NovelToon NovelToon
Bidadari Pak Letnan Minta Bercerai

Bidadari Pak Letnan Minta Bercerai

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Raja Tentara/Dewa Perang / Perjodohan
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ibah Ibah

"Rin mau kemana? kenapa diam-diam membawa koper begitu?" Tanya Aga merasa curiga pada istrinya, mendadak istrinya pamit pergi, padahal dia baru saja pulang dari pasar. Arin diam saja dan tetap memasukkan kopernya ke dalam bagasi mobil. "Rin aku nanya sama kamu? Kalau mau pergi, aku antar" "Tidak perlu mas, di dalam masih ada tamu" "Tamu Istimewa" Imbuh Arin dalam hati. Arin menyerah. Sejak kecil dia sudah mengabdi di keluarga suaminya karena mereka telah di jodohkan sejak kecil. Arin kira pengorbanan dan kesabarannya akan membuat suaminya luluh, namun dia salah. Suaminya bahkan membawa wanita idamannya ke dalam rumah. Arin sudah tidak tahu apa yang ingin dia pertahankan di rumah ini, bahkan setelah satu tahun menikah, tak sekalipun dia di sentuh. "Tunggu aku sebentar, keluarkan kopermu. Masukkan ke mobil ku, aku akan mengantarmu" Pinta Aga, namun Arin sudah mati rasa, dia langsung meminta supir melajukan mobilnya.Arin tak memperdulikan Aga yang berteriak sambil berlari mengejarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ibah Ibah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6

Hari ini mas Aga libur, saat seperti ini aku tidak berani lama-lama di rumah, setelah membuat sarapan dan membersihkan rumah aku langsung ke toko kue, urusan mencuci baju aku alihkan besok saja saat dia tidak ada, jika aku terlalu lama di dekatnya dia pasti langsung ke luar rumah. Aku tahu dia lelah bertugas, jadi aku memilih menjauh agar dia bisa istirahat dengan tenang di rumah.

Rumah ibu sederhana tidak terlalu besar, kami hanya bertiga aku menolak saat ibu ingin mencari Asisten rumah tangga, toh di toko sudah ada dua karyawan yang membantu, aku tidak akan terlalu lelah. Lagi pula jika aku tidak sibuk, aku pasti selalu ingat dengan masalah pernikahan ku yang entah mau di bawa kemana.

"Nggak di rumah aja Rin? Kamu pulang saja nemenin suami kamu" Pinta Ibu.

"Arin mau antar pesenan kue ini Bu, sekalian beli bahan-bahan yang sudah habis"

Ibu langsung mengambil pesanan kue yang akan aku antar, aku sempat bingung kenapa ibu membawanya.

"Ayo ikut ibu"

Aku mengekor di belakang Ibu, ternyata Ibu berjalan ke arah rumah. Hati ini sempat kebat-kebit tak karuan saat Ibu masuk ke kamar kami.

"Aga!"

Mas Aga yang tertidur di ranjang sontak langsung bangun mendengar teriakkan Ibunya.

"Ada apa ma?"

"Kamu ini, tiap hari sibuk, sekali libur kenapa nggak ajak istri kamu jalan-jalan? Kalian masih pengantin baru Lo ga. Harus sering menghabiskan waktu berdua"

"Aga capek ma, mau istirahat sebentar. Lagi pula Arin sibuk kan?"

Ibu nampak kesal, dia menarik tangan mas Ga agar bangun, aku hanya bisa melihat itu dari ambang pintu, tentu aku tidak berani mendekat.

"Kalau istri sibuk ya di bantu nak, Ini kamu antar kue ini sama Arin, nanti sekalian ke pasar, setelah itu kalian jalan-jalan saja. Gunakan waktu bersama Ga"

"Iya, Aga ke kamar mandi dulu"

Ibu menatap ku sambil tersenyum menang, dia seperti telah memenangkan hadiah besar.

"Kamu dandan yang cantik, jangan pulang sebelum malam, bersenang-senanglah, mengerti?"

"Iya Bu"

Di dalam mobil, kami sama-sama diam, tidak ada percakapan sama sekali, kami benar-benar seperti orang asing.

Dia memutar musiknya sendiri dengan headset. Dia seperti ada di dunianya sendiri. Aku menatap ke arah jendela, meresapi masih diri, ku hirup bau parfum nya yang begitu wangi, aku sangat suka parfum mas Aga, begitu menenangkan. Aku hanya bisa menatapnya dari jauh, merasakan kehadirannya dengan aroma ini.

Aku mengantar Kue pesanan lebih dulu, setelah itu mas Aga mengantar ku ke pasar.

