NovelToon NovelToon
The CEO'S Second Chance

The CEO'S Second Chance

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: simnuna

Tidak semua cinta pertama berakhir dengan kebahagiaan. Bagi aruna, gadis yatim piatu yang hidup dari beasiswa dan kerja keras, jatuh cinta pada siswa paling populer di sekolah adalahawal dari mimpi buruk yang selama ini tak ingin dia miliki..dia bahagia, namun kebahagaan itu ternyata di bangun diatas sebuah taruhan konyol para anak orang kaya itu. Saat kebenaran terungkap, aruna kehilangan lebih dari sekedar cinta..penghianatan, perundungan, dan kehilangan yang tak tergantikan menghancurkan hidupnya hingga dia memilih menghilang dari masa lalu. Bertahun-tahun kemudia, takdir mempertemukan mereka kembali. Kini, pria yang dulu menghancurkan dunianya telah menjadi seorang pria yang rela melakukan apapun untuk mendapatkan kesempatan kedua. Sayangnya, tidak semua luka dapat di sembuhkan dengan kata maaf… Penasaran?…yuk kepoin ceritanya….

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon simnuna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

“Makanan sampah ini ngapain di punggut lagi sih..”ucap sindy ikut menginjak makanan aruna..aruna terdiam dengan tanganya yang mengepal kuat..semua orang menertawakan dirinya.

“Cukup!!…”

___________________

Kotak makan itu tergeletak di lantai..Nasi, telur dadar, dan tumis kangkung yang Aruna masak sendiri sebelum subuh berserakan di koridor..Butiran nasi menempel di lantai yang mengilap..Beberapa siswa yang melintas berhenti hanya untuk menonton..Tak ada satu pun yang berniat membantu.

Aruna berjongkok perlahan, Jemarinya gemetar saat hendak memungut kotak makannya..Namun sebelum sempat menyentuhnya...

Krek!

Sepatu putih bermerek milik Olla menginjak tepat di atas nasi itu..Olla dan dua temanya menyeringai puas.

“Ups...Enggak sengaja..”ucap olla sambil menutup mulutnya seolah terkejut..Teman-temannya langsung tertawa.

“Kalau lapar, makan aja yang itu..”ucap vina menunjuk makanan yang berserakan itu.

“Sayang banget dibuang..Kan lo enggak pernah pilih-pilih makanan..”tambah sindy.

Gelak tawa kembali memenuhi koridor..Aruna hanya menatap makanan yang telah bercampur debu dan bekas injakan sepatu.

Hari ini ia belum makan apa pun, sejak pagi perutnya kosong..ia masih memiliki sedikit uang untuk kekantin, tapi uang itu untuk membayar kontrakanya bulan ini, apalagi sepotong roti tawar saja sangat mahal di sekolah elit ini..aruna merasa sangat sayang untuk membelanjakan uang itu di sekolah kalau di luar sana harganya lebih murah.

Aruna menarik napas panjang, Lalu perlahan menutup kembali kotak makan yang sudah kotor.

“Sudah selesai?..”Suara dingin tiba-tiba terdengar dari belakang kerumunan.

Semua kepala serempak menoleh..Liam berdiri di sana..dengan kedua tangan dimasukkan ke saku celana, wajahnya tetap datar seperti biasanya..Namun entah mengapa, Tatapan abu-abunya hari ini terasa jauh lebih tajam.

"L-Liam..."Wajah Olla langsung berubah cerah..sedangkan aruna menatap liam cemas.

“Apalagi ini..”batin aruna

"Kamu salah paham, Aku cuma bercanda sama dia..”tambah olla..dia berusaha meraih lengan liam, tapi dengan cepat di tepis oleh pria itu.

Liam melangkah mendekat..Sepatunya berhenti tepat di depan kotak makan Aruna yang telah hancur..Ia mengangkat pandangan ke arah Olla.

“Gue gak pernah lihat lelucon yang menginjak makanan orang lain.."ucap liam menatap olla datar.

Suasana mendadak sunyi..Bahkan teman-teman Olla yang sedari tadi tertawa kini memilih diam..Olla berusaha tersenyum.

“Kamu enggak tahu masalahnya, Liam.. aku-”ucap olla ingin menjelaskan.

“Gue gak perlu tahu..”potong liam..Nada bicaranya tetap datar, Justru itu yang membuat ucapannya terdengar semakin menekan.

“Yang gue lihat kalian sedang mempermalukan seseorang..”ucap liam..aruna menatap liam tak percaya..sedangkan Olla menggigit bibir bawahnya gelisah.

“Apa dia membelaku?..”batin aruna betanya-tanya.

“Tapi dia—“olla ingin kembali membela diri.

“Cukup..”Satu kata itu berhasil membungkam semua orang..Liam menatap Olla tanpa sedikit pun mengubah ekspresi.

“Kalau masih punya waktu untuk mengganggu orang lain..lebih baik gunakan untuk mengurus nilai kalian sendiri..”sarkas liam..wajah Olla seketika memerah..selama ini belum pernah Liam berbicara setegas itu kepadanya, Terlebih lagi di depan banyak orang..biasanya pria itu hanya diam tak perduli..perkataan liam itu langsung membuat rasa malu menjalar ke seluruh tubuh olla.

“Liam... kamu membelanya?..”tanya olla menatap liam tak percaya.

“Enggak..”Jawaban Liam singkat.

“Gue hanya gak suka melihat tindakan yang memalukan..”sambungnya.

Kalimat itu terasa seperti tamparan bagi olla..sedari kecil mengikuti liam, olla tak pernah melihat pria itu memperdulikan hal yang tak berguna seperti ini..sekarang kenapa pria itu bertindak..Olla mengepalkan kedua tangannya..Tatapannya beralih kepada Aruna yang sudah berdiri mematung sambi memeluk kotak bekalnya..Kebenciannya terhadap gadis itu semakin bertambah.

