NovelToon NovelToon
Rahasia Tersembunyi Mantan

Rahasia Tersembunyi Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:869
Nilai: 5
Nama Author: Penpena

Amira Anastasya, yang setia menunggu janji dari Glen Anggara yang akan segera pulang dalam dua tahun setelah menyelesaikan pendidikannya di Eropa dan menikahi nya. Namun tidak sesuai dengan ala yang Amira harapkan.

Bertahun-tahun Amira menunggu akan tetapi Glen tidak kunjung datang, bahkan tidak pernah menghubungi Amira setelah satu bulan di Eropa tiba-tiba saja dia menghilang tanpa kabar, dan Amira pun tidak dapat menghubunginya.

Hingga lima tahun kemudian, ketika Amira dibandara dan hendak pergi keluar negeri tanpa sengaja mereka bertemu. Saat itu juga Glen pulang dari luar negeri.

Melihat kepergian Amira, Glen merasa sedih ketika dia hendak menemui Amira tetapi kenapa malah amira pergi keluar negeri dan tidak mau mendengarkan Glen saat itu.

Selama di Indonesia Glen berusaha mencari tahu kehidupan Amira selama ini, apakah dia baik-baik saja selama dia tidak ada atau malah sebaliknya?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Penpena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19: Khawatir

Amira sudah berada dirumah karena urusannya di kantor sudah selesai. Dia sangat merasakan perbedaan ketika dia masih belum menikah dan setelah menikah dengan Glen. Yang dulunya dia tidak peduli dengan hidupnya seperti jarang memasak, kini dia menjadi rajin memasak untuk suaminya itu. Dan dia sangat senang melakukannya. 

Sudah jam tujuh malam, Glen belum juga pulang kerumah. Dari tadi Amira menunggu di ruang tamu sembari memotong kuku nya. 

"Kok Glen tumben pulang lama ya?." Dia berusaha untuk tidak khawatir, dan berpikir kalau Glen mungkin sedang banyak pekerjaan di kantornya, apalagi masih baru berkembang. 

"Aku harus menelpon Glen, memastikan kalau dia baik-baik saja."

Setelah beberapa kali Amira mencoba menghubungi Glen, akhirnya Glen mengangkat telponnya. 

"Halo, sayang?." 

"Glen, kamu dimana sekarang?."

"Oh iya, aku masih dikantor nih. Sebentar lagi aku pulang ya, sayang." 

Amira menghela napas lega mendengar Glen baik-baik saja. "Baik lah sayang, kamu hati-hati dijalan ya."

"Oke sayang ku, muahh." Glen mencium Amira dari balik telepon membuat Amira tersipu.

"Mana?." Tanya Glen.

"Apa nya?." Amira bingung apa maksud Glen. 

"Aku sudah cium kamu, artinya?." 

Amira tersenyum kecil, dia tahu apa maksud Glen, suaminya itu "Apa?." Tanya nya pura-pura tidak tahu. 

"Kamu tidak paham?."

"Enggak." Jawab Amira polos.

Amira mendengar helaan napas Glen dari balik telpon membuat dia semakin tersenyum puas mengerjai suaminya itu. 

"Ya sudah nanti aku tuntut setelah sampai dirumah." Ketus Glen.

"Ha?." Amira kaget mendengar perkataan Glen yang entah apa yang berada di pikirannya. 

"Tunggu aku sayang, nanti juga kamu tahu." Ucapnya lalu mematikan Hp nya. 

Amira tertekun, masih memproses apa maksud Glen didalam otaknya. 

Setelah satu jam kemudia, AMira mendengar seseorang masuk kerumah, dan dia berpikir itu adalah Glen, suaminya. Lalu dengan cepat dia keluar dari kamar dan berniat menyambut suaminya itu. 

"Eh, sayang akhirnya kamu sampai." Ucap Amira menghampiri Glen sambil tersenyum.

"Iya nih, tadi dijalanan lumayan macet, makanya agak lama."

"Oh, sebaiknya kamu sekarang beres-beres aku akan mempersiapkan makan malam untuk mu, sayang." Ucap Amira segera pergi kedapur. Sementara Glen berniat untuk mandi terlebih dahulu karena satu harian dia sudah merasa gerah dibadannya. 

Akhirnya Amira sudah selesai mempersiapkan makanan di meja makan dan tidak lama Glen pun keluar dari kamar menuju meja makan. 

"Wahh, Ini kamu yang masak?." Tanya Glen ketika melihat makan malam yang sangat menggiurkan tertera di meja makan.

"Iya dong sayang, siapa lagi coba?."

"Uww, jadi makin lapar." Glen segera duduk, lalu dengan senang hati Amira membantu mempersiapkan makanan kepiring Glen. 

"Kok aku tidak tahu selama ini kamu pintar masak?, padahal dulu kamu pernah bilang gak bisa masak." Ucap Glen heran melihat bakat Istrinya yang tiba-tiba ada.

"Hem, aku berusaha memasak sendiri semenjak orang tua ku tiada." Ucap Amira mulai mengingat saat-saat dia memulai kehidupannya tanpa bantuan kedua orang tuanya. 

