NovelToon NovelToon
Pernikahan Sendiri

Pernikahan Sendiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: ginevra

Di usia pernikahan yang baru dua bulan seharusnya pasangan suami sedang hangat-hangatnya memadu kasih. Namun tidak begitu dengan pernikahan Rana dan Jax. Meskipun mereka adalah pengantin baru, tapi tidak ada api cinta diantara keduanya, dingin, kaku, tanpa suara. Apakah ada cinta diantara mereka? atau mungkin semua hanyalah rumah tangga kosong?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ginevra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apa Arti Dania

Setelah selesai mengerahkan nafsu birahinya, Jax masih terjaga di kamarnya. Sementara Kristy atau siapa nama perempuan itu tertidur pulas di sampingnya hanya berpakaian selimut. Tubuhnya kelelahan sebentar namun tetap saja rasa dahaganya tidak pernah bisa terpuaskan. Entah karena terlalu banyak melakukannya atau karena Jax tidak pernah mencapai klimaks tertinginya.

"Hah..."

Tatapan lirihnya terkunci pada layar HP. Dirinya tak tahu kenapa rasanya ingin sekali menghubungi istrinya. Mungkinkah karena rindu? Itu tidak mungkin. Atau karena merasa bersalah telah mengundang wanita lain di kamarnya?

"Tapi ini kamarku, aku bebas mengundang siapapun. Toh dia nggak di rumah."

Tiba-tiba Jax tersontak. Dia lupa kalau Dania sudah terlalu lama keluar rumah hanya untuk mengunjungi neneknya. Dania tidak pernah setelat ini. Dia selalu pulang di sore hari meskipun dia sangat sibuk.

"Jangan-jangan..."

Tubuhnya langsung melonjak. Dengan hanya memakai celana pendek, Jax membuka pintunya yang terkunci. Di sana ia mengedarkan penglihatannya untuk memeriksa apakah istrinya sudah pulang. Namun hanya ada sepi yang mengumbul. Lampu rumah masih padam dan tidak ada tanda kehidupan di dapur.

Sampai ia melihat sebungkus plastik penuh jajanan tergeletak begitu saja di depan pintunya.

Prasangkanya benar. Istrinya sudah pulang dari rumah neneknya dan dia mengetahui aktivitasnya di kamar. Lalu dimana dia sekarang?

"Hei bangun!"

Jax menggoyangkan tubuh kristy dengan sangat kasar.

"Hei Putri, bukan Bella. Ck siapa tadi namamu? Pokoknya bangun!!"

Kristy mengerang karena kelelahan. Semua akrobat yang ia lakukan membuat tubuhnya sulit untuk digerakkan.

"Hei, cepetan bangun!!! Dan pulang sekarang!"

"Ah... Kenapa... Aku masih mau disini. Ayo kita lakukan lagi," bukannya merasa tersinggung Kristy malah menganggap gertakan Jax itu bagian dari bermain peran saat berhubungan badan.

"Cepat bangun!!! Atau aku seret kamu pulang!!!"

"Astaga! Gemes banget deh kalau marah gini. Jadi makin suka."

Wanita gila itu benar-benar membuat Jax hilang akal. Dia ambil pakaian Kristy yang berserakan di lantai lalu ia lempar dengan kasar ke muka Kristy.

"Hei wanita gila, pergi dari sini!" Usirnya.

"Brengsek!!! Kalau aku gila, lalu kamu apa? Dasar murahan!!! Semua cewek kamu embat."

Jax tidak merasa terintimidasi sama sekali dengan bentakan Kristy, malahan ia menggunakan kata-kata Kristy untuk menyerang balik.

"Benar aku murahan, makanya pergi sana!!! Aku juga nggak mau sama cewek yang sama murahannya."

Serampangan Kristy memakai pakaiannya. Dia tidak mau harga dirinya diinjak-injak oleh laki-laki yang tidak jauh beda dengannya. Toh mereka melakukannya atas dasar suka sama suka, kenapa malah ia mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan seperti ini. Itu benar-benar tidak adil.

