NovelToon NovelToon
Bidadari Pak Letnan Minta Bercerai

Bidadari Pak Letnan Minta Bercerai

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Raja Tentara/Dewa Perang / Perjodohan
Popularitas:39.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ibah Ibah

"Rin mau kemana? kenapa diam-diam membawa koper begitu?" Tanya Aga merasa curiga pada istrinya, mendadak istrinya pamit pergi, padahal dia baru saja pulang dari pasar. Arin diam saja dan tetap memasukkan kopernya ke dalam bagasi mobil. "Rin aku nanya sama kamu? Kalau mau pergi, aku antar" "Tidak perlu mas, di dalam masih ada tamu" "Tamu Istimewa" Imbuh Arin dalam hati. Arin menyerah. Sejak kecil dia sudah mengabdi di keluarga suaminya karena mereka telah di jodohkan sejak kecil. Arin kira pengorbanan dan kesabarannya akan membuat suaminya luluh, namun dia salah. Suaminya bahkan membawa wanita idamannya ke dalam rumah. Arin sudah tidak tahu apa yang ingin dia pertahankan di rumah ini, bahkan setelah satu tahun menikah, tak sekalipun dia di sentuh. "Tunggu aku sebentar, keluarkan kopermu. Masukkan ke mobil ku, aku akan mengantarmu" Pinta Aga, namun Arin sudah mati rasa, dia langsung meminta supir melajukan mobilnya.Arin tak memperdulikan Aga yang berteriak sambil berlari mengejarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ibah Ibah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14

Di rumah sendirian tidak punya kesibukan membuat ku merasa jenuh juga. Rumah sudah aku bersihkan, baju sudah aku cuci, biasanya aku setrika pakai jasa orang lain, satu Minggu dua kali aku memanggil orang itu untuk ke rumah. Selain itu semua aku yang kerjakan.

Hanya rebahan seharian benar-benar membuat bosan. Mau ke luar sepeda motor kempes, mau naik kendaraan umum malas berdempetan dengan orang, apalagi di luar sangat panas.

Aku ingin mengirim pesan ke Mas Aga, tapi tidak berani, aku takut dia kenapa-kenapa. Tubuhnya tadi masih panas, tapi tetap nekat pergi, membuat ku yang ada di rumah hawatir dan terus memikirkan dia.

Karena merasa jenuh, aku mencoba ke dapur, membuat resep baru, siapa tahu enak dan bisa di buat tambahan menu di toko.

Aku mulai mengambil bahan-bahan, kali ini aku ingin membuat sesuatu yang di sukai mas Aga. Susu putih dan jahe, mungkin bisa membuat dua bahan itu menjadi kue. Kue bolu jahe. Rasanya aku ingin tertawa sendiri membayangkan bagaimana rasanya nanti. Apa akan enak, atau sebaliknya.

Aku mulai memblender dua ruas jahe, sengaja tidak banyak-banyak, air jahenya akan aku campur gula pasir dan aku buat seperti selai.

Untuk adonan kue, aku tetap memakai resep dari Ibu, hanya saja toping atasnya nanti yang berbeda.

Aku mulai sibuk sendiri, hingga tidak menyadari ada yang berkirim pesan ke ponsel ku. Setelah beberapa jam berlalu, aku menatap jam, ternyata susah sore. Jadi aku lanjut memasak untuk mas Aga. Seingat ku dia tadi akan pulang malam, jadi aku masak sekarang saja. Nanti tinggal aku panasi saja saat dia pulang.

Aku memasak sayur asem, ikan asin dan juga pepes ikan nila kesukaannya. Tak lupa tempe dan tahu goreng serta kerupuk sebagai pelengkap. Aku berharap semua ketulusan ku ini nantinya akan di lihatnya. Dia akan memuji masakanku dan memberi hadiah sebuah ciuman di kening. Aku selalu suka membayangkan hal manis ini. Meski aku tidak tahu kapan mas Aga akan luluh.

Setelah semua beres, aku bergegas mandi dan membersihkan diri, Adzan Maghrib pun menggema. Jadi ku putuskan sekalian sholat.

