Awal bulan mei, bulan yang penuh dengan keindahan yang pernah ku rasakan, karena bertemu dengan seseorang. Dia tinggi, hitam manis, orangnya cuek, dan bukan tipe banyak bicara. kami saling berkenalan, itu karena berada di tempat yang sama, tapi siapa sangka ternyata dia adalah kakak tingkat ku..
sosok yang ku cerita ialah Anton Mark, bukankah itu nama yang indah...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Runi Baene, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10. kegiatan
Hari ini, Rani akan menghabis waktu dengan kegiatan yang di ikutinya. Rani di kenal yang yang aktif, walaupun sebenarnya dia tidak pandai bersosial atau berinteraksi dengan orang baru..
walaupun sifat Rani seperti itu, tapi hal itu tidak pernah menurut niat Rani untuk bergabung dengan organisasi-organisasi tempat dia menuntut ilmu..
agenda kegiatan Rani sangat padat, hal itu membuat Rani tidak bisa mengikuti jadwal mata kuliah. Padahal Rani tidak suka absen, tapi apa lah daya kegiatan hari ini juga penting untuk dia..
Lagian jadwal kuliah Rani hanya satu matkul aja..
Rani mengikuti organisasi bidang sastra dan seni, maklum rani kan pencinta novel, puisi, dan cerita yang lainnya..
Kegiatan hari ini adalah, pertunjukan atau lomba puisi antar sekolah yang diselenggarakan oleh universitas Raya Selatan.
Rani berperan sebagai ketua panitia pada acara tersebut. Mungkin karena Rani sangat berpengalaman dalam bidang tersebut..
Rani dan tim mulai mempersiapkan segala keperluan yang digunakan selama perlombaan berlangsung..
"gimana, apakah perlengkapan yang sudah selesai?" tanya Rani kepada anggota nya.
"bentar lagi ran" jawab anggotanya
"emang apa yang kurang" Rani kembali bertanya
"tinggal memastikan mikrofon dan panggung nya " jawab lili
"yah udah tolong secepat di selesaikan, bentar lagi acaranya akan di mulai" ucap Rani
"oke ran" jawab anggota nya dengan kompak
Satu persatu peserta dari berbagai sekolah, mulai berdatangan dan di sambut hangat olah tuan rumah.
Acara pun di mulai. Lili maju dan berdiri di atas panggung sebagai pembawa acara..
“Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua.
Yang terhormat Bapak/Ibu kepala sekolah, dewan juri, Bapak/Ibu guru pendamping, panitia pelaksana, serta peserta lomba baca puisi yang kami banggakan.
Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas kasih dan penyertaan-Nya, kita dapat berkumpul bersama dalam acara perlombaan baca puisi antarsekolah.
Saya selaku pembawa acara mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta yang telah hadir untuk menunjukkan bakat, kreativitas, dan kecintaan terhadap dunia sastra, khususnya puisi.”
Lili mulai membuka acara dengan menyapa para tamu dan peserta yang akan mengikuti lomba.
“Perlombaan baca puisi ini bukan sekadar ajang untuk mencari juara, tetapi juga menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengembangkan bakat, melatih kepercayaan diri, serta mengungkapkan perasaan dan pemikiran melalui keindahan kata-kata.”
Lili kembali mengucapkan tujuan dari perlombaan baca puisi ini, untuk meningkatkan kecintaan pada puisi atau karya sastra yang lainnya dan bisa membantu anak-anak untuk menciptakan sebuah karya...
“Hadirin yang kami hormati, kini kita tiba pada acara yang telah kita nantikan bersama, yaitu perlombaan baca puisi antarsekolah.
Kepada seluruh peserta, persiapkan diri kalian dan tampilkan kemampuan terbaik. Ingatlah bahwa setiap bait puisi memiliki makna, setiap kata memiliki rasa, dan setiap penampilan memiliki keistimewaannya sendiri.
Untuk itu, mari kita sambut peserta pertama dengan tepuk tangan yang meriah!”
"tidak perlu berlama-lama lagi, kita sambut peserta pertama, dari sekolah negeri Tirta Bangsa" ucap lili
acara berlangsung megah dan lancar, penampilan seluruh peserta sangat memukau dan memuaskan para juri. Sehingga membuat juri bingung menentukan juara nya..
acara telah selesai, pengumuman kejuaraan juga sudah di bacakan. Para panitia kembali melakukan perkerjaan mereka, yaitu membersih gedung yang digunakan selama perlombaan berlangsung..
Rani benar-benar sangat senang dan puas hasil kerja timnya, berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala saat perlombaan berlangsung dari awal sampai akhir. Tapi bukan cuman itu yang membuat Rani bahagia, ada sosok laki-laki yang berada di tempat yang sama dengan rani siapa lagi kalau bukan sang ketua jurnalis kampus.
Rani tidak berani mengajak dia berbicara. Yah begitulah Rani cuman berani di chat dong, kalau ketemu langsung ciut..
karena acara telah selesai, Rani pulang kerumahnya..
Setibanya di rumah, Rani langsung menjatuhkan badannya di sofa ruang tamu untuk menghilangkan penatnya karena kegiatan yang dilakukan seharian ini..
Keduanya orangtuanya tidak menggangu atau menanyakan kenapa Rani tidur di situ. Karena mereka tau pasti anaknya capek. Sehingga ibunya menurut niatnya untuk membangunkan Rani dan menyuruh Rani untuk mengambil perkerjaan rumah..
Malam pun tiba, seperti bias kegiatan nya, makan malam bersama penuh canda dan cerita tentang kegiatan Rani di kampus..
makan malam pun selesai, Rani memilih kembali ke kamarnya dan ingin melanjutkan tidurnya..
"mah, pah. Rani ke kamar dulu yah" ucap Rani
"kok cepat banget, sini duduk dulu" ucap mama Sinta, karena Rani lebih memilih kembali ke kamarnya
"Rani ngantuk banget ba" Rani memberikan alasan kenapa dia ingin kembali ke kamar
"yah udah sana tidur gih" mama sinta pasrah membiarkan Rani kembali ke kamar
"yah udah Rani ke atas dulu" Rani langsung bergegas menuju kamar tercinta itu..
Rani membaringkan tubuhnya di kasur empuknya. saat Rani menutup matanya, notif dari handphone terus berbunyi, Rani tidak peduli pesan-pesan yang masuk, yang terpenting sekarang yaitu tidur.
Yah begitulah lah yang di lakukan Rani, bodoh amat dengan pesan dari grup yang hanya terdiri tiga orang itu.
Tidak peduli bagaimana reaksi mereka besok kepadanya, karena tidak ikut nimbrung pada pembahasan selama di grup. yang terpenting bagi Rani tidur, agar esok hari tubuhnya kembali segar dan kuat supaya bisa menjalankan segala. Rangkai kegiatan besok.
Dan yang paling beruntung yaitu tidak ada tugas Mat.kul dari dosen, tidak ada presentasi kelompok, yang ada hanya datang ke kampus, duduk, dan menyimak materi yang akan di sampaikan dosen..
Rani terlelap dalam tidurnya dan notif yang masuk tak dapat mengurangi tidurnya. yah orang dia udah ke alam mimpi...
Jangan lupa baca dan tunggu part selanjutnya..