NovelToon NovelToon
Ratu Mafia Istri Dokter Dingin

Ratu Mafia Istri Dokter Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mafia / Dokter
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Naelong

Siapa sangka, Sindi Permata gadis cantik anak miliarder yang penampilannya selalu anggun dan kelihatan lemah lembut ternyata punya sisi gelap yang bikin bulu kuduk merinding. Sindi adalah Ratu Mafia yang memimpin dunia hitam dengan tangan besi. Nggak ada yang berani macam-macam sama dia.
​Tapi, sehebat-hebatnya Sindi menaklukan dunia luar, dia akhirnya takluk juga pasrah waktu disuruh nikah paksa sama papanya.
​Suaminya adalah Mike Sanjaya, dokter muda jenius yang terkenal dingin, kaku, dan judesnya minta ampun. Masalahnya bukan cuma sifat Mike yang kayak es batu, tapi cowok itu udah punya pacar kesayangan: Putri Adisti, seorang perawat manis yang selama ini jadi ratu di hati Mike, begitu resmi jadi suami-istri, Mike langsung pasang tembok tinggi. Dia terang-terangan nunjukkin kalau pernikahan mereka cuma formalitas dan nggak ada tempat buat Sindi di hatinya. Mike bahkan masih sering nemenin dan merhatiin Putri adisti.
akankah pernikahan mereka bertahan??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naelong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 9 Ratu mafia istri dokter dingin

BAB 9

​Aroma cairan antiseptik dan hawa dingin dari pendingin udara menyambut langkah Sindi saat ia memasuki lobi megah Rumah Sakit Sanjaya Utama.

Siang itu, penampilan Sindi sudah kembali berubah total. Mantel kulit hitam dan kacamata tebalnya telah berganti dengan drees terusan berwarna merah muda lembut di bawah lutut, dipadu dengan riasan tipis yang membuat wajah cantiknya kelihatan begitu segar dan anggun.

​Di tangan kanannya, Sindi menjinjing sebuah tas bekal bermotif bunga yang elegan. Senyum manis nan ramah terpancar dari bibirnya setiap kali berpapasan dengan beberapa dokter atau pengunjung rumah sakit.

​"Selamat siang, Mbak. Ada yang bisa dibantu?" sapa seorang petugas resepsionis dengan sopan.

​"Selamat siang, Mbak," sahut Sindi halus, senyumnya mekar sempurna.

"Saya Sindi, mau antar makan siang untuk Dokter Mike Sanjaya. Ruangan beliau di lantai empat, kan ya?"

​Resepsionis itu sempat terpana melihat kecantikan Sindi, sebelum akhirnya teringat kabar heboh pernikahan sang anak pemilik rumah sakit beberapa hari lalu.

"Ah, Nyonya Sindi! Iya, benar sekali, ruangan Dokter Mike ada di lantai empat, paling ujung kanan. Mari saya antarkan—"

​"Eh, tidak usah, Mbak, terima kasih banyak. Saya bisa sendiri kok, mau kasih kejutan sedikit buat suami," potong Sindi dengan nada manis dan polos yang begitu meyakinkan.

​"Baik, Nyonya. Silakan," jawab resepsionis itu ramah sambil mengangguk hormat.

​Sindi melangkah menuju lift khusus staf dan pejabat rumah sakit. Begitu pintu lift tertutup rapat dan ia sendirian di dalam, senyum manis di wajahnya perlahan memudar.

Jemari lentiknya merapikan letak pegangan tas bekalnya. Sindi tahu persis, pagi ini situasi di lantai empat sedang sangat panas akibat kasus hilangnya obat bius yang melibatkan Putri Adisti—rencana kecil yang sengaja ia rancang dari balik layar.

​Ting!

​Pintu lift terbuka di lantai empat. Koridor terlihat agak sepi karena sebagian besar staf sedang beristirahat atau berada di ruang makan.

Sindi melangkah tenang di atas lantai marmer yang mengilap, tumit sepatu hak tingginya mengetuk lantai berirama teratur.

