Sebuah liburan akhir pekan berubah menjadi mimpi buruk saat sekelompok remaja menemukan rahasia kelam di balik keindahan sebuah air terjun terpencil.Satu persatu dari mereka mulai menghilang,memaksa yang tersisa untuk memecahkan kutukan kuno sebelum fajar tiba atau menjadi korban berikutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stychin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 11
Di rumahnya citra tengah bercermin dengan wajah penuh keangkuhan.Ia merasa puas,karena besok ia akan merencanakan sesuatu agar dery selalu ada di sampingnya.Sementara itu ia akan bercerita dan menunjukan kepada aulia bahwa dia yang akan memenangkan hati laki laki itu.
Ia duduk di sofa kamarnya,dan membuka ponsel untuk sekedar melihat media sosial sebagai bentuk rasa bosannya.
Matanya membulat,tangannya mengepal saat melihat story yang di buat oleh dinda.Mereka tengah duduk di meja makan,dengan menunjukan tawa bahagia.Hatinya merasa sakit ketika melihat dery yang duduk di sebelah aulia dengan pandangan yang biasa.
Merasa ada sesal dalam dirinya karena ia yang memilih untuk tidak ikut ke rumah aulia.Sedih,tangis dan marah menjadi satu.
"kenapa sih lu selalu dapetin apa yang gue mau ul,ini yang jadiin gue benci banget sama lu."ucap citra sambil melemparkan beberapa barang barang di atas meja kamarnya.
"tapi it's oke.aulia gak akan ikut besok,jadi gue masih punya kesempatan buat berduaan sama dery disana"ucapnya.
Senyumnya menyeringai penuh kelicikan.Rasa bencinya terhadap aulia semakin hari semakin bertambah.Pertemanan hanyalah topeng baginya,ia gunakan kata pertemanan itu agar ia bisa dekat dengan dery kapanpun ia mau.
...****************...
Jam di dinding sudah menunjukan pukul 23.40 namun pak arman,dery dan martin tak kunjung berhenti bermain ps.Rasa ngantuknya seakan tak kunjung datang.Namun terpaksa ia hentikan mengingat mereka akan bepergian besok pagi.
"kalian nginep aja disini udah malem jalan di depan sana gelap banyak begal kalo udah tengah malem,tidur disini aja besok pagi pulang ambil barang barang kalian.kalian mau pake motor kesana?"tanya pak arman yang langsung diberi jawaban dengan gelengan.
"nggak om,kita berangkat pake mobil dery.tapi mobilnya masih di rumah dia om,kita kesini bawa motor"ucap martin.
"gapapa besok pagi kalian pulang dulu aja ambil mobil sama barang barang kalian."
"yaudah om kita ikut nginep disini ya"ucap dery dengan sungkan.
Pak arman hanya mengangguk lalu pamit untuk pergi ke kamar menyusul istrinya yang sudah tidur.
"oh iya,kalian tidur di kamar tamu aja jangan tidur di sofa."ucap pak arman lagi saat melihat martin dan dery yang tengah bersiap merebahkan tubuh mereka di sofa panjang di ruang tengah.
Mereka beranjak dari tempat itu mengikuti langkah pak arman yang menunjukan kamar yang akan mereka tempati.
Setibanya di kamar,pak arman kembali pamit.Dengan kompak dery dan martin menganguk,lalu menutup pintu kamar itu karena rasa kantuk sudah menyerang mereka berdua.
Di kamar aulia.Ia sudah tidur dengan nyenyak bersama dinda.Mereka memutuskan untuk tidur lebih awal karena tak ingin rasa kantuk menganggu perjalanan mereka.
Suasana di rumah itu kini sudah sepi,juga pak sarip yang kini sudah beristirahat di kamarnya.Ia hanya bisa pulang seminggu sekali ke rumahnya.Sedangkan hari hari biasa ia harus berjaga di rumah yang besar itu.
Di waktu yang tepat mungkin ia bisa meminta pak arman dan bu wida untuk memperkerjakan istrinya sebagai ART di rumah mereka.Agar ia senantiasa selalu bertemu dengan istrinya,tentunya tak akan merasa terlalu khawatir jika istrinya tinggal bersama dirinya dirumah majikannya itu.Apalagi mereka mempunyai satu anak yang usianya baru saja menginjak 5tahun.
