NovelToon NovelToon
Masuk Novel Pikiran Ku Di Baca Pangeran

Masuk Novel Pikiran Ku Di Baca Pangeran

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:10.4k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Terjebak dalam novel yang pernah dibacanya, Lina terbangun sebagai pelayan istana di Kerajaan Valdoria sebuah dunia modern yang dipenuhi teknologi canggih namun tetap dikuasai oleh sistem monarki absolut. Sebagai wanita yang sangat mata duitan, tujuan Lina sederhana: kumpulkan uang sebanyak mungkin lalu kabur untuk hidup bebas. Sayangnya, rencana kabur itu terhambat ketika ia terus terseret intrik istana dan berhadapan langsung dengan Putra Mahkota Lucien. Pangeran dingin dan disegani itu secara misterius hanya bisa mendengar isi hati Lina sebuah keanehan khusus yang tidak berlaku pada orang lain. Di saat Lina berakting sopan dan penurut di luar, batinnya terus menggerutu, sibuk menghitung uang, dan merencanakan kabur. Lucien yang lelah dengan kebohongan orang-orang di sekitarnya justru merasa terhibur dengan suara hati Lina yang jujur dan serakah, membuat sang pangeran sengaja mengikat Lina di sisinya agar tak bisa pergi ke mana-mana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11

Keesokan paginya, sinar matahari tipis baru saja menerobos celah jendela besar dapur istana. Lina sudah terbangun sejak fajar, mengenakan gaun pelayan sederhananya dan membalut tubuhnya dengan apron putih. Tangannya sibuk bergelut dengan tumpukan piring porselen, membusai dan membilasnya di bawah kucuran air dingin.

Bagi Lina, menyibukkan diri dengan pekerjaan kasar adalah cara terbaik untuk membendung rasa cemas. Ia sengaja memfokuskan pikirannya pada tugas-tugas kecil mulai dari menyapu lantai dapur, mengelap rak-rak tembaga, hingga merapikan perabotan demi melupakan takdir tragis istana yang sempat mengusik kedamaian pikirannya kemarin.

"Eliana!" panggil Kepala Pelayan dengan nada suara tegas dari ujung ruangan. "Tugasmu selanjutnya mengantar baki sarapan ke ruang kerja Yang Mulia Pangeran Mahkota. Bergabunglah dengan rombongan pelayan lantai atas."

Lina menghela napas pelan, mengelap tangannya yang basah pada apron. "Baik, Nyonya," sahutnya patuh.

Lina berjalan menyusuri koridor megah bersama empat pelayan lainnya. Masing-masing memegang baki perak berisi cangkir teh, potongan roti segar, sup hangat, dan buah-buahan. Sesampainya di depan pintu ganda ruang kerja Lucien, seorang pengawal membukakan pintu.

Lucien sudah duduk di balik meja kerja mahoninya, mengenakan kemeja sutra hitam bergaya formal tanpa jas. Wajahnya tampak makin dingin dan tegas, dengan lingkaran hitam tipis di bawah matanya yang menandakan ia sama sekali tidak tidur semalaman.

Para pelayan menunduk hormat, menata hidangan satu per satu di atas meja panjang di sisi ruangan. Namun, tepat saat semua baki telah kosong dan para pelayan bersiap untuk mundur, suara berat Lucien menghentikan pergerakan mereka.

"Kalian semua boleh keluar," ujar Lucien datar tanpa mengalihkan pandangan dari dokumen di tangannya. Matanya lalu bergulir tajam, menembus sosok Lina yang berdiri di barisan paling belakang. "Kecuali kau. Tetap di sini."

Suasana ruangan seketika berubah tegang. Pelayan-pelayan lain saling melirik satu sama lain lewat sudut mata mereka. Kasak-kusuk bisikan tanpa suara terpancar jelas dari raut wajah mereka semuanya menduga Eliana telah melakukan kesalahan fatal atau merusak sesuatu di ruang kerja Pangeran hingga harus ditahan secara khusus. Dengan membungkuk terburu-buru, rombongan pelayan itu bergegas melangkah keluar, meninggalkan Lina yang berdiri kaku sendirian.

