Ujian dalam rumah tangga Aini dan Andra dimulai saat Andra mendapat kenaikan jabatan di perusahaan tempatnya bekerja
Ekonomi yang membaik, membuat Andra mulai merasa bosan dengan istrinya yang menurutnya tidak bisa merawat diri, hingga membuatnya terjerat pesona rekan kerjanya sendiri
Aini begitu terluka, saat suaminya membawa seorang wanita yang tengah berbadan dua yang ia perkenalkan sebagai istri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
"Loh, barangnya udah ada dikamu?" Andra berusaha menyembunyikan kegugupannya
"Maksud kamu?"
Andra tersenyum, mengambil alih kotak beludru itu lalu membukanya. Sepasang anting yang begitu indah
"Sebenarnya mas mau kasih ini nanti saat ulang tahun kamu" Ucapan itu membuat Aini terkejut
"Kamu serius? Ulang tahun aku kan masih dua Minggu lagi?"
"Iya, tapi mas beli hadiahnya sekarang. Rencananya mau mas sembunyiin dulu, tapi udah keburu ketahuan"
Keduanya tersenyum, kecurigaan yang sempat mengisi hati Aini berangsur hilang. Ia yakin jika suaminya tidak bermain wanita karena sang suaminya terlihat sangat mencintainya
"Biar mas pakein" Andra lebih dulu melepas anting yang masih tersemat ditelinga istrinya lalu memasangkan anting-anting indah itu
"Istri mas ini memang cantik" Puji pria itu pada istrinya
"Bagus banget mas" Aini melihat dirinya di cermin "Pasti harganya mahal, kamu terlalu buang-buang uang mas"
"Buat kamu apapun akan mas kasih" Andra memeluk tubuh wanita itu dan Aini membalasnya
Hilang sudah kecurigaan yang ada dihati ini, Aini salah karena sudah menaruh curiga pada suaminya sendiri
Bisa-bisanya ia berpikir Andra selingkuh hanya karena aroma parfum wanita yang menempel
"Sekarang gimana caranya buat ganti hadiah untuk Sarah?" Andra dibuat pusing karena masalah hadiah ini
Siang tadi ia sudah berjanji akan memberi kejutan, lalu hadiah itu sekarang berada ditangan istrinya
Hadiah kecil ini membuat Aini berbunga-bunga, pagi harinya ia melayani suaminya dengan sepenuh hati
"Mas berangkat dulu yaa! Hari ini mas pulang telat, mas ada kerjaan penting" Aini mengangguk, wanita cantik itu lebih dulu mencium punggung tangan sang suami sebelum Andra berlalu menuju mobilnya
Aini tersenyum, tangannya menyentuh anting-anting yang semalam suaminya sematkan
"Aku pasti udah gila" Aini tersenyum setelahnya ia berlalu masuk kedalam rumah
Kekhawatiran Andra terjadi, Sarah menagih janji kekasihnya yang mengatakan memiliki kejutan untuknya
"Mana mas? Kamu gak mungkin lupa kan?" Desak Sarah
"Mas udah beli hadiahnya, tapi..."
"Tapi apa?"
Andra menghela napasnya "Aku lupa kalau hadiah buat kamu masih dikantong terus ditemuin sama Aini"
Wajah cantik Sarah ditekuk, jelas sekali jika wanita seksi itu kesal karena kekasihnya melupakan hadiahnya padahal dirinya sudah sangat berharap
"Kamu pasti sengaja" Sarah membalik tubuhnya, Andra harus segera membujuk kekasihnya itu
"Maafin aku, aku janji bulan depan aku akan beli hadiahnya untuk kamu" Ujar Andra berusaha membuat mood kekasihnya itu membaik
"Aku maunya sekarang!"
Andra membalik tubuh kekasihnya lalu menggenggam tangan lembut itu
"Ya udah, kamu mau apa?"