​Namun, ketika Sindi hampir sampai di depan pintu bertuliskan Dr. Mike Sanjaya, Sp.BT, langkah kakinya terhenti.

​Pintu ruangan kerja Mike rupanya tidak tertutup rapat, menyisakan celah sekitar dua jari. Dari balik celah itu, terdengar suara isak tangis wanita yang sangat samar, disusul suara pria yang berusaha menenangkan dengan nada penuh kehangatan dan rasa iba.

​Sindi berdiri kaku di samping pintu, menyandarkan bahunya di dinding dingin koridor tanpa menimbulkan suara sedikit pun. Matanya melirik melalui celah pintu yang terbuka.

​Di dalam ruangan yang luas dan rapi itu, Putri Adisti sedang terduduk di sofa kulit hitam. Wajahnya pucat pasi, matanya sembab karena terus-terusan menangis.

Sementara itu, Mike berlutut tepat di depan Putri. Kedua tangan Mike menggenggam erat jemari Putri, mengusapnya dengan sangat lembut—sebuah gestur yang tak pernah sedikit pun Mike tunjukkan pada Sindi, istri sahnya.

​"Mike... aku jujur, aku enggak pernah ambil obat-obatan bius itu..." isak Putri dengan suara serak, air matanya menetes membasahi pipi.

"Tadi tim investigasi interogasi aku terus-terusan. Mereka bilang kalau sampai obat itu enggak ketemu, aku bisa dipecat dan dilaporkan ke polisi..."

​"Ssstt... udah, Putri. Jangan menangis lagi," bisik Mike dengan suara yang luar biasa lembut, sangat berbeda dari nada membentak dan penuh kebencian yang biasa ia gunakan saat berbicara dengan Sindi.

​Mike mengulurkan tangannya, mengusap air mata di pipi Putri menggunakan jempolnya, lalu merengkuh kepala wanita itu dan menempelkannya di dada bidangnya.

Putri langsung memeluk leher Mike erat-erat, menyembunyikan wajahnya di sana sambil terisak pelan.

​"Aku percaya sama kamu, Putri," ucap Mike tegas sambil mengelus lembut rambut panjang Putri.

"Aku tahu kamu wanita baik-baik. Kamu enggak mungkin melakukan hal serendah itu. Ini pasti ada orang jahat yang sengaja mau menjebak kamu dan menjatuhkan reputasi aku."

​"Tapi gimana kalau mereka tetap salahin aku, Mike? Aku takut..." bisik Putri lirih di dada Mike.

​Mike melepaskan pelukannya sebentar, menatap lurus ke dalam mata Putri dengan pandangan yang sarat akan janji dan rasa cinta yang mendalam. Mike memegang kedua pipi Putri, mendongakkan wajah wanita itu.

​"Dengar kata-kata aku, Putri," tegas Mike. "Selama aku masih berdiri di rumah sakit ini, enggak akan ada satu orang pun yang berani menyentuh atau memecat kamu. Walaupun aku harus pasang badan di depan Papa dan seluruh jajaran direksi, aku yang bakal tanggung jawab. Kamu cuma perlu percaya sama aku, paham?"

​Putri mengangguk pelan, lalu menyandarkan dahi dan hidungnya ke dahi Mike. Jarak wajah mereka begitu dekat, napas mereka menyatu dalam momen yang sangat mesra dan intim di tengah ketakutan yang melanda Putri.

​Dari balik celah pintu, Sindi menyaksikan seluruh pemandangan itu.

​Tangan kirinya yang memegang tas bekal tidak bergetar sedikit pun. Wajah cantiknya sama sekali tidak menunjukkan raut cemburu, sedih, atau sakit hati. Justru, sudut bibirnya perlahan terangkat membentuk sebuah senyuman tipis yang sangat dingin dan penuh dengan rasa geli.

​Romantis sekali, batin Sindi dengan kekehan tanpa suara. Dokter dingin yang sok jual mahal di rumah, ternyata bisa sejinak dan semanja ini di depan perawatnya.