Pagi hari tepatnya pukul 05.30 aulia membangunkan dinda yang masih tertidur.
"udah tengah enam nih bangun yok kita siap siap"ucapan aulia membuat gadis itu bangun dengan semangat.
Mereka berdua turun ke bawah dengan rambut yang masih berantakan.
"ya allah ini anak gadis jam segini masih berwujud seperti ini"ucap bu wida dengan tawa kecil.
Aulia mengambil air minum di dapurnya.
"loh dery,martin kalian nginep disini?'tanya dinda yang berpapasan dengan keduanya.
Byurrrr
Aulia tersedak hingga menyemburkan air yang diminumnya.Tubuhnya diputarkan ke arah suara dinda.
Ia tercengang saat melihat dery yang tengah memandanginya dengan tawa kecil.
"ternyata aul tetep cantik ya meskipun berwujud seperti ini"godanya.
"wujud wujud emang gue siluman,awas awas minggir"
Entah mengapa wajahnya memerah,ia bahkan menabrak bahu martin yang menghalangi jalannya.Aulia berlari ke arah kamarnya dengan menutup wajahnya.
"dih kenapa tuh bocah"tanya martin dengan mengerutkan kening.
"ah elu kayak gak tau aja,ya jelas salting lah"ucap dinda.
Dery merasa kikuk,ia juga merasa salting saat mendengar ucapan dinda.Perasaannya selama ini mungkin tidak ia rasakan sendiri,ia yakin aulia juga menyimpan perasaan untuknya.Tekadnya untuk mendekati aulia semakin kuat,ia seperti diberi ruang di hati aulia meski sikap gadis itu tampak dingin terhadapnya.
"Din bilangin ke aul ya,kita mau balik dulu ambil barang barang sama mobil gue"
"oke deh,jam berapa kesini lagi?"tanya dinda yang masih menggenggam gelas berisi air putih hangat.
"jam 7 kayaknya kita udah disini lagi,cepet siap siap aja"
Dinda mengangguk,setelah martin dan dery pergi.Ia kembali menyusul aulia di kamarnya.
"ul,lu mandi ya?"teriaknya saat melihat kamar mandi di kamar aulia tertutup.
"iya din"
Tak lama ia keluar dengan rambut yang basah.
"udah balik dua bocah tengil tu,ambil mobil katanya nanti balik lagi ke sini"
"hah?udah balik?kalo tau gitu ngapain gue mandi buru buru coba"
Dinda tersenyum kaget mendengar ucapan temannya.
"gak salah lu?udah gue tebak ul.lu juga suka kan ama si dery"
"m-maksud gue gak gitu"
"udah deh lu gak usah nutup nutupin itu dari gue,aman aja.kalo sama sama suka mah ya saling perjuangin lah ul.Jangan kek gitu kasian si dery selama ini ngerasa lu risih di deketin mulu ama dia"
"emang iya din?"
Dinda mengangguk.
"Udah ul gausah mikirin si citra,lu kek gak tau aja sikap tu bocah.apa yang lu punya selalu di ambilnya,jangan sampe lah cinta lu juga di ambil ama dia.Kan lu duluan yang deket ama tu si dery"
Aulia merasa apa yang dikatakan dinda ada benarnya.Namun ia masih tidak tega jika menyakiti hati citra perihal dery yang hanya menyukai dirinya.
Ia juga merasa aneh,selama satu tahun ini ia berteman dengan citra.Apapun yang dimilikinya selalu di ambil,satu dua kali ia merasa memang kebetulan.Hari demi hari saat ia mulai mengetahui sikap asli citra,sering kali gadis itu tak berpamitan untuk mengambil barang yang bukan miliknya.
Pertemanan mereka juga seakan topeng.Citra kerap kali tak ikut hadir saat aulia pergi bersama dinda.Berbeda saat mereka mengajak dery dan martin,citra selalu memaksa ingin ikut meskipun ia tak diajak.