NovelToon NovelToon
Benih Jenius Sang Miliarder

Benih Jenius Sang Miliarder

Status: tamat
Genre:Anak Kembar / Lari Saat Hamil / One Night Stand / Anak Genius / CEO / Mafia / Tamat
Popularitas:590.9k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Lima tahun lalu, Clara Jasmine melarikan diri dari sebuah malam penuh gairah di daratan Swiss, meninggalkan secarik pesan usang dan membawa pergi rahasia besar yang mengubah hidupnya selamanya.
​Kini, Clara kembali ke Jakarta sebagai single mother yang berjuang membesarkan anak kembarnya, Ken dan Key. Namun, si kembar bukanlah balita biasa. Di balik wajah polos mereka, Ken dan Key adalah peretas cilik jenius dengan sepasang mata abu-abu yang sangat tajam.
​Takdir seolah mempermainkan Clara ketika ia tak sengaja bekerja di Van Der Berg Group.

Alexio Van Der Berg, sang CEO dingin dan tak tersentuh penguasa perusahaan tersebut.
​Melihat sepasang mata abu-abu yang menatapnya dengan berani, dunia Alexio berhenti berputar. Pria yang selama lima tahun nyaris gila mencari pemilik surat di dompetnya itu akhirnya menemukan buruannya.

​"Lima tahun kau berlari membawa darah dagingku, Clara. Mulai hari ini, kau dan anak-anak tidak akan bisa pergi ke mana-mana lagi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode14

Pintu ruang rawat VVIP Rumah Sakit terbuka dengan desisan pelan. Alexio melangkah masuk dengan gaya otoritas yang menguar kuat. Namun, kali ini sang penguasa bisnis itu tidak datang sendiri. Di tangan kanan dan kirinya, ia menggandeng dua balita berwajah rupawan.

Ken, sang pangeran kecil dengan kemeja rapi dan kacamata bacanya, serta Key, gadis kecil cantik dengan rambut yang dikepang sempurna. Keduanya mewarisi garis rahang yang tegas serta sepasang iris mata abu-abu berkabut yang teramat identik dengan sosok yang menggandeng mereka saat ini.

Keheningan seketika menyergap ruangan. Andries, Olivia dan Alexander yang tadinya sudah menyiapkan rentetan omelan karena Alexio dinilai terlambat, mendadak mematung kaku bagai tersihir mantra.

Tiga pasang mata para sesepuh keluarga Van Der Berg itu membelalak lebar, menatap tak percaya pada dua sosok mungil di samping Alexio.

"A-Alexio..." suara Olivia tercekat di tenggorokan, matanya tak berkedip meneliti struktur wajah Ken dan Key. "Siapa... siapa anak-anak ini?"

Andries yang biasanya selalu bersikap tenang dan rasional kini ikut menahan napas.

"Alexio, apa maksudnya ini? Jangan bilang kamu—"

"Ini kejutannya, Mom, Dad, Kak," potong Alexio dengan suara berat dan tenang, namun menyiratkan kebanggaan absolut yang menggetarkan seisi ruangan.

"Ini Kenzie dan Keysha. Mereka adalah anak kandungku. Pewaris generasi ketiga dari garis darah Van Der Berg."

"APA?!" pekik Olivia dan Adries bersamaan, nyaris melompat dari tempat mereka berpijak.

Alexander yang semula terbaring lesu dengan selang infus, seketika menegakkan posisinya.

Seolah mendapat keajaiban medis dan suntikan energi baru, pria tua itu menatap dua bocah di hadapannya dengan mata berbinar-binar. Rasa sakit di tubuhnya seakan menguap begitu saja.

Sebelum kebingungan ketiga orang tua itu berlanjut, Key melepaskan genggaman tangan Alexio. Dengan langkah-langkah kecilnya yang menggemaskan, gadis itu mendekati ranjang Alexander.

