Felicya adalah perempuan yang mempunya jiwa yang tenang. Ia memegang prinsip stoik; tidak semua hal harus dilawan, dan tidak semua luka harus dibalas.
Namun prinsip itu diuji ketika ia bertemu seorang laki-laki Machiavellian-cerdas, manipulatif, dan terbiasa memainkan manusia seperti bidak dalam permainan.
Di saat yang sama, Felicya harus berhadapan dengan perselingkuhan suaminya bersama seorang perempuan NPD.
Di antara kebohongan, manipulasi, dan permainan ego, Felicya perlahan menyadari bahwa membalas dengan elegan, bukan berarti jahat. karena mempertahankan boundariesnya dan tidak kehilangan jati dirinya, hanya perbuatan 2 orang yang mempunyai 2 sifat Dark Psichology.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Ayu Ningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11. Musuh Bermunculan.
Galang yang baru selesai menelepon seseorang. Ia langsung kembali ke ruang tunggu. Ia masih melihat mertua dan istrinya di sana. Belum di panggil ke depan administrasi. Galang menghampiri istrinya dan mertuanya.
"Mas. Tadi sedang menelepon siapa?" tanya Felicya.
"Tadi Mas telepon teman kerja Mas," jawab Galang sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal.
"Oh teman kerja Mas, tapi Mas gak ada tugas WFH kan?"
"Gak ada sayang, gak ada tugas WFH. Aku kalau weekend gak ada tugas. Kecuali hari biasa baru Mas ada kerjaan yang harus dibawa pulang,"
Galang melirik sebentar ke arah mertuanya yang masih sesak nafas, walau Felicya dan mertuanya tidak tahu sifat Galang seperti apa, ia masih punya rasa tidak tega melihat ada orang yang sakit. Apalagi yanh sakit mertuanya. Ia bergegas langsung ke depan ke tempat administrasi.
"Sayang Mas ke depan yah sebentar,"
"Iya Mas," Felicya mengizinkan suaminya yang mengurus administrasinya.
Ibu Felicya mengajak ngobrol putri kesayangannya.
"Neng, kalau ibu gak ada. Apa Galang bisa menjaga mu?" tanyanya pada putrinya.
"kok ibun ngomongnya begitu sih, ibun akan sehat-sehat saja." Felicya langsung memeluk ibunya. Ia sedih mendengar ibunya berbicara seperti itu, seolah-olah ibunya akan pergi jauh.
Ibunya yang dipeluk erat oleh anaknya. Lalu ibunya mengeluarkan air matanya, ia tak bisa membayangkan jika dirinya tak ada. Apakah putrinya itu akan dijaga oleh orang-orang yang dia cintai.
"Ibun neng akan janji merawat ibun, bunda pokoknya harus semangat untuk sembuh. Selama ibun bisa jaga pola pikiran ibun dan bisa jaga pola makan. InsyaAllah ibun akan baik-baik saja," Felicya mencoba menenangkan ibunya. Ia tahu ibunya sedang sakit, orang jika sedang sakit pikirannya akan ngelantur.
Galang yang sudah mengurus administrasi, ia mencoba bertanya ingin menawarkan makan dan minum pada Felicya dan Ibunya.
"Bunda kitakan lama di sini, aku belikan makan dan minum yah? aku juga mau belikan untuk Felicya. Kasian kalian nanti ke laparan," ucapnya yang perhatian kepada mereka berdua.
Felicya menyahutnya. " Yasudah mas gak apa-apa belikan kami ber dua Mas.
"Oke.. Sebentar yah aku ke FeshMart bunda sama Felicya tunggu di sini, jangan kemana-mana," ucap Galang. Lalu ia bergegas ke FreshMart.
Saat Galang sedang di FreshMart sekilas ia seperti melihat DIO ANANTA. "Aku kayak melihat Dio, dari tubuhnya sama, coba aku ke sana," gumamnya. Galang mencoba menepuk pundaknya dari belakang dan memanggilnya. "Dio" panggilnya. Namun, saat orang yang tepuk menghadapnya. Ternyata itu orang lain. "Yaampun, maaf yah bang gak tahu," ucap Galang.
Lalu orang itu hanya menatapnya sekilas dan pergi begitu saja. Galang menggaruk-garuk tengkuk lehernya, ia merasa malu orang yang ia tepuk ternyata orang lain. "Sialan aku malu banget, aku pikir tadi si Dio ternyata orang lain," gumamnya.
Lalu Galang kembali memilih makanan nasi di depan kasir. Ia menunjukan makanan ayam dan nasi. Galang memesannya tiga bungkus untuk istri mertua, dan dirinya sendiri.
Lalu Galang duduk di seberang meja kasir. Namun, ada chat masuk di WAnya.
No name :
"Hai Galang, kau ada di rumah sakit Siloam kan sore ini."
Galang yang baca pesan tersebut terheran-heran kenapa orang tak di kenal ini bisa mengetahui dia ada di Siloam. Galang langsung membalasnya. "Lu siapa? kenapa lu bisa tahu gua ada di Siloam?" Apa lu Dio?" Pesan terkirim. Ia sempat berfikir bahwa yang mengirim nya itu DIO ANANTA.
Seorang yang tak memberitahu namanya, hanya tersenyum dari jarak ke jauhan. Namun Galang tak sadar bahwa orang tak dikenal ini pernah berurusan dengannya. Namun, orang itu tidak ingin memberitahu siapa dirinya terlebih dahulu, sebelum ia balas dendam. Galang yang menunggu dari jawaban orang tersebut, mulai merasa kesal, ada banyak orang yang mencoba menerornya bahkan berani menerrornya dan menguntitnya langsung, belum dengan Lytecia yang mulai berani datang ke rumahnya. Ia merasa posisinya sekarang mulai terancam seperti dulu.
"Sialan kenapa banyak orang gak jelas yang mau mengusik diriku sih," gumamnya.
Lalu ia membeli masker agar tak ada satu orang yang mengenalnya. Ia takut akan jadi boomerang untuk dirinya langsung. Apalagi mertuanya sedang sakit hari ini. Saat Galang sudah membelinya dan memakai masker, dan membawa belanjaannya. Ia melihat dari jarak kejauhan, istrinya sedang di hampiri oleh seorang laki-laki perawakan tinggi,putih, dan seperti punya profesi yang besar. Saat orang itu ingin memberinya bunga bucket mawar merah, Felicya tidak langsung menerimanya di sana. Galang yang melihatnya dari jarak jauh, ia percaya bahwa istrinya tetap setia dengan dirinya.
Galang bingung sore ini ada dua orang yang tidak di kenal menerornya secara langsung di rumahnya dan ada juga yang menguntitnya ke rumah sakit. Galang yang tahu sore itu tulisan dari Dio, tapi tetap tebakan ia melesat. ia belum tahu siapa sesungguhnya dua orang yang menerrornya, apakah penerror pertama DIO atau orang lain masih satu orang yang sama? yang tahu hanya seorang misterius dan tuhan.