NovelToon NovelToon
Dari Skripsi Jadi Ibu Tiri

Dari Skripsi Jadi Ibu Tiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Orang Disabilitas / Dosen
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: dtyas

Terancam Drop Out karena masa studi yang di ujung tanduk, Ruby menyusul Bara --dosen pembimbingnya hingga ke pelosok desa tempat pria itu melakukan penelitian. Misinya hanya satu, acc skripsi demi menyelamatkan masa depannya.

Sebuah kesalahpahaman konyol membuat mereka dituduh melanggar adat setempat. Tanpa opsi untuk bernegosiasi, Ruby dan Bara dipaksa menikah. Dalam semalam, status Ruby berbalik 180 derajat: dari mahasiswa abadi, menjadi istri sah sang dosen.

Kejutannya tak berhenti di situ. Bara bukan sekadar dosen senior dan dingin, dia adalah duda beranak dua dan salah satu anak Bara penyandang disabilitas.

"Satu dosen dingin, plus bonus dua krucil. Mirip promo beli satu dapat tiga.”

Ruby mendongak, menatap Bara yang menatapnya. "Jadi, ibu tiri! Siapa takut? Lagipula, menghadapi bab empat Pak Bara aja saya bertahan, apalagi cuma ngadepin mereka berdua!"

“Mas, panggil saya mas Bara.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana

Bab 29

 

 

Bara baru saja menemui dokter, penjelasan yang dia dengar menghancurkan hati dan semangat kesembuhan putranya.

“Diusia Adly, terapi yang dilakukan tidak akan merubah kondisi dan bentuk kakinya. Dengan berat hati saya katakan, kaki Adly akan seperti itu sampai dia dewasa dan tua nanti. Saya tahu perjuangan Pak Bara untuk Adly sejak dia masih bayi, pemasangan gips, operasi dan terapi bahkan sampai dengan sekarang. Sudah sangat maksimal dan kondisi kaki Adly tidak separah saat dia lahir. Rekomendasi saya, hentikan terapi fokus dengan kesehatan Adly dan psikisnya.”

Sempat terdiam sebelum ia memasuki kamar rawat putranya. Perlahan membuka pintu dan terpaku. Adly tertawa mendengar ocehan Ruby. Baru kali ini ia melihat Adly tertawa seceria itu. Biasa bersikap dingin dan hanya merespon apapun biasa saja. Hanya senyum tipis itu pun jarang ia lihat dari wajah Adly.

“Iya, ‘kan? Kalau bunda selesai sidang, kita liburan deh. Tempatnya kamu yang pilih, bebas!”

“Belum tentu papi kasih izin.”

“Itu urusan bunda, tenang aja. Pasti diizinkan.”

Bara masuk ke kamar, khawatir semakin dibiarkan Ruby makin ngaco. Kadang ajaran istrinya ini termasuk sesat menurut prinsip hidup Bara.

“Izinkan apa?”

“Eh, udah selesai urusannya?” tanya Ruby dijawab Bara dengan anggukan.

Bara duduk di tepi ranjang mengangkat kaki Adly ke atas pangkuannya. Menatap wajah remaja itu lalu menghela nafas sebelum ia mulai bicara. Ruby yang berada di kursi samping ranjang paham kalau Bara akan bicara serius dengan putranya.

“Adly, papi baru saja temui dokter Candra. Di usia kamu sekarang, terapi yang sudah terjadwal tidak lagi efektif. Kamu harus ikhlas kalau ….”

“Aku ikhlas Pih," sahut Adly saat papinya terdiam.

“Kondisi kamu akan begini sampai kamu tua nanti.”

Ruby menggenggam tangan Adly yang terbebas dari jarum infus.

“Aku mengerti.”

“Fokus utama kita kesehatan kamu. Jangan khawatir, papi akan pilihkan sekolah dan kampus terbaik untuk kamu.”

“Tidak perlu begitu, aku ingin ….” Adly menatap Bara dan Ruby bergantian. “Papi izinkan aku pilih sekolah dan jurusan sesuai keinginan aku."

