tentang dua remaja yang bersahabat bersahabat - Rigecherta dan Tivane - yang bersahabat dari kecil, namun tragedi saat mereka duduk di kelas 9 SMP membuat mereka harus berpisah karena Tivane yang hilang ingatan.
Berpisah selama 3 tahun dan bertemu saat kelas 12 SMA. Namun Tivane akan di jodohkan.
Bagaiman nasib Rigecherta yang menunggu 3 tahun dan diam diam suka terhadap sahabatnya itu.
Akankah dia berhenti berharap kepada sahabatnya itu, atau mereka akan kembali bersatu.
ig author: Salbiah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon salbiah pulungan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pasar malam
Kini semua sedang berkumpul di meja panjang yang sudah di siapkan di belakang rumah Tivane tersebut.
Rigecherta dan Tivane di tengah-tengah, ayah Tivane di ujung kiri dan ibu Tivane di ujung lainnya.
Semuanya makan sambil mengobrol dengan ceria, suasana terasa hangat serta pemandangan yang indah saat matahari mulai terbenam di ufuk barat, menciptakan langit senja yang indah.
" Cie.. udah tunangan nih Yee" goda Milenia pada Tivane yang duduk di samping nya.
"Congrats bro, kapan nih nikahnya?" Goda Skyler melirik dengan wajah tengil ke arah Rigecherta.
" Lo sendiri kapan pacaran?" Tanya Rigecherta balik dengan nada santainya.
" Aman mah kalo gue." Ucap Skyler dengan santai membuat Luci mencibir melihat kepedean cowo itu.
River dan Ella yang duduk bersebelahan hanya diam saja menonton teman-teman mereka yang saling menggoda. Namun diam-diam tangan River meraih tangan Ella di bawah meja.
Ella tersentak kaget dan menepis pelan tangan River, namun River malah semakin erat menggenggam tangan nya.
" Rige aaa" ucap Tivane menyodorkan makanan pada Rigecherta. Rigecherta menurut dan membuka mulut, namun saat hendak di letakkan sendok itu malah jatuh.
" Aduh, jatuh" Tivane menunduk untuk mengambil sendok itu namun ia malah melihat tangan Ella dan River yang bergenggaman.
" Ekhem... Aduh kayaknya ada yang jadian diam-diam nih" ucap Tivane kembali duduk tegak dan Rigecherta sigap memegang pinggiran meja agar tak membentur kepala Tivane.
" Hah? Siapa?" Tanya Skyler langsung heboh.
" Ada deh, pegangan tangan diam-diam" tatapan Tivane masih mengarah ke Ella dan River.
Rigecherta yang mengikuti pandangan Tivane pun paham.
" Udah di tunjukin aja. Nggak usah di tutup-tutupi " ucap Rigecherta membuat Tivane mengangguk setuju.
" Siapa sih?" Tanya Milenia masih tak paham.
" Mungkin yang berduaan di pojok " sepertinya Veros juga sudah konek.
Semua mata langsung menatap ke arah River dan Ella membuat Ella langsung gelagapan dan menunduk malu. Sementara River dengan wajah tak berdosa ya menatap mereka.
" Si anying pura-pura polos" ucap Skyler melempatkan tisu pada River. River malah cengengesan tak berdosa.
" Kalian jadian?" Tanya Milenia syok.
" Kenapa emang? Lo iri?" Tanya Veros nyamber tiba-tiba.
" Noh, udah di kode sama Veros. Kalian juga jadian lah" ucap Skyler menggoda dengan nada santai namun tengil.
" Apa sih?" Milenia menatap galak ke arah Skyler.
" Udah-udah. Nanti aja mesra-mesraan nya, makan dulu" lerai Aliandra.
" Kayak nggak pernah muda aja om" sahut River sambil nyengir.
" Ya karena om pernah muda. Jadi ke inget gara gara kalian" jawab Aliandra membuat mereka semua tertawa.
" Eh, katanya ada pasar malam kan deket sini" ucap Luci membuat mereka mengangguk.
" Iya main kesana yok" ajak Skyler.
" Boleh aja. Tapi kapan?" Tanya Tivane.
" Nanti malam aja. Sekalian kalian main sebelum mulai kuliah" ucap ibu Rigecherta -Risa- membuat mereka mengangguk setuju.