Di pertengahan sholat, aku kembali ingat mas Aga yang sakit, aku mendoakan dia agar tidak terjadi apa-apa di sana.

Aku benar-benar tidak membuka ponsel sama sekali. Setelah berdo'a barulah aku menyadari jika ada banyak pesan masuk di ponsel ku.

Aku menerima pesan dari Dewa, benar panggilan tak terjawab juga.

Saat aku membuka foto itu, lagi-lagi hati ini di buat hancur, Aku melihat Mas Aga berfoto dengan seorang wanita berhijab, wajahnya begitu manis, kulitnya putih dan lesung pipi di wajah wanita itu membuat dia makin terlihat cantik.

Mas Aga berfoto sambil tersenyum begitu tampan, dia bahkan mendekatkan tubuh mereka hingga tak berjarak. Meski tidak bersentuhan secara langsung, mereka terlihat sangat dekat sekali.

"Apa ini Rahma? Ternyata jauh lebih cantik dari yang aku lihat di foto kontak mas Danu"

badan ku jatuh ke lantai, aku bersandar di sofa yang biasa aku buat untuk tidur.

Pantas saja mas Aga dalam keadaan sakit tetap berangkat, ternyata ada Rahma di sana. Mereka pasti bersenang-senang. Sedangkan ku? Aku seperti pengemis cinta, yang selalu menantikan cinta itu hadir dalam hidupku. Aku kembali menangis dalam sunyi, rasanya aku ingin menyerah, aku benar-benar tidak sanggup. Aku ingin menghubungi Dewa, memintanya agar menjemput ku pergi jauh dari sini, aku ingin sekali membuang lara di hati, aku ingin bahagia, aku ingin memulai hidup baru dengannya. Tapi saat aku ingin menghubungi dia, Ibu menelfon ku, aku buru-buru menghapus air mata ku, mengoleskan sedikit bedak dan juga gincu.

"Assalamualaikum Rin"

"Wa'alaikum salam Bu, Ibu sudah makan?" Tanyaku. Ibu langsung tersenyum, membuatku jadi lemah lagi. Aku lupa niatku untuk pergi saat melihat senyum ibu.

"Ibu sudah makan, kog kamu di rumah saja? Mana Aga? Dia tidak mengajak kamu jalan-jalan?"

"Tadi siang sudah Bu, ini baru pulang, Arin saja baru selesai keramas"

Aku memperlihatkan rambut ku yang masih basah ke ibu, Ibu kembali tersenyum. Dia pasti mengira aku dan mas Aga baru selesai bercinta.

"Waah bagus sekali, pokoknya gempur terus sampai jadi ya nak?" Kekeh Ibu, aku pura-pura tertawa padahal di hati ini memendam lara.

"Iya Bu, mas Aga nya sedang mandi, Arin siapkan makan malam dulu ya?"

"Oh iya iya, kalau begitu jaga diri baik-baik ya sayang? Jangan lupa bahagia"

"Siap ibu"

Begitu Ibu menutup telfon aku kembali menjatuhkan tubuhku di sofa, aku urung menelfon Dewa, senyuman ibu benar-benar membuat aku lemah. Mana mungkin aku melenyapkan senyuman itu begitu saja?

Mungkin aku harus memperluas rasa sabarku, mungkin sampai nanti saat ibu sudah tiada nanti.

Aku tidak mendoakan dia segera pergi, tapi setelah ibu tidak ada, Mas Aga pasti langsung menendang ku dari sini, dia pasti segera menceraikan aku dan menikah lagi dengan wanita pilihannya.

Karena begitu lama menangis, aku tertidur. Aku tidak menunggu Mas Aga, ataupun menyiapkan makan malam untuknya, bahkan makanan yang aku masak tadi sore sengaja aku berikan ke tetangga. Hati ini sangat kesal, karena dia berbahagia di atas luka ku. Aku ingin acuh padanya sesekali saja, mumpung ibu tidak di rumah juga.

Mata ku terjaga hingga jam dua belas malam, aku belum melihat tanda-tanda mobil Mas Aga satang. Aku tidak menghawatirkan dia, tapi hanya ingin memastikan dia pulang saja.

