NovelToon NovelToon
Terjebak Pesona Sahabat Ayahku

Terjebak Pesona Sahabat Ayahku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Sugar daddy
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: A.J Lim

​"Bagi dunia, aku anak dari sahabatnya. Bagi hatiku, dia pria yang harus kumiliki."
​Aluna (20 tahun) menyembunyikan cinta rahasia pada Marko Janitra (45 tahun), sahabat karib ayahnya sekaligus CEO dingin Janitra Group. Demi mendekat, Aluna nekat magang di kantor Marko.
​Marko membentengi diri rapat-rapat demi etika dan persahabatan. Namun di antara perbedaan usia 25 tahun dan godaan manis sang anak sahabat, sanggupkah benteng dingin sang CEO bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A.J Lim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Langkah Baru

"Lun, dengerin gue," Rania menepuk-nepuk bahu Luna yang bersandar

kaku di dinding tangga darurat. "Lu nggak bisa terus-terusan mengurung

diri dan ngarepin pria matang yang temboknya setinggi langit itu. Lu pantes

bahagia, Lun."

Luna mengusap sisa air mata di sudut matanya dengan kasar, menarik napas

panjang yang terasa menyiksa dadanya. Bayangan Jessi yang menggandeng mesra

lengan Marko di lobi tadi masih berputar jelas di ingatan, bagai sembilu yang

terus menggores hatinya.

"Gue capek, Ran," bisik Luna parau. "Gue capek ngerasa sakit

sendirian."

"Makanya, coba buka hati lu buat cowok lain," Rania menatap

sahabatnya lekat-lekat. "Gimana kalau lu coba respons Kenan? Kenan itu

kurang apa coba? Dia ganteng, seumuran sama kita, perhatian, dan yang paling

penting... dia beneran suka sama lu tanpa harus sembunyi di balik alasan

sahabat ayah."

Luna terdiam, merenungkan ucapan Rania. Kenan memang selalu ada dan

memperlakukannya dengan sangat baik. Mungkin Rania benar, satu-satunya cara

untuk membunuh perasaannya pada Marko adalah dengan membiarkan orang lain

mengisi harinya.

"Oke," desah Luna akhirnya dengan tekad bulat. "Gue bakal

coba buka hati buat Kenan."

Keesokan harinya, Luna membuktikan ucapannya. Di koridor kantor, saat ia

berjalan membawa berkas dan berpapasan langsung dengan Marko, Luna tidak lagi

menunduk ragu atau menunjukkan raut wajah terluka.

"Selamat pagi, Pak Marko," sapa Luna anggun dengan senyum tipis

yang teramat formal dan tenang.

Marko menghentikan langkahnya, menatap gadis di depannya. Pria matang itu

merasa heran dengan perubahan sikap Luna yang mendadak kembali normal, seolah

kejadian pingsan dan drama gosip beberapa hari lalu tak pernah berbekas. Namun,

di balik ketenangan itu, ada jarak dingin yang sengaja Luna bentangkan

rapat-rapat.

"Pagi, Aluna," balas Marko rendah, matanya mencari-cari raut emosi

di wajah Luna, namun ia tak menemukan apa pun.

Saat jam istirahat siang tiba, Marko yang baru keluar dari ruangannya

melangkah di area balkon lantai atas yang menghadap ke kantin utama.

Pandangannya refleks menyapu area makan, hingga matanya mengunci satu meja di

sudut ruangan.

Di sana, Luna sedang makan bertiga bersama Rania dan Kenan. Namun,

pemandangan hari ini terasa sangat berbeda. Luna dan Kenan tampak jauh lebih

dekat dari biasanya. Kenan menyerahkan segelas minuman dingin sambil tersenyum

hangat, dan Luna membalasnya dengan tawa lepas—hal yang sudah lama tak Marko

lihat dari gadis itu.

Rasa panas yang asing mendadak membakar dada Marko. Tangan pria itu yang

bertengger di pembatas kaca mengepal kuat tanpa sadar.

