NovelToon NovelToon
Menikahi Duda Kaya Raya

Menikahi Duda Kaya Raya

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Cintapertama / Romansa Fantasi
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yayalifeupdate

Dinzy Aurora, gadis berusia 21tahun yang hidup sebatang kara di Ibukota, mengadukan nasibnya berharap memiliki kehidupan yang layak. Saat ini Dinzy baru saja lulus dari kampus terbaik di kota tersebut, mendapatkan gelar cumlaude bukan berarti Dinzy bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah. Setalah 2 bulan menerima Ijazahnya, Dinzy belum juga mendapat panggilan wawancara kerja. Dan selama 2 bulan tersebut sambil tetap mencari pekerjaan baru, Dinzy masih bekerja di sebuah coffee shop. Selama Dinzy tinggal di Ibukota, Dinzy memang melakukan pekerjaan paruh waktu untuk menyambung hidupnya, meskipun Dinzy mendapatan beasiswa dan juga biaya hidup, namun itu tidak menghalangi Dinzy untuk tetap bekerja. Dinzy tumbuh di sebuah panti asuhan di pesisir Ibukota. Ia tidak mengenal siapa Ayah dan Ibunya. Meskipun ia sangat penasaran, tapi pihak panti juga tidak bisa membantu Dinzy karena saat itu, Ibunya Dinzy hanya menyerahkan Dinzy begitu saja dan meninggalkan Dinzy di panti asuhan tersebut. Hanya nama yang Dinzy terima dari Ibunya, nama pemberian dari sang Ibu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayalifeupdate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11

Malam ini Dinzy mengobrol banyak hal dengan Luca melalui pesan singkat. Mulai dari membahas pekerjaan Dinzy, lalu tentang kopi dan mengobrol tentang alergi yang dimiliki oleh Luca.

 

"Sudah malam, mau istirahat?" - Luca

"Pak Luca silahkan duluan, saya belum ngantuk" - Dinzy

"Oke. Jangan tidur terlalu larut karena itu gak bagus untuk kesehatan kita Dinzy" - Luca

"Baik Pak. Terimakasih. Selamat malam" - Dinzy

"Selamat malam Dinzy" - Luca

 

Pesan singkat berakhir di jam 11 malam. Dinzy menghelanafasnya, lalu menatap langit-langit kamarnya.

 

"Kayak lagi mimpi bisa ngobrol banyak sama orang seperti Pak Luca" gumam Dinzy

 

Ada perasaan bahagia yang tidak bisa di katakan, Dinzy merasa aneh dengan dirinya. Namun ia segera menyadarkan diri, jika Luca dan dirinya perbedaannya sangat besar.

 

"Jangan sampai baper" ucap Dinzy dengan yakin kemudian dia menarik selimutnya dan memejamkan matanya berharap ia segera tidur karena keesokan harinya dia harus jogging bersama dengan Siska.

 

.

.

 

Pagi ini Dinzy bangun lebih awal sebelum alarmnya berdering. Ia segera bangun dan menuju kamar mandi lalu mengganti pakaiannya dan bersiap menuju taman dimana ia akan menemui Siska.

 

Jarak taman dari rumah Dinzy tidak terlalu jauh, jika berjalan kaki dia hanya akan membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk sampai.

 

Karena Dinzy tidak ingin membuat Siska menunggu, Dinzy berangkat lebih awal dan memilih untuk menunggu Siska di taman.

 

5 menit setelah Dinzy menunggu, Siska datang dengan berlari kecil kearah Dinzy.

 

"Pagi" ucap Siska dengan antusias

 

"Pagi Mbak Siska. Cantik sekali"

"Makeup Dinzy"

"Gak kok, Mbak Siska no makeup juga cantik"

"Bisa aja kamu. Ya sudah, kita jalan kesana ya"

"Oke Mbak"

 

Keduanya berlari kecil menuju arah pusat kota. Dimana banyak orang berkumpul disana, ada senam dan juga yoga untuk umum.

 

Ini pertama kalinya Dinzy jogging selama ia tinggal di Ibu kota. Dia begitu senang memiliki teman seperti Siska, karena Dinzy bisa melakukan hal-hal baru bersamanya.

 

Setelah mengikuti senam bersama dengan beberapa orang, Dinzy dan Siska terlihat lelah. Mereka menepi dan membeli minuman.

 

Keduanya saling bercerita satu sama lain, Siska mengatakan jika ia akan meminta cuti tahunannya dan akan melakukan liburan ke luar negeri bersama kekasihnya.

 

Dinzy begitu antusias mendengar cerita Siska, ia merasa jika Siska sangat dicintai oeh pasangannya meskipun Dinzy tidak membenarkan karena pasangan Siska adalah suami wanit lain.

 

"Aku pasti kangen banget sih sama kamu" ucap Dinzy

 

"Aku juga Mbak"

"Jangan bosan kalau aku telfon ya"

"Gak dong Mbak, aku malah seneng"

"Sekarang kita makan bubur aja gimana? karena posisi kita sekarang di belakang kantor, jadi lebih dekat lewat gang samping minimarket itu"

"Kok Mbak Siska tahu?"

"Aku pernah coba lewat situ hahaha"

 

Dinzy ikut tergelak melihat Siska tertawa, keduanya berdiri kemudian meninggalkan tempat olahraga untuk umum tersebut, kemudian menuju ke arah penjual bubur.

 

Sampai di lokasi, Siska terlihat buru-buru menghindari kerumunan untuk mengangkat panggilan dari kekasihnya.

 

Dinzy hanya duduk dan memperhatikan Siska dari jauh.

 

"Dinzy, disini juga?" tanya Luca

 

"Pak Luca, selamat pagi" ucap Dinzy sontak berdiri untuk menghargai lawan bicaranya.

 

"Iya, saya tadi jogging dan mampir. Kamu sama siapa?"

"Saya sama Mbak Siska Pak, Mbak Siska masih menelfon"

"Oh, oke. Saya boleh duduk disini?"

"Silahkan Pak"

 

Dinzy dan Luca saling mengobrol hingga tidak menyadari jika Siska tak kunjung krmbali. Hingga bubur pesanan mereka datang, Siska juga tidak terlihat dari pandangan Dinzy.

 

Dinzy melihat ponselnya, dia mendapatkan pesan singkat dari Siska yang mengatakan Siska harus meninggalkan Dinzy karena kekasihnya sudah menunggu.

 

"Kamu gak apa-apa?" tanya Luca

 

"Iya Pak" jawab Dinzy

 

"Makan dulu, keburu dingin. Teman kamu dimana?"

"Pulang duluan Pak, dijemput pacarnya"

"Kamu gak dijemput?"

"Gak Pak hehe"

"Gak dijemput atau gak punya pacar?"
"Dua-dua nya Pak"

 

Dinzy tersenyum kikuk, sementara Luca hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.

 

"Habiskan makanan kamu, nanti saya antar pulang"

 

DEG!

1
falea sezi
jangan percaya🤣 uda sering cek. in dia sis
falea sezi
lanjjtt
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
wah bisa nih foto nya dikirim ke istrinya alvin biar mampus si moza ditangan istrinya alvin 🤭
Wahyuni Abuzar
iihh bisa yaa gitu tanpa babibu main sp aja...🤪
Scd: Iya ihhh kesel kan🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!