NovelToon NovelToon
Petualangan Raja Dunia

Petualangan Raja Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:206.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Boqin Changing

Ini adalah cerita tentang seorang pria yang kembali ke masa lalunya.

Perlahan ia mulai menuju ke kekuatan aslinya di kehidupan pertamanya. Kini bahkan ia dikenal sebagai salah satu dari Lima Raja Dunia. Seseorang dengan pengaruh dan kekuatan yang luar biasa.

Petualangannya terus dimulai. Ia kini menuju sebuah pulau misterius yang berisi harta karun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia Lebih Baik dari Tunanganmu

Tidak lama kemudian, makanan yang mereka pesan mulai berdatangan. Sup Walet Hutan Timur ternyata disajikan dalam sebuah mangkuk besar yang cukup untuk dinikmati oleh beberapa orang.

Kuahnya berwarna jernih dengan aroma harum yang langsung memenuhi meja. Di dalamnya terdapat beberapa potongan sarang burung walet dan bahan-bahan langka yang membuat hidangan tersebut terlihat sangat mewah.

Boqin Changing memandang mangkuk itu sejenak. Kemudian ia melirik kepada Hang Xue dan Qian Ling.

"Supnya cukup banyak. Kalian juga bisa ikut menikmatinya."

Hang Xue nampak sedikit terkejut.

"Tidak perlu. Itu pesananmu."

"Benar," sambung Qian Ling sambil tersenyum. "Kami tidak akan mengambil makananmu."

Boqin Changing hanya tersenyum.

"Kalau begitu, anggap saja aku tidak bisa menghabiskannya sendirian."

Mendengar itu, Hang Xue akhirnya tidak menolak lagi.

"Baiklah."

Ketiganya pun mulai makan bersama.

Suasana di meja tersebut perlahan menjadi lebih santai. Mereka berbicara mengenai hal-hal sederhana. Qian Ling beberapa kali menceritakan kejadian lucu yang terjadi di sekitar Kota Chiyou, sementara Hang Xue sesekali menimpali perkataannya.

Boqin Changing hanya mendengarkan sambil menikmati makanannya. Sesekali ia ikut berbicara.

Awalnya Qian Ling masih merasa sedikit canggung. Namun setelah beberapa saat, rasa penasarannya kembali muncul.

Ia ingin mengetahui siapa sebenarnya pemuda bernama Chang ini. Terlebih lagi, sejak tadi pemuda itu menunjukkan ketenangan yang terlalu berbeda dari para tuan muda yang pernah ia kenal.

Qian Ling akhirnya mengangkat sebuah pertanyaan.

"Chang, boleh aku bertanya sesuatu?"

"Tentu."

"Menurutmu, mengapa harga bijih besi bisa berbeda jauh antara wilayah timur dan wilayah barat?"

Boqin Changing berhenti makan. Ia memandang Qian Ling. Pertanyaan itu sebenarnya cukup sederhana bagi orang yang memiliki pengetahuan luas mengenai perdagangan sumber daya.

Qian Ling sengaja menanyakannya karena ia ingin menguji sedikit pengetahuan pemuda tersebut.

Namun jawaban Boqin Changing justru membuatnya terkejut.

"Karena kualitas sumber daya bukan satu-satunya faktor yang menentukan harga."

Boqin Changing meletakkan sendoknya.

"Wilayah timur memiliki lebih banyak tambang bijih besi, tetapi jalur perdagangannya tidak stabil. Banyak daerah pegunungan dikuasai kelompok pendekar dan beberapa tempat masih menjadi wilayah berbahaya. Akibatnya, biaya pengangkutan meningkat."

"Sedangkan wilayah barat memang lebih sedikit menghasilkan bijih besi, tetapi jalur perdagangannya jauh lebih aman. Banyak rumah dagang besar juga memiliki jalur pengiriman tetap."

"Jadi, perbedaan harga yang terlihat bukan hanya disebabkan oleh jumlah batu roh yang tersedia. Biaya perjalanan, keamanan, jarak, bahkan hubungan antarwilayah juga memengaruhinya."

Qian Ling terdiam. Ia sebenarnya sudah mengetahui sebagian besar hal tersebut.

Namun yang membuatnya terkejut adalah cara pemuda itu menjelaskan semuanya. Bahkan tanpa berpikir lama.

Qian Ling mengedipkan mata.

"Benarkah?"

Boqin Changing mengangguk.

"Selain itu, ada satu hal lagi."

"Beberapa rumah dagang sengaja menahan persediaan ketika mengetahui sebuah wilayah sedang mengalami peningkatan kebutuhan. Mereka kemudian menjualnya kembali dengan harga lebih tinggi."

Qian Ling langsung memahami maksudnya. Ia memang pernah melihat kejadian seperti itu. Namun ia tidak menyangka pemuda di depannya dapat menjelaskan mekanismenya dengan begitu mudah.

Qian Ling belum menyerah. Ia kemudian mengajukan beberapa pertanyaan lain. Mulai dari perdagangan bahan untuk membuat senjata, harga pil, hubungan antar keluarga bangsawan, hingga pengaruh sekte terhadap jalur perdagangan.

