NovelToon NovelToon
Obsession

Obsession

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat / Obsesi
Popularitas:785
Nilai: 5
Nama Author: chocomint09

Bagaimana jika hidupmu seperti di neraka hanya karena sebuah kesalahpahaman yang sulit untuk dibuktikan?

Sienna Breezie Sinclair seorang wanita malang yang dituduh membunuh seorang konglomerat terpandang, harus menerima perlakuan tak adil sepanjang hidupnya. Bak angin lalu suaranya tak pernah didengar, ia justru dituntut untuk mengakui perbuatan bejat yang tidak pernah ia lakukan.

Bisakah Sienna membuktikan bahwa bukanlah dia pelaku pembunuhan itu? atau Selamanya namanya akan tercatat dan dikenang sebagai seorang pembunuh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chocomint09, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 31

Keterasingan di dalam mansion peristirahatan di perbukitan terasa makin mencekam seiring bergantinya hari. Kabut tebal yang menyelimuti deretan pohon pinus di luar jendela seolah menjadi benteng alami yang memisahkan Sienna Sinclair dari dunia luar.

Di dalam kamar utama yang luas, Sienna sedang berdiri di dekat meja kecil, mengamati jemarinya yang terbalut perban tipis. Kondisi fisiknya berangsur pulih, namun kepalanya tak pernah berhenti berpikir. Setiap detik yang berlalu di dalam sangkar emas ini terasa seperti perhitungan mundur menuju bahaya baru.

Klek.

Pintu kamar terbuka. Maya melangkah masuk membawa baki berisi sarapan dan secangkir teh herbal hangat.

"Selamat pagi, Nona Sienna," sapa Maya.

"Bagaimana kondisi dada Anda pagi ini? Apakah rasa nyeri saat bernapas masih mengganggu Anda?"

Sienna memutar tubuhnya perlahan, mengulas senyum tipis. "Selamat pagi, Suster Maya. Pernapasan saya sudah jauh lebih lega. Terima kasih banyak atas perhatian Anda yang tiada henti."

Maya meletakkan baki tersebut di atas meja, lalu menatap Sienna dengan raut wajah yang tidak biasa, ada ketegangan tersembunyi di balik ketenangan profesionalnya. Maya mendekat secara perlahan, memastikan suara langkahnya tak terdengar sampai ke luar koridor.

"Nona Sienna," bisik Maya seraya menyerahkan sebuah amplop cokelat kecil yang agak lusuh dari balik saku seragam perawatnya.

"Ada hal penting yang harus saya serahkan kepada Anda," ucap Sienna pelan.

Sienna mengerutkan dahi, menerima amplop tersebut dengan ragu. "Apa ini, Suster Maya? Dari mana Anda mendatangkannya?"

"Dua jam yang lalu, seorang kurir lokal mengantarkan kotak pasokan bahan makanan segar ke dapur belakang mansion," tutur Maya dengan intonasi yang amat pelan.

"Pria tua yang mengantar bahan makanan itu menyisipkan amplop ini di antara tumpukan sayuran dan berbisik bahwa pesan ini harus sampai langsung ke tangan Anda tanpa diketahui oleh para pengawal Tuan Nicolas."

Jantung Sienna berdesir hebat. Dengan jemarinya yang sedikit gemetar, ia membuka segel amplop tersebut. Di dalamnya terdapat selembar kertas lusuh dengan tulisan tangan yang sangat familiar, tulisan tangan Sofia.

Sienna,

Aku tahu kau masih hidup dan dipindahkan ke suatu tempat oleh Nicolas Vance. Jangan khawatirkan kondisiku. Aku berada di tempat yang aman bersama orang-orang tepercaya di kawasan pelabuhan.

Bukti fisik resep medis asli dari Dr. Arthur Pendelton masih berada padaku secara utuh. Orang-orang Claudia Ophelia sempat mencoba meretas dan menghapus data digital di ponselku, tetapi kertas asli ini tidak akan pernah biarkan jatuh ke tangan mereka.

Namun, keadaanku kian terdesak. Nicolas Vance dan Claudia Ophelia sama-sama mengerahkan jaringan mereka untuk memburu keberadaanku. Aku tidak bisa menyimpan kertas ini lebih lama lagi tanpa risiko kehancuran. Aku harus menyerahkan bukti ini langsung kepada Nicolas Vance atau pihak kepolisian independen, tetapi aku hanya memercayai arahanmu.

