NovelToon NovelToon
Malam Rahasia Tuan Viktor

Malam Rahasia Tuan Viktor

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Romansa
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Julian_06

Pernikahan Anne Avantie Anderson dan pria yang dicintainya batal secara sepihak setelah keluarga sang kekasih menolak hubungan mereka. Di tengah keputusasaan, Anne mengikuti rencana adik sepupunya untuk membuat Davin datang menjemputnya. Ia sengaja pergi ke sebuah bar dalam keadaan mabuk, berharap pria yang masih dicintainya itu akan membawanya pulang dan kembali melanjutkan pernikahan mereka.

Namun, malam yang seharusnya menjadi jalan untuk menyelamatkan hubungannya justru berubah menjadi awal dari kehancuran hidupnya.

Anne terjebak dalam rencana adik sepupunya sendiri dan mendapati dirinya harus menghabiskan malam bersama seorang pria yang tidak pernah ia kenal sebelumnya. Saat itulah ia menyadari bahwa selama ini dirinya telah menjadi korban dari kejahatan dan tipu daya sang adik sepupu.

Fitnah, kesalahpahaman, dan berbagai masalah yang menimpanya perlahan berubah menjadi aib yang membuat Anne memilih meninggalkan kota dan memutus semua hal yang mengingatkannya pada malam itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julian_06, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pembalasan Viktor

Anne melangkahkan kakinya menuju ruangan kerjanya yang berada di lantai empat, ketika tiba di pintu ia menatap kaget karena seluruh karyawan telah mengisi tempat duduknya dan kini ia berdiri seperti patung di depan mereka semua.

"Anne! Kamu terlambat satu menit!" Sebuah suara menginterupsi, ia pun menoleh dan melihat managernya tengah mengawasi, di saat itu ia melirik jam yang melingkar di tangan, ekor matanya diam-diam menyelidik, ternyata benar pukul delapan lewat satu menit.

Tapi ini hanya satu menit tidak berarti apa-apa, ia bahkan biasanya pulang pukul lima sore lebih lima menit dan tak pernah protes pada bos, tapi kenapa hanya telat satu menit saja ia telah menerima teguran.

"Tuan Viktor baru saja kemari dan dia mengecek daftar hadir, dia tidak suka dengan karyawan yang tidak di siplin, jadi bagi yang terlambat harus di hukum, jika tidak maka akan mendapatkan potongan gaji." ucap manager itu dengan tatapan penuh ancaman.

Anne menggeleng mendengar uang gajinya akan di potong, tidak bisa! "Tapi saya baru terlambat satu menit saja, Miss."

"Tidak ada alasan apapun, kamu harus membersihkan ruangan tuan Viktor sekarang. Jika kamu merasa keberatan, silahkan ajukan protes padanya." Terangnya.

"Apa?" Anne memekik tercengang namun

kemudian membungkam mulutnya dengan tangan.

Aku harus membersihkan ruangan si iblis

itu? dan apa kata managerku Killer ini, aku di perbolehkan mengajukan protes.

Siapa yang berani melakukan itu? dia membatin dengan perasaan sedikit kesal.

"Jadi tidak mau di hukum? maunya di potong gaji saja!" peringat wanita itu.

Anne menggeleng, tentu saja ia tidak mau, ia tidak mau uang yang seharusnya ia dapatkan malah akan di potong, tentu ia lebih memilih hukuman ini, lagi pula tidak terlalu menyulitkan jika hanya membersihkan ruangannya saja kan?

"'Saya akan menerima hukuman ini miss."

"Kalau begitu kerjakan sana! jangan sampai membuat tuan Viktor berubah pikiran dia bisa menambah hukuman mu makin berat jika kamu tidak segera mengerjakannya."

"Ah, iya, iya, baiklah ..." Anne pun bergegas pergi dari sana setelah meletakkan tas miliknya dan mengambil peralatan kebersihan lalu berjalan dengan cepat menuju ruangan pria itu yang berada di lantai paling atas gedung ini.

la merasa cemas saat ini, di sepanjang

jalan ia tak tenang ketika membayangkan saat berhadapan dengan sosoknya yang mengerikan, baru saja dia menabrak mobil Max tadi bahkan tidak memberinya pertanggung jawaban atau pun permintaan maaf, tapi kini ia menghukumnya hanya karena terlambat satu menit, padahal ketika ia keluar dari ruangan kerjanya tadi ia melihat ada salah satu rekannya juga yang datang terlambat, ia merasa heran, dia seperti tengah memiliki dendam pribadi dengannya.

Ketika sudah tiba di depan pintu ruangan pria itu, degup jantungnya berderu kian

kencang.

Dia tidak bisa merasa tenang, kakinya pun bergetar, ia terlihat seperti orang bingung di depan sana, tapi tak lama pintu di depannya terbuka secara otomatis membuat ia terkesiap.

Dan langsung di perlihatkan dengan keberadaan pria itu yang duduk di kursinya sambil memerhatikannya.

Keberaniannya yang semula membara untuk menuntut tanggung jawabnya terhadap kerusakan mobil Max seketika saja runtuh ketika merasakan aura mencekam darinya.

