NovelToon NovelToon
The Cold Princess

The Cold Princess

Status: tamat
Genre:TimeTravel / Perjodohan / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: ANWi

[Bukan Novel Terjemahan] [Original Karya Penulis]

Seorang mahasiswa melakukan penelitian di hutan, saat dia merasuk lebih dalam ke jantung hutan, dia menemukan sebuah lubang hitam besar. Karena rasa penasaran dia mendekat ke arahnya. Namun, siapa sangka dia akan terseret ke dalam.

Seorang gadis yang dianggap terkenal lemah berencana bunuh diri saat tau akan menggantikan kakak tirinya untuk dinikahkan dengan pangeran yang terkenal gila di seluruh kekaisaran.

***

Bagaimana jika mahasiswa itu menggantikan sang gadis untuk menikah? Akankah mereka berdua bekerja sama untuk balas dendam karena kemiripan wajah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 7 : Menerima

​Keheningan yang pekat dan menyesakkan dada seketika merayap di setiap sudut ruangan begitu suara lantang utusan istana mereda. Gulungan kain kuning keemasan itu kembali digulung rapat, meninggalkan sisa-sisa aroma dupa istana yang bercampur dengan bau amis darah di lantai.

​Bagi Jenderal Luo Tian dan Selir Qin, pernikahan ini memang sudah lama mereka rancang sebagai jalan pembuangan paling aman.

Mereka berdua ingin menyingkirkan Luo Huanran dari Kediaman Jenderal tanpa harus mengotori tangan mereka sendiri, sekaligus menyelamatkan masa depan putri kandung Selir Qin agar bisa bersanding dengan pangeran yang memiliki pengaruh besar dan masa depan cerah.

Menyerahkan seorang gadis lemah ke istana Pangeran Kelima, Wang Yiche, sama artinya dengan mengirimnya ke dalam liang kubur berjalan. Seluruh penjuru Dinasti Tang tahu betul bahwa Pangeran Kelima adalah sosok buangan yang menderita gangguan jiwa berat setelah mengalami tragedi berdarah di medan perang masa lalu. Istana tempat tinggalnya di bagian barat ibu kota dikenal sebagai sarang iblis yang tidak pernah dikunjungi oleh siapa pun.

​Namun, di balik keheningan itu, ada satu rahasia besar yang sama sekali tidak disadari oleh siapa pun di ruangan tersebut.

​Baik Jenderal Luo Tian, Selir Qin, maupun Pangeran Kedua Wang Chunying, tidak ada seorang pun yang menyadari bahwa sosok gadis yang berdiri di hadapan mereka saat ini bukanlah Luo Huanran yang asli. Fang Hua, mahasiswi modern dari abad 21 yang wajahnya jiplakan sempurna sang nona muda, dengan berani berdiri tegak menghadapi badai politik istana. Sementara itu, Luo Huanran yang asli masih meringkuk ketakutan di dalam kegelapan kolong ranjang kayu, menahan napas rapat-rapat agar keberadaannya tidak sedikit pun terendus oleh sang ayah yang kejam.

​Fang Hua melirik sekilas ke arah kolong ranjang lewat sudut matanya. Ia tahu persis gadis penakut itu sedang gemetar hebat di sana. Sebuah seringaian tipis terukir di bibir Fang Hua. Rencana gila ini mendadak menjadi jauh lebih menarik dari perkiraannya.

​Pangeran Kedua Wang Chunying menyipitkan mata elangnya, menatap lekat-lekat ke arah gadis yang berdiri tanpa rasa gentar di depannya.

Ada sesuatu yang sangat janggal dan memikat dari diri nona muda keluarga Luo ini. Tidak ada air mata, jeritan histeris, dan sama sekali tidak ada keputusasaan yang lazimnya ditunjukkan oleh gadis-gadis bangsawan lain saat mendengar takdir mengerikan mereka diputuskan. Yang ada di dalam tatapan mata gadis itu justru binar penuh perhitungan yang dingin.