Glen menjadi terharu melihat Amira. Lalu dia mengusap rambut Amira lembut dan menariknya kepelukannya. Dia tidak tega melihat Amira bersedih. 

"Makasih ya Glen, sudah kembali." Ucap Amira lirih. 

Glen terharu mendengarnya. Lalu dia mencium kening Amira lembut. "Aku yang harus berterimakasih sudah setia menungguku, Amira." Ucapnya menatap Amira dalam lalu tersenyum. 

"Sudah, sebaiknya sekarang kamu lanjut makan." Ucap Amira setelah menyadari Glen belum sempat makan. 

"Emmm, ini enak banget sih sayang. sepertinya ini akan menjadi makanan favoritku."

"Benar kah?."

"Hem, aku sangat suka." 

"Makasi sayang, baiklah aku akan selalu membuatkan mu makanan itu." 

Tidak lama kemudia ketia Glen dan Amira menikmati makananya, Hp Glen berdering diatas meja. Lalu dia mengambil Hp nya dan melihat nomor tidak dikenal menelpon, lalu dia meletakkan kembali Hp nya diatas meja. 

Amira melihat ekspresi wajah Glen yang berubah. "Kenapa sayang?, kenapa tidak diangkat?, apa semuanya baik-baik saja?." Tanya Amira menatap Glen serius. 

"Semuanya baik-baik saja, Mir. Sebaiknya kita makan saja." Ucapnya.

Amira menurut, namun dia masih merasa khawatir dengan keadaan Glen, seperti ada sesuatu yang disembunyikan darinya. 

Setelah mereka selesai makan, mereka kembali kekamar dan siap-siap untuk tidur. Namun Amira masih bingung melihat tingkah Glen sedari tadi melamun diatas tempat tidur. Amira mulai percaya kalau ada sesuatu yang dialami Glen dan tidak mau memberitahukannya kepada Amira. 

Amira berjalan berlahan kearah Glen, "Sayang, ada apa?. Sepertinya kamu tidak baik-baik saja." 

"E-em, aku baik-baik saja kok, sayang."

"Tapi kenapa, sejak ada telpon tadi kamu menjadi sering melamun seperti ini?. Apakah ada masalah di kantor mu?. Sayang kita sudah menikah, dan kalau kamu ada mengalami masalah kamu bisa cerita ke aku, jangan kamu pendam dan berusaha menyelesaikannya sendiri, sayang." Ucap Amira sepenuh hati, ingin membantu Glen keluar dari masalah yang membuat dia menjadi kebanyakan termenung. 

"Enggak kok, hanya masalah kecil di kerjaan. Kamu tenang saja sayang, gak ada hal yang harus dipikir kan." Jawab Glen tersenyum, tidak ingin Istrinya itu ikut khawatir. 

"Yang benar?." Tanya Amira masih kurang yakin.

"Iya sayang, tenang ajah, oke." Ucap Glen menyakinkan sambil mengelus kepala Amira. 

"Baik lah kalau begitu, lain kali kalau ada masalah berat, tolong kamu cerita ke aku ya sayang. Kita harus menyelesaikannya berdua, karena kita sudah menjadi suami istri sekarang. Tidak perlu menyembunyikan sesuatu diantara kita satu sama lain ya." Ucap Amira dan menyenderkan kepalanya di lengan Glen. 

Glen terdiam mendengar ucapan Amira barusan. Dia menjadi khawatir akan masa depan, karena tidak mungkin masalah yang dia tutup-tutupi selama ini tidak akan diketahui oleh Amira. Apalagi dimana sekarang situasinya Melly sedang tidak berhubungan baik dengannya. Diwaktu yang cepat bisa jadi masa lalunya akan terbongkar. 

Glen sangat bingung, dia mau menceritakan kepada Amira apa yang telah dia alami, tapi dia khawatir kalau Amira akan tidak percaya padanya. Dan pastinya Amira akan sangat merasa sakit hati telah dibohongi selama ini, apa lagi yang membohongi dia termasuk sahabat dekatnya sendiri. 

"Sayang, apa kamu dengar?." Tanya Amira lagi. 

"A-em, iya sayang. Pasti." Jawabnya 

"Baik lah kalau begitu." Ucap Amira menatap Glen serius, begitu juga dengan Glen menatap Amira serius. Dan berlahan Glen medekatkan wajahnya kepada Amira hingga tidak menunggu beberapa detik, bibir Glen sudah menempel dibibir Amira. Amira sontak kaget dan matanya membulat seketika. 

Glen melepaskan cumannya dan kembali menatap Amira yang sudah terpaku dengan wajahnya yang memera, Glen tersenyum puas. "Ayo kita melakukannya." Ucapnya lalu kembali menempelkan bibirnya dibibir Amira lebut. Amira masih kaku dan jantungnya serasa ingin keluar saat ini juga. Lalu berlahan dia membalas ciuman Glen dengan lembut setelah dia terbiasa. Hingga Glen menuntunnya berlahan untuk terbaring diatas tempat tidur, sementara Glen berada tepat diatasnya masih mencium bibir Amira. Hingga 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!