NovelToon NovelToon
Pengulangan Sang Master

Pengulangan Sang Master

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Kultivasi Modern
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Notdrick

Mo Tianxia pernah berdiri di puncak dunia.

Sebagai seorang kultivator yang telah mencapai Absolute Realm, tidak ada lagi lawan yang mampu menandinginya dan tidak ada lagi batas yang mampu menghalanginya. Namun, setelah mencapai segala sesuatu yang bisa dicapai, yang tersisa baginya hanyalah kebosanan.

Dalam sebuah keputusan yang tidak masuk akal bagi siapa pun, Mo Tianxia menghancurkan jiwanya sendiri dan memulai kembali kehidupannya dari nol.

Kini, ia terbangun dalam tubuh yang lemah dengan kultivasi paling dasar.

Tidak ada kekuatan absolut. Tidak ada kedudukan tinggi. Tidak ada nama besar.

Hanya pengetahuan tentang jalan yang pernah ia tempuh.

Dengan sikap tenang dan pengalaman yang jauh melampaui usianya, Mo Tianxia kembali melangkah di jalan kultivasi. Sekte, turnamen, dunia rahasia, para jenius, dan berbagai ancaman mulai muncul di hadapannya.

Namun kali ini, tujuannya bukan menjadi yang terkuat. Ia hanya ingin menikmati kembali perjalanannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Dimalam hari setelah turnamen peringkat berakhir dengan Mo Tianxia sebagai juara keseluruhan, mengalahkan disciple senior di babak final dengan cara yang sama efisiennya seperti pertarungan-pertarungan sebelumnya. Cukup meyakinkan untuk menang telak, namun tidak berlebihan hingga terlihat mustahil bagi seorang disciple luar baru.

Perayaan kecil diadakan di aula makan bersama seluruh disciple luar, dengan Wang Dazhi yang berhasil melaju hingga babak perempat final, hasil terbaik dalam hidupnya. Ia merayakan dengan penuh semangat di samping Mo Tianxia.

"Kau juara!" seru Wang Dazhi bangga, seolah dialah yang memenangkan turnamen. "Aku tahu kau pasti bisa!"

"Kau juga melakukannya dengan baik," jawab Mo Tianxia. "Perempat final adalah pencapaian besar untuk disciple luar yang baru dua bulan berlatih."

Di sudut ruangan, Su Yueling duduk sendirian seperti biasa, meski sesekali matanya melirik ke arah kerumunan yang mengelilingi Mo Tianxia dengan ekspresi yang sulit dibaca.

Sementara perayaan berlangsung, di ruangan lain yang jauh lebih tenang, Ye Wuchen duduk di ruang kerjanya, ditemani Chen Feng yang berdiri dengan sikap hormat di depannya.

"Bagaimana pendapatmu tentang disciple baru itu?" tanya Ye Wuchen, suaranya tenang namun penuh makna tersembunyi.

Chen Feng menghela napas pelan sebelum menjawab. "Sejujurnya, Ketua, aku tidak bisa memberikan penjelasan yang masuk akal untuk semua yang telah kusaksikan selama dua bulan terakhir."

Ia menjelaskan secara rinci tentang kecepatan kemajuan Mo Tianxia yang konsisten namun tidak pernah mencolok, cara ia bertarung dengan efisiensi yang jauh melampaui usianya, insiden laporan penyusup yang menunjukkan indra yang luar biasa tajam, hingga detail-detail kecil lain yang telah ia perhatikan sejak pertemuan pertama mereka di pasar desa.

Ye Wuchen mendengarkan dengan seksama, jarinya mengetuk pelan meja kerja di depannya.

"Kau curiga dia menyembunyikan sesuatu," katanya, lebih sebagai pernyataan daripada pertanyaan.

"Ya," jawab Chen Feng jujur. "Tapi aku tidak bisa menemukan bukti konkret tentang apa yang ia sembunyikan, atau mengapa ia melakukannya."

Ye Wuchen terdiam sejenak, matanya menatap ke luar jendela ruang kerjanya, ke arah kompleks disciple luar yang masih menyala terang karena perayaan yang berlangsung.

"Aku sudah hidup cukup lama untuk mengenali ketika seseorang menyimpan rahasia besar," katanya akhirnya. "Anak itu... caranya menatap dunia ini, caranya menahan diri di saat-saat tertentu, itu bukan sifat alami seorang anak berusia tujuh tahun."

Chen Feng menatap ketua sektenya dengan sedikit terkejut. "Anda juga menyadarinya?"

