NovelToon NovelToon
Bidadari Pak Letnan Minta Bercerai

Bidadari Pak Letnan Minta Bercerai

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Raja Tentara/Dewa Perang / Perjodohan / Tamat
Popularitas:748.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ibah Ibah

"Rin mau kemana? kenapa diam-diam membawa koper begitu?" Tanya Aga merasa curiga pada istrinya, mendadak istrinya pamit pergi, padahal dia baru saja pulang dari pasar. Arin diam saja dan tetap memasukkan kopernya ke dalam bagasi mobil. "Rin aku nanya sama kamu? Kalau mau pergi, aku antar" "Tidak perlu mas, di dalam masih ada tamu" "Tamu Istimewa" Imbuh Arin dalam hati. Arin menyerah. Sejak kecil dia sudah mengabdi di keluarga suaminya karena mereka telah di jodohkan sejak kecil. Arin kira pengorbanan dan kesabarannya akan membuat suaminya luluh, namun dia salah. Suaminya bahkan membawa wanita idamannya ke dalam rumah. Arin sudah tidak tahu apa yang ingin dia pertahankan di rumah ini, bahkan setelah satu tahun menikah, tak sekalipun dia di sentuh. "Tunggu aku sebentar, keluarkan kopermu. Masukkan ke mobil ku, aku akan mengantarmu" Pinta Aga, namun Arin sudah mati rasa, dia langsung meminta supir melajukan mobilnya.Arin tak memperdulikan Aga yang berteriak sambil berlari mengejarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ibah Ibah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6

Hari ini mas Aga libur, saat seperti ini aku tidak berani lama-lama di rumah, setelah membuat sarapan dan membersihkan rumah aku langsung ke toko kue, urusan mencuci baju aku alihkan besok saja saat dia tidak ada, jika aku terlalu lama di dekatnya dia pasti langsung ke luar rumah. Aku tahu dia lelah bertugas, jadi aku memilih menjauh agar dia bisa istirahat dengan tenang di rumah.

Rumah ibu sederhana tidak terlalu besar, kami hanya bertiga aku menolak saat ibu ingin mencari Asisten rumah tangga, toh di toko sudah ada dua karyawan yang membantu, aku tidak akan terlalu lelah. Lagi pula jika aku tidak sibuk, aku pasti selalu ingat dengan masalah pernikahan ku yang entah mau di bawa kemana.

"Nggak di rumah aja Rin? Kamu pulang saja nemenin suami kamu" Pinta Ibu.

"Arin mau antar pesenan kue ini Bu, sekalian beli bahan-bahan yang sudah habis"

Ibu langsung mengambil pesanan kue yang akan aku antar, aku sempat bingung kenapa ibu membawanya.

"Ayo ikut ibu"

Aku mengekor di belakang Ibu, ternyata Ibu berjalan ke arah rumah. Hati ini sempat kebat-kebit tak karuan saat Ibu masuk ke kamar kami.

"Aga!"

Mas Aga yang tertidur di ranjang sontak langsung bangun mendengar teriakkan Ibunya.

"Ada apa ma?"

"Kamu ini, tiap hari sibuk, sekali libur kenapa nggak ajak istri kamu jalan-jalan? Kalian masih pengantin baru Lo ga. Harus sering menghabiskan waktu berdua"

"Aga capek ma, mau istirahat sebentar. Lagi pula Arin sibuk kan?"

Ibu nampak kesal, dia menarik tangan mas Ga agar bangun, aku hanya bisa melihat itu dari ambang pintu, tentu aku tidak berani mendekat.

"Kalau istri sibuk ya di bantu nak, Ini kamu antar kue ini sama Arin, nanti sekalian ke pasar, setelah itu kalian jalan-jalan saja. Gunakan waktu bersama Ga"

"Iya, Aga ke kamar mandi dulu"

Ibu menatap ku sambil tersenyum menang, dia seperti telah memenangkan hadiah besar.

"Kamu dandan yang cantik, jangan pulang sebelum malam, bersenang-senanglah, mengerti?"

"Iya Bu"

Di dalam mobil, kami sama-sama diam, tidak ada percakapan sama sekali, kami benar-benar seperti orang asing.

Dia memutar musiknya sendiri dengan headset. Dia seperti ada di dunianya sendiri. Aku menatap ke arah jendela, meresapi masih diri, ku hirup bau parfum nya yang begitu wangi, aku sangat suka parfum mas Aga, begitu menenangkan. Aku hanya bisa menatapnya dari jauh, merasakan kehadirannya dengan aroma ini.

Aku mengantar Kue pesanan lebih dulu, setelah itu mas Aga mengantar ku ke pasar.

