NovelToon NovelToon
Kontrakan Rahim Untuk Tuan Calix

Kontrakan Rahim Untuk Tuan Calix

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / CEO / Ibu Pengganti / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Demi menyelamatkan perusahaan keluarga dari kebangkrutan dan membiayai pengobatan adiknya yang kritis, Mireya terpaksa menjual kesuciannya. Ia menandatangani kontrak satu tahun untuk menjadi ibu pengganti bagi Calix David—seorang miliarder tampan berusia 35 tahun yang terkenal kejam dan sedingin es.
Pernikahan rahasia digelar, dan Mireya dikurung di mansion mewah dengan aturan ketat. Calix memperingatkannya: "Hubungan kita hanya sebatas rahim dan uang. Jangan pernah jatuh cinta kepadaku."
Namun, kepolosan Mireya perlahan mulai menggoyahkan hati sang Tuan Tsundere. Di tengah intrik konglomerat dan rahasia kelam mansion, akankah Mireya pergi setelah melahirkan sang ahli waris, atau justru berhasil memiliki hati Calix sepenuhnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Pagi yang Canggung & Bayang-Bayang Masa Lalu

​Sinar matahari pagi yang menembus gorden kamar utama tidak mampu mengusir rasa canggung yang membeku di antara Mireya dan Calix. Mireya duduk di tepi ranjang, merapikan kancing kemeja satinnya dengan tangan yang masih sedikit gemetar. Tubuhnya terasa remuk redam akibat penyatuan intens semalam yang terasa seperti pelampiasan amarah Calix atas drama di meja makan.

​Calix berdiri di depan cermin, merapikan dasi sutranya dengan gerakan yang teramat tenang. Topeng sedingin es itu telah kembali terpasang sempurna di wajahnya.

​"Ganti pakaianmu dengan gaun yang dikirim oleh desainer pagi ini," ucap Calix tanpa menoleh melalui cermin. "Pukul sepuluh nanti, kita harus menghadiri jamuan makan siang privat bersama kolega bisnis utamaku dari Sanjaya Group."

​Mireya menghela napas, menahan rasa perih saat beranjak berdiri. "Apa aku harus ikut lagi? Aku rasa Kakekmu sudah yakin dengan status kita semalam."

​Calix berbalik, menatap Mireya dengan tatapan tajam yang mengunci. "Ini bukan lagi soal Kakek, Mireya. Ini tentang mempertegas posisimu di hadapan publik dan rekan bisnisku. Anak dari pemilik Sanjaya Group, tujuannya ada di sana. Jangan membuat kesalahan lagi seperti semalam."

​"Aku tidak membuat kesalahan, mereka yang memulainya," sahut Mireya pelan namun tegas.

​"Aku tidak peduli siapa yang memulai," potong Calix dingin. "Yang aku pedulikan adalah hasil akhirnya. Bersiaplah, sopir sudah menunggu di bawah."

​Hotel Grand Mahakam menjadi tempat pertemuan bisnis kelas atas itu berlangsung. Ruangan privat bernuansa emas dan marmer itu sudah diisi oleh beberapa petinggi perusahaan. Begitu Calix masuk bersama Mireya yang anggun mengenakan gaun berwarna salem, perhatian seluruh ruangan langsung tersedot pada mereka.

​Seorang pria muda dengan setelan jas abu-abu modern langsung bangkit dari kursinya. Senyumnya mengembang lebar, dan matanya tidak berkedip menatap Mireya. Dia adalah Adrian Sanjaya, putra mahkota dari Sanjaya Group yang terkenal playboy namun cerdas dalam bisnis.

​"Calix! Jadi ini rumor yang sedang hangat dibicarakan?" Adrian melangkah maju, mengabaikan jabatan tangan formal dan justru langsung meraih tangan Mireya, mengecup punggung tangannya dengan gaya flamboyan. "Luar biasa. Aku tidak menyangka seleramu secantik dan seanggun ini. Perkenalkan, saya Adrian."

​Mireya refleks menarik tangannya perlahan, merasa tidak nyaman dengan tatapan Adrian yang seolah menelanjanginya. "Mireya," jawabnya singkat.

​Calix yang melihat hal itu langsung melangkah maju, menghalangi pandangan Adrian dengan tubuh tegapnya. Aura dingin langsung menguar dari tubuh Calix. "Duduklah, Adrian. Kita di sini untuk membahas proyek akuisisi lahan, bukan untuk menilai istriku."

