Penugasan di medan perang adalah hal biasa. Namun, menghadapi pengkhianatan di dalam barak asrama dinasnya sendiri adalah pertempuran yang tak pernah ia duga.
Ketika ia memergoki lettingnya sendiri menelantarkan dan menyakiti seorang wanita di sudut pangkalan militer akibat hasutan keluarga, naluri pelindungnya bangkit. Dalam sebuah tindakan nekat demi menyelamatkan kehormatan sang wanita, ia mengambil alih takdir itu. Ia membawanya pergi, melindunginya di garis depan hidupnya, dan menikahinya.
Di bawah naungan seragam lorengnya, ia memulai misi paling rahasia dalam hidupnya.. Menyembuhkan luka batin gadis itu, namun, ia harus menghadapi dendam dari rekan satu lettingnya, dan mencintainya setulus hati tanpa syarat.
Sebab di garis depan hatinya, keselamatan wanita itu adalah perintah mutlak haram untuk gagal.
KONFLIK.. SKIP bagi yang tidak sanggup.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bojone_Batman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14. 'Dinas'
Hari ini Bang Oscar menjalani sidang resmi intern di Batalyon terkait kasusnya menikahi seorang wanita tanpa sepengetahuan dinas dan kini ternyata gadis itu telah hamil. Perkara tak usai sampai disitu, gadis yang menjadi istrinya itu di sinyalir masih terlibat hubungan yang sama tanpa sepengetahuan dinas dengan Letnan Samuel.
"Letnan Satu Ricky Oscar Falaq.. Apakah benar anda menjalani pernikahan tanpa seijin dari dinas??"
"Siap.. Benar."
"Letnan Satu Samuel. Apakah benar anda masih terlihat pernikahan siri dengan Ibu Anjani Pramudhita?" Tanya petugas yang menangani.
"Siap.. Benar.............."
Bang Oscar sudah bereaksi tapi kedua saudaranya juga sang Papa menatapnya.
"Jaga sikapmu, Oscar..!!" Bisik Pak Dante.
"Mohon ijin.. Tapi........" Beberapa detik lamanya Bang Samuel terdiam. "Kami sudah berpisah. Saya sudah mentalak beliau beberapa bulan yang lalu."
Bang Oscar kemudian baru bisa bersandar, sejenak ia memejamkan mata dan mengatur nafasnya.
"Dan benarkah Ibu Anjani Pramudhita masih di bawah umur??" Tanya petugas itu lagi.
"Tidak, beliau sudah cukup umur." Jawab Bang Samuel kemudian.
Tak ada suara dari Letnan Oscar maupun Letnan Samuel, wajah keduanya sama-sama pucat pasi, terutama Bang Oscar.
Dalam hati Bang Oscar kini hanya memikirkan kondisi mental sang istri. Ia takut Pitta akan stress karena kondisi ini. Untung saja keterangan Samuel tidak begitu memberatkan.
Suasana ruang sidang terasa hening, hanya terdengar bunyi jam dinding yang berdetak pelan. Bang Oscar memejamkan mata sejenak, pikirannya masih saja tertuju pada Pitta yang menunggu di ruang tunggu bersama Mama Dilan. Ia tak bisa membayangkan bagaimana perasaan gadis itu jika mendengar semua pertanyaan berat yang dilontarkan di ruang rapat dinas Batalyon.
"Lalu selanjutnya, kami tujukan kembali pada Letnan Oscar. Apakah kehamilan tersebut terjadi setelah pernikahan, atau kah di luar pernikahan??"
"Siap.. Ijin.. Setelah pernikahan." Jawab Bang Oscar tegas.
Petugas sidang melanjutkan dengan nada tenang namun tegas.
"Baiklah. Dari keterangan kedua Letnan, kita sudah mengetahui bahwa pernikahan siri terjadi sebelum perpisahan antara Letnan Samuel dan Mbak Anjani. Kemudian terjadi ikatan baru dengan Letnan Oscar. Dua-duanya tanpa pemberitahuan kepada dinas terlebih dahulu."
"Saya mengakui kesalahan saya, karena memulai pernikahan tanpa catatan resmi, lalu membiarkan kesalahpahaman berlanjut tanpa saya jelaskan kepada pihak dinas."