“Pergi..”Perintah Liam membuat Olla terdiam beberapa detik..Akhirnya ia mendengus kesal.

“Ayo!..”ajak Olla kepada teman-temannya..Mereka pun pergi sambil sesekali menoleh sinis ke arah Aruna.

Tak lama kemudian koridor kembali lengang..semua orang mulai kembali ke aktivitas masing-masing tampa berani menganggu si penguasa sekolah liam..Kini hanya tersisa Liam dan Aruna.

Sedangkan tak jauh dari tkp, empat sahabat liam tersenyum bangga melihat kemampuan sang sahabat.

“Hebat..skill sarkasme miliknya waktu kecil keluar juga..”seru kai.

“Gak sia-sia gue mendidik lo nak..”ucap nathan dramatis yang mendapatkan tatapan sinis dari tiga temannya.

Di sisi liam dan aruna..aruna membungkukkan badan kecilnya.

“Terima kasih...”ucap aruna..suaranya hampir tak terdengar.

Lalu ia kembali berjongkok untuk membereskan sisa makanan yang sudah tak bisa diselamatkan..dia meunggut makanan itu dan menaruhnya di plastik sampah..dia juga menyiram lantai koridor itu dengan bekas air yang masih tersisa di botol minumnya.

Liam memperhatikannya beberapa saat..pria itu seperti hendak bicara namun enggan.

“Lo belum makan?..”kalimat itu akhirnya keluar dari mulutnya.

“Huh..”aruna mendongak dan terkejut mendapati liam masih berdiri disana mengamatinya..dia pikir pria itu sudah pergi..aruna menggeleng pelan.

“Enggak apa-apa..aku masih bisa tahan sampai pulang sekolah nanti..”ucap aruan pelan.

Liam memandang wajah pucat gadis itu..Kemudian tanpa berkata apa-apa, ia berbalik.

“Ikut..”ucap liam berjalan di depan aruna..aruna berkedip bingung.

“Ke mana?..”tanya gadis itu..liam menghentikan langkahnya.

“Kantin..”ucap liam singkat..aruna buru-buru menggeleng.

“Ngak usah..”ucap aruna cepat..liam menatap tajam gadis itu.

“Ayo..”ajak liam lagi.

“Beneran..aku bisa tahan..kamu saja yang ke kantin..”kekeh aruna.

“Gue bilang ikut ya ikut..”liam mulai kesal..aruna terdiam bimbang..dia takut kalau menolak, liam bisa marah padanya dan ikut membullynya..tapi kalau dia pergi, di benar-benar harus kerja rodi untuk kembali mengumpulkan uang simpanan yang akan dia belanjakan di kantin nanti.

“Aku enggak punya uang..jadi kamu saja yang pergi..”ucap aruna takut-takut..liam menghela nafas pelan.

“Gue yang bayar..”ucap liam..aruna kembali menggeleng.

“Jangan..Aku enggak enak sama yang lain..”ucap aruna..Liam kembali menatapnya..Tatapannya datar dan sulit ditebak.

“Jangan memikirkan mereka..”kesal liam..Aruna tetap menggeleng.

“Kamu mah enak..aku yang sengsara di bully olla..”batin aruna.

“Maaf... aku benar-benar enggak bisa..”kekeh aruna.

“Keras kepala..”batin liam kesal.

Beberapa detik berlalu..Liam mengembuskan napas pelan..Lalu menatap Aruna lurus-lurus..bunyi perut gadis itu dapat liam dengar sedari tadi.

“Kalau lo ngak ikut..gue akan tetap berdiri di sini sampai bel masuk berbunyi..”ancam liam akhirnya.

“Hah?..”Aruna membelalak.

“Lo akan terlambat masuk kelas, gue juga..kita sama-sama akan terlambat..”ucap liam manakut-nakuti..sungguh itu adalah kalimat terpanjang yang liam ucapkan pada orang lain..sampai-sampai empat temannya menatap liam terpercaya.

“Rupanya dia sudi juga ya membujuk seorang cewek..”seru aiden.

“Hahaha rupanya menjadikan aruna sebagai target memang ga salah..”tambah ethan.

“Tapi...”aruna mulai bimbang.

“kenapa harus memaksa begitu?..”tanya aruna pelan.

Liam tidak menjawab..Ia hanya terus menatap Aruna dengan wajah kaku..Tatapan tajam itu membuat Aruna salah tingkah..Ia belum pernah melihat seseorang memaksa orang lain dengan cara yang aneh..dia juga tak terbiasa di perhatikan apalagi oleh seorang pria.

Beberapa siswa mulai kembali memperhatikan mereka.

“Eh... Liam masih di situ…”

“Dia lagi nunggu Aruna?..”

“Serius?..”bisik para siswa kembali terdengar.

Aruna mulai gelisah..Kalau semakin banyak orang melihat, gosip baru pasti akan muncul..Ia menundukkan kepala pasrah.

“Baik..”ucap aruna akhirnya

Liam langsung berbalik tanpa mengatakan apa-apa lagi..Aruna menghela napas pelan sebelum mengikuti langkah pria itu dari belakang..Sementara dari lantai dua..Sepasang mata penuh kebencian kembali mengawasi mereka.

“Awas saja lo..”olla mengertakkan giginya penuh amarah.

.

.

.

TO BE CONTINUE………..

1
Yensi Juniarti
kapan puncaknya tor gak sabar ..🫣🫣
Yensi Juniarti
lanjuuut ya say 😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!