​"Kau sama sekali tidak terlihat takut, Nona Luo," ujar Pangeran Wang Chunying memecah keheningan, memecah fokus semua orang di ruangan itu. Suaranya terdengar menyelidik, berniat menguji mental baja sang gadis. "Apakah kau tidak tahu bahwa Pangeran Kelima bukanlah seorang suami yang bisa melindungimu, melainkan monster yang siap mencabik-cabik siapa saja yang mendekatinya?"

​Jenderal Luo Tian menelan ludah, buru-buru menimpali ucapan sang pangeran dengan nada merendahkan. "Ampuni kelancangannya, Yang Mulia. Anak ini dari dulu memang sudah memiliki kelainan mental dan kerasukan jiwa pembangkang. Otaknya tidak bekerja normal, jadi wajar jika dia tidak mengerti arti dari titah kekaisaran yang mengerikan ini."

​Mendengar hinaan terang-terangan dari ayah kandungnya sendiri, Fang Hua sama sekali tidak merasa tersinggung. Ia justru tertawa pelan, sebuah tawa dingin yang membuat bulu kuduk siapa pun yang mendengarnya merinding seketika.

​"Kelainan mental?" Fang Hua menatap Jenderal Luo Tian tepat di kedua matanya dengan sorot setajam belati. "Atau mungkin justru Anda yang merasa cemas, Jenderal? Cemas karena rencana busuk Anda untuk menyingkirkan saya ke sarang monster gagal membuat saya memohon sambil berlutut di lantai?"

​"Kurang ajar!" maki Jenderal Luo Tian, wajahnya memerah padam menahan malu di hadapan Pangeran Kedua. Ia hendak kembali mengangkat tangan untuk memukul, namun Pangeran Wang Chunying mengangkat sebelah tangannya memberikan gestur larangan.

​Pangeran Wang Chunying tertawa kecil, menikmati tontonan langka yang disajikan di hadapannya. "Menarik. Sangat menarik. Aku mulai menantikan hari penjemputanmu tiba." Pangeran itu melangkah mendekat, membisikkan sesuatu dengan suara rendah tepat di dekat telinga Fang Hua. "Jangan mati terlalu cepat di istana pangeran gila itu, Nona Luo. Aku ingin melihat seberapa jauh mulut tajammu bisa bertahan."

​Fang Hua membalas tatapan itu tanpa bergeser sedikit pun ke belakang. "Anda hanya perlu duduk manis di istana Anda, Yang Mulia. Pertunjukan yang sebenarnya baru akan dimulai."

​Pangeran Wang Chunying tertegun sesaat mendapati keberanian luar biasa dari gadis di hadapannya itu. Tanpa berkata-kata lagi, ia memutar tubuhnya, memberikan aba-aba kepada utusan istana dan para pengawalnya untuk segera meninggalkan Kediaman Jenderal. Rombongan megah itu berarak keluar meninggalkan halaman yang mendadak kembali sunyi.

​Seiring dengan kepergian sang pangeran, Jenderal Luo Tian meludah ke lantai karena kesal, lalu menatap Fang Hua dengan tatapan penuh kebencian yang mendalam.

​"Nikmati sisa waktu singgahmu di kamar sempit ini!" bentak Jenderal Luo Tian penuh geram. "Tiga hari lagi tandu dari istana pangeran gila akan datang menjemputmu, dan setelah itu, kau tidak akan pernah bisa bernapas lega lagi di dunia ini!"

​Usai melontarkan ancaman keji itu, Jenderal Luo Tian bersama Selir Qin dan para pengawalnya berbalik badan meninggalkan ruangan, membanting pintu kayu tua itu dengan kasar hingga berderit keras.

​Kini, kamar itu kembali sepi. Suasana malam mulai merayap naik, membawa hawa dingin yang menusuk tulang.

​Fang Hua menghela napas panjang, melangkah perlahan ke arah kolong ranjang. Ia berjongkok, lalu menatap ke dalam kegelapan tempat Luo Huanran bersembunyi.

​"Keluar lah, mereka sudah pergi," ucap Fang Hua dengan nada yang jauh lebih lembut dibanding saat ia menghadapi Jenderal Luo.