Anne langsung tertunduk tak berani menatapnya, pintu di belakangnya kembali tertutup, ia merasa pintu itu telah di kendalikan oleh hantu saat bisa mendeteksi keberadaannya, dan terbuka begitu ia bingung cara mengetuknya.

Tapi begitu lah kenyataannya, pintu itu tercipta dengan tekhnologi canggih untuk melindungi si brengsek ini di ruangannya.

Tidak mau berlarut terlalu lama dalam rasa takutnya ia pun memulai membersihkan ruangan itu di tengah intaian mengerikan bos nya ini.

Anne bergerak dari pojok ruangan menyapu juga merapihkan kertas-kertas tak terpakai yang berceceran hingga tiba di ujung pintu.

Namun saat ia hampir selesai Viktor menjatuhkan tumpukan berkas dari mejanya.

Anne menoleh dan terkesiap lantai yang sudah ia bersihkan itu berantakan lagi.

"Rapikan lagi dan letakan ke semula! aku tidak sengaja menjatuhkannya." perintah Viktor.

Anne menatap berkas-berkas itu dengan

perasaan kesal, tidak sengaja? itu pasti hanya alasannya, rasanya Anne ingin protes, tangannya sudah terkepal menahan kekesalannya, namun ia kembali tersadar jika ia melakukan itu mungkin itu hanya akan sia-sia, ia harus ingat dengan siapa kini dirinya berhadapan.

"Baik, tuan." pada akhirnya Anne pun menurut saja, dia segera berjongkok untuk memunguti berkas-berkas itu.

Viktor menyandarkan punggungnya pada kursi dan memutar-mutar kursinya dengan santai sambil menatapnya dengan senyum misterius di bibirnya, rasakan, pembalasan ini atas semalam. 'batinnya sambil menggoyang-goyangkan gelas anggur yang tengah ia pegang di tangannya.

Anne mengumpulkan berkas-berkas itu dan selesai, lalu meletakkannya kembali di meja.

Pyar!

Namun tak selesai sampai di situ saja, Viktor mengotori kembali lantai itu dengan menjatuhkan gelas anggurnya.

Seketika saja warna merah keunguan mengotori lantai putih itu seperti genangan darah.

"Ups! bersihkan lagi lantainya." perintah pria itu lalu menggeser kursinya.

Anne memberengut, menatap masam ke

bawah.

Rasa kesalnya kian meledak tidak dapat ia tahan lagi, "tuan apakah kesalahan ku ini terlalu besar?" ia ingin mendengar apakah waktu satu menit yang dia lewatkan benar-benar menimbulkan masalah. tentu saja kesalahan mu padaku sangat besar bodoh! kau membuat wanita-wanita semalam menyentuhku dengan tangan penuh bakterinya, kini saatnya kamu merasakan

akibatnya. 'batinnya.

"Tentu saja. Dengan satu menit kamu sudah membuat perusahaan rugi, bayangkan bagaimana jika seluruh karyawan disini akan menirumu, perusahaan pasti tak akan membiarkanmu lepas karena kamu telah menjadi contoh tidak benar." balas Viktor.

Anne membeliakan matanya, apakah ia tak salah mendengar hanya karena satu menit perusahaan telah rugi karenanya.

Ini kedengaran tak masuk akal.

Montesano Corporation bahkan tetap bisa berdiri tanpa ia bekerja di sini, tapi pria ini telah terkesan melebih-lebihkannya.

Namun, meski begitu ia tetap saja tak tenang, ia tak dapat leluasa saat ancaman dari pria itu terdengar tak main-main.

Pada akhirnya ia pun melakukan pekerjaanya, dia berjalan mendekati kursi Viktor dan berjongkok di bawahnya, memunguti retakan kaca-kaca itu.

Dari posisi ini telah membuat ia seperti tengah menyembah raja iblis.

Viktor tersenyum tipis merasa sangat puas saat berhasil membuat gadis ini tidak berdaya, dia membusungkan dadanya, serta menjauhkan wajahnya demi untuk melihat eskpresi wajah gadis itu saat tertunduk, namun sial, yang ia dapati bukan wajah gadis itu melainkan sesuatu yang bersembunyi di balik kemejanya, belahan dadanya terlihat.

Sekelebat bayangan manis tentang empat tahun silam kembali muncul.

Ketika pertama kali melakukan dengannya, dimana malam itu telah menjadi kenangan yang tidak bisa dia lupakan.

"Awh!" Anne mendesis saat tangannya terkena pecahan kaca itu, darah pun mengucur dari jari tangannya.

Tatapan Viktor pun terusik, gadis ceroboh!' batinnya.

Dia lalu menegakkan punggungnya dan berkata, "selesaikan dulu pekerjaanmu."

Anne mendongak dia salah jika Viktor akan mengasihaninya ternyata tidak, Anne menggerutu dalam hati.

Dia juga tak ingin terlihat lemah di hadapan pria itu meski jujur tangannya sangat pedih.

Tapi ia segera membereskan pekerjaan ini dan berdiri membawa keluar sampah-sampah serta pecahan gelas itu.

Anne berjalan menuju ke bawah, untuk membuang sampah di tangannya.