"Sejak turnamen tadi siang," jawab Ye Wuchen. "Cara ia mengalahkan Feng Lei bukan hanya soal teknik yang bagus. Itu adalah cara bertarung seseorang yang telah mengalami ribuan pertarungan serupa sepanjang hidupnya—pemahaman tentang momentum, keseimbangan, dan psikologi lawan yang tidak mungkin dipelajari hanya dalam beberapa bulan."

Ruangan itu hening sejenak, keduanya merenungkan implikasi dari apa yang baru saja diucapkan.

"Apa yang akan Anda lakukan, Ketua?" tanya Chen Feng akhirnya.

Ye Wuchen menggelengkan kepala pelan. "Untuk saat ini, tidak ada. Selama ia tidak menunjukkan niat buruk terhadap sekte, aku tidak melihat alasan untuk mencampuri urusannya."

Ia menatap Chen Feng dengan sorot mata yang tegas. "Tapi awasi dia dengan lebih seksama, Chen Feng. Diam-diam, tanpa membuatnya merasa diawasi. Aku ingin tahu apa sebenarnya yang ia sembunyikan dan apakah itu sesuatu yang bisa membahayakan sekte ini di masa depan, atau justru sesuatu yang bisa menjadi berkah besar bagi kita."

Chen Feng membungkuk hormat. "Baik, Ketua. Akan saya laksanakan."

Ia berbalik untuk pergi, namun sebelum mencapai pintu, suara Ye Wuchen menghentikannya sekali lagi.

"Chen Feng," katanya, nada suaranya berubah sedikit lebih pelan, hampir seperti bergumam kepada dirinya sendiri. "Ada sesuatu tentang anak itu yang terasa... familiar. Seolah aku pernah merasakan aura semacam ini sebelumnya, meski aku tidak bisa mengingat di mana atau kapan."

Chen Feng menoleh, menatap ketua sektenya dengan penasaran. "Familiar bagaimana, Ketua?"

Ye Wuchen menggelengkan kepala, seolah mengusir pikiran itu sendiri. "Bukan apa-apa. Mungkin hanya perasaanku saja. Kau boleh pergi."

Chen Feng membungkuk sekali lagi sebelum meninggalkan ruangan, meninggalkan Ye Wuchen sendirian dengan pikirannya.

Ketua Tian Yun Sect itu menatap ke luar jendela sekali lagi, ke arah bulan yang bersinar terang di langit malam.

'Aura macam apa itu,' pikirnya, 'yang membuatku merasa begitu kecil hanya dengan berada di dekatnya, meski hanya sekilas?'

Ia tidak menemukan jawaban malam itu.

Namun jauh di kompleks disciple luar, seseorang yang menjadi topik pembicaraan mereka duduk sendirian di bawah cahaya bulan, menatap medali kecil bertuliskan "Juara Turnamen Peringkat" yang baru saja diterimanya.

'Sedikit terlalu mencolok,' pikir Mo Tianxia, memutar medali itu di antara jarinya. 'Tapi sudah terlanjur. Mari kita lihat apa konsekuensinya.'

Ia tidak menyadari bahwa percakapan malam itu antara Ye Wuchen dan Chen Feng telah menjadi awal dari pengawasan yang akan mengubah dinamikanya dengan Tian Yun Sect selamanya.

1
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ
tekad nyaa lebih besar daripada yang lain pastiii
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ
yaaa karna jiwa nyaa dahh buyut buyut makanyaa gak gampang ditebakk
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ
mantapp kasih paham bossss 💅
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ
ternyata gak di dunia nyata gak didunia novel sama ajaa 😌
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ
anak yang terlampau pintar dan dewasa sampai orang tua yang lain pun merasa heran
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ
nama yang emang sudah ditakdirkan
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ
ternyata mc nyaa anak pungut 😌
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ: manaa adaa /Curse//Facepalm/
total 2 replies
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ
Apakah terlahir kembali untuk menyambut masa kejayaannya lagi 😌
^_^
mo tianxia emangnya gk pernah jadi bayi dulunya sebelom jdi penguasa dunia?
^_^
ada yang hrus dibicarain justru di sini, kalen punya uang kagak buat rawat anak orang ini?
^_^
klo minta ke Dewa Othor pasti dikabulin, kalen salah aja caranya
^_^
lgi pda maen petak umpet ges
^_^
gak ngerti novelnya bahas apa, tpi gk tau pen baca aja ^_^
Nnoyre: gak apa apa sih/Joyful/
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!