NovelToon NovelToon
SISTEM PIJATAN PENAKLUK RATU IBLIS

SISTEM PIJATAN PENAKLUK RATU IBLIS

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Penyelamat / Romansa Fantasi
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Setelah dipecat secara tidak hormat dari istana akibat fitnah keji, Arya harus menghadapi kenyataan pahit sebagai tukang pijit yang kehilangan mata pencaharian utamanya. Namun, nasibnya berputar drastis saat ia tak sengaja menemukan seorang wanita dengan luka parah di tengah hutan gelap yang ternyata adalah Vanya, sang Ratu Iblis paling ditakuti. Sentuhan pijatan pertamanya pada tubuh wanita itu bukan hanya menahan pendarahan, melainkan memicu aktifnya Sistem Pijatan Penakluk Ratu Iblis yang mengubah hubungan mereka dari mangsa dan predator menjadi ikatan absurd penuh intrik di tengah kejaran pasukan kerajaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35

Matahari sore perlahan tenggelam di balik garis horizon lautan lepas pulau seberang.

Cahaya jingga keemasan memantul indah di jendela kaca rumah kecil milik Arya.

Suasana di dalam rumah terasa begitu tenang tanpa ada lagi gangguan dari pasukan istana.

Arya sedang berdiri di dapur mungil sambil memegang spatula di tangan kanannya.

Ia tengah memasak makan malam sederhana untuk dirinya dan Vanya setelah hari yang melelahkan.

"Bau masakannya lumayan harum juga untuk ukuran manusia yang kerjanya cuma memijit orang," puji Vanya.

Vanya berjalan mendekati pintu dapur sambil melipat kedua tangannya di dada dengan santai.

"Tentu saja harum, ini resep rahasia warisan leluhur tukang pijit profesional," balas Arya bangga.

Vanya mendengus kecil, lalu mengambil tempat duduk di kursi kayu dekat meja makan kecil.

"Jangan terlalu sombong dulu, kalau rasanya asin nanti aku suruh kamu makan semuanya sendiri," ancam Vanya.

"Iya deh, Yang Mulia Ratu yang paling cerewet sedunia," balas Arya terkekeh geli.

Arya menata piring berisi masakan hangat di atas meja kayu dengan rapi.

Ia lalu menuangkan air putih ke dalam dua cangkir tanah liat untuk mereka berdua.

"Silakan dicicipi, menu spesial malam ini tumis sayur segar dan ikan bakar tangkapan kemarin," tawar Arya.

Vanya mengambil sumpit kayu lalu mencicipi sedikit makanan yang ada di piringnya.

Matanya mengerjap pelan merasakan kombinasi rasa gurih dan pas di lidahnya.

"Hmm... rasanya tidak buruk, bahkan jauh lebih enak dari makanan di istana iblis," aku Vanya jujur.

"Makanya, sesekali coba nikmati makanan rakyat biasa biar hidupmu nggak tegang terus," ujar Arya.

Mereka mulai menikmati makan malam bersama dalam keheningan yang terasa begitu nyaman.

Tidak ada lagi ancaman pembunuhan, tidak ada lagi kejaran prajurit, dan tidak ada intrik politik.

[Peringatan Sistem: Host berhasil melewati seluruh ancaman arc pertama dengan sempurna!]

[Mendapatkan bonus permanen: Peningkatan stamina dan regenerasi energi spiritual level maksimal!]

Suara dengungan khas sistem berputar meriah di dalam kepala Arya merayakan kedamaian baru.

Arya mengabaikan notifikasi itu sebentar lalu menatap ke arah Vanya yang sedang makan dengan lahap.

"Vanya, apa rencana kamu setelah urusan kita sama istana benar-benar selesai kayak gini?" tanya Arya serius.

Vanya menghentikan gerakan sumpitnya, lalu menatap lurus ke arah mata Arya dalam-dalam.

"Aku tidak tahu, yang jelas aku ingin tetap tinggal di sini bersamamu," jawab Vanya jujur.

"Tinggal di rumah kecil ini terus jadi tukang pijit keliling selamanya?" tanya Arya memastikan.

"Kenapa? Kamu keberatan punya Ratu Iblis jadi asisten tukang pijit?" tanya Vanya menaikkan sebelah alisnya.