"Aku tak akan melupakan penghinaan ini. Camkan itu Jax!!!!" Ucapnya sambil meninggalkan kamar Jax yang malah santai saja menghadapi ancaman yang sudah dia dengar puluhan kali pada mulut wanita yang berbeda-beda.

"Aneh, kalian yang mencariku tapi setelah mendapatkan yang kalian mau malah aku yang kena maki."

.

.

.

Hari semakin petang dan Dania tak kunjung pulang. Dimana gerangan dia berada? Dia tidak pernah seperti ini. Jax selalu bisa menggapai Dania apapun kesalahan yang ia lakukan.

"Apa karena aku melakukannya disini? Eyy mana mungkin," gumamnya.

Meskipun ia menyangkal kemungkinan itu, akan tetapi anggota tubuhnya tak bisa berbohong. Hampir setengah jam, ia mondar-mandir sambil menengok jalanan untuk memastikan istrinya pulang. Kukunya juga sudah habis karena kebiasaannya menggigit kuku saat merasa resah. Bahkan dia tidak menyadari satu detail karena terlalu khawatir.

Detail itu adalah mobil.

Mobil milik Dania terparkir rapih di depan rumah yang mengartikan sejak kepulangannya tadi sore, Dania masih di rumah.

Tapi Jax yang sudah kalang kabut tidak melihat keberadaannya. Matanya hanya terfokus pada jalanan bukan garasi depan rumah. Bahkan sandal santai Dania yang biasa dipakai juga bertengger indah di depan matanya tapi Jax tak melihatnya.

"Kalau dia marah, bisa gawat ini!"

Lalu kenapa Jax tidak menelponnya saja. Bukankah cara itu lebih mudah? Atau cek aja kamarnya. Kenapa tidak terpikirkan?

Mungkin dia sangat bodoh. Menjadi mahasiswa semester 7 di tengah-tengah mahasiswa baru itu bukan tanpa alasan. Dibandingkan memberi makan yang bergizi, seharusnya Dania mencari tutor untuk suaminya itu atau bisa dia sendiri yang mengajarinya, bagaimana cara berpikir kritis.

"Ah sudahlah! Capek gue kayak gini terus! Mending tidur," kesalnya langsung mengunci kamarnya.

Namun,

Kruuuk.....

Perutnya berbunyi sangat keras karena dia lupa kalau dari pagi dia hanya makan omelette buatan istrinya setengah porsi. Ditambah aktivitas panas yang menghabiskan tenaga, makin keroncongan lah itu perut.

Dengan menekan semua ego dan gengsinya, ia kembali keluar kamar untuk mengambil sebungkus jajanan yang ia letakkan di atas meja. Lalu ia makan satu persatu dengan rakusnya seperti belum makan satu bulan.

"Wah, kenyangnya..."

Jax melempar semua bungkus ke tempat sampah pojok kamarnya dan berbaring sampai ketiduran. Bisa-bisanya dia melupakan sesuatu yang penting dan malah tertidur dengan santainya. Bagaimna pencariannya tentang Dania? Bukankah istrinya belum ketemu?

.

.

.

Pagi harinya barulah Jax menyadari kalau semalam ia belum menemukan istrinya.

Tapi cahaya matahari yang masuk karena semalam dia lupa menutup tirainya, sangat menyilaukan mata membuat isi kepalanya terdistraksi.

"Ah... Males banget kuliah pagi."

Biasanya suara lantang Dania membuatnya terbangun namun kali ini paginya terasa sangat sepi. Dapur yang penuh suara memotong dan menggoreng, kini sunyi ditinggal Sang pemilik.

"Dimana kamu?"

Perlahan Jax mulai merasakan kesenyapan yang menyiksa.

"Aku makan apa kalau gini? Ck."

Ternyata hanya itu yang ada di pikiranmu dasar bocah nakal.

