Di dunia luar, Gabriel Alexius adalah ketua mafia paling ditakuti—dingin, kejam, dan tanpa ampun. Namun, takdir mempertemukannya dalam pernikahan rahasia dengan Aira, gadis biasa yang awalnya mengira suaminya hanyalah pria kaya yang polos dan sedikit konyol.
Di rumah, Gabriel berubah drastis menjadi suami yang manja dan bucin setengah mati, bahkan rela bertingkah konyol demi membuat istrinya tersenyum.
Semua kebohongan manis itu terbongkar saat Aira tak sengaja memergoki Gabriel dalam "mode monster" saat menghadapi musuhnya. Panik karena takut ditinggal, sang ketua mafia yang garang itu mendadak jadi panutannya yang paling penakut di hadapan sang istri.
“Aira, aku bisa menghancurkan kota ini, tapi jangan minta aku hidup tanpamu!”
Bagaimanakah kisah rumah tangga gadis biasa dengan pria paling berbahaya di dunia bawah ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rey Nanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24 : Persiapan Pesta,Gaun Berlian Dan Kecemburuan Dark Lord
Seminggu menjelang malam pesta amal internasional yang diselenggarakan oleh Rosewood Syndicate, suasana di penthouse megah milik Gabriel dan Aira mendadak sibuk luar biasa. Ruang tamu utama yang bernuansa modern minimalis kini disulap menjadi ruang pameran busana privat.
Tiga desainer papan atas asal Paris dan Milan dihadirkan langsung menggunakan jet pribadi dinasti Blackwood. Di hadapan Aira, berjejer puluhan manekin yang memamerkan gaun-gaun malam mahakarya bernilai miliaran Rupiah.
Aira duduk di sofa kulit, menopang dagunya sambil memperhatikan gaun-gaun indah tersebut. Namun, di sampingnya, Gabriel duduk dengan menyilangkan kaki, memasang raut wajah penuh penilaian yang sangat ketat dan protektif.
seorang desainer wanita paruh baya membungkuk sopan, menunjuk sebuah gaun pembuka berwarna merah mawar. "Nyonya Aira, ini adalah Rouge Elegance. Gaun berpotongan backless dengan belahan tinggi di paha kiri yang akan menonjolkan keanggunan Anda..."
Sebelum desainer itu selesai berbicara, Gabriel sudah berdeham keras.
Ekhem!
Gabriel menyipitkan mata cokelat gelapnya, menunjuk gaun merah itu dengan pena di tangannya. "Coret! Belahan pahanya terlalu tinggi! Punggungnya terbuka lebar begitu! Kamu mau istriku masuk angin, hah?!"
Desainer itu menelan ludah panik, buru-buru menyuruh asistennya menggeser manekin pertama. "B-Baik, Tuan Gabriel! Bagaimana dengan gaun kedua ini? Noir Silhouete, gaun malam sutra hitam dengan bagian dada berpotongan V-neck..."
"Coret!" potong Gabriel lagi tanpa ragu, dadanya kumat cemburu. "Potongan V-neck-nya terlalu rendah! Enak saja! Tidak ada pria mana pun di pesta itu yang boleh melihat leher dan dada istriku selain aku!"
Aira memegang pelipisnya, menggelengkan kepala melihat tingkah suaminya yang kelewat protektif. "Gabriel... ini gaun pesta malam, bukan baju kurung. Semua gaun malam memang punya estetika seperti ini."
Gabriel langsung menoleh ke arah Aira, memasang raut wajah cemberut nan manja, lalu menggenggam kedua tangan istrinya. "Tidak boleh, Sayang! Pesta itu runsing sekali! Banyak ular-ular jantan yang bakal melirik kamu. Aku tidak rela ada sepasang mata pun yang memandang keindahan milikku!"
Felix yang berdiri di dekat pintu masuk ruang tamu menyenggol kacamata hitamnya, menghela napas panjang. "Astaga... kalau dituruti Tuan Besar, Nyonya Aira bakal disuruh pakai baju astronot ke pesta amal," batin Felix pasrah.
Aira menahan senyum geli, lalu mengusap pipi tegap suaminya. "Lalu, kamu mau aku pakai apa ke pesta internasional itu, Tuan Aristha?"
Gabriel mendadak tersenyum miring penuh kemenangan. Ia menepuk tangannya dua kali.
Prok! Prok!
Dua pengawal berjas hitam melangkah masuk membawa sebuah kotak kaca berbingkai kayu jati ukir yang dilapisi kain beludru hitam. Ketika kain pelindung itu ditarik, seluruh ruangan seketika berkilau oleh pantulan cahaya yang memukau!
