NovelToon NovelToon
Setelah Dicerai, Aku Jadi Bos Barumu

Setelah Dicerai, Aku Jadi Bos Barumu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Tina Mehna 2

Selama menikah, Gia menyamar jadi istri polos yang cuma tahu urusan dapur. Tapi Aldo sang suami, malah menceraikannya demi cewek lain yang katanya anak direktur. Gia cuma tersenyum dan langsung tanda tangan. Lagipula, cape berpura-pura miskin!
Keesokan harinya, Aldo dengan sombong menghadiri rapat sebagai manajer baru di perusahaan raksasa VK Group. Dia berniat pamer demi bikin Gia menyesal.
Tapi saat pintu rapat terbuka, Komisaris Utama sekaligus pemilik saham terbesar masuk dengan anggun.
Itu Gia!
Gia tersenyum manis menatap mantan suaminya yang pucat pasi. "Manajer Aldo, buatkan saya kopi. Jangan lambat, gajimu saya yang bayar sekarang."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tina Mehna 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 15. Celilian

Wajah Ibu Titik yang tadinya memerah panik, kini benar-benar kehilangan warna darahnya saat dua mobil patroli polisi berhenti tepat di belakang kerumunan wartawan. Lampu rotator merah-biru memantul liar di dinding granit kediaman Kirana, membiaskan bayangan keputusasaan yang makin pekat di mata wanita tua itu.

"Enggak... Nggak mau! Jangan tangkap saya!" jerit Ibu Titik histeris, menyapu aspal dengan kedua tangannya saat dua petugas wanita berseragam polisi melangkah maju. "Bapak Polisi, salah paham ini! Gia yang jebak saya! Gia yang jahat!"

Para wartawan yang tadinya sibuk mewawancarai Ibu Titik, kini berebut mengarahkan kamera mereka ke proses penangkapan. Kilatan lampu kilat menyambar-nyambar tanpa ampun, mengabadikan momen saat kedua tangan Ibu Titik Borgol besi mengunci pergelangan tangannya dengan bunyi klik yang dingin.

"Ibu Titik, Anda kami amankan atas dugaan tindakan pemerasan, pencemaran nama baik, serta pelanggaran ketertiban umum," ujar salah satu petugas wanita dengan nada tegas.

"Giaaaa! Kamu menantu durhaka! Kamu iblis! Kualat kamu sama orang tua!" raung Ibu Titik penuh dendam. Matanya membelalak lebar menatap Gia, memuntahkan makian kasar sebelum petugas memaksanya masuk ke dalam kursi belakang mobil patroli.

Brak!

Pintu mobil polisi tertutup rapat, membungkam teriakan histeris mantan ibu mertua Gia yang kini harus menyusul anak kesayangannya di balik jeruji besi.

Gia berdiri kaku di tempatnya, menatap mobil polisi yang perlahan sirine nya menjauh. Ada helaan napas panjang yang akhirnya lolos dari bibir ayunya. Bayang-bayang penderitaan selama tiga tahun menikah dengan Aldo. Dihina, dianggap rendah, dan diperlakukan seperti pelayan seolah ikut menguap bersama debu jalanan malam itu.

Elkan yang berdiri rapat di sampingnya, perlahan melepaskan jas tuksedo hitamnya lalu menyampirkannya secara lembut ke bahu Gia, menghalau embusan angin malam yang mulai menusuk tulang.

"Kamu baik-baik saja?" bisik Elkan dengan suara rendah yang begitu hangat, menyentuh lembut lengan Gia.

Gia menoleh, menyunggingkan senyum tipis yang memikat. "Aku lebih dari baik-baik saja, Elkan. Hati aku merasa... lega luar biasa."

Para wartawan yang tersisa berdesakan mendekati mereka, hendak melemparkan pertanyaan lanjutan. Namun, dengan isyarat tangan dari Elkan, belasan pengawal berseragam serba hitam langsung membuat barikade rapat, menghalau para media dengan sopan namun tak terbantahkan.

"Konferensi pers resmi VK Group dan Kirana Group akan digelar besok pagi di kantor pusat," tegas Elkan berwibawa pada awak media. "Malam ini, silakan tinggalkan area kediaman pribadi Nyonya Kirana."

Tanpa menunggu balasan para wartawan, Elkan menggandeng jemari Gia, menuntun wanita itu melangkah melewati gerbang besi yang kini terbuka lebar.

Namun, baru saja mereka melangkah beberapa pijakan memasuki pelataran rumah megah nan asri itu, suasana mendadak terasa janggal. Lampu-lampu taman yang biasanya berpendar keemasan, mati total. Hanya ada kegelapan dan aroma sangit menyengat yang samar-samar tercium di udara.

"Tunggu," tahan Elkan tiba-tiba, menarik tubuh Gia secara refleks ke belakang punggungnya yang tegap.

"Elkan? Ada apa?" tanya Gia heran, jantungnya mendadak berdebar tidak karuan.

"Aromanya... bau gosong," desis Elkan, matanya menajam menembus kegelapan menuju pintu utama kediaman Kirana yang ternyata sudah sedikit terbuka.

Cklek.

Belum sempat Elkan merogoh ponselnya untuk menghubungi pengawal dalam rumah, pintu kayu jati yang kokoh itu mendadak terbuka makin lebar.

Sesosok pria berjaket kulit hitam dengan topi bertuliskan logo Nico Corp keluar perlahan dari balik kegelapan. Di tangan kanannya, pria itu memegang sebuah pemantik api yang apinya sedang menyala menari-nari di udara, sementara tangan kirinya menggenggam erat sebotol cairan bahan bakar!

"Langkah yang bagus, Nona Gia... Pak Presdir Elkan," ujar pria itu dengan tawa serak yang mengerikan. "Kalian berhasil menyingkirkan lalat-lalat kecil di luar. Tapi sayangnya, kalian terlambat menyelamatkan yang ada di dalam."

Mata Gia membelalak lebar, wajah ayunya seketika kehilangan seluruh warna darahnya. "M-mama...? Di mana mamaku?!"

Pria itu tersenyum licik, menunjuk ke arah ruang tengah rumah yang kini mulai diselimuti kepulan asap hitam. "Nyonya Laras ada di dalam, terikat manis di kursi. Dan dalam hitungan tiga detik... tempat ini bakal jadi kuburan massal keluarga Kirana!"

Pria itu melemparkan pemantik apinya ke arah tumpahan bensin di teras!

Fwoooosh!

Kobaran api merah menyala langsung membumbung tinggi, memblokir pintu masuk dan melahap tirai-tirai mahal di ruang depan.

"JANGAN!" jerit Gia histeris, nekat hendak menerobos kobaran api demi menyelamatkan ibunya.

Namun, lengan kokoh Elkan dengan cepat merengkuh pinggang Gia erat-erat, menahan wanita itu dari marabahaya. "Gia, bahaya! Jangan nekat!"

"Lepasin aku, Elkan! Mamaku ada di dalam! Mamaaaa!" raung Gia memecah malam, air matanya pecah seketika di tengah kobaran api yang makin membesar dan gelak tawa pria misterius yang berlari menghilang ke balik kegelapan malam!

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!