NovelToon NovelToon
Menantu Tak Terkalahkan

Menantu Tak Terkalahkan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Action
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Selama tiga tahun, Lin Fan hidup sebagai menantu yang dianggap benalu di keluarga Su. Dihina oleh ibu mertuanya, diremehkan oleh kerabat, dan diabaikan oleh istrinya sendiri, Su Yuhan—seorang CEO muda yang dingin namun jelita. Tidak ada yang tahu bahwa Lin Fan sebenarnya adalah pewaris tunggal dari Keluarga Lin di ibu kota, keluarga konglomerat paling berkuasa. Masa ujian tiga tahun yang diwajibkan oleh keluarganya akhirnya berakhir hari ini, dan roda nasib bersiap untuk berputar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8: Sandiwara di Balik Asap Dapur

​Suara desis minyak panas dan kepulan asap beraroma kaldu tulang menyambut Su Yuhan saat ia mendorong pintu depan vilanya. Ia melangkah masuk dengan napas sedikit terengah, melempar tas desainer miliknya ke atas sofa tanpa memedulikan kerapian yang biasanya selalu ia jaga. Sepanjang perjalanan pulang dari Menara Su, otaknya terus merangkai teka-teki, dan semua benang merah itu bermuara ke dapur rumah ini.

​Di dapur, Lin Fan sedang berdiri membelakangi pintu. Ia telah melepas kemeja hitam elegannya, menggantinya dengan kaus putih usang yang kerahnya sudah melar, lengkap dengan celemek bunga-bunga pudar milik pelayan rumah. Tangannya bergerak ritmis memotong daun bawang.

​Ia tiba di rumah hanya lima menit sebelum istrinya, berkat kemampuan mengemudi ekstrem dari komandan Pasukan Bayangannya.

​"Lin Fan," panggil Yuhan. Suaranya tidak terlalu keras, namun cukup untuk menghentikan gerakan pisau di tangan pria itu.

​Lin Fan berbalik. Wajahnya yang beberapa belas menit lalu sedingin dewa kematian, kini kembali memancarkan kepolosan sayu dan senyum canggung yang sangat khas.

​"Yuhan? Kau pulang lebih awal hari ini?" Lin Fan meletakkan pisaunya dan buru-buru menyeka tangannya pada celemek. "Sup iga kesukaanmu baru saja mendidih. Beri aku waktu sepuluh menit lagi—"

​"Tinggalkan sup itu," potong Yuhan cepat. Ia melangkah mendekati dapur, menatap suaminya dengan tatapan tajam dan menyelidik. "Kita perlu bicara. Sekarang."

​Udara di antara mereka terasa padat. Yuhan berdiri hanya dua langkah dari Lin Fan, menatap lurus ke dalam pupil mata pria itu, mencari setitik saja kebohongan atau kilat kekuasaan yang ia rasakan semalam.

​"Jelaskan padaku apa yang terjadi pagi ini di kantorku," tuntut Yuhan, suaranya sedikit bergetar karena emosi yang tertahan.

​Lin Fan mengerjapkan matanya, raut wajahnya berubah menjadi topeng kebingungan yang sempurna. "Di kantormu? Memangnya ada apa, Yuhan? Apakah Paman Ming memaksamu mengundurkan diri lagi? Astaga, aku sudah bilang kau harus lebih keras pada mereka..."

​"Jangan berpura-pura bodoh, Lin Fan!" Yuhan melangkah maju, memangkas jarak di antara mereka. "Semalam kau berdiri tepat di ruang tamu ini dan berjanji bahwa masalah danaku akan selesai pagi ini. Dan keajaiban benar-benar terjadi!"

​Yuhan menjabarkan kejanggalan itu satu per satu dengan nada mendesak:

​Kedatangan Bank Sentral: Li Jianhong, pria yang bahkan tak bisa ditemui oleh wali kota, datang menendang pintu ruang rapat Grup Su secara pribadi.

​Dana Fantastis: Bukan 50 juta Yuan, melainkan kontrak kredit tanpa batas sebesar 500 Miliar Yuan.

​Klausul Perlindungan Ekstrem: Uang itu hanya sah jika posisi CEO mutlak dipegang oleh Su Yuhan, mengancam siapa pun yang berani melengserkannya dengan hukuman penjara.

​"Semua itu terjadi tepat setelah kau berjanji padaku," bisik Yuhan, matanya berkaca-kaca antara rasa haru dan bingung. "Lin Fan... siapa kau sebenarnya? Apakah selama tiga tahun ini kau menyembunyikan identitasmu dariku?"

