NovelToon NovelToon
SELIR BODOH YANG MENAKJUBKAN

SELIR BODOH YANG MENAKJUBKAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Istana/Kuno / Fantasi
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Xiao Yu dipaksa ikut pemilihan selir oleh orangtuanya demi mengangkat derajat keluarga. Padahal gadis ini ingin masuk militer.

Akhirnya ia ikut pemilihan selir dengan berpura-pura bodoh. Tapi sungguh suatu hal ajaib. Dia justru terpilih.

Ternyata pangeran Zhang Li sengaja memilih selir bodoh untuk protes pada raja bahwa ia lelah terus disuruh mencari seorang pendamping.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 26

Karena suara Bao'er dibuat sangat pelan agar tidak mengganggu acara jamuan makan, Selir Kui dan Selir Huo kurang bisa mendengarnya dengan jelas. Kedua selir itu hanya bisa cemas di tempatnya, menatap ke arah panggung utama dengan dada berdebar tegang.

"Feng Chuan," panggil Zhang Li pelan namun tegas. "Kumpulkan satu rombongan prajurit berkuda terbaik dan siapkan obor. Periksa jalur Hutan Selatan sekarang."

"Baik, Yang Mulia," sahut Feng Chuan membungkuk hormat.

Zhang Li berpaling ke arah Tabib Shen Mo yang duduk tak jauh dari tempatnya. Wajah sang tabib muda itu seketika pucat pasi.

"Tabib Shen, bawa tas obatmu dan ikut aku," perintah Zhang Li seraya berdiri dari kursi kebesarannya.

Pandangan Zhang Li kemudian tertuju sejenak pada Bao'er dan A-Chui.

"Kalian berdua, tetap di perkemahan. Siapkan air hangat dan tenda perawatan bersama pelayan lain," tegas Zhang Li.

"Baik, Pangeran!" jawab Bao'er dan A-Chui patuh.

*

*

*

Tanpa mengumumkan bahaya pada para tamu jamuan, Zhang Li melangkah lebar keluar dari tenda perjamuan, memimpin langsung rombongan pencari.

Keberangkatan yang mendadak tanpa sepatah kata pun penjelasan resmi itu meninggalkan tanda tanya besar di antara para tamu jamuan.

Selir Kui berusaha mempertahankan keanggunannya, tetapi jemarinya yang menggenggam erat gagang kipas sutra menunjukkan ia sedikit gelisah.

Ia sama sekali tidak tahu ke mana Pangeran pergi. Apakah menuju ke tenda Selir Lan untuk membuktikan alibinya, ataukah langsung memimpin pasukan ke Hutan Selatan?

Di meja sebelahnya, Selir Huo menuangkan teh ke dalam cangkirnya dengan gerakan tenang yang dibuat-buat. Tanpa sedikit pun menoleh langsung ke arah Selir Kui, suaranya mengalir halus namun tajam menembus bising perjamuan.

"Selir Kui... sebaiknya kau tidak keliru bicara soal Selir Lan dan Selir Xiao Yu," ujar Selir Huo dengan nada dingin dan penuh penekanan.

Selir Kui tersentak pelan. Kepala Selir Kui menoleh perlahan, tatapannya menyipit menatap Selir Huo yang kini tengah mengangkat cangkir teh ke lipatan bibirnya.

"Apa maksudmu, Kakak Selir Huo?" balas Selir Kui rendah, berusaha menekan getaran cemas di dalam suaranya. "Aku hanya menyampaikan apa yang ku ketahui."

Selir Huo menatap tajam, sedikit kesal melihat ketenangan lawannya. "Pangeran pergi terburu-buru bersama Tabib Shen. Jika Pangeran menemukan fakta yang berbeda dari ucapanmu... kau sendiri yang menyerahkan lehermu."

Selir Kui terkekeh pelan. Sebuah tawa kecil yang sangat elegan tanpa beban. Wanita ini mendengus mendapat ancaman itu. Lalu kembali meneguk araknya.

​"Terima kasih atas kepedulianmu, tapi mengapa kau begitu cemas, kakak Selir Huo?" balas Selir Kui santai, nada suaranya datar dan halus seperti sutra. "Aku hanya menyampaikan apa yang disampaikan pelayanku. Jika ada kekeliruan informasi, itu hanya salah paham kecil di antara para pelayan yang ceroboh."

​​Rupanya selir Kui sudah punya rencana lain. Selir Huo tampak tidak bisa mengatakan apa-apa lagi.

*

*

*

Derap langkah kuda memecah keheningan Hutan Selatan. Cahaya obor-obor minyak menerobos remang kabut malam, membiaskan bayangan panjang di antara pepohonan yang rapat dan jalur setapak yang makin menanjak.

Di barisan paling depan, Pangeran Zhang Li memimpin rombongan. Wajahnya tampak tenang dan tegap, namun jemarinya yang menggenggam erat tali kekang kuda menyingkap rasa cemas yang dalam. Sebagai calon penguasa, keselamatan rombongannya adalah tanggung jawab mutlak di pundaknya.

