NovelToon NovelToon
Obsesi Cinta Tuan Arogan

Obsesi Cinta Tuan Arogan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Matcha Lala

Nadia menikahi pria yang tidak pernah mencintainya. Sang suami adalah teman masa kecil nadia. Namun dimas melupakan gadis tersebut. Selama pernikahan mereka, Nadia terus merasakan sakit yang teramat sakit. Melihat sang suami bersama dengan wanita lain. Sang suami masih berhubungan dengan wanita yang masih berstatus kekasih. Dan bahkan mengajak kekasihnya itu untuk datang ke rumah. Setiap hari Nadia harus melihat kemesraan sang suami dengan wanita lain di depan mata sendiri. Nadia hanya bisa menahan rasa sakit yang ia rasakan demi keutuhan rumah tangganya. Nadia berprinsip menikah sekali seumur hidupnya. Nadia juga tidak ingin berpisah dari Dimas pria yang ia cintai sedari dulu. Dan ia ikhlas menerima rasa perih yang tidak pernah di dapatkan dari keluarganya. Nadia yakin, suatu saat nanti sang suami akan mencintainya juga, walaupun ia tidak terlalu yakin dengan hal tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Matcha Lala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Di dalam kamar. Dimas baru saja selesai membersihkan diri. Pria itu melihat sang istri tengah duduk di balkon kamar sambil memeluk boneka yang ia berikan tadi. Dimas tersenyum kecil dan menghampiri sang istri. Ia pun duduk di samping Nadia dan menatap ke arah langit yang sangat indah.

"Langit malam ini indah banget ya?," ucap Dimas.

Nadia terkejut saat mendengar suara sang suami yang ada di sampingnya. Nadia menatap Dimas dan terlihat pria itu tengah fokus menatap langit yang di penuhi banyak bintang pada malam ini.

"Jarang banget gue duduk di balkon sambil liat bintang. Biasanya kalau gue pulang kerja langsung tidur, kalau enggak tidur ketemu sama Jessica. Mau ngajak Jessica ke taman bermain dan duduk di balkon kayak gini, tapi sepetinya mustahil. Jessica lebih suka duduk di restoran mahal dan tas serta barang barang mahal. Gue kagum sama Lo, karena Lo gadis sederhana. Dapet boneka dari gue aja, ekspresi Lo kayak dapet berlian yang harganya fantastis. Padahal ini hanya boneka loh, kalau gue beli dua ratus ribu pasti bisa dapet banyak," ucap Dimas.

Nadia tersenyum kecil. "Aku enggak liat harganya, tapi yang aku liat itu perjuangan kakak dapet boneka ini. Walupun boneka ini murah, tapi perjuangan kakak buat dapetin boneka ini benar benar harus di hargai. Aku akan simpan boneka ini dengan baik kak," ucap Nadia.

Dimas yang mendengar ucapan dari sang istri langsung tersentuh hatinya. Dimas tersenyum dan memikirkan Jessica. Pria itu berharap kalau Jessica bisa seperti nadia, yang benar benar menghargai pemberian orang lain. Nadia berdiri dan langsung mengambil handuk untuk mengeringkan rambut sang suami.

"Aku keringkan rambutnya ya kak, rambut kakak masih basah ini. Takutnya nanti kakak sakit," ucap Nadia.

Dimas menganggukkan kepalanya dan Nadia langsung mengeringkan rambut Dimas dengan handuk kecil. Dimas sangat menyukai perlakuan Nadia ke padannya. Nadia sangat telaten merawatnya, tidak seperti Jessica yang selalu mengacuhkannya. Dimas menatap Nadia dengan tatapan tulus untuk kali pertamanya ia menatap gadis itu dengan tatapan yang benar benar tulus.

'andai saja kamu seperti Nadia Jess, aku pasti akan sangat bahagia dan kagum pada kamu. Tapi itu sepertinya tidak mungkin,' batin Dimas.

Rambut Dimas sudah kering dan Nadia langsung menyisir rambut sang suami, tiba tiba saja Dimas tanpa aba aba mencium bibir Nadia sekilas. Ciuman sekilas itu membuat detak jantung Nadia tak karuan, Gadis itu benar benar terkejut mendapati ciuman dari sang suami. Ini adalah ciuman pertama bagi nadia.

"Jangan bilang Lo enggak pernah ciuman?," ucap Dimas.

Nadia menundukkan kepalannya dan wajahnya benar benar terlihat sangat memerah. Dimas yang melihatnya langsung tertawa kecil.

"Ternyata kamu gadis yang masih polos banget. kenapa sih kamu mau di jodohkan denganku? Apalagi dulu kita enggak saling kenal," ucap Dimas.

"Mungkin sudah takdir kita untuk bersama dalam ikatan pernikahan," ucap Nadia.

Nadia memberanikan diri untuk berbicara dan menatap ke arah Dimas. Pria itu tersenyum dan menganggukkan kepalannya.

"Oke, bisa jadi. Dan takdirku mencintai Jessica," ucap Dimas.

Ucapan Dimas benar benar langsung membuat dada Nadia terasa sesak. Sang suami terus saja membandingkannya dengan Jessica. Nadia tau, dirinya tidak secantik Jessica. ia benar Baner kalah telak dengan Jessica yang seksi itu. Dimas yang melihat Nadia yang tiba tiba diam, langsung menatap sang istri.

"Mau ke pantai?," ucap Dimas.

