NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Duda Pengacara

Menikah Dengan Duda Pengacara

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Duda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ulfa Zahra

"Menikahlah denganku dan jadilah istri juga ibu untuk kedua anakku!"
Apa jadinya jika pertemuan mu dengan seorang duda beranak dua bisa mengubah hidupmu dalam waktu singkat?
Itu yang dirasakan oleh Azkia Anandita Ayunindya. Gadis berusia dua puluh satu tahun. Seorang mahasiswa dari Universitas New Student Spirit, dari jurusan PG/SD.
Pertemuannya yang tidak disengaja dengan dua gadis kecil berhasil merubah hidupnya dalam waktu singkat. Sebab, ayah dari kedua gadis kecil itu memintanya untuk menikah dengannya.
Arkanza Abbiyya Bassam.
Seorang pengacara muda yang berusia dua puluh delapan tahun. Arkanza terkenal sebagai pengacara yang selalu berhasil menyelesaikan setiap permasalahan kliennya berkat ketelitiannya.
Karena desakan dari ibu nya, yang selalu memintanya untuk menikah dalam waktu cepat, membuat Arkanza pusing. Padahal banyak wanita yang selalu mengantri untuk menjadi istrinya, meskipun mereka tau bahwa Arkanza adalah seorang duda beranak dua.
Namun sayangnya Arkanza tidak bisa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ulfa Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menikahlah denganku

"Segera lakukan operasi pada, pak Zayn. Untuk semua biaya operasi, dan juga perawatan nya, saya yang akan menanggungnya." Sambung Arkanza yang kini sudah berada di tengah-tengah ketiganya. Bahkan ketiga orang itu menatap kearahnya dengan tatapan terkejut.

"Arkanza?"

Ya. Pria itu adalah Arkanza. Pria yang Azkia tuduh tadi, dan juga pria yang ia benci, karena selalu melakukan hal yang semena-mena terhadap orang lain, termasuk kepada anaknya sendiri.

Pria yang sudah menghancurkan kebahagiaan papanya dengan cara merebut rumah mereka, bahkan membuat papanya di pecat dari pekerjaannya, berkat rencana licik pria itu.

"Tuan muda, Arkanza." Kedua dokter itu langsung membukukan tubuhnya hormat saat melihat pria di depan mereka. Tentu kedua dokter itu mengenal siapa Arkanza. Dia adalah anak dari pemilik rumah sakit Gabriella.

"Tuan muda, Arkanza?" Batin Azkia terlihat kebingungan saat mendengar kedua dokter itu memanggil Arkanza dengan panggilan 'Tuan muda'

"Sebenarnya, siapa Arkanza?" Batin Azkia penuh dengan pertanyaan menatap kearah Arkanza bergantian kearah kedua dokter itu.

"Segera lakukan operasi pada ayah gadis ini. Masalah administrasi pembayaran nya, saya akan membayarnya." Ucap Arkanza menatap kedua dokter itu yang terlihat terkejut mendengar ucapannya. Tapi keduanya hanya diam, lalu menganggukkan kepalanya mengerti.

"Baik, tuan." Tanpa menunggu waktu lama atau membahas apapun lagi. Kedua dokter tadi melangkah masuk kedalam ruangan IGD kembali. Sedangkan Azkia hanya bisa menatap kedua dokter itu dengan bingung, bahkan sekarang tatapannya beralih pada Arkanza.

"Jangan lihat-lihat! Kalau tidak ingin, matamu saya cungkil!" Ancam Arkanza, bukannya membuat Azkia takut, tapi gadis itu semakin menatapnya.

"Ssssttt, dasar gadis sialan!" Umpat Arkanza dalam hatinya, karena Azkia terlalu berani melawan nya.

.

.

Azkia berdiri dari duduknya saat melihat brankar keluar dari ruangan IGD.

"Papa." Dengan mata yang berkaca-kaca, Azkia mendekati brankar yang terdapat tubuh papanya, yang terbaring lemah.

Wajah yang pucat dan beberapa memar kebiruan, serta luka diwajahnya, membuat pria yang sudah tidak muda lagi itu, terlihat sangat memprihatinkan.

"Papa, yang kuat ya. Disini Azkia akan terus berdoa untuk papa." Lirih Azkia menatap wajah pucat papa nya. Sedangkan Arkanza yang memang berada disana hanya mendengar ucapan Azkia yang terdengar lirih, tanpa berniat untuk menenangkan gadis itu.