"Halo, Kakek Buyut," sapa Key dengan suara melengking namun berartikulasi sangat rapi. Ia berjinjit sedikit untuk melihat layar monitor medis di samping ranjang.

"Menurut observasiku pada gelombang elektrokardiogram di monitor itu, ritme jantung Kakek Buyut perlahan mulai stabil. Sepertinya hipotesis kami tentang kehadiran cicit yang dapat memicu hormon endorfin benar-benar terbukti valid!"

Sementara itu, Ken membetulkan posisi kacamata kecilnya yang melorot di pangkal hidung, lalu menundukkan badan dengan postur membungkuk 45 derajat yang sangat elegan.

"Selamat sore Kakek Buyut, Opa, dan Oma. Izinkan saya mengonfirmasi identitas kami. Saya Kenzie, dan ini saudari kembar saya, Keysha," ucap Ken memperkenalkan dirinya dengan sopan.

"Secara etika sosial dan hierarki keluarga, kami memang diwajibkan memberi salam hormat lebih dulu kepada para tetua."

Olivia yang mendengar sapaan sangat sopan dan kosa kata tingkat tinggi dari si kembar langsung menutup mulutnya. Ia tak sanggup menahan rasa haru yang membuncah. Air mata kebahagiaan luruh membasahi pipinya. Ia berlutut di hadapan Ken dan Key, lalu merengkuh kedua cucunya itu ke dalam pelukan yang sangat erat.

"Tuhan ... mata abu-abu ini, hidung ini ... ketenangan ini ..." tangis Olivia pecah, mengusap lembut pipi si kembar secara bergantian. "Andries, lihat! Mereka benar-benar darah daging Alexio! Mereka cucu kita!"

Andries melangkah mendekat dengan dada bergemuruh hebat. Tangannya yang sedikit gemetar ikut mengusap puncak kepala Ken dan Key. Rasa bahagia yang tak terlukiskan memenuhi relung hatinya. Tanpa perlu tes DNA, siapa pun yang melihat si kembar akan langsung tahu bahwa mereka adalah titisan murni seorang Alexio Van Der Berg.

Di atas ranjang, Alexander tertawa terbahak-bahak, sebuah tawa renyah nan menggelegar yang sudah bertahun-tahun tak terdengar dari mulut sang legenda bisnis tersebut. Senyum kebanggaan terukir lebar di wajah rentanya yang kini kembali berseri-seri penuh tenaga.

"Sini... mendekat ke Kakek buyut, cicit-cicit jenius Kakek..." panggil Alexander dengan suara yang kini terdengar sangat mantap dan berwibawa.

Key dan Ken menurut, melangkah mendekat dan menyentuh tangan sang kakek buyutnya. Key bahkan tanpa ragu mengecup pipi Alexander dengan sayang.

"Kakek Buyut harus optimis, ya! Kata Mama, afirmasi positif bisa mempercepat regenerasi sel," celoteh Key polos.

"Nanti kalau Kakek sudah boleh check-out dari rumah sakit, kita main rakit robot dengan motor servo ganda bersama!" tambah Ken tak mau kalah.

Hati Alexander melumer sepenuhnya. Pria tua yang paling ditakuti di dunia bisnis Eropa dan Asia itu kini tak berdaya menghadapi keimutan sekaligus kecerdasan dua cicit ciliknya. Ia mendongak menatap Alexio dengan kilat mata penuh kemenangan dan kebanggaan yang meluap-luap.

"Luar biasa... ini sangat luar biasa, Alexio!" puji Alexander gembira.

"Kamu tidak hanya membawa calon penerus, tapi kamu langsung membawakan Kakek dua bibit jenius sekaligus!"

Tawa di ruangan itu perlahan mereda, digantikan oleh keseriusan saat Alexander menatap Alexio tajam, namun dengan sorot yang sangat hangat.

"Lalu, di mana ibunya, Alexio?" tanya Alexander menuntut.

