagi melamun aja."

​"Mana ada melamun matanya tajam banget begitu ke arah sini, lebih tepatnya ke arah lo, Ra!" timpal Diana tak mau kalah, diiringi cekikikan kecil dari Stevi dan Linda.

​Ayara memilih untuk tidak menjawab, ia meraih cangkir teh hangatnya dan meneguknya perlahan untuk menetralisir rasa canggung yang mendadak menyeruak di tenggorokannya. Meski berusaha mengabaikan, Ayara bisa merasakan bahwa tatapan pria itu seolah menyusuri setiap gerak-geriknya.

Keesokan harinya, pukul empat pagi. Udara dingin menusuk hingga ke tulang, embun tebal membasahi tenda-tenda dan napas yang dihembuskan berubah menjadi uap putih tipis di kegelapan subuh.

​Ayara sudah mengenakan rangkap pakaian terhangatnya, kaos lengan panjang berbahan termal, jaket tebal, serta sarung tangan rajut. Ia merapikan ransel kecil berisi botol termos air panas dan beberapa batang cokelat, bersiap untuk perjalanan terberat dalam pendakian ini, summit attack menuju puncak tertinggi Gunung Argopuro.

​"Udah pada siap, kan? Jangan lupa cek senter kepala," suara Linda berbisik pelan di dalam tenda, membangunkan semangat teman-temannya yang masih terlihat mengantuk.

​"Udah, Lin. Aduh, dingin banget sumpah, rasanya gue pengen balik tidur aja," keluh Maura sambil menggigil kecil dan merapatkan jaketnya.

​"Jangan gitu, Ra. Tanggung banget, tinggal selangkah lagi kita ke puncak. Sayang kalau dilewatin," timpal Clara menyemangati, meski ia sendiri tampak sibuk menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya untuk mencari kehangatan.

​Ayara hanya tersenyum tipis, menyemangati diri sendiri di dalam hati. Di luar tenda, suara langkah kaki dan suara keributan kecil mulai terdengar. Heri sudah bersiap di titik kumpul membawa lampu senter besar, memberikan arahan terakhir sebelum pendakian malam buta dimulai.

​Ketika Ayara dan teman-temannya keluar ke lapangan sabana yang masih gelap gulita, sebuah kejutan kecil menanti mereka.

​Dari arah tenda di sebelah, Niko dan teman-temannya sudah bersiap dengan perlengkapan mereka. Niko tampak tersenyum lebar ke arah Clara, sementara Althaf berdiri sedikit di belakang dan mengenakan jaket waterproof hitam dengan tudung kepala terpasang rapi, sorot matanya tajam menerobos kegelapan sebelum akhirnya mendarat sejenak pada sosok Ayara.

​"Eh, kalian mau summit juga?" tanya Stevi heran, menatap rombongan para pria itu.

​Niko mengangguk antusias, "Iya, sayang banget kan kalau udah jauh-jauh ke sini tapi nggak naik ke puncak. Gimana kalau kita bareng aja? Lagian, jalur malam gini lebih seru kalau jalan bareng-bareng."

.

.

.

Bersambung.....

1
lia juliati
shalat Istikharah neng ara🙏
Aidil Kenzie Zie
nyumbang 1vote tor
Felycia Fernandez
kan waktu di resto juga udah ketemu Lngsung, walaupun cuma sebentar 🤔
Felycia Fernandez
naaah sepemikiran kita Ay...
gimana menghadapi calon mertua yang ngeremehin kita
Nani Haryatiyati
Senin....voteeee
Lala_Syalala
keren Thor,, ditunggu buat kelanjutan ceritanya 💪🏻💪🏻🥰🥰🥰
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
Indra Reza Zulkifli
jujur li,,,yg beginian cuma ada d dunia novel 🤭
Felycia Fernandez: bener bnget...
dimana mana sekarang orang2 pasti pilih pasangan yang setara,paling tidak setara dalam pekerjaan
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
si Papa pasrah saja sama pilihan anaknya 👍🏻👍🏻👍🏻
lia juliati
semangat althaf 💪
Rizky Manik
apa alasan papa gksukak sama ayara? apa cuman karena beda kasta?
Kaylaa
maksude piye to pak....katane krg suka....apa terpaksa...🤔
Felycia Fernandez: ya terpaksa kk karena takut anaknya marah,gak tulus kan 😆😆😆
total 1 replies
Felycia Fernandez
gak melarang,tapi kamu gak menerima Ayara jadi menantu sama aja boong pak...menantu mana yang mau tiap ketemu mertua tapi mertua nya jutek ke dia😠
Felycia Fernandez
ya gimana nggak minder,bapaknya aja kasar gtu ngomongnya.blom lagi ntar di pernikahan Ayara pasti bakalan sering ketemu mertua nya,pasti dia merasakan takut gak diterima
Felycia Fernandez
kasar ngomongnya,terang terangan mengusir 😠
Aidil Kenzie Zie
terima aja Yara🥰🥰🥰🥰🥰
Aidil Kenzie Zie
Ayara nyerah duluan sebelum berperang 😓😓😓😓 lagian yang mau nikah kan kalian wong Althaf baik banget lagi dimana coba mau cari cowok spek Althaf gitu😓😓😓
Nani Haryatiyati
yaaahhhhh bersambung pemirsa,besok lagiiii
lia juliati
wow..... selamat berjuang althaf
Nurminah
nggak mudah nikah beda kasta harus punya mental sekuat baja dan laki-laki pendamping kita harus jadi garda terdepan untuk membela karena kalo berdiri sendiri habis mental kita
Felycia Fernandez: bener banget KK, apalagi pernikahan bukan hanya tentang suami istri tapi ada mertua juga.sebahagia apapun kalau mertua tidak suka sama aja gak merestui hubungan kita.pasti gak akan tenang pernikahan nya.gak mungkin kan tiap ada acara kita suami istri gak hadir
total 2 replies
Valen Angelina
smuaa orang pasti akan berkcil hati..... nmnya juga kita orang miskin tiba2 ada ornag kaya melamar kita... klo dunia nyata lbih baik nikah sama orang setara sama kita....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!