Brankar pembaringan Zayn, di dorong oleh dua orang perawat laki-laki. Azkia yang memang berada di sisi brankar itu, terus mengikuti brankar, melewati koridor mengarah keruangan operasi. Azkia tidak diam, ia terus saja mengucapakan kata-kata motivasi untuk papa nya. Walaupun kata-kata motivasi yang Azkia ucapkan tidak akan didengar oleh Zayn, melihat kondisi Zayn yang sudah tidak sadar.

.

.

"Saya akan menganti biaya yang anda keluarkan, setelah papa saya sembuh." Ucap Azkia, yang sekarang sedang duduk di ruangan tunggu, depan ruangan operasi.

"Tidak perlu membayar nya, karena saya tidak membutuhkan uang anda." Jawab Arkanza cuek. Tapi tidak dengan Azkia yang terlihat kebingungan.

"Apa maksud anda?"

"Saya ingin anda mengganti uang saya dengan cara lain. Karena saya yakin kalau anda tidak akan memapu mengganti uang sebanyak itu." Ucap Arkanza yang terdengar menyombongkan dirinya dengan cara merendahkan gadis didepannya.

Sedangkan Azkia yang merasa di rendahkan oleh Arkanza, langsung mengepalkan tangannya tidak terima.

Ternyata dari balik kebaikan pria itu terdapat maksud tertentu, yang Azkia tidak tau apa. Tapi Azkia yakin, kalau pria itu pasti merencanakan sesuatu dari otak licik nya.

"Apa yang anda inginkan?" Tanya Azkia ingin tau apa yang pria itu inginkan, sampai mau membantunya. Padahal jelas-jelas mereka tidak seakrab itu.

"Menikahlah denganku!" Azkia yang tidak sedang memakan apapun langsung tersedak oleh saliva nya sendiri saat mendengar jawaban pria itu. Bahkan dengan spontan ia berdiri dari duduknya, karena terkejut.

"Apa maksud anda? Jangan bercanda saat seperti ini?!" Tekan Azkia terkejut, dan juga kebingungan.

"Kamu punya telinga, tapi tidak bisa mendengarkan ucapan saya dengan benar!" Jawab Arkanza ikut berdiri dari duduknya. Pria itu melangkah mendekati Azkia yang kini mundur beberapa langkah, karena merasa terancam dengan tatapan pria didepannya.

"Menikahlah denganku dan jadilah istri juga ibu untuk kedua anakku!" Ucap Arkanza penuh penekanan menatap gadis itu dengan sangat tajam. Seperti burung elang yang siap menerkam mangsanya."Marry me and be a wife and mother to my two children!" Arkanza kembali mengulang ucapannya, untuk memperjelas. Apa yang ia inginkan dari gadis didepannya.

"I don't want to marry you!" Jawab Azkia dengan cepat tapi penuh ketegasan di setiap katanya, yang berhasil menghentikan langkah pria itu.

"Sial! Baru kali ini ada seorang gadis yang berani menolak ku." Batin Arkanza begitu sangat geram dan tidak percaya, karena ada gadis yang dengan terang-terangan menolaknya untuk menikah. Padahal banyak wanita di luar sana yang ingin menikah dengannya. Apalagi menjadi istri dari Arkanza, yang berasal dari keluarga Bassam.

"Dare you refuse my request!" Tekan Arkanza sambil mengepalkan tangannya tidak terima, karena gadis itu berani bermain-main dengannya."Tenanglah, Arkanza. Dia tidak akan menolak mu jika kita menghentikan operasi ini." Batin Arkanza tersenyum miring.

"Baiklah, jika itu yang kamu inginkan." Ucap Arkanza sambil membalikkan tubuhnya menatap kearah ruangan operasi."Bagaimana kalau operasi ini terpaksa dihentikan." Azkia tentu terkejut saat mendengar ucapan Arkanza yang ingin menghentikan operasi sang papa.

"Tidak bisa seperti itu! Hanya karena saya menolak permintaan anda. Anda dengan sengaja ingin menggagalkan operasi papa saya!"

"Saya sudah mengatakannya tadi, kalau saya akan membayar biaya operasi papa, saya. Setelah papa saya keluar dari rumah sakit." Tegas Azkia tentu tidak terima dengan perkataan Arkanza, yang semena-mena ingin menggagalkan operasi sang papa, hanya karena ia tidak mau menikah dengan pria itu.

"Tapi saya tidak percaya dengan anda, nona. Anda bisa saja kabur setelah papa, anda sembuh. Itu sebabnya, saya meminta anda untuk menikah dengan saya, sebagai jaminan nya." Jelas Arkanza yang tidak merasa bersalah sama sekali, setelah mengatakan' Jaminan'.