Bara mengangguk. Momen hangat itu terinterupsi dengan kedatangan Jelita.

“Papi,” pekik bocah itu lalu berlari masuk. Bara menyambutnya dengan turun dari ranjang lalu memeluk putrinya. “Papi, abang sakit, tapi aku gak boleh ikut temani di sini.”

“kamu masih kecil, Ta,” sahut Adly.

“Malam ini boleh ya, besok sabtu aku libur sekolah.”

“Boleh, iya ‘kan mas.” Ruby mengerlingkan matanya sambil memeluk pinggang Bara.

Bara hanya berdeham saja.

“Asyik, yey.”

Kamar rawat inap Adly sore ini mendadak ramai karena kehadiran Jelita.

 ***

 “Wah, seru, kayak lagi berkemah,” ucap Jelita saat malam tiba dan Ruby memintanya naik ke bed pendamping pasien setelah menyikat gigi.

“Ck, seru apanya, aku lagi sakit Ta.”

“Iya, maksudnya seru karena kita berempat satu kamar. Bunda, jadikan dong kita liburan. Aku mau, bang Adly juga pasti mau.”

“Iya, nanti kita rencanakan. Naik terus tidur. Liburannya gagal kalau kamu gak tidur.”

“Nanti kita liburan kemana?"

“Liburan berkemah di taman belakang atau ngampar di depan TV, nonton film streaming sampai pagi.”

“Hah, emang boleh sama papi nonton tv sampai pagi?”

Bara kembali mendengus, ide Ruby memang konyol. Selalu bertentangan dengan aturan dan prinsip yang diterapkan di rumah.

“Sesekali nggak pa-pa. Hidup tuh jangan flat aja, kadang belok dikit atau nabrak. Bumbu kehidupan,” tutur Ruby.

Padahal Bara ingin sekali menyahut, hampir di DO atau dipaksa menikah karena ke gap dituduh sedang cari tempat untuk mesum, bagian dari bumbu kehidupan kamu. Siapa pula yang minta cepat ditalak setelah menikah. Sekarang malah tertawa-tawa.

“Adly tidur! Kalau suhu kamu tidak naik lagi, besok kita pulang.”

“Tidur abang, di rumah sakit ‘kan gak enak.”

“Iya.”

Adly dan Jelita sudah tidak bersuara, Ruby ke toilet untuk berganti piyama juga sikat gigi. Merasa bebas dan tidak akan masuk perangkap macan, karena ini rumah sakit dan ada anak-anak. Macan yang dimaksud sudah pasti Bara.

“Mas, aku tidur dengan Jelita ya.”

“Kemari, kamu!”

“Hah, tapi ….”

Hanya tatapan dingin Bara, sudah bisa membuat Ruby luluh, langsung menuju sofa. Duduk di samping suaminya.

“Kenapa?”

“Ck, pura-pura lupa.” Bara mengawasi Adly dan Jelita memastikan kedua anaknya benar sudah tidur. Adly berbaring miring membelakangi mereka. Jelita sudah tidak ada suaranya.

“Oh, mas Bara lupa. Wajar sih, mungkin karena udah usia. Eh, iya, usia mas Bara berapa?”

“Dua bulan lagi 37.”

“Hah, serius, mas? Berarti beda kita … 12 tahun. Mas Bara masuk SMP aku baru lahir.” Ruby menggeleng pelan dan berdecak. “Termasuk ped0fil, bukan?” bisiknya.

“Mulut kamu kalau tidak memancing hasrat ya mancing keributan. Minta digigit kayaknya.”

“Mas, ini rumah sakit,” lirih Ruby saat Bara mengikis jarak. Seolah menulikan itu, tangan Bara sudah menahan di tengkuk Ruby dan bibir mereka akhirnya bertemu. Cukup lama sampai Ruby mendorong agar Bara mengakhiri pagutan itu.

“Aku belum selesai.”

“Ck, sebentar lagi ganti shift, pasti ada perawat datang.”

Bara mengalah, ia kembali bersandar pada sofa. “Kita lanjut lagi, setelah visit perawat!”

