NovelToon NovelToon
Terjebak Di Novel Sendiri:Mengubah Takdir Sang Tuan Muda

Terjebak Di Novel Sendiri:Mengubah Takdir Sang Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / CEO / Fantasi Isekai / Fantasi Wanita / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nopani Dwi Ari

"Aku yang menciptakan penderitaanmu... maka aku juga yang akan jadi takdir bahagiamu."

Lili tidak pernah menyangka akan bertransmigrasi ke dalam novel buatannya sendiri—menjadi Lilian, seorang pelayan biasa. Mengerikannya, ia datang saat Damian, sang tokoh utama pria, berada di titik terendah.

Dibuang keluarga, posisinya dijarah, dan tunangannya direbut anak angkat yang licik.

Tahu betul penderitaan ciptaannya, Lilian pasang badan. Berbekal 'pengetahuan masa depan', ia membongkar kejahatan anak angkat itu dan menuntun Damian merebut kembali segalanya.

Namun, saat dendam terbalaskan dan Lilian berniat pergi, Damian justru menguncinya erat.

"Kamu yang mengajarkanku cara bangkit, Lilian. Jangan harap bisa pergi setelah merebut hatiku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nopani Dwi Ari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.3- Jebakan di Kampus

Keesokan harinya...

Cahaya matahari pagi mulai menerobos jendela-jendela tinggi mansion utama Laurent. Lilian sudah sibuk menata sarapan mewah di atas meja makan panjang. Tak lama kemudian, langkah sepatu kulit yang mantap terdengar. Arthur Laurent, sang kepala keluarga, turun lebih dulu dengan setelan jas hitam elegan, didampingi asisten pribadinya, Victor.

"Selamat pagi, Tuan," sapa Lilian ramah sambil membungkuk kecil dan melempar senyum tipis.

"Pagi," balas Arthur datar tanpa menoleh.

Lilian menatap punggung pria paruh baya itu sambil menggigit bibir bawahnya. 'Halah, dingin banget si Daddy satu ini... Tapi jujur visualnya hot daddy banget, khas bapak-bapak latin versi mahal!' celetuk Lilian dalam hati.

"Ngapain bengong? Cepat siapkan kopi untuk Tuan Arthur!" tegur Victor tegas, memecah lamunan Lilian.

"Eh! Iya, Pak. Maaf," balas Lilian gagap.

Dengan sigap Lilian melangkah ke meja racik. Sebagai penulis novel ini, Lilian tahu luar kepala racikan kopi favorit Arthur: dua sendok espresso tanpa gula dengan sedikit perasan kayu manis. Tanpa perlu bertanya, kopi sempurna itu langsung tersaji di samping piring Arthur. Victor yang melihat kepiawaian Lilian sempat menaikkan sebelah alisnya heran.

Tak berapa lama, Eleanor dengan gaun anggunnya dan Gavin yang sudah rapi memakai seragam Universitas Lunaria ikut menyusul ke meja makan. Gavin ada kelas pagi, sementara Eleanor berencana meninjau butik perhiasan miliknya hari ini.

Melihat keluarga itu menikmati hidangan mewah dengan tenang dan damai, dadanya terasa sesak. Bayangan Damian yang semalam terkurung di gudang pengap sambil menyantap sisa makanan hangat membuat emosi Lilian mendidih.

"Tuan Damian... tidak ikut makan pagi juga?" tanya Lilian polos, tapi suaranya cukup nyaring membelah keheningan meja makan.

TAK!

Gerakan sendok Eleanor dan Arthur seketika terhenti. Suasana meja makan mendadak mencekam.

"Ngapain ngajakin gembel itu makan?! Bikin mual aja!" desis Gavin tajam. Matanya menatap Lilian dengan rasa benci yang meluap-luap—ia masih ingat betul wajah pelayan yang menyiramnya kemarin. "Kamu lancang banget ya berani-beraninya nyebut nama dia di depan Papi sama Mami!"

Lilian sudah bersiap membuka mulut untuk membalas, tetapi Arthur lebih dulu mengetukkan jarinya ke meja.

"Sudah. Jangan bicara hal tidak penting di depan makanan, Gavin," sela Arthur dingin, memotong perdebatan itu.

Sebelum Lilian sempat bereaksi lagi, cengkeraman kuat mendadak menarik lengannya kasar. Bibi Nola menyeret paksa Lilian keluar dari ruang makan menuju koridor belakang.