"Bukan keberatan, tapi bayarannya kemahalan karena aku harus ngasih makan ratu galak setiap hari," kelakar Arya.

Vanya melempar pandangan tajam bercampur tawa kecil ke arah Arya yang cengengesan.

"Berani sekali kamu mengejek ratu istrimu sendiri, mau kucakar mukanya?" ancam Vanya pura-pura marah.

"Ampun, Yang Mulia, saya cuma tukang pijit miskin yang nggak punya apa-apa selain cinta," rayu Arya.

Wajah Vanya mendadak merona merah mendengar gombalan terang-terangan dari pemuda di depannya itu.

"Dasar manusia tidak tahu malu!" cibir Vanya sambil membuang muka menyembunyikan rasa salah tingkahnya.

Suasana malam di luar rumah mulai dihiasi kerlap-kerlip bintang yang bertaburan di langit malam.

Angin malam berembus pelan membawa kesejukan ke dalam ruangan rumah kecil mereka.

Tap... tap...

Suara jangkrik bernyanyi merdu menemani ketenangan di sudut pulau terpencil itu.

Arya membereskan piring bekas makan malam lalu mencucinya di dekat sumur belakang.

Vanya membantu membawa cangkir kotor ke meja, menunjukkan sisi domestik yang tidak pernah ia tunjukkan sebelumnya.

"Kamu beneran mau bantuin beres-beres nih? Nanti tangisan ratunya luntur lho," ledek Arya.

"Diam kamu, manusia! Aku cuma mau dapur ini kelihatan bersih, bukan karena nyuruh kamu," elak Vanya sewot.

Arya hanya tersenyum lebar melihat tingkah gengsi setengah mati dari wanita di hadapannya itu.

Setelah semua pekerjaan rumah selesai, mereka kembali duduk bersantai di teras depan.

"Arya," panggil Vanya lirih memecah kesunyian malam yang damai.

Arya menoleh keluas ke samping, menatap wajah cantik Vanya yang terpantul cahaya bulan.

"Ada apa lagi, Yang Mulia? Mau minta pijit lagi atau mau nambah teh hangat?" tanya Arya ramah.

"Terima kasih... karena sudah mau menolongku dan membawa aku keluar dari neraka istana," ucap Vanya tulus.

Arya tertegun sejenak mendengar ucapan terima kasih yang jarang sekali keluar dari mulut Vanya.

Ia lalu mengulurkan tangannya untuk merangkul pelan bahu ramping Ratu Iblis tersebut.

"Sama-sama, Vanya, sudah takdirku buat jagain kamu dari semua bajingan istana itu," jawab Arya lembut.

Vanya menyandarkan kepalanya di bahu Arya, menutup kedua matanya menikmati kehangatan yang diberikan.

[Peringatan Sistem: Tingkat sinkronisasi hati mencapai batas absolut - Ikatan Jiwa Abadi Aktif!]

Suara dengungan terakhir sistem menutup babak perjalanan panjang yang sudah mereka lalui bersama.

Arya mengecup pucuk kepala Vanya pelan di bawah temaram cahaya bintang malam.

Kehidupan baru mereka di rumah kecil pinggiran pulau baru saja dimulai dengan penuh kebahagiaan.

Tidak ada lagi buronan istana, tidak ada lagi rasa takut, yang ada hanyalah masa depan cerah menanti.

1
gofur
mantap kaka karya kamu🥰
Anton barly
💟💟💟💟
Shinta geol
🥰🥰🥰🥰🥰
nurul khusna
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘
Antoni gergio
💞💓💗💖💝
samuel df
😍🤩🤩🤩🤩
Jangkar pion
iblis yg cantik😘
yudi permana
🌟🌟🌟🌟🌟🌟
nabila
🤩🌹😘😍🥰
putri andini
😍🥰
asyifa fauziah
🌹😘🥰😘
setiawan
pijatan yang mematikan sang ratu
yani
keren kaka semangat berkarya🥰
sasa
💞💕💞💞💞💞💞
fitri
🥰😘🥰😘🥰🤩🤩
pricilia
🌹🌹🌹🌹🌹
Angel
🌟🥳🤠
clara
hebatkaka
Yono Haryono
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!