Ini menceritakan kisah seorang pemuda yang memiliki sembilan Akar Spiritual, yang dianggap sebagai sampah oleh dunia kultivasi. Namun, tanpa sengaja, ia justru dibimbing oleh dua sosok legendaris yang telah berdiri di puncak dunia kultivasi.
Membawa dua cincin warisan tersegel yang menyimpan kekayaan dari dua sekte besar, Shen Luo memulai perjalanannya di dunia kultivasi.
Di tengah perjalanan, ia harus terseret ke dalam perselisihan masa lalu kedua gurunya, berhadapan dengan seorang Iblis Suci yang mematikan, serta terikat dalam perjodohan dengan seorang Putri Es yang telah mencintai pria lain.
Dengan sembilan Akar Spiritual yang dianggap sebagai kelemahan, Shen Luo harus bertahan hidup dan mengungkap rahasia kekuatannya, hingga suatu hari segel kedua cincin warisan itu terbuka dan takdirnya mulai berubah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35: Kedatangan Dua Ahli Pedang
Fajar menyingsing di ufuk timur. Cahaya pucat menembus kabut tebal yang menyelimuti Hutan Kabut Berdarah. Angin pagi membawa aroma embun bercampur hawa kematian dari reruntuhan makam kuno.
Di bawah akar pohon beringin hitam yang telah mati, Ji Ruyue perlahan membuka mata. Kebingungan sempat melintas di wajahnya sebelum kesadarannya pulih sepenuhnya. Ia segera memeriksa keadaan tubuh dan Dantian-nya.
Napasnya tertahan ketika merasakan energi suci yang murni mengalir di dalam meridian iblisnya. Qi Suci itu menekan Kutukan Darah Kuno hingga tak lagi mampu mengancam nyawanya.
Ia selamat. Kematian yang seharusnya merenggut jiwanya telah dipatahkan oleh Shen Luo.
Ruyue bangkit lalu menoleh. Beberapa langkah darinya, Shen Luo duduk bersandar pada batang pohon dengan tubuh penuh luka.
Jubah abu-abunya telah compang-camping dan wajahnya sepucat mayat. Napasnya begitu lemah akibat luka dalam dan tenaga yang terkuras saat menyelamatkannya dari runtuhan makam.
Melihat pemuda yang rela melukai dirinya demi menyelamatkannya, hati Ruyue bergejolak. Namun, sebagai calon Ratu Lembah Darah Neraka, ia tak terbiasa menunjukkan kelemahan.
Alih-alih menangis atau mengucapkan terima kasih, ia justru tersenyum tipis. Senyum itu memikat sekaligus menyimpan obsesi yang mengerikan.
Ruyue menghampiri Shen Luo lalu mengangkat dagunya dengan jemari seputih giok, memaksanya menatap matanya..
"Kau mengorbankan darah dan fondasi kultivasimu demi menyelamatkanku. Kau boleh bersikap dingin sesukamu, tetapi ikatan Yin-Yang di antara kita tak bisa berbohong."
Shen Luo menatapnya dengan lelah tanpa memberikan jawaban.
"Aku akan kembali ke sekteku, menyingkirkan para pengkhianat, lalu merebut takhta yang menjadi hakku." Ruyue mendekatkan wajahnya.
"Setelah itu, aku akan datang mencarimu. Ingat baik-baik, nyawamu dan segala rahasiamu sudah terikat denganku. Tak akan kubiarkan wanita lain merebutmu."
Sebelum Shen Luo sempat menanggapi, Ruyue mencium bibirnya dengan paksa. Ciuman itu bukan ungkapan kelembutan, melainkan tanda kepemilikan yang dipenuhi hasrat menguasai.
Ia menggigit bibir bawah Shen Luo hingga berdarah, seolah ingin menanamkan kenangan tentang dirinya ke dalam hati pemuda itu.
Beberapa saat kemudian, Ruyue melepaskannya. Ia menatap Shen Luo sekali lagi sebelum membentuk segel Pindah Jiwa.
Kabut darah menyelimuti tubuhnya. Ruang di sekitarnya terkoyak, lalu membawa sang Tuan Putri menghilang menuju wilayah iblis yang jauh.
Shen Luo kembali sendirian di tengah keheningan fajar.
Ia mengusap darah di bibirnya tanpa menunjukkan emosi.
"Wanita gila...." Kemudian, tatapannya jatuh pada cincin merah darah di jari telunjuknya.
Cincin itu milik Ji Ruyue.
Saat Ruyue tak sadarkan diri di dalam makam, Shen Luo sadar ia belum bisa menggunakan Kedua Cincin ditangannya untuk menyerap Esensi Darah Kuno.
Karena itu, ia diam-diam mengambil cincin Ruyue.
Di dalamnya tersimpan seluruh Esensi Darah Kuno, Batu spiritual dan Teratai Jantung Darah yang berhasil ia dapatkan.
Ruyue terlalu sibuk dengan perasaannya sendiri hingga tak menyadari itu.