Cemburu itu makin menjadi saat jam istirahat usai. Marko memperhatikan dari

kejauhan bagaimana Kenan dengan telaten mengantarkan Luna berjalan kembali

sampai ke depan pintu divisi analisis data, bahkan sempat mengacak pelan rambut

Luna sebelum berpisah.

Marko membuang pandangannya ke samping, menetralkan napasnya yang memburu. Bagus,

Marko. Ini kan yang kamu mau? Dia pantas sama pria seumuran kayak Kenan,

tekan batinnya kasar, mencoba bersikap biasa saja meski dadanya terasa teramat

sesak.

Malam harinya, suasana di ruang tamu rumah keluarga Raharja terasa hangat.

Marko duduk berhadapan dengan Ardi, membahas beberapa dokumen kerja sama bisnis

dan ekspansi anak perusahaan Janitra Group.

"Jadi untuk proyek Semarang, kita tinggal nunggu persetujuan dewan

komisaris minggu depan, Ko," ujar Ardi seraya menyerahkan cangkir teh

hangat.

"Iya, Di. Semua drafnya sudah siap," jawab Marko, mencoba fokus

meski pikirannya sesekali melayang. Pandangannya beberapa kali mencuri lirih ke

arah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul delapan malam lewat.

Tiba-tiba, suara pintu depan terbuka. Luna melangkah masuk dengan wajah

berbinar hangat dan sedikit merona.

"Pagi... eh, malam Papa, Om Marko," sapa Luna ramah.

"Ya ampun, Aluna! Dari mana saja kamu jam segini baru pulang?"

tanya Ardi heran namun santai.

"Tadi Luna jalan-jalan dulu sama Kenan sebentar habis ngantor, Pa. Cari

makan malam di luar," jawab Luna jujur seraya tersenyum manis, sama sekali

tidak berusaha menyembunyikan kebersamaannya dengan Kenan.

Marko yang sedang memegang cangkir teh mendadak menghentikan gerakannya.

Matanya menajam menatap Luna, namun ia berusaha keras mempertahankan raut wajah

kakunya.

Ardi yang mendengar jawaban putrinya justru tersenyum lebar dan terkekeh

lega. "Oh, sama Kenan? Wah, bagus dong kalau gitu! Papa malah bersyukur

banget kalau kamu mulai mau jalan dan dekat sama cowok."

Ardi lalu menoleh ke arah Marko dengan wajah berbinar. "Lu tahu nggak,

Ko? Selama ini gue tuh khawatir banget sama Luna. Dia gak pernah kelihatan

dekat atau tertarik sama cowok mana pun dari zaman sekolah sampai kuliah. Baru

kali ini gue denger dia mau diajak jalan berdua sama temen cowoknya. Lega

rasanya hati gue."

Ucapan Ardi yang dipenuhi rasa syukur itu menghantam dada Marko bagai

pukulan telak. Marko hanya bisa tersenyum kaku yang sangat dipaksakan,

sementara dadanya terasa kian bergemuruh menahan cemburu yang tak berhak ia

utarakan.

 

1
Adiba Adisa
ada ada aja nih pak tua 😄
Adiba Adisa
kayanya akal akalan marko aja, biar acara nembak kenan gagal 😄
Adiba Adisa
pasti nyesek banget tuh aluna
A.J Lim
ditunggu kelanjutannya yaa kak
Reni Anjarwani
doubel up
Reni Anjarwani
lanjut thor
A.J Lim: siap kak, terimakasih udh mampir
total 1 replies
A.J Lim
iya kak, ke makan gengsi nya 🤭
Adiba Adisa
luna bakalan ngaku ngga yaa
Adiba Adisa
panik sendiri kan om marko 😄
Adiba Adisa
hayoh loh ketahuan kan 🤭
Adiba Adisa
bagus ngga ngebosenin, bab awal udh dibikin penasaran kelanjutan nya
Adiba Adisa
bab awal udah bikin panas dingin 😄
Adiba Adisa: lanjutkan kak, ditunggu bab selanjutnya
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!