NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali: Mengubah Takdir Cinta Kita

Terlahir Kembali: Mengubah Takdir Cinta Kita

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:25k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Alexa Steviola mati mengenaskan bersama janinnya saat terjadi kecelakaan tunggal, saat membuka mata dia tidak percaya jika dia terbangun sebelum kecelakaan itu terjadi.

Diberikan kesempatan kedua Alexa tidak menyia-nyiakannya lagi, dia tidak akan mengejar cinta Lucas suaminya lagi, dia memilih untuk mundur mencoba menjalani hidup yang lebih tenang tanpa harus memaksa Lucas mencintainya.

Lucas sendiri adalah pria yang dia jebak hingga dirinya hamil, Lucas awalnya adalah tunangan Catherine yang merupakan bibi Alexa, hanya karena rasa cemburunya pada Catherine membuatnya gelap mata. Kehidupan kali ini dia memilih untuk mundur, tidak ada gunanya memaksakan perasaan seseorang apalagi Lucas yang dikehidupan sebelumnya sangat mencintai Catherine.

Tetapi perubahan Alexa membuat Lucas kebingungan bahkan Lucas marah saat Alexa berkata ingin bercerai dengannya, Lucas berkata sampai kapanpun dia tidak akan melepaskan Alexa.

Mampukah Alexa mengubah takdir hidupnya? Stay tune!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apa Kamu Punya Kekasih?

Alexa terdiam kaku. Bisikan dan deru napas hangat Lucas yang begitu dekat di telinganya benar-benar mengunci pergerakannya.

​Sementara itu, Lucas memanfaatkan jarak yang mengikis ini untuk menikmati paras wajah Alexa dari dekat. Dari jarak serapat ini, matanya baru menyadari detail halus yang selama ini luput dari perhatiannya, sebuah tahi lalat kecil yang tersembunyi manis di dekat pelipis kiri Alexa.

​Tanpa sadar, jemari panjang Lucas terangkat. Ia menyentuh titik hitam kecil itu dan mengusapnya dengan sangat pelan serta penuh kehati-hatian. Sentuhan lembut itu terasa begitu kontras dengan citra Lucas yang dingin. Tak ayal, Alexa seketika merinding, desiran aneh menjalar hingga ke punggungnya.

​"Lucas..." panggil Alexa lirih, berusaha menguasai suaranya yang bergetar.

"Bisakah aku turun?"

​Lucas tidak menjawab dengan kata-kata, tetapi ia melonggarkan pelukan di pinggang wanita itu. Dengan sigap dan hati-hati, Lucas membantu Alexa bergeser dari pangkuannya dan membimbingnya duduk di atas busa sofa yang empuk.

​Setelah kedua kakinya menyentuh lantai dengan benar, Alexa membetulkan letak gaun hamilnya yang sedikit kusut. Ia menghindari tatapan intens Lucas.

​"Aku... aku mau kembali ke kamar atas saja," ujar Alexa pelan, hendak berdiri.

​"Tidak usah," tolak Lucas cepat. Suaranya datar namun sarat akan intonasi perintah yang tak bisa dibantah.

"Di luar badai besar. Lebih baik di sini. Di lantai dua, angin menghantam jendela kaca lebih kencang. Berbahaya kalau terjadi sesuatu."

​Alexa menoleh ke arah jendela besar di samping ruang tamu. Benar saja, tirai tipis bergetar perlahan akibat tekanan angin kencang di luar. Hujan deras yang terhempas angin terus-menerus menampar kaca dengan suara gemertak yang cukup mengerikan. Suasana malam terasa makin mencekam.

​Sejujurnya, Alexa memang cukup takut dengan suara kilat dan gemuruh di luar. Namun, ia memaksakan diri untuk tetap tenang dan menyembunyikan guncangan emosinya. Ia kembali menyandarkan punggungnya di sofa, meraih cangkir berisi air hangat yang dibawakan pelayan tadi, lalu meminumnya seteguk demi seteguk.

​Lucas mengubah posisi duduknya. Pria itu menyandarkan punggung tegapnya pada sandaran sofa, memiringkan tubuh sedikit agar bisa mengamati profil wajah Alexa dari samping.