Tetaplah bertahan, Sienna. Kebenaran ini akan segera menemukan jalannya.

—S

Air mata haru menetes perlahan menembus perpipaan mata Sienna. Rasa lega yang luar biasa membuncah di dalam dadanya. Sofia selamat, dan kertas resep medis rahasia itu masih utuh tersimpan bersama sahabatnya.

"Suster Maya..." bisik Sienna dengan suara bergetar, menatap perawat pribadi itu dengan penuh rasa terima kasih.

"Terima kasih... Anda telah mempertaruhkan keselamatan Anda sendiri demi mengantarkan surat ini."

"Saya hanya ingin keadilan terwujud untuk Anda, Nona," jawab Maya tulus.

"Namun, Anda harus sangat berhati-hati. Tuan Nicolas dijadwalkan tiba di mansion ini siang nanti untuk memeriksa kondisi Anda secara langsung."

 

...****************...

Tepat pukul satu siang, deru mesin kendaraan berat bergaung di sepanjang jalan berbatu menuju mansion. Tiga unit SUV hitam berhenti sempurna di pelataran utama.

Nicolas Vance turun dari kendaraan utama, mengenakan setelah jas formal berwarna hitam kelam. Garis wajahnya tampak makin tegas dan kaku.

Kelelahan akibat membagi fokus antara konflik internal perusahaan, ancaman Claudia Ophelia, dan perburuan bukti medis tercermin jelas dari pendar mata kelabunya yang tajam.

Matteo melangkah di sampingnya seraya membawa tas dokumen. "Tuan Nicolas, tim kita telah menyisir seluruh kawasan permukiman kumuh di utara kota, namun Sofia terbukti menggunakan jaringan komunikasi tradisional yang amat sulit dilacak secara terpusat."

Nicolas menghentikan langkahnya di tangga utama mansion, menatap Matteo dingin. "Perluas jangkauan pencarian hingga ke area pelabuhan peti kemas dan jalur distribusi logistik. Wanita itu tidak memiliki sumber daya finansial yang besar; dia pasti bergantung pada relasi masa lalunya."

"Baik, Tuan. Instruksi akan segera dilaksanakan," sahut Matteo seraya membungkuk hormat.

Nicolas melangkah masuk membelah aula utama, lalu menaiki tangga menuju kamar tempat Sienna diasingkan. Dengan satu gerakan tangan, ia memberi isyarat kepada dua pengawal di depan pintu untuk membukakan akses.

Pintu kayu jati itu terdorong terbuka.

Di dalam kamar, Sienna sedang duduk tegap di kursi kayu dekat jendela. Kehadiran Nicolas membuat atmosfer ruangan seketika berubah dipenuhi ketegangan yang pekat.

Nicolas melangkah masuk, menghentikan fisiknya tepat tiga langkah di hadapan Sienna. Sepasang mata kelabunya meneliti penampilan gadis itu dari atas hingga ke bawah, memastikan bahwa kondisi fisik Sienna memang telah jauh lebih stabil dibandingkan beberapa hari lalu.

"Selamat siang, Tuan Vance," sapa Sienna memecah keheningan, suaranya terdengar formal, tenang, dan tanpa nada gentar.

Nicolas menyilangkan tangannya di balik punggung. "Selamat siang. Laporan medis dari tim dokter menyatakan bahwa fungsi paru-paru dan fisikmu telah pulih delapan puluh persen."

"Perawatan yang diberikan di tempat ini sangat memadai, Tuan," jawab Sienna datar.

"Namun, terisolasi di balik teralis besi ini tidak akan pernah mengubah fakta bahwa saya adalah seorang tahanan bagi Anda."

Sebuah hembusan napas berat keluar dari bibir Nicolas. "Tempat ini adalah lokasi paling aman untuk keselamatan jiwamu saat ini, Sienna. Pihak-pihak yang membakar penthouse-ku masih berkeliaran dan berusaha memastikan kau tidak lagi bernapas."