Aku membayangkan kami berbelanja berdua, dia mendorong keranjang belanjaan kami dan aku berjalan di depannya dengan penuh senyum kebahagiaan. Tapi semua itu tinggallah angan,jangankan masuk ke dalam, dia bahkan tidak keluar dari mobilnya sama sekali.

"Jangan lama-lama!"

Aku menatapnya perih, apa ini yang di namakan quality time? Apa ini yang di namakan jalan-jalan berdua? Dia bahkan tidak mengajak ku bicara.

Jangankan mengajak ku makan di restoran, ke cafe saja dia enggan. Dia mana mungkin mau membahagiakan aku, meski aku sudah berkorban banyak untuknya. Dua kali dia hampir kehilangan nyawa, dua kali pula aku menolongnya, tapi dia sama sekali tidak pernah berterima kasih. Dia bahkan membenci ku. Meski tidak mencintai ku, apa dia tidak bisa mengaggap ku sebagai teman? Setidaknya aku tidak akan sesakit ini, di benci tanpa alasan jelas.

Ku hembuskan nafas dengan berat sebelum masuk ke toko swalayan. Aku tidak bersantai karena di luar Mas Aga menunggu ku. Bahan di toko banyak yang habis, aku tidak mungkin bisa sebentar di sini. Aku bergegas mengambil apapun yang aku butuhkan, aku sudah mencatatnya di ponsel. Tapi apa yang ku tulis tidak mungkin berdekatan, aku harus bolak-balik untuk mencarinya.

Ku tatap pewarna makanan yang biasa aku gunakan.

"Itu tinggi sekali"

Gumamku, aku ragu untuk mengambilnya, apa tangan ini sampai?

Aku mencoba meraihnya dengan berjinjit dan melompat pelan, tapi tetap saja tangan ini tak sampai.

"Andai saja aku bisa berenang seperti di kampung, tubuh ku mungkin bisa lebih tinggi" Gumamku sambil menggerutu sendiri. Dulu aku memang sering di ajari bapak berenang di laut. Berkat itu pula aku bisa menyelamatkan nyawa Aga.

Aku mencoba sekali lagi untuk mengambil pewarna makanan itu, aku berjinjit dan mengambil aba-aba. Namun mendadak sebuah tangan panjang berada tepat di tas kepalaku. Tangan itu mengambil pewarna makanan itu dan memberikan itu padaku. Aku menoleh, hati ini sudah sangat berbunga-bunga mengira orang itu adalah Mas Aga, tapi saat aku menoleh, ternyata dia bukan mas Aga.

Seorang lelaki bertubuh tinggi, kulitnya putih bersih, wajahnya lumayan tampan, dan senyumnya begitu menawan.

"Astaga! Apa yang aku pikirkan? Kenapa aku memuji lelaki lain? Aku ini sudah bersuami"

Aku menunduk sambil mengelus dada, beristighfar karena sudah terpesona dengan lelaki lain. Aku ingin berterima kasih pada orang itu, namun dia justru terkikik sendiri sambil melihatku. Aku jadi merasa heran padanya.

"Kamu nggak kenal sama aku Rin?"

Aku kembali menatapnya, kepalaku berkerut mencoba mengingat siapa dia.

"Siapa ya?"

Saat dia menggembungkan pipinya dan menggaruk rambutnya, barulah aku ingat.

"Dewa?"

Lelaki itu tersenyum sambil mengangguk kecil.

"Astaga Dewa! Ini beneran kamu? Kemana lemak-lemak kamu pergi?" Teriak ku heran.

Sumpah dulu saat di bangku SMP dia begitu gendut, dia juga sering menggaruk kepalanya. Kami adalah dua siswa yang sering di kucilkan di sekolah, aku memiliki teman di sekolah ku karena dia juga di kucilkan. Jika aku di anggap sebelah mata karena dari desa, si Dewa selalu di ejek karena tubuhnya yang gembul. Kami berteman selama di SMP. Tapi di SMA dia pergi entah kemana. Aku tidak menyangka akan bertemu dia di sini.

"Gimana? Aku sudah tampan kan?"

"Tampan sekali, Astaga! Aku benar-benar tidak mengenali kamu. Kamu berubah sekali, jadi seperti artis" Kekeh ku.

Dewa ikut tertawa mendengarnya.

"Mau ngopi bareng?" Tawarnya.

Seketika aku ingat kalau ada Mas Aga di luar sana.

"Maaf ya Wa, aku nggak bisa. Aku buru-buru, suamiku sudah nunggu aku di luar"

Mendengar kata suami, senyum Dewa langsung menghilang, aku tidak tahu kenapa. Tapi aku harus buru-buru sekarang, aku takut Mas Aga marah padaku.

"Terima kasih ya Wa sudah bantu tadi"

Dia mengagguk pelan. Aku bergegas pamit, sebenarnya aku ingin sekali mengiyakan ajakan Dewa, tapi mau bagaimana lagi, Mas Aga pasti kesal kalau aku lama-lama di sini.