"Kamu ini benar-benar cari mati ya?!" bentak Bibi Nola dengan napas memburu. Matanya melotot tajam. "Lancang sekali sebut-sebut nama parasit itu di depan Tuan Besar! Asal kamu tahu ya, gara-gara si gembel itu, Nona Muda Kara sampai sekarang masih koma di rumah sakit karena diracun!"

DEGH!

Lilian tersentak hebat. Matanya membelalak.

Nona Muda?! Astaga... kenapa gue bisa lupa sama Kara Laurent?! gumam Lilian panik dalam hati.

Ingatan Lilian langsung berputar cepat. Dalam novel yang dibikinnya dulu, Kara Laurent adalah anak bungsu kesayangan keluarga Laurent yang dibuat koma karena keracunan makanan. Di plot aslinya, Damian yang difitnah habis-habisan sebagai pelakunya. Padahal, Lilian tahu persis rahasia kelam di balik alur itu: pelakunya adalah Gavin sendiri yang takut hak warisnya terbagi!

TRING!

Tiba-tiba waktu membeku. Layar biru Sistem 303 mendadak melayang tepat di depan wajah Lilian yang masih syok.

[Notifikasi Misi Sampingan Bab 3: Bersihkan nama Damian dari tuduhan kasus keracunan Kara Laurent & Dapatkan bukti keterlibatan Gavin!]

[Hadiah Misi: Rp 20.000.000 + Pembukaan Fitur Toko Sistem (Peralatan Detektif)]

Lilian mengepalkan tangannya rapat-rapat. Matanya berbinar menatap bonus 20 juta itu.

'Gavin, Gavin... makin banyak aja dosa lo. Kali ini bakal gue bongkar borok lo sampai habis!' batin Lilian mantap.

'Dasar anak angkat gak tahu diri! Udah ditampung, dimanja, disekolahkan di kampus mahal, malah ngeracunin anak kandung sendiri demi harta!' maki Lilian gemas dalam hati. 'Tunggu aja tanggal mainnya, Gavin. Bakal gue copotin topeng sok suci lo itu satu per satu!'

Lilian tersenyum miring, lalu berbalik pergi begitu saja menyisakan Bibi Nola yang melongo kebingungan melihat perubahan tingkah Lilian yang tiba-tiba berani.

'Harusnya Damian juga ada kelas pagi kan hari ini? Ah, gue harus liat dia! Pakaiannya udah siap belum ya?' batin Lilian.

Sebelum menuju gudang, Lilian menyelinap ke dapur untuk menyiapkan sarapan spesial buat Damian: dua tangkap roti bakar selai cokelat tebal, sandwich isi daging dan sayur segar, segelas cappuccino hangat kesukaan Damian, serta tak lupa botol air mineral.

"Mau ke mana kamu?!" tegur Mody tajam saat melihat Lilian membawa nampan penuh makanan dari dapur.

"Mau ke gudang! Kenapa? Masalah? Wlee!" Ejek Lilian sambil menjulurkan lidahnya, lalu bergegas ngacir cepat sebelum Mody sempat menangkapnya.

"Lilian! Kurang ajar kamu ya!" seru Mody kesal setengah mati sambil mengepalkan tangannya. Ia menatap punggung Lilian yang makin menjauh dengan heran. "Aneh banget... Dulu dia patuh sama penurut, kenapa sekarang jadi seberani itu?"

Sementara di dalam gudang, Damian sudah bersiap dengan pakaian terbaik yang ia miliki. Pagi ini ia harus pergi ke kampus. Beruntung, Arthur Laurent masih membiayai kuliahnya—entah karena sisa kasih sayang sebagai ayah atau cuma sekadar menjaga nama baik keluarga Laurent di mata publik.

Kriiiiett...

Pintu gudang tua terbuka. Damian langsung berdiri dalam posisi waspada. Pengalaman disiksa dan dibully membuatnya selalu siaga terhadap pergerakan apa pun.

"Ini aku, Tuan Muda. Lilian," ucap Lilian lembut sambil meletakkan nampan sarapan di atas meja kayu tua.

"Makanlah dulu, Tuan," Lilian tersenyum manis. "Tenang aja, aku yang bakalan jagain di luar. Nggak akan ada yang berani nyakitin kamu."

Damian terdiam sejenak, lalu menurut. Ia sadar ia butuh tenaga ekstra untuk bertahan hidup dari perundungan anak-anak kaya di kampus nanti.