​Jantung Lin Fan berdetak tenang, namun ia tahu ia harus memainkan perannya dengan sempurna. Ini belum saatnya Yuhan terseret ke dalam badai dunia bawah dan perebutan kekuasaan Keluarga Lin. Terlalu berbahaya.

​Tiba-tiba, Lin Fan tertawa. Bukan tawa arogan, melainkan tawa renyah yang terdengar konyol dan sedikit canggung. Ia menggaruk belakang kepalanya seolah baru saja mendengar lelucon menggelikan.

​"Lima ratus miliar?!" seru Lin Fan dengan mata membelalak lebar yang terlihat sangat natural. "Astaga, Yuhan! Kau pasti sedang bercanda! Kalau aku punya uang sebanyak itu, atau kenal dengan bos Bank Sentral, untuk apa aku mengepel lantai rumah ini setiap hari dan membiarkan Ibumu menendang tulang keringku?"

​Yuhan terdiam. Logika sederhana itu menghantamnya, namun ia belum sepenuhnya menyerah. "Lalu bagaimana kau bisa menebak dengan tepat bahwa masalahku akan selesai pagi ini?"

​"Yuhan, aku ini memang pengangguran, tapi aku bisa membaca," Lin Fan mengambil ponsel usangnya dan membuka layar peramban. "Semalam, setelah menenangkanmu, aku membuka forum diskusi ekonomi lokal. Ada rumor yang bocor bahwa pemerintah provinsi sedang menyiapkan program bailout besar-besaran untuk menyelamatkan perusahaan lokal demi mencegah krisis pengangguran."

​Lin Fan menatap Yuhan dengan tatapan polos. "Aku hanya menebak bahwa Grup Su pasti masuk dalam daftar penyelamatan itu. Aku mengucapkan janji itu semata-mata untuk membuatmu bisa tidur nyenyak. Lagipula, jika Bank Sentral memberikan syarat bahwa kau harus jadi CEO, itu murni karena mereka melihat rekam jejakmu yang cemerlang, bukan? Bank mana yang mau meminjamkan uang pada Paman Ming yang korup itu?"

​Tepat ketika Yuhan mulai mencerna penjelasan logis—namun terkesan kebetulan—tersebut, suara melengking memecah ketegangan dari arah tangga.

​"Tentu saja karena prestasi putriku!" Nyonya Wang berjalan menuruni tangga dengan wajah berseri-seri dan penuh kebanggaan. Ia rupanya sudah mendengar kabar tentang 500 miliar Yuan dari kerabat Keluarga Su lainnya.

​Nyonya Wang menghampiri Yuhan dan memeluknya, lalu menatap Lin Fan dengan sinis. "Kau dengar itu, gembel? Bank Sentral datang karena Yuhan adalah CEO yang jenius! Li Jianhong pasti melihat potensi luar biasa dari proposal Yuhan! Dan kau... kau pikir kau yang mendatangkan uang itu karena kau membaca forum gosip murahan? Hah! Jangan mimpi!"

​Lin Fan menundukkan kepalanya, menyembunyikan senyum tipis di sudut bibirnya. Terima kasih, Ibu Mertua. Tembakanmu selalu tepat sasaran, batinnya geli. Kehadiran Nyonya Wang dengan segala kesombongannya selalu menjadi tameng penyamaran terbaik bagi Lin Fan.

​Yuhan melihat suaminya yang kembali menunduk, menerima hinaan ibunya tanpa perlawanan. Pria di depannya ini terlihat sangat rapuh, bodoh, dan tidak ambisius. Ilusi bahwa Lin Fan adalah seorang penguasa bayangan yang kejam seketika runtuh dalam benak Yuhan.

​Ya, ibuku benar. Tidak mungkin Lin Fan yang melakukannya, pikir Yuhan, menghela napas panjang dan merasa sedikit konyol karena sempat mencurigai suaminya memiliki kekuatan super.

​"Sudahlah, Ibu. Jangan mulai lagi," potong Yuhan lelah. Ia menatap Lin Fan dengan pandangan yang kembali melembut. "Maafkan aku, Lin Fan. Aku hanya... terlalu lelah hari ini. Baunya enak, apakah supnya sudah siap?"

​"Sudah," jawab Lin Fan riang, segera berbalik mengambil mangkuk porselen kesayangan istrinya. "Duduklah di meja makan. Aku akan menghidangkan.

1
Glastor Roy
update
Driver Muda
Jelek💪💪👍👍👍
Arinto Ario Triharyanto
mantep coy 😎
Ariya Noviandy Khusofi
kok sama alur ceritanya dengan kebangkitan pewaris sakti
Arinto Ario Triharyanto
muantaffff ini ☕😎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!