Tepat jam dua belas lebih sepuluh menit, akhirnya Mas Aga pulang. Aku pura-pura tidur di sofa. Aku bahkan tidak menyiapkan baju tidur ataupun handuk mandinya. Biarkan saja dia melakukan semua itu sendiri. Toh hari ini dia bersenang-senang sendiri kan?

Aku mulai memejamkan mata saat ku dengar handle pintu di buka. Ku dengar mas Aga menghela nafas berat. Dia menaruh ransel nya di lantai begitu saja. Aku bisa mendengar suara ransel itu setengah di banting. Apa dia sedang kesal? Mungkinkah dia kesal karena tidak menemukan apapun di dapur? Aku mencoba tidak perduli, dan tetap memejamkan mata ini.

Sejenak suasana hening, aku bisa merasakan Mas Aga berdiri di hadapanku. Mungkin dia sedang menatapku. Aku bisa mencium aroma tubuhnya.

Tak lama, mas Aga terdengar melangkah menjauh, aku yakin dia ingin membangunkan aku tadi. Tapi tidak jadi dia lakukan.

Dia membuka pintu lemari, mencari baju tidurnya yang aku taruh di rak paling bawah. Aku sedikit membuka mata , ku lihat dia kesal mencari baju gantinya, dia bahkan menjatuhkan beberapa baju dan mengembalikan baju yang jatuh itu dengan asal.

Rasanya aku ingin tertawa, tapi kasihan juga melihatnya kesusahan begitu.

"Stop berhenti perhatian padanya Rin! Dia sama sekali tidak perduli dengan kamu" Batinku mencoba menyadarkan diri sendiri.

Aku kembali memejamkan mata kala mas Aga sudah menemukan baju tidurnya. Setelah ini dia pasti menghembuskan nafas berat lagi, karena aku tidak membuatkan air hangat untuknya. Begitu kamar mandi di tutup, aku segera membuka mata, ku lihat ransel yang di bawa mas Aga begitu kotor penuh tanah. Sekarang aku yang bernafas berat, besok a harus bekerja ekstra untuk membersihkan semua itu.

Tapi besok ibu belum pulang, apa aku biarkan saja itu di sana? Batinku.

Namun ku dengar suara gaduh dari dalam kamar mandi. Aku segera berdiri dan bergegas mengecek keadaan mas Aga. Dia jatuh, untung saja pintu kamar mandi tidak di kunci dari dalam. Kalau tidak, mas Aga pasti menggigil kedinginan di sana.

Aku segera masuk dan membantunya berdiri.

'Duh Gusti! Kenapa begini? padahal baru saja aku ingin abai padanya'