Aku membayangkan kami berbelanja berdua, dia mendorong keranjang belanjaan kami dan aku berjalan di depannya dengan penuh senyum kebahagiaan. Tapi semua itu tinggallah angan,jangankan masuk ke dalam, dia bahkan tidak keluar dari mobilnya sama sekali.

"Jangan lama-lama!"

Aku menatapnya perih, apa ini yang di namakan quality time? Apa ini yang di namakan jalan-jalan berdua? Dia bahkan tidak mengajak ku bicara.

Jangankan mengajak ku makan di restoran, ke cafe saja dia enggan. Dia mana mungkin mau membahagiakan aku, meski aku sudah berkorban banyak untuknya. Dua kali dia hampir kehilangan nyawa, dua kali pula aku menolongnya, tapi dia sama sekali tidak pernah berterima kasih. Dia bahkan membenci ku. Meski tidak mencintai ku, apa dia tidak bisa mengaggap ku sebagai teman? Setidaknya aku tidak akan sesakit ini, di benci tanpa alasan jelas.

Ku hembuskan nafas dengan berat sebelum masuk ke toko swalayan. Aku tidak bersantai karena di luar Mas Aga menunggu ku. Bahan di toko banyak yang habis, aku tidak mungkin bisa sebentar di sini. Aku bergegas mengambil apapun yang aku butuhkan, aku sudah mencatatnya di ponsel. Tapi apa yang ku tulis tidak mungkin berdekatan, aku harus bolak-balik untuk mencarinya.

Ku tatap pewarna makanan yang biasa aku gunakan.

"Itu tinggi sekali"

Gumamku, aku ragu untuk mengambilnya, apa tangan ini sampai?

Aku mencoba meraihnya dengan berjinjit dan melompat pelan, tapi tetap saja tangan ini tak sampai.

"Andai saja aku bisa berenang seperti di kampung, tubuh ku mungkin bisa lebih tinggi" Gumamku sambil menggerutu sendiri. Dulu aku memang sering di ajari bapak berenang di laut. Berkat itu pula aku bisa menyelamatkan nyawa Aga.

Aku mencoba sekali lagi untuk mengambil pewarna makanan itu, aku berjinjit dan mengambil aba-aba. Namun mendadak sebuah tangan panjang berada tepat di tas kepalaku. Tangan itu mengambil pewarna makanan itu dan memberikan itu padaku. Aku menoleh, hati ini sudah sangat berbunga-bunga mengira orang itu adalah Mas Aga, tapi saat aku menoleh, ternyata dia bukan mas Aga.

Seorang lelaki bertubuh tinggi, kulitnya putih bersih, wajahnya lumayan tampan, dan senyumnya begitu menawan.

"Astaga! Apa yang aku pikirkan? Kenapa aku memuji lelaki lain? Aku ini sudah bersuami"

Aku menunduk sambil mengelus dada, beristighfar karena sudah terpesona dengan lelaki lain. Aku ingin berterima kasih pada orang itu, namun dia justru terkikik sendiri sambil melihatku. Aku jadi merasa heran padanya.

"Kamu nggak kenal sama aku Rin?"

Aku kembali menatapnya, kepalaku berkerut mencoba mengingat siapa dia.

"Siapa ya?"

Saat dia menggembungkan pipinya dan menggaruk rambutnya, barulah aku ingat.

"Dewa?"

Lelaki itu tersenyum sambil mengangguk kecil.

"Astaga Dewa! Ini beneran kamu? Kemana lemak-lemak kamu pergi?" Teriak ku heran.

Sumpah dulu saat di bangku SMP dia begitu gendut, dia juga sering menggaruk kepalanya. Kami adalah dua siswa yang sering di kucilkan di sekolah, aku memiliki teman di sekolah ku karena dia juga di kucilkan. Jika aku di anggap sebelah mata karena dari desa, si Dewa selalu di ejek karena tubuhnya yang gembul. Kami berteman selama di SMP. Tapi di SMA dia pergi entah kemana. Aku tidak menyangka akan bertemu dia di sini.

"Gimana? Aku sudah tampan kan?"

"Tampan sekali, Astaga! Aku benar-benar tidak mengenali kamu. Kamu berubah sekali, jadi seperti artis" Kekeh ku.

Dewa ikut tertawa mendengarnya.

"Mau ngopi bareng?" Tawarnya.

Seketika aku ingat kalau ada Mas Aga di luar sana.

"Maaf ya Wa, aku nggak bisa. Aku buru-buru, suamiku sudah nunggu aku di luar"

Mendengar kata suami, senyum Dewa langsung menghilang, aku tidak tahu kenapa. Tapi aku harus buru-buru sekarang, aku takut Mas Aga marah padaku.