Jam sudah menunjukkan pukul 8. Otomatis Jax bergegas untuk segera berangkat. Untuk ukuran bocah malas, Jax sepertinya agak rajin akhir-akhir ini. Apakah karena pernikahannya yang baru dua bulan itu? Sepertinya pendisiplinan yang dilakukan Dania cukup membuahkan hasil.

Sesampainya di Kampus, Jax langsung berjumpa dengan kedua sahabatnya. Meskipun ada insiden pertengkaran sebelumnya, Jax dan Jason langsung akrab kembali tanpa adanya kalimat maaf atau memaafkan.

"Woy... Udah telat!!! Cepetan!!!"

"Iya iya bawel," protesnya pada James.

"Maba itu harus tepat waktu datangnya. Kalau kita yang udah skripsi mah nyantai. Yang penting janjian sama dosbing," ejek Jason sambil merangkul pundak Jax.

"Yew Maba, gue tu juga semester atas kali."

"Semester tua tapi serasa mahasiswa baru wkwkwkwk," hardik James tak mau kalah mengejek Jax.

"Tapi elu mah enak, bisa diampu sama Bu Dania. Gue juga mau ambil Matkul semester awal biar ketemu Bu Dania terus, xixixi."

Bahasan tentang Dania sedikit menyentil ulu hatinya. Rasanya seperti ada cutter kecil yang menggores kulitnya.

"Lu suka banget sama BU Dania?" Jax sengaja menekan kata Bu, agar kedua temannya tidak curiga seperti kemarin.

"Tentu aja," jawab Jason sumringah, berharap Jax tidak mengambil incarannya seperti yang sudah-sudah.

"Waduh, gue juga suka tuh gimana donk?" Ucap Jax membuat ekspektasi Jason hancur.

"Woy, lu udah punya banyak cewek. Masa Bu Dania juga lu Pepet sih."

"Yang cepat dia yang dapat. Kalau emang Bu Dania lebih suka sama elu, gue akan mengakui kekalahan."

Wah gila....

Seenteng itukah Dania bagimu Jax?

.

.

1
Xlyzy
ternyata itu yg ada dalam fikiran nya jax
Xlyzy
ini si jax mau ngapain mau bundir ya
Myz Pena
kenapa.daniaah ? apa sebenarnya terjadi dengan mu saat dulu ? 🤧
Myz Pena
aku makin penasaran.apa.yang sebenarnya terjadi
Myz Pena
jax mode lagi puber 🤭🤣
Myz Pena
liam meskipun kamu tahu sesuatu di kehdiupan pribadi daniah . please stop mencari dan mengorek luka lama itu 🤧
Myz Pena
hmmmmmm jadi jax dari panti asuhan 🫣
Myz Pena
apa yanb sebenarnya terjadi penasaran
Myz Pena
rahasia apa itu daniah ?? 🫣
Myz Pena
berarti liam ini juga tahu 🫣
Myz Pena
aduh bocah berarti emang brondong yang dinikahi daniah ini🫣
Myz Pena
kasihan liam... aduuh andaikan daniah bersama liam tapi apalah daya author tidak merestui hubungan mereka 🤭
Myz Pena
wkwkwk cembukor kau rupanya 🤣
Myz Pena
aduhai pikiran kalian ternyata sama.. semoga di mudahkan malam pertamanya 🤣
Myz Pena
apakah itu daniah ?? penasaran
Myz Pena
ya lah.. predikat mu itu loh buaya darat cap kuda 🫣
Myz Pena
jason kenal betul.jax.. wkwkwk nggak heran buruk terus lrasangkanya mereka setial jax dekat cewek 🤣
Myz Pena
wkwkkwkwkw kamu di tipu jax.dia bohonh 🤣
Myz Pena
maafkan aku jason aku sudah tidak mendukung mu 👍
Myz Pena
ya benar mungkin karena kau sering merokok.. 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!