Pak Dante yang duduk di barisan tepat di belakang kedua Letnan menarik napas panjang, matanya beralih ke arah Bang Oscar yang juga jauh dari kata tenang.
Bang Oscar mengangkat wajahnya, suaranya tegas dan jelas.
"Mohon ijin, komandan. Saya juga mengakui kelalaian saya tidak melaporkan pernikahan saya dengan Anjani Pramudhita. Namun saya bertanggung jawab sepenuhnya atas dirinya dan kandungannya. Saya hanya memohon agar tidak ada pertanyaan yang terlalu menekan, karena dokter sudah memperingatkan agar beliau tidak tertekan secara psikis dan mental. Saya mohon, demi calon anak saya yang masih ada di dalam kandungan."
"Baik.. Begini Letnan Oscar............."
...
Banyak pertanyaan hingga sidang tersebut memakan waktu lebih dari empat jam.
Lima menit berlalu, pintu ruang rapat terbuka. Wajah Bang Oscar nampak begitu lelah. Ia melihat Pitta menunggu disana, nampak istrinya itu gelisah.
"Bang.. Bagaimana hasilnya??? Abang di hukum???" Tanya Pitta langsung menghampiri suaminya.
Bang Oscar tersenyum tipis. "Nggak apa-apa. Aman semua."
Mama Dilan melirik Pak Dante, sebagai istri prajurit yang sudah cukup lama mendampingi suaminya, beliau seakan paham ada sesuatu yang tidak beres.
"Besok Pitta sama Mama dulu ya. Abang langsung ada pengecekan di luar kota. Hanya beberapa waktu aja, nggak lama." Kata Bang Oscar.
...
"Di sel, Bang??" Mama Dilan sampai kaget mendengarnya.
"Kesalahannya berlapis, dek. Pemeriksaan fisik kesehatan, Pitta masih baru lepas usia di bawah umur. Oscar menikah siri, sekarang hamil.. Yang lebih parah, Pitta baru ada sangkutan sama Samuel. Oscar memohon agar masalah ini jangan lagi mengusut langsung pada Pitta dan dia menanggung hukumannya sendiri." Ucap Pak Dante meruntutkan perkara agar istrinya bisa mengerti. "Oscar cemas sekali sama Pitta dan bayinya."
Mama Dilan terduduk lemas, tapi beliau juga tau pertanggung jawaban putranya juga adalah hal yang membanggakan.
"Dilan ngerti, Bang. Nggak apa-apa, kita bantu jaga Pitta." Kata Mama Dilan.
"Tapi Oscar berpesan, Pitta jangan sampai tau. Jadi kamu sebagai mama mertuanya jangan sampai salah bicara. Harus ingat betul ya, Ma." Peringatan Pak Dante.
"Dilan pasti ingat, Bang."
***
Esok paginya anggota PM Batalyon datang menjemput. Mereka begitu tenang seperti arahan Letnan Oscar, tapi perasaan Pitta seakan tidak bisa di bohongi.
"Walaupun Pitta ini tidak paham apapun, Pitta tau Abang mau kemana."
Bang Oscar kaget mendengarnya. Pak Dante dan Mama Dilan mulai gelisah. Menantu mereka membuat detak jatung tak beraturan.
"Kemana??" Tanya Bang Oscar setengah meledek padahal di dalam hatinya sudah tak karuan.
"Abang mau nangkap anggota yang terlibat sabung ayam, ya?? Dulu.. Bang Satria pernah bilang begitu." Jawab Pitta.
deg..
'Berarti benar dugaanku, Pitta pernah bertemu dengan Satria. Kenapa Pitta nggak pernah cerita??'
"Iya, Abang nangkap anggota yang sabung ayam." Balas Bang Oscar.
Tak lama Bang Satria tiba. Seluruh pandangan tertuju pada pria tersebut. Bang Satria yang merasa mendapatkan perhatian tersendiri sedikit agak salah tingkah meskipun sikapnya tenang.
"Masih pagi sudah terkesima sama gantengku??" Ujarnya dengan gaya khas Letnan Satria yang membuat orang jengah.
.
.
.
.
ditunggu lanjutanya mba
ditunggu lanjutannya mba Nara
lanjut mba Nara👍