​Perlahan-lahan, tangan kecil yang gemetar terulur dari bawah kolong ranjang. Luo Huanran merangkak keluar dengan wajah basah oleh air mata ketakutan. Gadis asli pemilik kamar itu menatap Fang Hua dengan pandangan penuh rasa terima kasih sekaligus kebingungan yang luar biasa besar.

​"Te-terima kasih..." cicit Luo Huanran dengan suara parau. "Tapi... apa yang harus kita lakukan sekarang? Kau akan dinikahkan dengan pangeran gila itu... ini semua salahku..."

​Fang Hua membantu Luo Huanran berdiri, lalu mendudukkannya di tepi ranjang. Ia mengambil secangkir air hangat dari atas meja, memberikannya kepada gadis malang itu.

​"Siapa bilang aku akan menyerah begitu saja?" ucap Fang Hua sambil menyunggingkan senyuman penuh misteri di bibirnya. Ia melipat kedua tangannya di dada, matanya menerawang menembus jendela tua yang memperlihatkan langit malam ibu kota Dinasti Tang. "Mereka pikir mereka sedang membuang sampah ke sarang monster. Tapi mereka lupa, di tangan seorang ilmuwan modern, monster sekalipun bisa diubah menjadi senjata paling mematikan untuk menghancurkan mereka kembali."

​Luo Huanran tertegun, menatap sosok yang memiliki wajah persis seperti dirinya itu dengan rasa kagum yang amat sangat. Di tengah keputusasaan hidupnya, kehadiran gadis dari dunia lain ini seolah menjadi mercusuar yang menerangi jalan gelapnya.

***

​Waktu tiga hari berjalan begitu cepat. Di dalam kamar sempit itu, Fang Hua mulai menyusun strategi rahasia, menyiapkan berbagai racikan kimia sederhana dari bahan-bahan herbal yang ia temukan di sekitar kediaman, serta merancang rencana besar untuk menghadapi sang pangeran gila di istana barat.

​Hari pernikahan yang akan mengguncang seluruh Dinasti Tang kini sudah di ambang pintu.

***

​Happy Reading 🥰

​Mohon dukungan untuk Like, Komen, dan Ikuti Penulis yah, terimakasih ❤️

1
Maria Lina
lgi ya thor jgn tamat dlu ok..may lihat feng hua punya anak dlu ya thor
Maria Lina
yah cuman 1 ya thor😭😭
ANWi/Berly Re: iya kak , biar ak bisa up terus selama review🙏 karna ini tinggal beberap bab hehe
total 1 replies
Maria Lina
1 lgi 1lgi ya thot
Maria Lina
kok 1 thor kurang ni.lgi ya ya
Maria Lina
kok bru nongol thor uda ku tunggu dri tdi lo thor hehe
ANWi/Berly Re: maaf kak, td ada acara rt-an~❤️
total 1 replies
Maria Lina
makasih ya thor ud bnyk double nya💪💪💪😍😍😍
ANWi/Berly Re: terimakasih juga kak karena udah baca novel ini❤️
total 1 replies
Maria Lina
makasih ya thor ud up double"🙏🙏🙏😍😍😍
Maria Lina
mksih ya outhor yg baik ud up nya🙏🙏🙏😍😍😍
ANWi/Berly Re: makasi juga kakak Maria Lina udah baca cerita ini~❤️
total 1 replies
Maria Lina
kok 1 thor🤔🤔
ANWi/Berly Re: tiap hari tiga ya kak,,, belum acc biasanya sm noveltoon
total 1 replies
Maria Lina
makasih bnyk ya thor ud up nya🙏🙏🙏🥰🥰
ANWi/Berly Re: makasi jg udah baca mak Maria Lina ❤️
total 1 replies
Maria Lina
makasih bnyk"ya thor ud kabulkn🙏🙏🙏🥰🥰
Maria Lina
ini thor ku ksh vote karena outhor ud kabulkn up nya bnyk"thor
Maria Lina
hadeh 1 lgi 🤔🤔
Maria Lina
jgn aj tiap hari up nya 1 bab thor🤔🤔
ANWi/Berly Re: sehari 1 bab, mau ga kak?
total 1 replies
Maria Lina
thor yg sistem rosting gk di lanjutkn ya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!