" Boleh tuh. Nanti malam gue juga free" ucap Skyler.
" Om sama tante mau ikutan?" Ajak Veros menatap Aliandra dan Risa. Ya kali saja mereka juga ingin menghibur diri.
" Boleh tuh. Kepala om juga serasa kayak minta main" ucap Aliandra terkekeh.
" Boleh. Tante juga udah lama nggak ke pasar malam" jawab Risa.
" Oke jadi fiks kan. Nanti malam kita ke pasar malam" ucap Milenia membuat mereka mengangguk.
" Ketemu di mana?" Tanya River.
" Di sana aja nggak sih. Atau di sini? Biar berangkat bareng" ucap Ella.
" Hm.. karna om sama tante ikut. Kita ketemu di sana aja deh. Biar nggak ribet tunggu-tungguan" usul Milenia membuat mereka mengangguk.
" Oke. Deal ya." Ucap Tivane.
" Iya... Yaudah kalo gitu kita pada pulang dulu. Nanti jam delapan kita baru ngumpul di sana. Sekalian istirahat dulu bentar" ucap Milenia berdiri dari kursinya dan pamitan pada Aliandra dan Risa di ikuti yang lain.
" Kita juga pada pulang dulu ya" Veros menepuk pelan pundak Rigecherta.
" Hati-hati!" Ucap Rigecherta sambil bertos dengan Veros, Skyler dan River.
" See you Tivane " Skyler masih sempat-sempatnya melambai usil.
" Tunangan orang ege" River menabok pelan kepala Skyler membuat Skyler berbahak puas.
" Hati-hati ya.." ucap Tivane melambai.
" Gatel" ucap Rigecherta menyentil pelan kening Tivane.
" Aku juga pulang dulu ya. Nanti kita ketemu di sana oke?!" Ucap Rigecherta sambil mengelus pelan rambut Tivane.
" Hati-hati ya..." Ucap Tivane menyalim tangan Risa. Rigecherta juga menyalin tangan Aliandra.
* Malamnya*
Suasana pasar malam terlihat sangat ramai dan sesak oleh orang dan juga oleh wahana yang terlihat berkelap-kelip oleh lampu-lampu nya.
Di sudut parkiran terlihat Skyler, River dan Veros sudah sampai dan menunggu yang lainnya di atas kendaraan masing-masing. Tak lama kemudian terlihat mobil Blake heart dan memarkir di parkiran khusus mobil lalu menghampiri mereka.
" Rigecherta sama Tivane belum datang?" Tanya Milenia di balas gelengan oleh mereka.
Bersamaan dengan motor Rigecherta yang berhenti tepat di samping motor Skyler. Di boncengan Risa terlihat tersenyum ramah pada mereka.
" Tante.." mereka langsung menghampiri dan menyalim tangan Risa.
" Udah lama nunggu?" Tanya Rigecherta turun dari motornya dan bertos dengan Veros,Skyler, dan River.
" Baru sampe sih" jawab River.
" Itu Tivane" ucap Risa saat melihat Aliandra datang dengan Tivane di sampingnya.
" Tante..." Tivane dengan riang menyalim tangan Risa dan berpelukan dengan member Blake heart.
" Om.. " mereka juga menyalimi tangan Aliandra dengan sopan.
" Udah lengkap kan? Ayo masuk" ucap Aliandra memimpin di depan membuat mereka terkik karena pria itu terlihat sangat bersemangat.
" Ayo tante" member Blake heart menggandeng tangan Risa dan membawa wanita itu membuat Risa terkekeh.
Sementara para lelaki berjalan di belakang sekolah penjaga.
" Eh.. naik bianglala yok" ajak Tivane semangat saat melihat wahana itu berputar.
" Ikut.." Skyler berseru semangat.
" Nggak deh. Takut gue liatnya" ucap River bergidik karena memang takut ketinggian.
" Cemen bener lo" ucap Ella membuat River langsung semangat karena Ella ternyata ikut.
" Gue enggak." Ucap Luci.
" Ayolah. Nggak papa tau" bujuk Tivane namun Luci tetap menggeleng.
" Tante juga enggak deh. Masih mending main lempar gelang, biar dapat hadiah." Ucap Risa juga berdiri di sebelah Luci.