Setiap kali Qian Ling bertanya, Boqin Changing selalu memberikan jawaban yang sangat tenang. Bahkan beberapa kali jawabannya jauh lebih dalam daripada yang diperkirakan Qian Ling.

Pada akhirnya, Qian Ling hanya bisa menatapnya dengan wajah tercengang. Pemuda ini sebenarnya siapa?

Pengetahuan yang dimiliki Chang benar-benar sangat luas. Bukan hanya mengenai perdagangan. Ia mengetahui sejarah beberapa wilayah, memahami karakteristik berbagai sumber daya, mengenal banyak sekte, bahkan mengetahui beberapa kejadian lama yang belum pernah Qian Ling dengar sebelumnya.

Semakin lama berbicara dengannya, Qian Ling justru merasa seperti sedang berbicara dengan seseorang dari generasi yang berbeda. Bukan karena wajah Boqin Changing terlihat tua. Sebaliknya, pemuda itu terlihat sangat muda. Namun pengetahuan dan pengalaman yang terpancar dari setiap perkataannya terasa jauh melampaui usianya.

Qian Ling akhirnya tertawa kecil.

"Tuan Muda Chang, sebenarnya berapa usiamu?"

Boqin Changing hanya tersenyum.

"Kenapa kau tiba-tiba menanyakan itu?"

"Karena aku merasa pengetahuanmu terlalu luas."

"Benarkah?"

"Tentu saja."

Qian Ling menggelengkan kepala.

"Kalau aku tidak melihat wajahmu sendiri, aku pasti mengira sedang berbicara dengan seorang tetua yang telah hidup selama puluhan tahun."

Hang Xue yang mendengar perkataan itu ikut tersenyum kecil.

Boqin Changing hanya tertawa.

"Pengalaman seseorang tidak selalu bisa dilihat dari usianya."

Kalimat sederhana itu membuat Hang Xue terdiam sejenak. Entah mengapa, perkataan tersebut terasa sangat dalam. Ia menatap Boqin Changing beberapa saat sebelum akhirnya kembali mengambil sendoknya. Mereka pun melanjutkan makan.

Tidak terasa, waktu berlalu cukup cepat. Setelah makanan di meja hampir habis, ketiganya akhirnya selesai makan siang.

Boqin Changing menyandarkan tubuhnya dengan santai.

"Sudah lama aku tidak berjalan-jalan di kota ini."

Ia kemudian menatap Hang Xue.

"Nona Xue."

"Hm?"

"Kalau kau tidak sibuk, maukah kau menemaniku berjalan-jalan?"

Hang Xue langsung terdiam. Ia tidak menyangka Boqin Changing langsung akan mengajukan permintaan seperti itu.

Beberapa saat kemudian, Hang Xue menundukkan pandangannya.

"Maaf."

Suaranya terdengar lembut.

"Aku tidak bisa."

Boqin Changing tidak menunjukkan kekecewaan.

"Oh?"

Hang Xue menggenggam tangannya sendiri di atas meja.

"Aku sudah memiliki tunangan."

Setelah mengucapkan kalimat itu, wajah Hang Xue sedikit memerah.

Sebenarnya, sejak tadi ia sudah merasa bahwa perhatian yang diberikan pemuda ini kepadanya agak berbeda. Pemuda itu bertanya tentang kabarnya, tatapannya, kemudian sekarang mengajaknya berjalan-jalan.

Hang Xue mulai berpikir bahwa mungkin pemuda bernama Chang ini tertarik kepadanya. Karena itu, ia merasa perlu menjelaskan keadaan dirinya agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Namun Boqin Changing justru tersenyum tipis.

"Aku mengerti."

Ia sama sekali tidak membahasnya lebih jauh. Tidak ada rasa kecewa terlihat darinya. Hal itu justru membuat Hang Xue sedikit bingung.

Boqin Changing kemudian memanggil pelayan.

"Pelayan."

Pelayan yang berada tidak jauh dari sana segera datang.

"Apakah ada yang bisa saya bantu, Tuan Muda?"

Boqin Changing menanyakan harga semua pesanannya.

"Berapa semuanya?"

Pelayan tersebut segera menghitung makanan dan minuman yang mereka pesan.

Setelah mengetahui jumlahnya, Boqin Changing langsung mengeluarkan beberapa koin emas dan meletakkannya di atas meja.

"Ini."

Pelayan itu melihat jumlah koin emas tersebut.

Wajahnya langsung berubah.

"T-Tuan Muda..."

"Ada apa?"

"Jumlahnya... terlalu banyak."

Boqin Changing melirik koin emas tersebut.

"Oh."

Ia sama sekali tidak terlihat peduli.

"Kalau begitu, sisanya bisa kau ambil."

Pelayan itu langsung membelalakkan mata.

"Tapi, Tuan Muda, ini..."

Boqin Changing berdiri dari kursinya.

"Ambil saja."