Nadia menatap Dimas yang mengulurkan tangannya ke arahnya. Nadia menganggukkan kepalanya dan membalas uluran tangan tersebut. Sepasang suami istri tersebut langsung berjalan ke arah pantai. Mereka akan duduk di tepi pantai sambil melihat ombak air laut yang benar benar sangat tenang.

****

Di sisi lain. Kedua orang tua Dimas tengah duduk di sebuah ruangan. Tiba tiba saja ada seorang pria berbadan besar masuk ke dalam rumah.

"Bagaimana?," ucap ibunya Dimas.

"Mereka tengah menghabiskan waktu berdua nyonya. Mereka sudah berbaikan dan mereka benar benar sangat bahagia menghabiskan waktu bersama. Terakhir saya melihat ketika mereka akan berjalan ke arah pantai. Mungkin mereka akan duduk di tepi pantai, sambil melihat banyak bintang pada malam ini," ucap pria itu.

Kedua orang tua Dimas sangat bahagia mendengar ucapan pengawal mereka. "Baiklah, terus jaga mereka dan setelah itu beri kabar terbaru tentang mereka," ucap ibunya Dimas.

"Baik nyonya," ucap pria tersebut.

Pria berbadan besar itu pun keluar dari rumah kedua orang tua Dimas. Ibu dari Dimas langsung memeluk suaminya dengan sangat erat.

"Mama bahagia mendengar kabar ini, akhirnya mereka tidak bertengkar lagi. Saat mama mendengar kabar mereka sedang bertengkar, mama sedih pa. Tapi sekarang rasa sedih mama sudah hilang, anak kita benar benar mirip dengan papa gengsian. Tapi di balik rasa gengsi itu, papa dan Dimas adalah pria yang romantis plus penyayang. Mama jadi makin cinta dan sayang sama papa," ucap ibunya Dimas.

Ayah dari dimas tersenyum melihat sang istri tidak sedih lagi. "Yaudah, sekarang lebih baik kita tidur. Udah malam ini, nanti mama sakit kalau tidur kemalaman," ucap ayahnya Dimas.

Akhirnya ibu dari Dimas menganggukkan kepalannya, dan mereka pun masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.

*****

Di sisi lain. Dimas dan nadia tengah duduk di tepi pantai sambil menatap air laut yang begitu sangat tenang.

"Malam ini sangat tenang ya, langitnya terlihat sangat indah. Air lautnya sangat tenang, Suasana ini benar benar sangat cocok untuk menyegarkan otak dari pekerjaan kantor," ucap Dimas.

Nadia menatap sang suami. "Kapan kapan kakak ke sini saja, ajak teman teman kakak dan kekasih kakak. Mereka pasti suka berada di sini, karena anginnya saja sangat sejuk, pemandangannya juga sangat in-----,"

"Gue enggak bakal ajak siapapun ke sini. kalau gue mau kesini, gue pasti lebih milih ajakin Lo. Soalnya Lo asik di bawa kesini," ucap Dimas.

Untuk kesekian kaliannya ucapan dan sikap Dimas membuat Nadia sangat bahagia. Suaminya hari ini benar benar berbeda dari biasanya. Dimas menatap Nadia, dan mengusap rambut gadis itu dengan lembut.

"Boleh cium lagi enggak?," ucap Dimas.

Nadia kembali terkejut dan saat akan menjawab. Dimas tanpa aba aba langsung mencium bibir sang istri. Ia benar benar sangat menyukai bibir Nadia yang begitu lembut. Setelah beberapa detik ciuman itu pun terhenti, Dimas menatap Nadia.

"Berbeda dari bibir Jessica, bibir lo bikin gue pengen cium terus," ucap Dimas.

Wajah Nadia langsung memerah saat mendengar ucapan dari Dimas. Gadis itu benar benar sangat bahagia dan langsung salah tingkah di buatnya. Dimas yang melihatnya langsung tertawa kecil karena gemas melihat sang istri yang begitu menggemaskan saat ia goda. Entah kenapa malam ini Dimas benar benar sangat bahagia, baru kali ini dia merasakan bahagia seperti saat ini.

"Tidur yuk, gue udah ngantuk banget ini," ucap Dimas.

"Ayo kak," ucap Nadia.

Sepasang suami istri itu pun masuk ke dalam kamar penginapan. Mereka langsung berbaring di atas kasur, dan Dimas langsung memeluk tubuh nadia dengan sangat erat.

"Malam ini gue izinin lo meluk gue," ucap Dimas. Padahal dia yang memeluk Nadia bukan Nadia nya.

Mendengar ucapan dari sang suami, Nadia langsung tersenyum bahagia dan membalas pelukan dari Dimas. "Kalau kayak gini, gue bakal terbiasa peluk Lo saat mau tidur," ucap Dimas.

"Kalau mau peluk enggak papa kok kak, aku kan istri kakak. Jadi kalau kakak mau peluk, tinggal peluk aja," ucap Nadia.

Dimas tidak merespon ucapan dari Nadia karena dia sudah tertidur. Posisi kepala pria itu berada di dada Nadia. Nadia yang melihatnya hanya bisa tersenyum dan mengusap rambut suaminya tersebut.

"Mimpi indah suamiku," gumam Nadia.

1
Novansyah
lanjut kk menurut AQ bagus sih
Novansyah
bagus kk lanjut update nya tapi jangan lama2
Zuri Atulaini
ini novel gila jangan di baca aku gk mau langjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!