" Om ikut?" Tanya Ella membuat Aliandra menggeleng.
" Jadi yang naik siapa aja?" Tanya Milenia hendak memesan tiket.
" Tujuh orang" jawab Skyler.
" Nih.. ayo kita masuk" ucap Milenia membagikan tiket masing-masing.
" Sini Rige!" Ucap Tivane membuat Rigecherta duduk di sebelah nya.
" Gue di mana?" Tanya Milenia saat melihat Veros juga ikut bersama Rigecherta dan Tivane.
" Sini depan gue" ucap Tivane menunjuk samping Veros yang kosong.
" Yaudah deh." Milenia masuk dan duduk di depan Tivane.
Di sangkar satu lagi Ella terus di tempeli oleh River dan mau tidak mau Skyler juga ikut walau malas karena jadi nyamuk.
" Woww.." seru Tivane saat bianglala mulai berputar.
" Sini aku fotoin" ucap Rigecherta memotret Tivane membuat Tivane tersenyum manis.
" Aaa seru banget.. gue udah lama nggak naik ini" seru Milenia merekam keramaian di bawah sana.
" Aaa.. Ella.. gue takut.." ucap River memegang erat tangan Ella membuat Ella tertawa dan merekam River.
" Ahahaha badan doang gede tapi takut ketinggian" ledek Skyler membuat Ella tertawa masih merekam.
" Jangan di rekam.." rengek River sudah merasa nyawanya hampir melayang.
" Ayo foto berempat" ucap Milenia mengarahkan kamera ke arah mereka.
" Veros liat kamera nggak!" Ancam Milenia karena Veros tak mau melihat kamera.
" Sini!" Rigecherta merangkul Tivane dan menatap kamera dengan wajah sedikit tersenyum.
Veros pun akhirnya mau melihat kamera dan tersenyum tipis.
" Nice.. bagus banget" seru Milenia saat melihat hasil fotonya.
" Kirim sama gue" ucap Tivane membuat milenia mengangguk.
Saat mereka sudah turun River sudah hampir muntah dan sudah lemas.
" Ahahaha kasian banget anak orang" ucap Ella masih tertawa ngakak.
" Mana megang tangan Ella nya erat banget lagi tadi" ucap Skyler membuat mereka tertawa.
" Modus dia itu" ucap Tivane ringan.
" Gue udah hampir tepar ya. Jangan fitnah" ucap River menyahut pelan.
" Lo mau lanjut main atau mau gue pesenin taksi buat pulang?" Tanya Veros membuat River menggeleng pelan.
" Gue masih aman kok. Cuman kayak mau tepar aja" ucap River pelan. Ella yang melihat itu pun tak tega dan menepuk pelan pundaknya.
" Yaudah nih minum, pucat banget lo" ucap Ella menyodorkan minum. River yang awalnya lemas langsung salting karena di perhatiin.
" Anjay mukanya merah" ucap Skyler menunjuk wajah river yang memerah.
" Tivane ini untuk kamu" ucap Risa memberikan boneka hasil ia main tadi.
" Buat aku? Makasih Tante..." Ucap Tivane menerima dengan riang.
" Ada yang mau permen nggak? Gue cuma dapat ini tadi" ucap Luci juga main dengan Risa tadi.
" Mau dong. Lidah gue pahit rasanya abis ngetawain si River" ucap Skyler menerima.
" Makasih.." ucapnya.
" Iya sama-sama. Lo mau nggak Veros?" Tawar Luci membuat Veros menggeleng pelan. Milenia memperhatikan gelagat sahabatnya yang terlihat seperti naksir pada Veros.
" Len. Gue minta air lo dong" pinta Veros pada Milenia.
" Itu minum Luci" ucap Milenia namun Veros hanya menatap nya.
" Nih." Milenia akhirnya memberikan minumnya.
" Pada mau main apa lagi? Udah puas belum? Udah malam loh. Kapan-kapan lagi kita ke sini" ucap Aliandra membuat mereka mengangguk patuh.
" Yok lah pulang. Udah malam juga" ucap mereka dan berjalan ke parkiran dan menaiki kendaraan masing-masing.
" Byee guys.. 3 hari lagi kita ospek" ucap Skyler mengingatkan membuat mereka mengangguk dan mulai pergi.