Pintu ganda baru saja tertutup rapat ketika pintu rahasia di samping rak buku bergetar pelan. Kenneth melangkah masuk dengan setelan seragam gelapnya yang sedikit berdebu. Wajah sang komandan tampak begitu tegang, memancarkan kelelahan sekaligus keseriusan yang mencekik.

"Yang Mulia," panggil Kenneth dengan nada rendah, menyatukan kedua tangannya di dada. "Saya telah menemukan informasi awal yang sangat krusial terkait perintah Anda semalam."

Kenneth melirik ke arah Lina yang berdiri mematung di sudut ruangan. Mengingat betapa sensitifnya informasi ini, Kenneth memberi kode halus lewat anggukan kepala, memberi sinyal agar Pangeran menyuruh pelayan itu keluar terlebih dahulu.

Namun, Lucien mengangkat tangannya pelan, menahan gerakan Kenneth. "Tidak perlu. Tetaplah di situ, Eliana," perintah Lucien tegas, lalu menatap Kenneth kembali. "Bicaralah. Dia aman."

Kenneth sempat menaikkan sebelah alisnya, heran dengan kepercayaan mendadak atasannya pada seorang pelayan biasa. Namun, menaati perintah mutlak sang Pangeran, Kenneth mengambil napas dalam-dalam dan mulai membeberkan temuannya.

"Penyelidikan rahasia semalam membuahkan hasil," tutur Kenneth dengan suara berbisik yang amat serius. "Catatan medis Ratu terdahulu yang disimpan di arsip resmi memang telah direkayasa total. Mendiang Ratu... sama sekali tidak meninggal karena komplikasi penyakit paru-paru."

Jantung Lucien berdegup kencang, tangannya yang memegang pena mengeras. "Lalu apa yang sebenarnya terjadi?"

"Beliau tewas akibat luka tusukan senjata tajam di bagian perut," ungkap Kenneth, membuat suasana ruangan mendadak membeku seolah tanpa udara. "Ibu Suri yang Anda panggil Ibu saat ini yang tak lain adalah adik kandung Perdana Menteri Oberon merupakan dalang utama di balik eksekusi tersebut. Dialah yang menyuruh orang dalam untuk menghabisi Sang Ratu secara langsung di dalam kamarnya."

Lina yang berdiri di sudut ruangan membelalak sempurna, menutup mulutnya dengan kedua tangan demi menahan pekikan syok.

"Bagaimana dengan para saksi dan tabib yang bertugas saat itu?" desak Lucien dengan rahang mengeras hingga bergeletuk.

"Semua saksi, pelayan pribadi, dan tabib istana yang berada di lokasi malam itu dipaksa berbohong di bawah ancaman eksekusi mati oleh Perdana Menteri Oberon," lanjut Kenneth dengan raut wajah penuh amarah yang tertahan. "Mereka disuap dan diancam agar menandatangani surat keterangan kematian palsu. Sebagian besar dari mereka yang menolak... telah dihilangkan secara misterius beberapa hari setelah pemakaman."

Lucien membeku di kursinya. Kenyataan pahit bahwa ibu kandungnya tewas secara bersimbah darah ditusuk oleh wanita yang kini bertakhta sebagai Ibu Suri, di bawah lindungan Perdana Menteri Oberon dan pembiaran sang Ayah menghantam jiwanya dengan rasa sakit yang tak terbayangkan.

Di sudut ruangan, Lina menatap Lucien dengan pandangan mata yang dipenuhi rasa iba yang amat mendalam. Seluruh niatnya untuk bersikap acuh tak acuh dan melarikan diri mendadak runtuh, berganti dengan kesadaran mengerikan bahwa pria di hadapannya ini sedang berdiri sendirian di tengah sarang serigala yang siap mengoyaknya kapan saja.

Lucien mengepalkan tangannya begitu erat hingga buku-buku jarinya memutih. Matanya berkilat merah oleh amarah yang membakar dada, berbaur dengan rasa hancur yang tak terukur.