Di sampingnya, Feng Chuan mengawasi sekeliling dengan pedang setengah terhunus, sementara Tabib Shen Mo menunggang kuda di barisan tengah seraya memeluk kotak obatnya erat-erat. Jantung Shen Mo berdegup kencang oleh ketakutan pribadi yang membakar dada—bayangan Selir Lan terluka di hutan gelap ini menyiksanya—namun raut wajahnya tetap dijaga datar dan penuh kendali, tak membiarkan emosi itu mengkhianati tata krama istana.

"Selir Lan! Selir Xiao Yu!" seru Feng Chuan tegas, suaranya menggelegar membelah kegelapan hutan.

Para prajurit di barisan belakang ikut mengangkat obor mereka lebih tinggi dan meneriakkan nama yang sama.

Gema teriakan itu memantul di antara dahan dan dedaunan lebat. Zhang Li mengangkat tangannya, memberi isyarat agar seluruh rombongan menghentikan kuda seketika. Hutan kembali hening—hanya gesekan daun tertiup angin malam dan napas kuda yang memburu.

Tidak ada sautan.

"Yang Mulia, jalur di depan terpecah menjadi dua," ujar Feng Chuan seraya menunjuk ke arah celah tebing batu dan semak belukar yang makin rapat. "Jejak kaki mereka makin sulit dilacak."

Zhang Li melompat turun dari kudanya. Ia berlutut di tanah basah, meneliti patahan ranting dengan mata tajam seorang komandan.

"Hawa dingin malam ini turun sangat cepat, Yang Mulia," ujar Shen Mo. Suaranya terdengar tenang dan profesional, mengedepankan analisis medis meski matanya menyapu kegelapan dengan gelisah. "Jika ada cedera fisik, risiko hipotermia atau pendarahan akan meningkat drastis dalam sejam ke depan."

Zhang Li mengangguk pelan, menyerap informasi itu dengan bijak tanpa kehilangan ketenangan. Ia berdiri kembali dan menepuk bahu sang tabib singkat. "Sebab itu kita tak boleh membuang waktu. Bersiaplah dengan obat-obatanmu, Tabib Shen."

Zhang Li lalu menoleh pada pengawal kepercayaannya. "Feng Chuan, bagi pasukan menjadi dua. Periksa jalur tebing barat dan celah batu di timur. Jangan lewatkan satu celah pun."

"Baik, Yang Mulia!"

Pencarian berlanjut dengan ketegangan yang kian pekat. Obor-obor makin memendek, menyisa jelaga hitam yang menusuk hidung, hingga akhirnya Feng Chuan di sisi timur menghentikan langkah di dekat sebuah dinding batu tua.

"Yang Mulia! Ada orang di balik celah batu ini!" seru Feng Chuan.

Zhang Li langsung bergegas mendekat, diikuti Shen Mo. Zhang Li menyapu semak belukar rapat di balik dinding batu tersebut.

Di sana, terlindung di dalam ceruk batu yang gelap, dua sosok wanita duduk bersandar pada dinding batu.

Meski gaun mewahnya kotor oleh tanah dan wajahnya pucat pasi akibat kelelahan fisik, Selir Lan tetap tegak berdiri menopang tubuhnya dengan tenang. Tidak ada air mata atau kepanikan di wajahnya. Saat cahaya obor menyorot mereka, Selir Lan menatap Pangeran Zhang Li dengan sorot mata yang jernih dan anggun.

"Yang Mulia..." ujar Selir Lan dengan suara yang tetap teratur dan stabil, memberi penghormatan singkat.

Di sampingnya, Xiao Yu juga langsung merundukkan kepala. "Selir Xiao memberi hormat." Keduanya tampak masih mengikuti sopan santun meski keadaan mereka tidak baik. Apalahi Xiao Yu yang kelelahan setelah melawan serigala tadi.

Embusan napas lega yang dalam keluar dari dada Zhang Li. Beban cemas seorang pangeran langsung runtuh saat melihat kedua selirnya masih bernapas. "Kalian selamat..." bisiknya rendah penuh wibawa.

1
Nia mie
lanjuuttt. semangadd thorrr💪💪
Fauziah Rahma
masih menunggu ketahuan selir xiao
Nia mie
suka ceritanya❤️semangat kk othor🔥💪
Nia mie
menurut saya karya ini luar biasa. . .dengan alur cerita yang runtut dan tidak bertele tele. ceritanya menarik. pemilihan kata dalam kalimatnya jelas dan tepat sasaran.
Pa Muhsid
selir lan kekasih tabib mo mungkin
Nia mie
up 🙏💪
Fauziah Rahma
ini lebih bahaya, diam nusuk dari belakang
Inah Ilham
tak kirain Pangeran milih Xiao Yu karena sudah tau rahasianya eh ternyata gegara dia gadis bodoh🤣🤣🤣🤣
paijo londo: 🤦🤦q juga jadi ikutan salfok dgn pilihan pangeran yg keliru🤭🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!