"Di mana wanita hebat yang sudah melahirkan dan mendidik harta karun keluarga kita ini? Di mana cucu menantuku?!"

Bersambung....

1
V3
kalau model nya sdh membatalkan kontrak dan menghilang ,,,,, yaa dh lah mending Ketty atau Clara ja yg JD model nya 🤣🤣🤣
atau Oma nya si Kembar ja yg JD Model Dadakan nya 🤣🤣🤣
V3
mmg cari mati si keluarga Smith ,, sdh gali lobang kuburan nya sndri 🤣🤣🤣
V3
si kembar gercep bgt ,,, tangan Jenius nya lngsung dapat siapa tikus-tikus itu 👏👏
kini tugas papa Xio yg akan menghancurkan semua tikus-tikus itu 🤣🤣
V3
hahahaha ..... Keluarga Smith mo meretas servernya Clara ,, mana bisa 🤣🤣
yg ada kalian skrg yg hancur di bantai oleh anak kembarnya Clara 🤣🤣🤣
V3
naaah bgtu donk Clara ,, skrg mah kamu jgn nunduk trs ,, skrg sdh waktunya kamu mengangkat kepala mu dr orang-orang jahat spt tu 👏👏👏
V3
setelah sekian tahun Clara hidup susah dan sllu Nomaden hidup nya bersama si kembar ,,,, kini kesusahan itu berbuah manis.
kini hidup Clara sdh bahagia dan sejahtera 🤗💃💃🤗
V3
knp di sensor sich ,,, kn JD gak bisa ikutan traveling Loch aku nya 😔😔🤣🤣🤣🤣
riniasyifa: gak boleh Kak, banyak bocil lewat nanti author di bully lagi 🤭🤭🤣🤣🤣
total 1 replies
V3
daaah githu acara belum beres dh ngomong masalah Proyek baru ,, proyek pembuatan anak kembar 🤣🤣🤣🤣🤣🤦🤦🤦
V3
eeeet daaach ... Xio gak sadar diri amat yaaaaa ,,,, para tamu msh ngejubel bgtu laaah masa mo di usir semuanya 🤦🤦🤦
susaaah mmg kalau the Sultan mah semua udel nya ja 🤦🤦
V3
PR nya Alexio adalah mencari asal usul keluarga Clara
Elizabeth
ga ada habisnya selalu ada musuh dimana " tp gpp makin seru krn klo g ada musuh akan cepat tamat😂🥰😂
Elizabeth
ikut tegang bacanya👍👍
V3
gsah takut Clara ,,, kamu mah tinggal diam ja benar apa kata Daddy Andries ,, kamu tinggal istirahat dan ke Salon ,,, semuanya akan beres dalam sekejap mata 🤣🤣🤣
Ini mah Sultan di atas nya Sultan x yaa
V3
hadeeeeww ...... ada ja ulat bulu yang menggangu 🤦
mo pke jalan pintas untuk mjd nyonya muda Van Den Berg 🤣🤣🤣
V3
walaupun hanya membaca tp aku ikut merasakan kebahagiaan nya 👏👏👏💃💃💃
V3
waalaikumsalam kak Rini 🤗
legaaaaaaaaaaaa rasanya karena si kembar dan Clara di terima dg Baik oleh keluarga Alexio 💃💃
V3
sabar yaaaa Kakek ,,, skrg Cucu Menantu Mu sdg ketakutan tuch ,,, takut TDK di akui oleh oleh Van Den Berg 🤣🤣
V3
penasaran nich ,, apakah si kembar di terima baik oleh keluarga Alexio ❓🤔
V3
wajaaar lach JK Clara memiliki pemikiran spt itu ,,,,, kaaan mmg banyak kenyataan yang terjadi spt itu 🤣🤣🤣🤣🤣
V3
Keluarga Van Den Berg : Alexander ( Kakek ) ,, Andries ( Anak ) ,, dan Alexio ( Cucu )
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!