Di sudut ruangan, Lina yang memegang apron putihnya menahan napas rapat-rapat. Suara batinnya kembali meluncur tanpa bisa dicegah, masuk tepat ke dalam kepala Lucien yang sedang dihantam gelombang kenyataan pahit.

"Lohh... lohh? Kok Pangeran udah tahu kebenarannya dari sekarang?!" jerit Lina dalam hatinya, matanya berkedip tak percaya menatap Lucien dan Kenneth bergantian. "Bukannya di alur asli novel, sampai Lucien mati mengenaskan di Pesta Dansa pun dia kagak bakal pernah tahu soal ini?! Dia mati dalam keadaan dibodohi seumur hidup!"

Lina menghela napas pelan dalam batinnya, menyilangkan dada dengan pandangan mata yang dipenuhi simpati.

"Tapi... ya baguslah kalau sekarang dia tahu lebih cepat. Setidaknya mata dia terbuka lebar kalau Ayah kandungnya sendiri cuma mementingkan kekuasaan dan takhta di atas nyawa istrinya. Dan Ibu tirinya yang sok lembut itu cuma memanfaatkan posisi Lucien demi melanggengkan kekuasaan keluarganya sendiri! Benar-benar keluarga dajjal!"

PRANGGG!

Sebuah vas bunga keramik kuno bernilai ratusan juta di sudut meja kerja Lucien mendadak disapu kasar oleh tangan sang Pangeran Mahkota. Vas itu terlempar keras menghantam dinding batu, hancur berkeping-keping menjadi serpihan tajam yang berserakan di atas karpet tebal.

"Busettt!" pekik Lina tertahan.

Tubuh Lina terlonjak kaget setengah mati. Ia refleks melangkah mundur dua tapak, menyandarkan punggungnya ke dinding kayu yang dingin. Kedua tangannya dengan cepat menutupi mulutnya sendiri, menahan napas yang hampir lolos dari tenggorokannya.

"P-Pelan-pelan napasnya..." bisik Lina sangat pelan, nyaris tak terdengar, berusaha mengecilkan keberadaannya di ruangan yang kini mendadak dipenuhi aura membunuh dari sang pewaris takhta.

Napas Lucien memburu, dadanya naik turun dengan hebat. Kenneth yang berdiri di sampingnya langsung menunduk dalam-dalam, mengatupkan bibirnya rapat-rapat, membiarkan sang Pangeran meluapkan kemurkaannya.

Lucien perlahan mendongak. Manik mata birunya yang biasa tenang dan dingin kini memancarkan kilatan bahaya yang begitu pekat, terkunci lurus pada sosok Lina yang berdiri gemetar di sudut ruangan.

"Sampai aku mati... aku tidak akan pernah tahu?" batin Lucien mengulang ucapan hati Lina, menyadari betapa mengerikannya takdir yang semula disiapkan untuknya jika pelayan ini tidak hadir di hidupnya.

'

1
Uthie
Lanjut menyimak 👍😁
Uthie
Pas.. lagi seneng cerita yg soal bisa membaca Pikiran 😁👍👍👍
Noveni Lawasti Munte
kurang jeli nih si pangeran mahkota masa ga da pengawal bayangan untuk eliana🙄
Inez Putri
gmn nasibnya alianaa... smga slmat
JasmineA
mereka keluar istana terus adik nya Lucien si Althea gi mana? masa ditinggal sm predator sih...kasian pasti dia depresi gara2 kakak nya meninggoy
Nyai mardianti
ka aku Suka bangat sama novel kaka yg satu ini apakah ini masih on going
Retno Isma
ini kerjaan modern kan. kenapa ga pake lampu aja. masih pake obor Kya jaman purba.
Retno Isma
🌹🌹🌹🌹
Talita Rafifah artanti
ceritanya bagus, menarik untuk dibaca.
Anita Rahayu
Yg banyak dan panjang thor buat cerita👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Wahyuningsih
q mampir thor dpt bonus ruang dimensi gk thor biar makin sru n buat eliana badaz abiz
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!