1
D_wiwied
woyy jahatnya kamu bu, kan terhitung masih keponakan kamu to main pukul aja untung Aga sdh terlatih jd bs tau klo ada bahaya/ serangan mendadak.. eling bu eling
Buruan Ga segera kejar si Arin smg blm sempat terbang pesawatnya
D_wiwied
kan kaaan.. sudah kudugong dr awal. pasti ada keterlibatan ibunya Dewa, niat banget ya bu nyingkirin Arin sampe ke luar negeri, berdoa sj bu jangan sampe terjadi apa2 sm kandungan Arin bisa diamuk si Aga nanti
D_wiwied
baru jg surat pengajuan perceraian, tp Dewa sdh ngajak nikah walaupun siri.. gatau jg sih hukumnya nanti jatuh ttp sah atau tidak, mana si Arin dlm kondisi hamil lg dan yg ngidam eeeh mlh si Aga 🤭😆
sunaryati jarum
😃😃😃 tugas beri cucu kok tugas apa?
sunaryati jarum
Makanya ibu Dewa kok langsung merestui ternyata ada maksud.Untuk Aga lagi dan lagi kamu terlambat menyadari kesalahan kamu pada Arin.Semoga Arin menemukan kedamaian di tempat barunya.Sialun jodohmu nanti yang penting buat kamu nyaman dan bahagia.Emak tadinya heran masih terikat status istri kok minta dinikahi dalam waktu seminggu.
mama
blm bercerai udh nikah lgi km rin,kyk perempuan gatal ajj..gk suka btg sm peran arin..
sunaryati jarum
Jangan sampai gagal pernikahan Dewa dan Arin
sunaryati jarum
Penyesalan kamu terlambat Ga,kau membiarkankan kesalahpahaman berlarut, apalagi kau pernah memperkosa Arin dalam keadaan mabuk.Dan kamu langsung melupakannya.Lepaskan Arin agar bahagia,itu yang kau harapkan sejak awal pernikahan kan mengharap Arin segera pergi darimu
sunaryati jarum
Belum cerai kok mau nikah, memang pernah dengar jika suami bilang lepas atau cerai jatuhnya telah cerai,apalagi mereka sudah lebih tiga bulan tidak bersama
D_wiwied
Arin Arin.. jd org koq plin plan, awalnya aja gayanya ogah2 an ky ga antusias tp giliran ada si Aga lgs deh manas2 in pake acara panggil sayang segala ke Dewa, jd makin curiga ini pasti ada sesuatu yg msh disembunyikan🤔
Ibah Ibah: hampir ....
total 3 replies
falea sezi
gatel jg lu rin cerai dlu lahh jd janda jangan jd istri orang lu gatel ke bujang🤣
D_wiwied
dr sejak Arin menerima lamaran dewa setelah menerima pesan, ak dah curiga ini pasti ada andil dr mamanya dewa pasti... hmm ada rencana apa kamu bu, feeling ku bukan sesuatu yg baik sih
Ambo Nai: ternyata si arin perempuan murahan,kasihan anak yg gak di ketahui ayahnya.semoga pernikahannya batal.dewa bukannya cinta tapi obsesi.
total 1 replies
sunaryati jarum
Benar mulai cintai dirimu sendiri, sebaiknya kau bikin kue saja,itu kan keahlian kamu.Siapa tahu rezeki anakmu kau bisa punya toko kue
Lee Mba Young
semua orang mudah nemuin km krn km pergi nya cm di situ situ saja. cm kabur kabur an gk niat kabur beneran.
kl kabur beneran pasti kluar kota Naik bus ganti kapal pesiar pasti gk Ada yg nemuin. ntah Arin itu goblok apa tolol jd wanita. pdhl dah dewasa dah pernh kawin tp ttp oon.
niat kabur Dr awal pergi jauh ganti nmr jng hub orang rumah lagi. kemarin mncing hub mertua oalah alah. cewek plin plan.
D_wiwied
pengennya sih ga mau komen tp tanganku koq gatel ya 🤭
terus aja Rin keraskan hatimu buat dirimu sama ky si Aga yg suka menyimpan dendam jd kamu ga ada bedanya sama si Aga kan
heran koq bisa si Dewa tau2 nongol bawa bunga bawa cincin, ntar pas mereka lg pandang2 an ato pegangan tangan si Aga nongol tuh, lanjut lg salah pahamnya gitu aja terus ga kelar2
Ibah Ibah: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
YuWie
sulit buk2..dewa cintanya sdh mendarah daging, krn kehadiran arin begitu membekas dijiwanya.
sunaryati jarum
Ternyata Dewa sudah cinta sama Arin sejak SMP karena orang yang mau berteman dengan Dewa hanya Arin,dan Arin penolongnya sejak itu
Noveni Lawasti Munte
ahhhhh pantas dewa kecintaan bgt sama arin😥
Ambo Nai
bukan cinta tapi opsesi,karena kamu pernah di tolong mana ada orang bisa bercerai saat hamil
sunaryati jarum
Kamu memang juga sedikit salah Arin, meminta tolong Dewa terus- terusan padahal kamu tahu dia mencintai kamu.Selesaikan dulu hubungan kamu dengan Aga , Jangan lari dan sembunyi dari masalah.Emak juga geram pada Aga atas tindakannya padamu selama ini,apalagi tidak ingat telah memperkosamu. Kamu memang korban dari perjodohan dan kesalahpahaman Aga, yang keterlaluan.Emak percaya dan iba padamu tapi kamu jangan deket dengan pria dulu sebelum hubungan pernikahan kamu dan Aga jelas sudah bercerai.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!