​Benak Lucas kembali melayang pada tumpukan dokumen yang dibawakan Ben tadi siang. Rasa penasaran yang mendalam mendadak mengusik pikirannya. Walaupun ia sudah membaca seluruh Laporan Intelijen mengenai rekam jejak kehidupan Alexa bersama keluarga Ebera, Lucas tetap merasa ada potongan teka-teki yang hilang. Ia ingin mendengar versi cerita itu langsung dari bibir wanita di sampingnya ini.

​"Alexa," panggil Lucas tenang.

​Alexa menoleh kecil. "Ya?"

​"Bagaimana kehidupanmu..." Lucas menggantung kalimatnya sejenak, memilih kata yang tepat.

"Sebelum kamu menikah denganku?"

​Mendengar pertanyaan itu, jemari Alexa yang memeluk cangkir hangat sempat terhenti sejenak. Namun, reaksi histeris atau sedih yang dibayangkan Lucas sama sekali tidak muncul.

​Sebaliknya, Alexa justru mengulas sebuah senyuman tipis yang terasa sangat hangat dan tulus. Matanya menatap lurus ke dalam netra kelabu milik Lucas.

​"Kehidupanku?" ulang Alexa lembut.

"Aku hidup dengan baik. Kehidupanku... bahagia."

​Jawaban singkat itu meluncur begitu mulus dari bibir Alexa.

​Lucas memicingkan matanya. Garis alisnya bertaut tajam. Jawaban itu benar-benar di luar ekspektasinya, dan sejujurnya, Lucas sama sekali tidak percaya. Bagaimana mungkin sebuah kehidupan yang amat memprihatinkan dan penuh tekanan bisa disebut bahagia?.

​Dari laporan riwayat hidup yang disusun Ben, Lucas tahu betul bagaimana perlakuan diskriminatif yang diterima Alexa dari Siena ibu kandungnya sendiri serta bagaimana Siena selalu menomorsatukan Catherine dalam segala hal. Alexa selalu disisihkan, diabaikan, dan dituntut mengalah. Lantas, kenapa wanita ini malah menyunggingkan senyum tulus dan mengaku bahagia? Apakah Alexa sedang mencoba menutup-nutupi penderitaannya dan melindungi nama baik keluarga Ebera di depannya? Tapi untuk alasan apa? Bukankah ia sudah dibuang oleh mereka?.

​Lucas sungguh tidak habis pikir dengan jalan pikiran wanita di hadapannya ini.

​Melihat Lucas yang hanya diam dengan tatapan penuh keraguan, Alexa memberanikan diri membuka suara.

"Kamu sendiri bagaimana, Lucas?" tanya Alexa lembut, berusaha mengalihkan fokus pembicaraan.

"Bagaimana kehidupanmu masa kecil dulu?"

​Lucas, yang tadinya sempat memejamkan mata sejenak untuk menahan kebingungannya, kini membuka matanya sempurna. Ia menatap makin intens pada wanita yang kini tengah mengandung keturunan darah dagingnya tersebut.

​Kehidupannya? Lucas tumbuh dan dibesarkan dalam keluarga konglomerat yang sangat hangat. Ia memiliki ayah dan ibu yang teramat perhatian pada anak-anak mereka, melindunginya dengan fasilitas terbaik tanpa kekurangan kasih sayang sedikit pun. Kehidupan masa kecilnya jelas berbanding terbalik seratus delapan puluh derajat dengan jalan hidup kelam yang dilalui Alexa.

​Namun, Lucas bukanlah tipe pria yang suka mengumbar cerita sentimental tentang keluarganya. Pria irit bicara itu sama sekali tidak tertarik untuk membagikan kisah masa lalunya. Perhatiannya jauh lebih tersedot oleh misteri sosok Alexa.

​Pikiran Lucas justru bercabang ke hal-hal yang agak lebih spesifik dan pribadi terkait masa lalu Alexa. Misalkan saja... apakah sebelum menikah dengannya, Alexa pernah menyukai pria lain? Apakah wanita pendiam ini pernah memiliki kekasih?.

​Atau yang lebih ekstrem lagi... apakah Alexa pernah berciuman dengan mantannya di masa lalu?.

​Baru saja memikirkan kemungkinan itu melintas di kepalanya, dada Lucas mendadak terasa sesak dan panas. Ada rasa tidak suka yang amat asing dan tajam menjalar di dalam hatinya.