“Ih, mas bojo doyan. Bibir aku nagih ya.” Ruby terkikik sambil menutup mulutnya.

“Sekarang kita bahas kamu!” Bara serius dengan bersedekap menatap Ruby, lengkap dengan raut wajahnya yang dingin.

“Aku, kenapa mas?”

“Sedekat apa kamu dengan Meldy?”

“Maksudnya dekat kayak gimana?"

“Jawab saja!” Sejak bertemu Meldy, pertanyaan itu seolah menusuk di kepalanya. Ia butuh penjelasan dari istrinya ini.

Bukan menjawab Ruby malah tersenyum lalu mencolek dagu Bara. “Masih cemburu ya, cie udah suka sama aku ya.”

“Jawab, Ruby!”

“Dekat aku sama Meldy ya biasa kayak tim kerja. Aku model, dia yang urus jadwal, tawaran sampai wardrobe. Kadang merangkap jadi supir, disuruh-suruh juga.” Ruby tersenyum mengingat Meldy sudah seperti jongos, memang rekan kerja tidak ada akhlak mereka berdua 

“Luar dalam dia urus kamu?”

“Ya nggak mas, kami tahu batasan. Meldy gak bisa masuk unit aku seenaknya, Cuma tadi aja karena dia ambil baju dan kebutuhan aku dari sana. Paling nanti aku ganti lagi pass codenya. Kita menikah pun dia tahu sebelum Adly masuk rumah sakit. Kami profesional kok, ada privacy yang tidak boleh dilanggar. Tadi tuh cuma iseng aja biar mas Bara cemburu, nyatanya iya.”

Bara masih menatap Ruby.

“Cemburu tanda cinta, marah tandanya sayang, Kalau curiga itu karena ku takut kehilanganmu.” Ruby menutup wajahnya dengan bantal sofa setelah berdendang, menahan tawanya.

“Tertawa terus, kita lihat apa masih bisa menertawakan ku kalau kita hanya berdua.”

“Hih, takut.”

“Lalu apa rencanamu ke depan?” tanya Bara kembali serius.

“Hm, rencanaku ....”

 

 

1
Les Tary
Sombong amat loe Bobi
tinie
bukan levelmu
TPI kamu akan kalah tentang hatinya
sebab meysha sudah terpaut hatinya dari kecil
Nur Wakidah
😂😂😂 , , , mundur alon2 bro , udah ada yg punya
Novita Sari
jangan terlalu percaya diri boby.adli lebih kaya dari kamu boby
🎃
jgn salah jgn nilai casingnya
dia ahli waris bara bere teu
Ari Nuryanti
eeee ......
Budhe Satryo
judulnya apa y kisah opa Arya ma Oma Sarah
dtyas (ig : dtyas_dtyas): Bosku Perawan Tua
total 1 replies
Gia Nasgia
ceritanya menarik dan menghibur kenapa kurang yg like 🥹
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
Meisya memang terdepan 💪💪😂😂
Siti Chotimah
sama2 jga hati y
Ayila
meisya semakin didepan
Koesbandiana
siapa dulu comblangnya...BUNDA gitu loh...😅😅😅😅🤭. Aduh calon mantu...🥰
Lilik Juhariah
🤣🤣🤣🤣mas Bara tambah menipis es nya
Rahmawati
pasangan bucin, gk mungkin berpaling ke lain hati🥰
Rahmawati
mulai kenal dunia kerja, semangat adly demi masa depan
🎃
sebucin itu mereka yaw🤣
gak bayangin kalok adly cemburu teros ngamok duhalahhh serem deh
Nur Wakidah
yang lain mah cuman kayak butiran debu iyha Bang Adly 😂😂😂 , , , mata dan hatinya udah ketutup sama Mesiya semua , , ,
Novita Sari
semoga adli n Meisya cepat halal aamiin...
Felycia Fernandez
ya pasti lewat ,secara Meisya perfecto.cantik ,baik hati plus keturunan konglomerat.bodo aja Adly ninggalin Meisya
Friee Day's Prawita
seman6💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!