Pelayan itu membungkuk berkali-kali dengan wajah penuh kegembiraan.

"Terima kasih banyak, Tuan Muda!"

Boqin Changing hanya tersenyum. Kemudian ia menatap Hang Xue dan Qian Ling.

"Kalau begitu, aku pergi dulu."

Hang Xue mengangguk.

"Hati-hati."

Qian Ling juga tersenyum.

"Hati-hati di jalan, Tuan  Muda Chang."

Boqin Changing mengangguk kecil. Ia menatap Hang Xue sejenak.

“Jika kau membutuhkan sesuatu, beritahu aku. Aku akan tinggal di kota ini selama beberapa hari sebelum pergi lagi.”

Kemudian ia berbalik dan meninggalkan kedai makan tersebut.

Hang Xue dan Qian Ling memperhatikan punggungnya sampai pemuda itu benar-benar keluar dari pintu. Begitu Boqin Changing menghilang dari pandangan, Qian Ling langsung menoleh kepada Hang Xue.

"Hehehe..."

Hang Xue mengernyitkan kening.

"Apa?"

Qian Ling mendekatkan wajahnya.

"Sepertinya pemuda bernama Chang itu tertarik padamu."

Hang Xue langsung diam.

"Apa yang kau bicarakan?"

"Jangan pura-pura tidak tahu."

Qian Ling terkekeh.

"Sejak datang, dia terus memperhatikanmu. Bahkan tadi dia mengajakmu berjalan-jalan."

Hang Xue tidak menjawab.

Qian Ling semakin bersemangat menggoda sahabatnya.

"Dan kau tahu apa yang paling lucu?"

"Apa?"

"Menurutku, pemuda itu menang dalam segala hal dibandingkan tunanganmu."

Hang Xue langsung menatapnya.

"Qian Ling."

"Jangan berisik."

Qian Ling menutup mulutnya sambil menahan tawa.

Namun beberapa saat kemudian, senyumnya perlahan menghilang ketika melihat wajah Hang Xue.

Hang Xue menundukkan kepalanya.

"Takdirku memang tidak sebaik dirimu."

Qian Ling terdiam.

"Kau tidak perlu menjalani perjodohan."

Suara Hang Xue terdengar tenang, tetapi ada sedikit kesedihan di dalamnya.

"Aku berbeda."

"Aku sudah dijodohkan sejak kecil."

Qian Ling tidak lagi mampu tersenyum. Ia baru menyadari bahwa perkataannya tadi mungkin telah menyentuh luka yang selama ini disimpan oleh sahabatnya.

"Saudari Xue..."

Qian Ling menundukkan kepalanya.

"Maaf."

Hang Xue menatapnya.

"Aku tidak bermaksud..."

Hang Xue tersenyum.

"Aku tahu."

Kemudian ia bangkit dari kursinya dan memeluk sahabatnya itu.

"Tidak masalah."

Qian Ling terdiam dalam pelukan tersebut.

Beberapa saat kemudian, ia membalas pelukan Hang Xue. Keduanya tidak lagi membicarakan masalah itu.

Namun jauh di dalam hati Hang Xue, perkataan Qian Ling sebelumnya masih terngiang. Pemuda bernama Chang itu sebenarnya siapa?

Mengapa setiap kali berada di dekatnya, ia selalu merasakan sesuatu yang begitu sulit dijelaskan?

1
Sarip Hidayat
waah
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ......... .
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
Mahayabank
Mantap Lanjuuuut lagi.. 🔁👍💪💪✅
tariii
selamat, Hang Xue.... semoga di kehidupan ini, hidupmu bahagia.. apalagi sudah jadi pengikut bang Boqin.../Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Mahayabank
Mantap Lanjuuuut lagi.. 🔁👍💪💪
Mahayabank
Yaudah lanjuuuut lagi 🔁🔁👀
tariii
josssss.. mantappppppp..../Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good/
Mahayabank
Mantap Lanjuuuut lagi.. 🔁👍💪💪✅
Mahayabank
Yaudah lanjuuuut lagi 🔁🔁👀👀
Nanik S
Sehat selalu untuk Autor dan terus berkarya 🙏🙏👍
Nanik S
Masalahmu sudah selesai kwkwkwkw enteng sekali ucapannya 😇😇😇
Mahayabank
Mantap Lanjuuuut lagi.. 🔁👍💪💪
Nanik S
Panen Raya Cincin Patriak🤣🤣🤣
Mahayabank
Yaudah lanjuuuut lagi 🔁🔁👀✅
Nanik S
Dimana tawa kalian .. habis sudah kesempatan untuk meminta pengampunan🤣🤣👍👍👍
Jeffie Firmansyah
akhirnya Hang Xue terbebas..... masa depan bersama changing pasti banyak keuntungan nya yg di dapat😍😍😍😍👍👍👍👍💪💪💪💪
budiman
satu mawar 🌹
Mahayabank
Yaudah lanjuuuut lagi 🔁🔁👀👀
Mahayabank
Nah...Ribuan pendekar vs boqin canging 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!