​"Lucas?" panggil Alexa pelan karena pria itu kembali membisu dalam waktu yang cukup lama.

"Kenapa diam saja?"

​Lucas memalingkan wajahnya sedikit, menyembunyikan guratan kekesalan tak beralasan yang tiba-tiba muncul di wajahnya.

"Bukan hal yang penting," jawab Lucas dingin dan singkat.

​Ia lalu menoleh kembali, menatap manik mata Alexa dengan intonasi suara yang berubah makin dalam dan menuntut.

"Jawab pertanyaanku yang tadi dengan jujur, Alexa. Jangan berbohong."

​Alexa agak terkejut dengan perubahan nada suara Lucas yang mendadak lebih tegas. "Aku tidak berbohong, Lucas. Mengapa aku harus berbohong padamu?"

​"Bahagia?" dengus Lucas pelan, nada suaranya terdengar sinis.

"Kamu menyebut hidup dalam bayang-bayang saudaramu dan diabaikan ibumu sendiri sebagai sebuah kebahagiaan?"

​Mendengar Lucas menyebut soal ibu dan saudaranya, senyum di bibir Alexa perlahan memudar, berganti dengan raut wajah datar yang tenang. Ia menghembuskan napas pelan.

​"Jadi kamu sudah mencari tahu tentangku lewat asistenmu?" panggil Alexa tanpa nada marah sedikit pun.

"Tuan Clinton memang sangat teliti."

​"Itu hal yang wajar," sahut Lucas datar.

"Aku perlu tahu siapa wanita yang tinggal di rumahku dan mengandung anakku."

​"Kalau begitu, kamu pasti sudah tahu semuanya, bukan?" ujar Alexa pelan.

"Lantas untuk apa kamu menanyakan hal itu padaku lagi?"

​"Karena aku ingin mendengar versimu," potong Lucas cepat.

"Laporan Ben hanya berisi fakta dan data. Tapi jawabanmu baru saja... sangat bertolak belakang dengan fakta tersebut."

​Alexa menunduk menatap jemarinya yang saling bertaut di atas pangkuan. "Sederhana, Lucas. Kebahagiaan bagi setiap orang itu berbeda."

​"Maksudmu?"

​"Bagi orang lain, kebahagiaan mungkin tentang mendapatkan semua kasih sayang, kemewahan, dan pengakuan," tutur Alexa dengan nada suara yang begitu tenang dan stabil, seolah ia sedang menceritakan kisah orang lain.

"Tapi bagiku, bisa bangun setiap pagi dalam keadaan sehat, memiliki waktu sendiri tanpa ada keributan, dan menikmati hal-hal kecil... itu sudah cukup membuatku merasa bahagia. Aku tidak pernah berharap lebih, jadi aku tidak pernah merasa se-menderita itu."

​Lucas tertegun mendengar penjelasan polos namun sarat akan kepasrahan tersebut. Wanita di depannya ini tidak sedang berpura-pura tegar. Alexa benar-benar telah mematikan rasa kecewanya sejak lama hingga penderitaan pun dianggapnya sebagai hal biasa.

​Rasa ketidakberdayaan Alexa justru membuat dada Lucas terasa makin berdenyut aneh.

​"Lalu bagaimana dengan pria?" tanya Lucas mendadak, mengalihkan topik secara tiba-tiba tanpa basa-basi.

​Alexa mendongak bingung. "Pria? Maksudmu?"

​"Sebelum menikah denganku..." Lucas memajukan tubuhnya sedikit, menatap lurus ke dalam manik mata Alexa.

"Apakah kamu pernah memiliki kekasih?"

​Pertanyaan yang sangat lugas dan tidak terduga itu sukses membuat pipi Alexa kembali merona tipis. Ia tidak menyangka seorang Lucas Damarion Clinton akan menanyakan hal se-pribadi ini.

​"Kenapa kamu menanyakan hal itu?" tanya Alexa balik dengan nada defensif yang halus.

​"Jawab saja, Alexa!" desak Lucas kaku. Rahangnya mengetat, menunggu jawaban yang entah mengapa membuat jantungnya berdebar kencang.

"Apakah ada pria lain sebelum aku?"

​Alexa menatap Lucas selama beberapa detik, mencoba mencari tahu alasan di balik raut tegang suaminya. Namun, melihat Lucas yang begitu serius menunggunya membuka suara, Alexa akhirnya menghela napas pelan.