Sienna menatap lurus ke dalam sepasang mata kelabu pria di hadapannya. "Dan siapakah pihak-pihak yang Anda maksud, Tuan Vance? Apakah Anda akhirnya mulai menyadari bahwa ancaman sesungguhnya berasal dari dalam lingkaran terdekat Anda sendiri?"

Garis rahang Nicolas menegang keras. "Jangan memancing kesabaranku dengan tuduhan-tuduhan yang belum terbukti secara hukum."

"Saya tidak sedang bermain kata-kata, Tuan," potong Sienna dengan nada yang amat lugas dan bermartabat. Sienna bangkit dari kursinya, berdiri sejajar menghadapi Nicolas meski postur tubuhnya jauh lebih kecil.

"Sofia masih hidup. Dia memegang lembaran kertas resep medis asli dari Dr. Arthur Pendelton yang membuktikan adanya kandungan racun arsenik pada tubuh Nyonya Christina Vance."

Pendar mata Nicolas meredup seketika, berkilat penuh ancaman dan keterkejutan yang tersembunyi. "Dari mana kau mendapatkan kepastian bahwa Sofia masih memegang dokumen tersebut?"

Sienna tidak membeberkan keberadaan surat rahasia yang diterimanya pagi tadi demi melindungi Suster Maya. "Karena Sofia adalah sahabat saya yang amat setia. Dia tidak akan pernah membiarkan kebenaran ini musnah. Sofia bersedia menyerahkan kertas resep medis asli tersebut langsung kepada Anda, Tuan Vance... dengan satu syarat."

Nicolas mencondongkan fisiknya ke depan, mengikis jarak di antara mereka hingga aura dominasinya menekan seluruh sudut ruangan. "Kau berada dalam posisi ditawan, Sienna. Kau dan sahabatmu tidak memiliki hak untuk mengajukan syarat kepadaku."

"Ini bukan bentuk tawar-menawar demi keuntungan pribadi, Tuan," tegas Sienna tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun.

"Syarat yang diajukan Sofia sangat sederhana, Anda harus menjamin keselamatan jiwanya secara mutlak saat penyerahan bukti tersebut dilakukan, dan Anda harus berjanji untuk memeriksa keabsahan dokumen itu secara independen tanpa melibatkan pengaruh dari Claudia Ophelia."

Keheningan yang amat membekukan menguasai ruangan tersebut selama beberapa menit.

Nicolas menatap dalam-dalam ke dalam iris cokelat Sienna. Tidak ada manipulasi, tidak ada ketakutan, dan tidak ada kebohongan yang terpancar di sana, hanya ada keteguhan murni dari seorang wanita yang telah menanggung ketidakadilan selama belasan tahun.

Dilema besar menghantam batin Nicolas. Logika dingin yang selama ini menuntun dendamnya berbenturan keras dengan kenyataan yang kian benderang di depan matanya.

"Di mana lokasi penyerahan dokumen tersebut?" tanya Nicolas akhirnya, suaranya terdengar sangat rendah dan berat.

Sienna menarik napas panjang. "Sofia akan memberikan rincian lokasinya setelah Anda memberikan jaminan keselamatan secara resmi."

Nicolas menatap Sienna dengan pandangan yang sulit diartikan, lalu berbalik perlahan menuju pintu keluar.

"Penyelidikan mengenai kebenaran masa lalu ini akan terus berjalan," ujar Nicolas tanpa memutar tubuhnya kembali.

"Apabila dokumen yang dibawa oleh sahabatmu terbukti asli dan mampu dipertanggungjawabkan secara hukum forensik... maka aku sendiri yang akan memastikan bahwa keadilan ditegakkan tanpa memandang siapa pun pelakunya. Namun, jika dokumen tersebut terbukti palsu... tidak ada seorang pun yang mampu menyelamatkanmu dari konsekuensinya."

Pintu kamar kembali terkunci rapat dari luar.

Sienna menyandarkan fisiknya pada sandaran kursi, menghembuskan napas panjang yang teramat lega. Langkah pertama telah diayunkan. Pertemuan antara Nicolas dan Sofia kini menjadi satu-satunya jembatan yang akan menentukan apakah dendam belasan tahun ini akan berakhir dengan kehancuran atau terungkapnya sebuah kebenaran yang sejati.

...Bersambung... ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!