Sarah tersenyum "Aku mau ke mall, aku mau pilih sendiri hadiahnya"
Tidak ada pilihan selain mengiyakan. Andra harus membuat Kekasihnya ini bahagia agar kepuasan itu didapatkan
"Oke, pulang kantor kita ke mall" Ucap Andra pada akhirnya
"Beneran?" Anggukan kepala pria itu berikan membuat Sarah begitu bahagia "Aku makin sayang sama kamu"
"Kalau gitu, malam ini kita mainnya sampe puas dong" Andra menggoda dengan mengusap bibir merah itu dengan ibu jarinya
"Tentu saja, pokoknya malam ini mas harus nginep di apartemen aku" Andra mengangguk cepat, ia tidak mungkin melewati sesuatu yang begitu ia nantikan
***
Sesuai janji, Andra benar-benar membawa Sarah ke pusat perbelanjaan. Sarah sepertinya tengah menguras kantong kekasihnya itu
Wanita itu membeli anting-anting serta kalung emas yang indah dan mahal. Andra sampai meringis dalam hatinya saat mendengar total yang harus ia bayarkan
Bukan hanya perhiasan, Sarah juga membeli baju, tas serta sepatu. Andra hanya pasrah saja, bahkan selama ia menikah dengan Aini, istrinya itu tidak pernah meminta hal seperti ini
"Udah puas kan?" Andra memastikan
Wanita yang tengah bergelayut manja itu tersenyum lebar "Puas banget, makasih yaa mas"
"Sekarang kita kemana lagi?" Tanya Andra
"Kita makan dulu yaa! Aku udah laper banget"
Keduanya hendak masuk kedalam cafe sebelum suara seseorang menghentikan
"Andra" Andra menoleh, berapa terkejutnya ia melihat sang ibu ada disana
Sepertinya Retno tengah bersenang-senang bersama teman-temannya dan sialnya malah bertemu disini
"I-ibu?" Andra tergagap
Mendengar Andra memanggil wanita paruh baya itu Ibu, membuat Sarah ikut membeku, rasanya tidak akan baik jika dirinya dilabrak ditempat ramai seperti ini
"Ibu disini juga?" Jantung ini sudah berdetak kencang, bagaimana caranya Andra meyakinkan ibunya sekarang
"Ini siapa Andra?" Tanya Retno, pandangannya tertuju pada seorang wanita cantik yang berdiri di samping putranya
"Dia Sarah, karyawan dikantor. Dia temennya Andra, Bu" Pria tampan itu berusaha meyakinkan sang ibu
"Kamu selingkuh dari istri kamu?"
"Bu, ini..."
"Maksud kamu, kamu punya perempuan lain? Kalau emang gitu, ibu dukung kok" Ucapan Retno jelas membuat dua orang itu terkejut
"Ibu serius? Ibu gak marah?" Tanya Andra, rasanya ia tidak percaya
Retno menghela napasnya "Dari dulu ibu emang gak setuju sama hubungan kamu sama Aini, ibu gak suka punya menantu miskin" Ujar Retno
"Sarah, kamu karyawan dikantor nya Andra?" Tanya Retno dan Sarah mengangguk
"Iya, Bu" Sarah mengangguk hormat
"Orang tua kamu?" Tanya Retno lagi
"Ayah saya diluar kota" Jawab Sarah lalu sesekali melirik sang kekasih
"Ayah kamu kerja apa?"
"Pengusaha, tapi aku mau mandiri dan menolak kerja di perusahaan ayah" Kebohongan ini harus dilakukan karena Sarah tidak ingin kehilangan Andra
Bisa dipastikan jika ibu dari kekasihnya ini adalah seseorang yang melihat orang lain dari layar belakangnya
"Waah, ibu bangga sama kamu! Kamu memang calon menantu yang selama ini ibu harapkan" Retno bahkan mengusap lengan kekasih gelap putranya itu
"Ya udah, kalian mau makan yaa? Ibu duluan yaa! Temen-temen ibu udah pada nungguin" Pamit wanita paruh baya itu
"Ayah kamu beneran pengusaha?" Tanya Andra, ia tidak tahu jika kekasihnya ini dari keluarga terpandang "Siapa nama ayah kamu?"
"Ayah aku emang pengusaha, tapi perusahannya masih kecil dan belum terkenal" Dusta Sarah
"Oohh" Andra mengangguk saja "Aku bangga punya pacar kayak kamu"
Sarah memaksakan senyumnya, sial sekali karena dirinya harus melakukan kebohongan seperti ini, jika ketahuan maka ia bisa dibuang oleh pria dihadapannya ini
nunggu aini kerja gajian anakmu dah mati, di tinggal ke kantor suami mu, kl gk di kasih susu ma Sarah seharian gimana. kok gk mikir to aini ini. saking miskin dah oon nya.