​"Tidak ada, Lucas," jawab Alexa jujur dan polos.

"Jangankan memiliki kekasih... waktuku habis untuk membantu pekerjaan rumah dan fokus pada pendidikanku. Mama... Mama tidak pernah mengizinkanku bergaul dekat dengan pria mana pun."

​Mendengar jawaban jujur itu, seolah ada beban berat yang diangkat secara ajaib dari dada Lucas Clinton. Ketegangan di garis rahangnya mendadak mengendur. Rasa tidak suka yang sempat membakar dadanya tadi lenyap seketika, berganti dengan perasaan lega yang tak tertahankan.

​Artinya... dirinyalah pria pertama dalam kehidupan wanita ini.

​Lucas kembali bersandar di sofa, matanya menatap Alexa dengan pendar kepuasan yang tersembunyi rapat di balik raut datarnya.

​"Baguslah," gumam Lucas sangat pelan, hampir menyerupai bisikan.

​"Apa?" tanya Alexa yang tidak mendengar jelas gumaman suaminya.

​"Tidak ada," sahut Lucas cepat, kembali ke mode irit bicaranya.

"Minum airmu. Setelah badai agak mereda, baru kamu boleh kembali ke kamar."

Bersambung...

Wkwkwkwk... Ada yang cemburu.😂

1
ina
sedihnya alexa
Sribundanya Gifran
thor kpn pernikahannya diresmikan,setidaknya ada catatan buku nikah secara sah walau belum pesta, kasian anakny nanti mau sekolah susah
lanjut up lagi thor💪💪💪💪💪💪
It's me Ri🥕: Sabar ya kak🙏
total 1 replies
Dila Dilabeladila
ko jadi curiga sm chatherine ya??????.🤔🤔🤔🤔
It's me Ri🥕: Waduhhh... bisa jadi
total 1 replies
Dewi Anggraeni
keluarga Lucas udah tau keburukan keluarga Cathrine
Sumawita
apa sih rencana keluarga nya lucas pada Alexa
Isma Nayla
mungkinkah Alexa di jebak bibinya sendiri?🤔
lanjut thor
It's me Ri🥕: Hmmm... bisa jadi
total 1 replies
Shuttttttttttt
ayoo up lagi
Kusii Yaati
tapi tidak ada salahnya juga kan kalau Lucas mau memperbaiki rumah tangga mereka.kecuali Lucas sendiri yang menginginkan perceraian itu
Dewi Anggraeni
Aduh Lucasss ... yg gak jelas itu sikap /Hammer/, bukannya diumumkan pembatalan pertunangan dgn Catherine
Dewi Anggraeni
Pasti yg menjebak Alexa sm Lucas ortunya 🤭,mungkin ortunya Lucas udah tau sifat aslinya Catherin /CoolGuy/
Kusii Yaati
alexa bukan anak kandung mungkin 🤭
Ita Putri
tapi kyknya keluarga clinton semua sayang sama alexa
Ita Putri
🤣aturan dr mana orang lain gk boleh nyakitin istrinya tp malah dia sendiri yg buat istrinya nangis ketakutan 😭
Ita Putri
jangan " yg njebak Alexa & Lucas malam itu Orlando sama Esmeralda 🤣
It's me Ri🥕: Wkwkwkwk... Entahlah 🤭 Sepertinya bukan sihh
total 1 replies
mery harwati
Masih banyak rahasia yang belum terungkap tentang masa lalu Alexa
JasmineA
kek nya keluarga Lucas maunya Alexa yg jadi mantu mereka bukan Catherine
It's me Ri🥕: Jeng... Jeng... Jeng... Rahasia 😁
total 1 replies
Wulan
pasti dalang dr pernikahan Lucas dan Alexa ,, Mami n papi ny lucas
Bela Viona: nunggu reaksi lucas 🤭
total 3 replies
Susi Nugroho
Semoga keluarga lucas mau menerima Alexa.... Di tunggu lanjutannya....
Potatoes 🥔
Bagus banget.🥰
mery harwati
Aq baca dulu Alexa sampai tamat ah, kuatir malah gak keburu baca kisah novel yang baru karena aq bisa nyantai baca klo udah beres bekerja 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!