"Obsesi tidak berguna. Sumber daya jauh lebih berguna," gumam Shen Luo sambil memutar cincin tersebut.
Namun, sebelum sempat beristirahat, ia merasakan dua gelombang Niat Pedang mendekat dari langit. Kabut berdarah terbelah ketika dua sosok berjubah putih turun dan mendarat di hadapannya.
Mereka adalah Su Yuhan dan Mu Qingxue. sudah beberapa minggu ia menelusuri hutan kabut berdarah, tetapi tidak menemukan Shen Luo. Tetapi pada saat ia mau melangkah pergi ia merasakan fluktuasi Qi di sekitar sini.
Begitu melihat Shen Luo bersandar di bawah pohon dengan tubuh penuh luka, langkah Qingxue terhenti. Jantungnya berdegup kencang.
Pemuda itu tampak seperti mayat yang baru lolos dari jurang kematian. Napasnya begitu lemah hingga nyawanya seolah bisa padam kapan saja.
Hati Qingxue terasa diremas.
Dahulu, ia menolak perjodohan mereka dan menganggap Shen Luo tak pantas menjadi pendampingnya. Ia bahkan lebih memilih Jian Chen yang dipandang sebagai pemuda berbakat dan sempurna.
Kini, pemuda yang pernah ia pandang sebelah mata itu hampir kehilangan nyawa akibat rencana Jian Chen, mantan tunangannya yang tak rela menerima perjodohan mereka.
Semua ini terjadi karena dirinya.
"Shen Luo..."
Suara Qingxue bergetar. Ia berlari menghampiri Shen Luo lalu berlutut di lumpur berdarah tanpa memedulikan gaun putihnya yang kotor. Air mata mengalir deras di pipinya.
Ia mengulurkan tangan untuk menyentuh Shen Luo, tetapi gerakannya terhenti. Rasa bersalah dan penyesalan membuatnya tak berani mendekat.
"Maafkan..." isaknya. "Jian Chen melakukan semua ini karena perjodohan kita. Aku yang telah menyeretmu ke dalam penderitaan ini."
Shen Luo menatapnya tanpa kebencian, tetapi juga tanpa kehangatan.
"Misi sudah selesai..."
Jawaban dingin itu membuat Qingxue semakin terpukul.
Su Yuhan yang berdiri di belakangnya ikut terdiam. Tatapannya tertuju pada Shen Luo, dan bayangan Sikong Jian yang sangat ia hormati, seolah muncul dalam diri pemuda berjubah compang-camping itu.
Rasa bersalah mencengkeram hatinya.
Dialah yang membatalkan pertunangan Qingxue dengan Jian Chen dan menjodohkannya dengan Shen Luo.
Ia berharap kedudukan sebagai tunangan Putri Es dapat melindungi pemuda itu. Namun, ia salah perhitungan. Perebutan kekuasaan di dalam sekte justru membuat Shen Luo menjadi sasaran.
Inikah caraku menegakkan keadilan? batinnya getir. Aku membiarkan pewaris Kakak Senior menjadi korban intrik sekte.
Su Yuhan melepaskan jubah putih kebesarannya lalu menyampirkannya ke tubuh Shen Luo untuk menutupi luka-lukanya.
"Mulai sekarang, kau tak perlu menghadapi semua ini sendirian," katanya dengan suara tenang, meski Niat Pedang di matanya semakin tajam.
"Puncak Es akan melindungimu. Jian Nantian dan para pengikutnya harus mempertanggungjawabkan darah yang kau tumpahkan di hutan ini."
Shen Luo masih bingung dengan perlakuan mereka. karena ia datang ke hutan kabut berdarah itu atas keinginan nya sendiri.
Su Yuhan mengangkat tangannya. Sebuah pedang Qi terbentuk di udara dan melayang di hadapan mereka. Dengan bantuan Qingxue, Shen Luo dibawa naik ke atas pedang terbang itu.
Pedang tersebut melesat menembus awan menuju Sekte Bintang Jatuh.
Di sepanjang perjalanan, Shen Luo memejamkan mata dan membiarkan angin menyapu wajahnya. Ia tak berniat menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di dalam makam.
Di kedalaman Dantian-nya, energi kuno yang sempat mengamuk kini mulai tenang. Energi itu perlahan mengembun, membentuk bayangan naga yang tertidur sambil menyerap sisa-sisa kekuatan alam.
Shen Luo tahu belum saatnya. Ia masih harus menyembunyikan kekuatannya dan mengumpulkan bekal sebelum membuka segel kultivasinya.
Namun, saat hari itu datang, Kesengsaraan Surgawi yang menyertainya tak hanya akan mengguncang langit, Bahkan seluruh Benua Langit Misterius.
Dukung cerita ini dengan cara Like, Rating, Vote, dan gift ya. Semakin banyak dukungan, semakin banyak updatenya.
Terimakasih👍
Moga2 MC nya ga kegatelan ma cewek2, dan ga punya banyak bini /Facepalm//Facepalm/