Di dalam kotak kaca itu terbias sebuah gaun malam mahakarya yang dirancang khusus secara rahasia oleh Gabriel. Gaun itu berbahan kain sutra pekat berwarna biru malam (navy blue), berpotongan amat anggun dengan leher tinggi (high-neck) dan lengan panjang berenda sutra halus.
Yang paling menakjubkan, di sepanjang kain sutra biru pekat tersebut, tersebar ribuan butiran berlian kecil yang dikeruk langsung dari Tambang Mutiara Hitam di Afrika milik Aira! Gaun itu berkilau indah bak hamparan langit malam bertabur jutaan bintang.
Aira tertegun, matanya berbinar-binar memandangi keindahan gaun di depannya. "Gabriel... ini..."
"Ini gaun khusus buatan suamimu," ucap Gabriel bangga, melingkarkan tangannya di pinggang Aira dari belakang dan menyandarkan dagunya di bahu istrinya. "Modelnya sangat sopan, tertutup rapi dari leher sampai mata kaki, jadi kamu tidak akan masuk angin atau dilirik pria lain. Tapi di saat yang sama... kilau ribuan berlian Afrika ini bakal menegaskan kepada semua orang di pesta bahwa kamu adalah Permaisuri paling bernilai dan tak tersentuh di dunia."
Dada Aira berdesir hangat. Di balik sifat cemburu buta yang konyol, Gabriel selalu memikirkan segala detail dengan begitu sempurna untuk menghormati dan melindunginya.
Aira berbalik, menatap lurus ke dalam manik mata hangat suaminya. "Gaun ini... sangat indah, Gabriel. Terima kasih."
Gabriel memamerkan cengiran bahagianya, lalu mencium kening Aira penuh kelembutan. "Apapun untuk Permaisuriku. Nah, sekarang coba pakai gaunnya. Aku mau lihat bidadariku berubah jadi ratu malam ini!"
Dua jam kemudian.
Ibu kota diguyur gerimis tipis. Di depan gedung megah Grand Ballroom Hotel Imperial, karpet merah membentang sepanjang lima puluh meter. Puluhan wartawan media bisnis internasional, lampu kilat kamera, serta mobil-mobil mewah edisi terbatas memenuhi area kedatangan.
Pesta malam amal Rosewood Syndicate adalah ajang berkumpulnya para taipan, pejabat tinggi, dan penguasa jalur gelap dari seluruh pelosok dunia.
Sebuah mobil Rolls-Royce Phantom berwarna hitam pekat dengan pelat nomor khusus meluncur tenang dan berhenti tepat di depan karpet merah. Seorang petugas berjas rapi bergegas membukakan pintu penumpang.
Gabriel Blackwood melangkah keluar lebih dulu. Pria tegap itu tampil sangat gagah dan dominan dalam balutan tuxedo hitam klasik dengan pin emas berlogo dinasti Blackwood di dadanya. Aura kekuasaan yang memancar dari tubuhnya seketika membuat suasana di sekitar karpet merah mendadak hening dan tegang.
Gabriel tidak langsung melangkah. Pria itu berbalik, mengulurkan tangan kanannya ke dalam mobil dengan gestur yang amat pria sejati dan penuh penghormatan.
Jemari halus berbalut sarung tangan sutra menyambut uluran tangan Gabriel.
Aira Anindita melangkah keluar dari mobil.
Seketika itu juga, ratusan lampu kilat kamera meledak bertubi-tubi! Suara decak kagum menggema dari seluruh sudut area kedatangan. Gaun sutra biru malam bertabur berlian Afrika yang dikenakan Aira memantulkan cahaya indah yang memukau, membuat siapapun yang melihatnya terpesona oleh keanggunan, kecantikan, dan wibawa dingin seorang Permaisuri Hitam.
Aira menggandeng lengan tegap Gabriel. Mereka berdua melangkah menyusuri karpet merah dengan penuh percaya diri, menyajikan pemandangan pasangan paling berkuasa di dunia bawah tanah.
Namun di sudut lantai dua ballroom, di balik kaca gelap, berdiri Julian bersama seorang pria tua berambut putih yang memegang gelas anggur kristal. Pria tua itu—pemimpin Rosewood Syndicate—menatap Aira dan Gabriel dari kejauhan dengan senyuman miring yang penuh intrik berbahaya.
"Serigala dan Mutiara Hitamnya sudah masuk ke dalam sarang..." bisik pria tua itu dingin. "Mari kita lihat, seberapa lama mereka bisa bertahan di pesta ini."
📌 Pojok Penulis (Rey Nanda):
Aaaa! Keromantisan Gabriel emang gak ada tandingannya! Bikin gaun sopan tertutup rapat tapi bertabur berlian Afrika biar Aira gak dilirik pria lain! Posesifnya tingkat dewa tapi so sweet banget! 💎✨