"Rin minta nomor telfon kamu"

Aku membuka tas ku, mengambil kartu nama ku di sana.

"Ini. Maaf ya Wa, aku buru-buru"

"Lain kali kita makan bareng ya?"

Aku mengagguk sambil melambaikan tangan padanya. Dia juga melakukan hal yang sama.

Aku segera ke kasir, membayar semua barang yang aku beli.

Ku bawa keranjang ke luar untuk memudahkan aku membawa barang, setelah sampai mobil baru aku kembalikan. Namun saat di tempat parkir, aku tidak melihat mobil Mas Aga.

"Mas Aga kemana?"

Aku mencoba menghubungi dia, namun ternyata dia sudah mengirimi aku sebuah pesan.

'Aku keluar dulu, kamu jangan pulang sebelum aku jemput kamu, jalan-jalan saja dulu ke tempat yang kamu mau'

Tubuhku langsung lemas saat membaca pesan itu, gimana aku bisa jalan-jalan dengan belanjaan sebanyak ini? Rasanya aku ingin menangis di tempat ini. Mas Aga benar-benar tega.

1
sutiasih kasih
lnjutkan thor
D_wiwied
part si Aga yg lg cari pembenaran 🤭
D_wiwied: masih nunggu hidayah keknya tuh kak 😁
total 2 replies
sutiasih kasih
up bnyak" thorrrr...
ku kirim ☕☕ biar semangat...
sutiasih kasih
lnjut up thor.... g sabar ada apa gerangan yg mmbuat otak aga mndadak waras layaknya suami..
krna slm ini aga brusaha keras untuk mmbuat arin prgi dri hidupnya... krna arin istri yg sangat" dia benci...
Ibah Ibah: kalau mau detail sabar dulu, POV nya masih 2 bab an kakak 😄😄
total 1 replies
D_wiwied
pov nya lama banget mau sampe berapa bab, alurnya lambat kenapa ga up bbrp bab sekalian thor
D_wiwied
hidup dlm kesalah pahaman aja terus Ga, dan bila saat nya nanti Arin benar2 pergi darimu siap2 aja kamu menyesal
D_wiwied
gpp Rin, aku jg masih meragu koq sm si Aga, aneh aja koq tiba-tiba bs berubah
Ma Em
Arin jgn bodoh kamu untuk apa kamu bertahan dgn lelaki yg tdk mencintaimu Arin bahkan Aga sdh punya kekasih , untuk apa Arin menyiksa diri sendiri yg hrs nya berterima kasih dan berhutang budi itu hrs nya Aga pada Arin karena sdh dua kali Arin menyelamatkan hdp nya Aga bkn Arin yg berkorban .
D_wiwied
dahlah Rin tinggalin aja si Aga, males aku ngliat air mata mu 😆🤭
D_wiwied
lanjut
D_wiwied
ini kamu ucapkan langsung ke Aga apa cm kamu batin dlm hati Rin, koq kek ga ada respon dr si agar agar
D_wiwied: perlu digaplok pake bakiak keknya ya, biar cepet sadar 🤭🤭🤣
total 2 replies
D_wiwied
stop jd orang bodoh Rin, sebelum kamu tambah sakit mending lepaskan saja si Aga toh dia jg ga cinta kan sama kamu, buat apa buang2 waktu, tenaga dan pikiran mu
D_wiwied
ga usah di susulin Rin, ga usah peduli jg pasti dia udah janjian sm pacarnya tuh yg ada kalo kamu nekat ngusulin dia kamu mlh sakit hati ngeliatnya
D_wiwied
ada ya suami yg bodoh kek si Aga
D_wiwied
ternyata masih sepupuan Aga Dewa, yook kejar cinta mu Wa
D_wiwied
duh Wa, ga pake pembukaan dulu lgs main todong ya jelas Arin nya kaget dong 😆🤣🤣
D_wiwied
heh itu kamu Rin yg dimaksud, iyaa kamu.. dasar ga peka anak satu ini 🤭😆
D_wiwied: suaminya antara bego dan gengsi, dikasih istri spek bidadari sholehah mlh dianggurin 😆
total 4 replies
D_wiwied
aki sumpahin kamu yg pd akhirnya akan jatuh sejatuh2 nya sm Arin, jd letnan bucin 🤣🤣😆
D_wiwied: duuuh.. iya deh iya😁😆
total 4 replies
D_wiwied
jahatnya kamu Aga, jangan smpe kamu nyesel ya.. biasanya stlh orangnya ga ada baru akan terasa kehilangan dan saat kamu menyadari rasa kehilangan org yg kamu cintai tp sudah terlambat 😆🤭🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!