NovelToon NovelToon
Janji Om Jangan Ngomong

Janji Om Jangan Ngomong

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Beda Usia / Pelakor / Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sisi Ryri

Terdesak masalah hidup, Rina Amelia terpaksa menjadi wanita simpanan Adrian Wibawa—tanpa sadar bahwa pria itu adalah suami dari Profesor Eliza, dosen paling ditakutinya. Merasa dibohongi, Rina ingin mengakhiri hubungan terlarang itu, namun rayuan dan janji manis Adrian berhasil meluluhkannya.

Kini ia terjebak di antara dua dunia yang berbahaya: kekasih rahasia sang pengusaha, sekaligus mahasiswi yang nasibnya ada di tangan istrinya sendiri. Mampukah Rina bertahan di tengah jerat kebohongan ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sisi Ryri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dosa di Balik Pintu Apartemen

"Oh, kamu ada tamu?" tanya Profesor Eliza sembari mencoba mencuri pandang ke dalam apartemen suaminya.

Suara Eliza itu memotong keheningan koridor apartemen. Yang membuat jantung Adrian berdesir hebat.

CEO Matakaki itu menggaruk dagunya yang tidak gatal, mencoba melempar senyum paling natural yang ia miliki. "Oh, itu..." Suaranya agak serak. "Itu sekretarisku. Dia datang untuk mengecek kondisiku sembari memastikan apakah laporan besok sudah aman." dustanya dengan wajah galau.

"Sekretaris?" Alis Eliza bertaut sempurna lalu tersenyum curiga. "Kenapa sekretaris dateng malam-malam begini ke apartemen pribadi suamiku?" tanyanya dengan tenang seolah lugu.

"Mana, coba aku liat?" tanya Eliza sembari mengayun melangkah menuju sela pintu.

Langkah itu memicu kepanikan Adrian.

Dengan menggunakan tubuh tegapnya, om tampan itu dengan sengaja bergeser untuk memblokir pandangan Eliza ke dalam ruangan sambil menarik gagang pintu hingga berdentum rapat. "Sudah, ayo kita pergi sekarang," potong Adrian cepat untuk mencegah istrinya masuk.

Tangannya kemudian bergerak gelisah merogoh kunci mobil di saku celana. "Dia sedang dikejar date line. Jangan diganggu. Ayo!" ucap Adrian sambil menarik tangan Eliza menuju lift.

Melihat tanganya ditarik, Eliza hanya tersenyum. Dia kenal betul suaminya dan tau kenapa Adrian sampai sepanik ini.

Di dalam apartemen, Rina yang merasa lepas dari terkaman singa lansung membaringkan tubuhnya ke atas sofa.

Rasanya lega sekali setelah doanya untuk lepas dari Prof Eliza dikabulkan oleh Tuhan.

Tak terbayang baginya kalau sampai dia tertangkap basah berduaan di dalam apartemen suami dosen galak itu. Sudah pasti tamat riwayatnya di detik itu juga.

Bukan cuma kuliahnya yang hancur tapi dia akan di cap sebagai 'Pelakor'. Julukan yang sangat mengerikan bagi Rina.

Malam semakin larut dan Rina begitu tersiksa. Dia baru bisa memejamkan matanya sampai Adrian mengirimkan pesan padanya.

'Tidur saja di sana. Besok baru pulang. Aku khawatir ada apa-apa sama kamu di jalan kalau pulang semalam ini. Selamat malam, wanitaku. Maaf ya, kita gak jadi kencan malam ini.'

Rina menatap layar ponselnya dengan tatapan kosong. Tanpa membalas, ia melempar benda itu ke ujung kasur.

Dia tidak takut tidur sendiri. Yang dia takutkan tetap wajah Eliza yang marah besar kalau mahasiswi terancam DO ini ada di dalam apartemen suaminya.

"AAAH!"

Rina mengacak rambutnya dengan frustasi. Air mata tumpah membasahi pipinya.

Rasa sesak di dadanya begitu memuakkan. Rasanya ingin kembali di waktu dia pertama kali bertemu Adrian dan menolak ajakan gila ini.

"Tolol! Kenapa aku sampai mau jadi simpanan Om Adrian?!" umpatnya pada diri sendiri. "Ini masalah besar, Rina! Lu tolol banget!"

Ting! Tong!

Rina tersentak. Jantungnya langsung berdegup kencang memompa adrenalin seketika mengusir kantuknya.

Pagi sudah tiba dan ketukan pintu itu terdengar seperti vonis mati.

Dengan langkah super pelan agar tidak menimbulkan suara, ia mengendap-endap mendekati daun pintu. Nafasnya tertahan saat mengintip lewat peep hole. "Siapa?" tanya Rina, suaranya bergetar menahan ngeri, takut jika yang berdiri di sana adalah Eliza yang datang kembali untuk melabraknya.

"Nona, saya kurir yang dikirim Tuan Adrian untuk membawakan sarapan pagi."

Mendengar kata 'sarapan' sontak perut Rina langsung berbunyi perih.

Ia memang sejak kemarin malam  belum menelan apapun karena dia pikir Adrian akan mengajaknya makan enak minimal ayam goreng kesukaannya.

"Letakkan di sana saja," perintah Rina dengan wajah datar.

Pelayan itu mengangguk sopan lalu melangkah masuk sebentar untuk meletakkan kantong kresek putih besar dengan logo ayam goreng tepung waralaba terkenal ini menu favorit Rina.

"Ini semua untuk saya?" tanya Rina sambil tersenyum.

"Benar, Nona. Tuan Adrian yang memesannya khusus untuk Anda," jawabnya ramah.

"Wah, terima kasih," sahut Rina lalu meraih membuka isi kresek itu.

Matanya tak bisa menahan rasa gembira. Dia langsung melahap satu demi satu ayam yang masih hangat itu.

Ketegangannya seketika musnah berganti rasa kenyang karena bisa makan enak pagi ini.

Tilulit!

Ponselnya bergetar, sedetik kemudian pesan baru Adrian masuk.

"Aku transfer uang. Nanti ambil uangnya dan beli baju yang paling bagus, ya. Aku mau ajak kamu nonton nanti malam."

Rina membaca pesan itu dengan tawa hambar. "Sudah gila dia rupanya!" desis Rina sambil melempar ponselnya ke kasur. "Kemarin malam aku hampir mati ketahuan Bu Eliza, sekarang dia mau ngajak nonton? Dia sengaja mau pamer ke teman-temen kampusku atau gimana? Sinting!" omel Rina sambil menghela nafas berat.

"Dah, lah. Aku mandi aja," Rina menyambar handuk lalu masukke kamar mandi.

Rasanya dia sangat butuh mandi untuk mendinginkan otaknya setelah mabuk cinta dari om ganteng yang ternyata suami dosen killernya.

Rina kemudian mengenakan sepatunya bersiap untuk pergi ke kampus pagi ini.

Ingin sekali dia segera menyelesaikan tugas akhirnya dan pergi dari kehidupan om menyebalkan ini. Persetan dengan Adrian.

"Bulan ini tugas akhirku harus selesai! Semangat Rina, setelah selesai kita bebas!"

1
Raudhatul Zannah
Rina Jangan sampai ketahuan ya kamu..
Cilia
Waduh, gimana tuh kalau ketauan si Rina??
mbak Shaka
mati aja
mbak Shaka
awal ceritanya bikin kasihan sama prof Eliza tp ternyata justru prof Eliza menunjukkan taringnya dia tidak lemah
Raudhatul Zannah
waduh jebakan..
Cilia
Sugar daddy ternyata si adrian wkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!