​Alih-alih melabrak atau menangis seperti wanita pada umumnya, Sindi justru merasa permainan ini makin menarik.

Rasa kasihan dan cinta buta Mike pada Putri benar-benar menjadi celah terbesar yang sangat mudah untuk ia manfaatkan kapan saja.

​Sindi sengaja membetulkan posisi berdirinya, sengaja membuat ujung sepatu hak tingginya mengetuk lantai dengan bunyi yang cukup nyaring.

​Klek!

​Sindi mendorong pintu ruangan kerja Mike hingga terbuka lebar.

​"Permisi..." sapa Sindi dengan suara yang luar biasa nyaring, ramah, dan penuh keceriaan.

​Kehadiran Sindi yang mendadak bagaikan sambaran petir di dalam ruangan itu. Mike dan Putri yang tadinya saling menempelkan dahi langsung terperanjat kaget.

Putri refleks mendorong dada Mike dan bergeser menjauh dengan wajah memerah bercampur panik setengah mati.

​Mike bergegas berdiri, merapikan jas dokternya yang agak kusut. Wajahnya yang tadinya lembut dan hangat dalam sekejap berubah menjadi sangat dingin, kaku, dan dipenuhi amarah yang membara begitu melihat siapa yang berdiri di ambang pintu.

​"Sindi?!" bentak Mike dengan nada menahan, matanya menatap tajam bagaikan hendak menembus dada Sindi.

"Mau apa kamu ke sini?! Siapa yang suruh kamu datang ke ruangan saya?!"

​Sindi melangkah masuk dengan santai dan anggun, seolah-olah tidak melihat posisi mesra suaminya dan Putri beberapa detik yang lalu.

Dengan senyum manis tanpa dosa, Sindi mengangkat tas bekal bermotif bunga di tangannya.

​"Aduh, Mas Mike kok galak banget sih sama istri sendiri?" goda Sindi dengan suara lembut.

"Sindi kan cuma mau bawain makan siang buat suaminya yang sibuk kerja. Tadi pagi Mas kan belum sempat sarapan karena buru-buru pergi."

​Sindi melangkah mendekati meja kerja Mike, meletakkan tas bekal itu di sana. Lalu, pandangan mata Sindi beralih pada Putri yang sedang menunduk ketakutan di sofa.

​"Eh, ada perawat juga di sini?" ucap Sindi dengan raut wajah yang mendadak berubah menjadi sangat cemas dan penuh simpati. Sindi berjalan mendekati sofa tempat Putri duduk.

"Mbak kenapa menangis? Muka Mbak pucat banget. Ada masalah apa?"

​Putri makin menundukkan kepalanya, menyembunyikan jemarinya yang gemetaran di atas pangkuan. "N-nggak apa-apa, Nyonya Sindi... s-saya cuma..."

​"Jangan ajak dia bicara!" potong Mike kasar. Ia melangkah cepat dan berdiri tepat di antara Sindi dan Putri, menghalangi Sindi untuk mendekati kekasihnya.

​Mike menatap Sindi dengan pandangan penuh rasa benci dan curiga yang mendalam.

​"Kamu lupa sama aturan yang saya kasih tahu semalam, Sindi?!" bisik Mike tajam di depan wajah Sindi.

"Saya sudah bilang, jangan pernah berani datang ke rumah sakit ini dan jangan pernah berani ikut campur urusan saya!"

​Sindi menatap Mike dengan mata berbinar polos, memasang raut wajah bingung. "Lho, Sindi kan cuma mau antar makan siang dan menyapa Mbak perawat ini? Kenapa Mas Mike marah-marah begini? Apa Sindi mengganggu waktu kalian berdua?"

​Mike mengepalkan tangannya kuat-kuat, rahangnya terkatup rapat menahan emosi yang hampir pecah.

"Bawa kembali makanan konyol kamu ini dan angkat kaki dari ruangan saya sekarang juga! Sebelum saya suruh sekuriti menyeret kamu keluar!"