"Terima kasih ya Wa sudah bantu tadi"

Dia mengagguk pelan. Aku bergegas pamit, sebenarnya aku ingin sekali mengiyakan ajakan Dewa, tapi mau bagaimana lagi, Mas Aga pasti kesal kalau aku lama-lama di sini.

"Rin minta nomor telfon kamu"

Aku membuka tas ku, mengambil kartu nama ku di sana.

"Ini. Maaf ya Wa, aku buru-buru"

"Lain kali kita makan bareng ya?"

Aku mengagguk sambil melambaikan tangan padanya. Dia juga melakukan hal yang sama.

Aku segera ke kasir, membayar semua barang yang aku beli.

Ku bawa keranjang ke luar untuk memudahkan aku membawa barang, setelah sampai mobil baru aku kembalikan. Namun saat di tempat parkir, aku tidak melihat mobil Mas Aga.

"Mas Aga kemana?"

Aku mencoba menghubungi dia, namun ternyata dia sudah mengirimi aku sebuah pesan.

'Aku keluar dulu, kamu jangan pulang sebelum aku jemput kamu, jalan-jalan saja dulu ke tempat yang kamu mau'

Tubuhku langsung lemas saat membaca pesan itu, gimana aku bisa jalan-jalan dengan belanjaan sebanyak ini? Rasanya aku ingin menangis di tempat ini. Mas Aga benar-benar tega.

1
🟡⁵⁰Nury☕
idih sadis gak punya otak yaa ,di suruh jalan² bawa belanjaan
justFlio
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Katherina Ajawaila
tangkap bu Emi jgn du beri ampun. msk in. k prodeo, Aga hitung" ponakan sendiri, pasti pembunugan berwncanw/Toasted/
Katherina Ajawaila
lo yg gatel ibu Emi tg terhormat masa lalu. kamu knp di lpahkan k org jelas laki nya ngk Terima 😎
Katherina Ajawaila
thour, tlong para istri biar jujur sm suami, kan kasihan amat liat nya. org. mrk udh menikah tapi di tindas sm seteru jd baca nya resah aja
Katherina Ajawaila
bu Emi, selalu niat nya jelek. aja, ngk tau masalah. malu bu ingat umur udh mau jadi oma msh doyan ngk kb😎
Katherina Ajawaila
Ibu Emi jd Cunak🤪, lg an doyan bener telat angkat deh
Katherina Ajawaila
lucu mm Nya dewa , dewa di suruh main. buat ade" an. nana aja blm begitu mudeng 😳
Katherina Ajawaila
jadi seru ya kan Dewa sebenar sah" aja x ksn dewa sm Aga ada ikatan saudara ya biarin aja. sih dasarnya mm ny dewa , mana ada istilah anak haram yg haram ortunya tp kan itu msh dlm ikatan pernikahan Aga sm Airin 🤭
Katherina Ajawaila
telat Aga, penyesalan selalu dtng belakang an, kalau dtng nya awal berarti pendaftaran🤪
Katherina Ajawaila
yang bisa tolong Dewa hanya Airin, Airin ceraikan aja Aga kan ada foto" mrk berdua sm Rahma sm Chetan, selama 1 thn di cuekkin. , tdk pernah di akuin. di depan org sbg ustri
Katherina Ajawaila
jgn takut Airin dr pertama, Aga sdh ngk jujur, ngk salah kamu sm Dewa😎
Katherina Ajawaila
Aga punya pestil air, ngk akan tembus, brani nya ngerjain cewek ngk jelas, baru juga letnan, pret lah
Katherina Ajawaila
bodok di kadalun mau aja laki" pecundang punya seribu akal bulus. Airin ngeyel ngk habis " 🤭
Katherina Ajawaila
makanya Rin jgn mau di kadallin sm lalat hijau injak aja biar mati untung seragam doank pd hal cemen penyakitan🤪
Katherina Ajawaila
Airin di buat sepeti pekacur yg ngk laku ngemis cinta, krn hutang jasa🤫
Katherina Ajawaila
kasihan lo Airin di buat mba pengasuh, bego, outhour tega benar buat peran utama nya jadi TULALIT. bikin gemes yang baca🤑
Katherina Ajawaila
bego ngk sehat seperti nya jiwa Airin, mau aja di pakai sebagai tameng di depan org 🤪
Katherina Ajawaila
bego Airin ngapain biarin aja suami yg melambai ini blm tentu juga di akan berdamai ngk mutu paling juga ngk bisa nembang, kalau lg tugas di perbasan org cemen berenang aja ampir tenggelam kalau ngk kamu tolong, mesti biar SMP kejang" , aparat loh mana sumpah jabatan. 😳
Katherina Ajawaila
bego Airin biar aja mati tentara kan kamu jd janda teehormat😎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!