"Kenapa kamu baik sekali padaku?" tanya Damian tiba-tiba. Matanya menatap Lilian dalam-dalam, berusaha mencari kebohongan di sana.

"Y-ya... karena aku peduli," balas Lilian canggung sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Bingung harus memberi alasan apa—gak mungkin kan dia jujur bilang, 'Soalnya gue penulis lu dan gue ngerasa bersalah udah bikin takdir lu merana!'

'Mampus gue, mau jawab apa lagi kalau dia nanya lebih detail,' gumam Lilian panik dalam hati.

Untungnya Damian cuma mengangguk pelan, lalu kembali melahap sarapannya dengan tenang. Lilian yang memperhatikan dari samping mendadak merasa iba menatap seragam dan jaket yang dikenakan Damian—warnanya sudah pudar, agak lusuh, dan sama sekali tak layak untuk ukuran anak konglomerat.

'Sistem, Sistem! Bisa gak sih bonus duit misinya dipindahin ke rekening pribadi gue aja sekarang? Liat tuh kasihan Damian, pakaiannya jelek banget,' bisik Lilian pelan.

TRING!

[Tentu bisa, Host! Sistem telah memindahkan total bonus Rp30.000.000 ke rekening pribadi Anda!]

PING!

Layar ponsel Lilian mendadak menyala, menampilkan notifikasi aplikasi *m-banking*:

[Kredit Masuk: Rp30.000.000,00 dari SYSTEM-303. Saldo Utama: Rp30.000.000,00]

Mata Lilian seketika berbinar-binar bagai ketumpahan emas. 'Tiga puluh juta cash di tangan! Fix, sepulang kampus nanti gue bakal bawa Tuan Muda ke mall mewah buat beli baju baru!'

[Notifikasi Tambahan: Segeralah bersiap! Anda harus ikut Damian ke Universitas Lunaria sekarang karena geng Gavin telah menyiapkan jebakan berbahaya di kampus!]

"Haduh... baiklah kalau begitu," gumam Lilian pasrah.

Damian yang mendengar Lilian bergumam sendirian cuma bisa menatap pelayan mudanya itu dengan kening berkerut penasaran, namun ia memilih untuk tidak bertanya.

Bersambung ...

​

1
jumirah slavina
hadohhhh periiii kepooooo
jumirah slavina
dengerin tuh baik²
buat apa bertahan demi laki² yang tidak mau menikahi'mu

balik wwooii... balikk...
jumirah slavina: klo udah terkumpul kita bagi 2 yak

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
wow....
wow....
kejutan....
ada apa ini Li...
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Jannah R
neeext thor,dh gc sabar nunggu jeluanjutan cerita ny
jumirah slavina
tenang Li.. tar d'dunia nyata kita nyari berondong tampan rupawan yang kaya raya royal baik serta setia
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
udah 3th aja...
Emak Bapak'mu gak nyariin Kamu Li
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 5 replies
jumirah slavina
hilihhhhhhhhhh... akal²n Cla biar d'samperin Kamu...
jumirah slavina
kumpul dugong ya mereka
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 8 replies
jumirah slavina
udah lh Li... ngak apa... ganti pacar baru
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Jannah R
seru,tdk bertele² dn konflik gc terlalu berat semoga cerita ny makin seru,dn gc ngantung
Jannah R
cerita ny seru gc bertele² dn jika ad konflik cepat terselesai kn gc kepanjangan,cerita seperti ini yg ku cari semoga cerita ny mangkin seru ke depan ny
jumirah slavina: wajib seru ya🤲🤲
total 1 replies
jumirah slavina
tenang... tenang....
tarik nafas lewat mulut...
buang lwt bawah...

bbrrooootttt🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
AriNovani: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
jumirah slavina
jomblo lagi deh pas balik dunia nyata

tapi Kamu jadi kaya raya Li
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
hheehh Cicak... jurus nemplok'mu udah gak. ampuh lagi., minggir Kamu
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
jumirah slavina
maklumin Peri., Host pikun🤣🤣🤣
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
minggir lh wwooii.,
mengganggu aja
jumirah slavina
brisik banget wwooii
dia kau Gagav
jumirah slavina
walaupun perempuan tinggal Kamu satu²y d'dunia., Dami. lebih memilih jomblo abadi
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
dasar parasit
jumirah slavina
Kamu sm Aku Fel...
kita double date sm mereka

🤣🤣
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!