Di saat tiba, ia berpapasan dengan Max, pria itu memperhatikan Anne dengan tatapan menyipit, "Anne, apa yang sudah terjadi?"

"Ah, Max, aku baru saja selesai menjalankan hukumanku."

"Hukuman?" Max masih tidak mengerti.

"Ya, aku baru saja di hukum karena telat satu menit masuk ke ruangan kerjaku."

Max tercengang, "maafkan aku Anne, esok aku pasti akan menjemputmu lebih pagi lagi."

"Terimakasih, tapi pria itu betul-betul

kejam." ucapnya dengan nada sendu, ia tak dapat menahan rasa perih di tangannya.

Max lalu mengetahui luka di tangan gadis itu, "apa yang sudah terjadi?" dia pun meraih tangan Anne yang masih terlihat mengeluarkan darah.

"Tadi tuan Viktor menjatuhkan gelas saat

aku di hukum untuk membersihkan ruangannya, saat itu aku tidak sengaja terkena pecahan kacanya."

Max tertegun ia segera membalut luka itu dengan kemeja putihnya sehingga darah itu langsung berpindah ke bajunya, Anne terkesiap dengan perlakuan Max, "Max, stop! Kemejamu jadi kotor."

"Tidak masalah, tapi lukamu ini harus segera di obati."

Di saat itu Viktor melintas di samping mereka ketika sedang berjalan buru-buru dengan panggilan di telinganya, dia melirik sekilas keduanya dengan tatapan sinis tidak lama ia menendang kotak sampah di sebelahnya hingga terguling ke arah mereka.

Anne buru-buru melepas tangan Max dan mundur menghindari gulingan kotak sampah yang berjalan ke arahnya.

"Bersihkan sampah itu, aku tidak suka melihat kotoran." perintah Viktor sebelum pergi hingga akhirnya tubuhnya menghilang di balik lift.

Max tertegun dengan sikap bosnya, "biarkan aku saja yang membersihkan nya, Anne.

Kau pergi ke unit kesehatan untuk memberi obat merah pada lukamu.

"Tapi ini pekerjaanku,"

"tidak perlu tapi-tapian, cepat pergilah." Anne berfikir sebentar, setelah ingat jika Viktor pergi seharusnya ia tak lagi khawatir, ia pun mengangguk.

"Baiklah, sekali lagi terimakasih Max".

Pria itu pun mengangguk sambil berjongkok memunguti sampah kertas di depannya.

"Anne, Anne, kau dari dahulu kalau melakukan pekerjaan pasti ada saja." gerutunya.

Anne berjalan menuju tempat penyimpanan obat, di sepanjang jalan ia merutuki bosnya, "Dasar pria biadab!" dia lalu membandingkan pria itu dengan gigolonya,

"Ternyata masih baik gigolo itu, meski dia menyebalkan tapi dia murah hati, tidak seperti tuan Viktor. Nyatanya dia bisa memberiku dua ratus juta semalam." gumamnya.

1
Resume
baguss
Lian_06: Thanks ya ,rating dan komentar nya😃, nantikan update cerita ini ya, jangan lupa tinggalkan jejak disetiap babnya agar semakin semangat Authornya😉😄
total 1 replies
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
dimana² uang lebih berkuasa 🤭 sebaiknya kamu jujur ke Viktor kalo ada 3 buntut krn kejadian itu biar anak²mu ada yg melindungi nya
𝐀⃝🥀Weny
heem.. the power isi money /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
𝐀⃝🥀Weny
issshhh... licik banget si Victor 😏🤣🤣
𝐀⃝🥀Weny
🤣🤣🤣si Victor moduuuus... bilang aja kangen🤣🤣🤣🤣
𝐀⃝🥀Weny: iya, mau ketemu aja cari² kesalahan Anne 😅🤣🤣🤣
total 2 replies
Mita Paramita
rasain tuh Anne dikerjain Viktor 🤣🤣🤣
Mita Paramita
salah paham lagi nih Viktor ke anne🤣🤣🤣 kapan ketahuan ny sih Anne dan kapan Viktor ketemu anaknya
Mita Paramita
anne polos banget ketemu Viktor ga pernah liat wajah ny 🤣🤣🤣 Viktor pake topeng
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
kamu itu jgn polos² amat jd orang 🤦‍♀️ jgn mudah percaya orang lain meski itu rekan kerja mu sendiri
Mita Paramita
anne terlalu polos gampang gak enakan di pergaulan teman teman ny🤣🤣🤣 untuk ada Viktor nih 🫡
Lian_06: Kadang terlalu baik malah dimanfaatin 😭
total 1 replies
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
emang triples anaknya viktor 🤭 ajak triples ke kantor biar ketemu daddy nya
Lian_06: Thanks ya udah mampir baca🤗😄. Ajak triplets nya nanti biar makin suprise buat Daddy Viktor 🤭
total 1 replies
Mita Paramita
rasain tuh Imelda makanya jangan senioritas🤣🤣🤣kalo udah ketauan rugi sendiri kn 🫡
Lian_06: Bener banget tuh, aku jujur kesel juga🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!