"Saya bukan barang, yang bisa dijadikan jaminan, tuan Arkanza!!" Azkia sangat marah saat mengetahui kalau dirinya ternyata dijadikan sebuah jaminan, sehingga pria itu meminta nya untuk menikah.

"Anggaplah seperti itu. Bukannya setiap barang atau uang yang dipinjam, pasti ada jaminannya, sewaktu-waktu orang itu pergi. Apalagi, uang yang saya keluarkan sangatlah banyak, dan orang susah seperti anda, tidak akan mampu membayar nya. Maka dari itu, saya menjadikan anda sebagai jaminannya dengan cara menikahi anda."

"Kamu tau, uang ratusan itu sangatlah banyak, dan saya tidak mau rugi jika kamu lari nanti." Terang Arkanza tanpa rasa bersalah sama sekali, bahkan menatap gadis didepannya dengan remeh. Seperti gadis didepannya sangat tidak penting, sama seperti barang yang pernah dia beli.

"Saya, memang orang susah, tuan. Tapi saya tidak akan lari dari tanggung jawab saya untuk membayar hutang! Saya akan mengusahakan biaya yang anda keluarkan, akan saya ganti secepatnya!" Tekan Azkia, tidak terima diri nya direndahkan. Apalagi menikahi pria itu, hanya karena menjadi jaminan.

Azkia tidak menginginkan itu, ia ingin menikah sekali seumur hidup, dan tidak akan pernah mempermainkan ikatan pernikahan, hanya karena sebuah kesepakatan yang dibuat oleh pria didepannya.

"Dengan apa, kamu mengganti nya? Sedangkan kamu tidak memiliki apapun." Balas Arkanza sambil terkekeh geli."Apakah kamu ingin menjual tubuh mu, hmm?"

"Bajingan!! Aku tidak sehina itu!!" Marah Azkia tidak terima, hingga membuat tangannya terangkat ingin menampar wajah pria, yang tengah merendahkan nya.

Melihat tangan gadis itu terangkat ingin memukul nya. Lagi-lagi Arkanza tertawa, menatap remeh Azkia yang sekarang sedang menatapnya dengan tatapan nyalang. Bahkan tatapan penuh amarah itu, Arkanza bisa merasakan nya. Terlihat dari mata gadis itu yang memerah.

Tapi Arkanza tidak mempedulikan nya. Karena yang ia inginkan sekarang, bagaimana gadis itu mau menikah dengannya.

Ya, sebenarnya Arkanza tidak ingin membantu Azkia, mengingat bagaimana gadis itu, yang sangat berani bermain-main dengannya. Hanya saja, Arkanza membutuhkan gadis itu untuk menutup mulut kedua orang tuanya, agar tidak terus mendesaknya untuk menikah, Dengan cara menikahi gadis itu. Apalagi Azkia adalah gadis yang sesuai dengan kriteria, yang ibunya inginkan.

Mungkin kriteria untuk ibunya, tapi tidak untuk dirinya!

Terkesan egois, dengan mengorbankan kebahagiaan orang lain. Tapi tidak ada cara lain selain cara ini, agar kedua orang tuanya tidak mendesak nya untuk menikah.

Arkanza sengaja memanfaatkan ini semua, agar gadis itu mau. Tapi sepertinya ekspektasi nya salah saat mendengar gadis itu dengan sangat berani menolak nya.

Baru kali ini Arkanza menemukan gadis seperti Azkia. Padahal banyak wanita diluar sana yang ingin menikah dengan nya. Bahkan mereka melakukan berbagai cara, termasuk cara kotor.

******

1
Lisa
👍👍 Azkia..semangat yaa 💪
Lisa
Setuju Kak..Azkia harus bersikap tegas terhadap Arkanza..
Ulfa Zahra: okey kak
total 1 replies
Sak
jangan mau kalah Azkia. lanjutkan Thor
Ulfa Zahra: siap kak
total 1 replies
Lisa
😊😊👍 biar kapok tuh si Arkanza
Sak
Nggak apa-apa Vatha masih ada bunda mu di rumah..
Lisa
Kasihan banget y Vatha..punya papa model kyk gitu 🤭
Ulfa Zahra: harus banyak banyak sabar kak
total 1 replies
Lisa
Kasihan 2 anak itu..moga aj papanya mau membuka hatinya utk wanita lain.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!