​Mendengar ancaman kasar dari suaminya sendiri di depan wanita lain, senyum di bibir Sindi perlahan meluntur. Tatapan matanya yang tadi polos mendadak berubah menjadi sangat lurus dan dingin, menatap tepat ke dalam manik mata Mike.

​Bersambung.....

1
Muft Smoker
uluuuluuu ,, kalo liat kalian begini kn damai rasa ny ,, awas aj kalo ulet bulu nyusul ke situ ,, 😒😒😒

hmmm ad kemungkinan klo putri anggota klan red dragon gx sih ,, yg nyamar buat deketin mike🤔🤔🤔🤭🤭🤭😁😁
Naelong: 😄😄 nantikan ceritanya ya kak🤭
total 1 replies
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
makin seruu cerita ny ,,
Muft Smoker: sama2 kak ,,
total 2 replies
Muft Smoker
kalo begini trus cepat atau lambat Mike bakal tau siapa sindii sbnernya ,,
Muft Smoker
wah siapa nih yg cium sindii ,,
bibir ny minta di kepang dua ,, 😒😒😒
Muft Smoker: oooaalaaaa salah sangka saya🤭🤭🤭🤭🤭🫣🫣🫣
total 2 replies
Muft Smoker
aduuuuh ini ulet bulu. ad dmn2 yx ,,
Muft Smoker
eeeh Dy lupa diri kayaknya ,, tu Mike yg nempel kayak bekantan siapa Mike ,, 😒😒😒😒
Muft Smoker
hati2 km putri mungkin saat ini km msh bisa lolos ,, tp nnti gx tau deh ,, 😒😒😒😒
Muft Smoker
nah looo🤭🤭🤭
Naelong: makasi kak sudah mau baca ceritaku😍🙏🙏, sehat sehat slalu
total 1 replies
Naelong
makasi kaka, sudah mampir.🙏
Muft Smoker
ad yg main2 ma sindii ,,
gx Mike gx musuh ny ,, ad aj yg cari gara2 ,,
duuuh sindii ,, segera berantas semua musuh mu ,,
yumi chan: pusing aku thor ..kpn mike sdr karna di bdhi..dn kpn sindi pergi mninglkn mike agr dia sdr..
total 3 replies
YuWie
malah bingung sendiri sama strategi sindi yg katanya mafia..nyingkirin kroco puyri dan ngasih pelajaran mike aja..jalannya muter2 gak jelas.
niaww: mampir cerita aku kak🥰🙏
total 1 replies
Muft Smoker
situ main2 trus ma Sindi sih mike ,, bela trus wanita mu tu ,, kalo udh tau kebenaran ny ,, jgn menyesal km ,,
Muft Smoker
si putrii dg gx tau maluu ny ,, dtg k tempat tinggal mike dn sindii ,, berasa Kya Dy yg jd nyonya ,, pas ke pergok sang nyonya asli ,, lngsung ciut nyali ny🤭🤭🤭😏😏😏
Muft Smoker
wah teka teki ap lgi ini ,,
Muft Smoker
sypa lgii ni ,, ap suruhan si putri tidur lgi????
Muft Smoker: ok kak ,, makin penasaran tiap bab ny kak
total 2 replies
Muft Smoker
km berharap Sindi bakal ke distrak liat km pulang ,, boleh aj berharap tp dlm mimpi aj yx mike ,, kalo di dunia nyata mh jgn deeh ,, tkut nanti makin maluu Krn gx dapet respon ap2 dr Sindi ,, 😏😏😏🤭🤭🤭
Muft Smoker: 🤭🤭🤭😁😁😁😁
total 2 replies
Muft Smoker
anda terus2an mencari masalah mike ,, nanti kalo udh kena batu ny ,, baru tau rasa km ,, greget banget ma mike ,,
Muft Smoker
mulai cari perhatian niih tanpa anda sadari mike ,, /Shy//Shy//Shy//Shy/
Muft Smoker
lanjuuut kak
Renjana
benarkah Mike bakal nepatin janjinya?
Naelong: 🤭🤭🤭.. dan makasi udah mampir kak, semoga suka ceritanya😍. jangan lupa likenya🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!