​Adrian tertawa renyah, mengangkat kedua tangannya sebagai tanda menyerah. "Oke, oke. Santai saja, Calix. Aku hanya mengagumi ciptaan Tuhan. Keindahan seperti ini jarang sekali kutemui di lingkungan kota."

​Selama pertemuan berlangsung, Mireya lebih banyak diam, namun ia bisa merasakan tatapan lapar Adrian yang sesekali mencuri pandang ke arahnya setiap kali Calix sedang lengah membahas dokumen proyek. Mireya merasa mual; ia tahu betul tatapan pria-pria kaya yang memandang wanita sepertinya tak lebih dari sekadar trofi atau mainan.

​Dua jam berlalu dengan obrolan bisnis yang menjemukan. Kepala Mireya mulai terasa pening karena kurang tidur dan suasana ruangan yang penuh kemunafikan.

​"Calix, aku izin ke toilet sebentar," bisik Mireya pelan di samping suaminya.

​Calix hanya mengangguk kecil tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas di meja. "Jangan lama-lama."

​Mireya segera bangkit dan melangkah keluar dari ruangan privat tersebut. Ia melewati koridor hotel yang sepi, menuju area lobi luar untuk mencari udara segar sebelum masuk ke toilet. Namun, begitu ia melangkah mendekati area parkir khusus VIP di drop-off lobi, langkah kaki Mireya mendadak terkunci rapat di atas lantai marmer.

​Seluruh pasokan udara di paru-parunya seolah tersedot habis.

​Di sana, di dekat pintu sebuah mobil sedan mewah milik kolega Sanjaya Group, berdiri seorang pemuda berwajah manis dengan seragam sopir hotel berwarna gelap. Pemuda itu sedang merapikan sarung tangan putihnya, tampak lelah namun tetap bekerja dengan tekun.

​"Naren...?" Bisikan itu lolos begitu saja dari bibir Mireya yang bergetar.

​Mendengar suara yang sangat familier itu, pemuda bernama Naren itu menoleh. Begitu netra mereka bertemu, tatapan Naren langsung membelalak tidak percaya. Sarung tangan di genggamannya jatuh begitu saja ke atas aspal.

​"Mireya?! Kamu... kamu Reya, kan?!" Naren melangkah maju dengan tergesa-gesa, wajahnya dipenuhi perpaduan antara rasa tidak percaya, kerinduan, dan kebingungan yang teramat sangat. "Reya! Kamu ke mana saja selama ini?! Aku mencarimu ke seluruh desa! Nenek... Nenek menangis mencarimu!"

​Air mata Mireya langsung luruh mendengar nama Nenek disebut. Dadanya bergemuruh hebat karena rasa bersalah yang teramat dalam. Dua minggu lalu, Ardan dan Fiona menjemputnya paksa dari desa tanpa memberikan kesempatan sedikit pun baginya untuk berpamitan pada Nenek yang sedang sakit, apalagi pada Naren, kekasih hatinya yang sudah menemaninya sejak remaja.

​"Naren... maafkan aku... aku..." Mireya terisak, melangkah mundur saat Naren mencoba meraih tangannya. Ia sadar betul statusnya sekarang. Ia bukan lagi Mireya gadis desa yang bebas mencintai Naren. Rahimnya sudah disewa oleh iblis bernama Calix.

​"Kenapa kamu berpakaian seperti ini, Reya? Mengapa kamu bisa ada di hotel mewah ini?" Naren menatap gaun mahal Mireya dengan pandangan terluka. "Dan apa yang dikatakan orang-orang di desa itu benar? Bahwa Papa dan Mamamu... menjualmu pada orang kaya di kota?"

​"Naren, tolong jangan bertanya lagi... Pergilah dari sini, kumohon," ratap Mireya, menyembunyikan wajahnya yang basah oleh air mata.

​"Tidak, Reya! Aku tidak akan pergi sebelum kamu menjelaskan semuanya!" Naren mencengkeram lembut kedua lengan Mireya, matanya berkaca-kaca penuh luka. "Aku bekerja jadi sopir di kota ini demi mengumpulkan uang untuk menyusulmu! Aku mencintaimu, Reya! Kita belum putus, kenapa kamu menghilang seperti ini?!"

​"Lepaskan tanganmu dari istriku, anak muda."

​Suara bariton yang berat, sedingin es, dan penuh ancaman maut mendadak menginterupsi dari arah belakang mereka.

​Mireya dan Naren menoleh serentak. Di sana, berdiri Calix David dengan kedua tangan tenggelam di saku celananya, didampingi oleh Doni dan beberapa pengawal pribadi. Tatapan elang Calix malam itu begitu gelap, menatap tajam ke arah tangan Naren yang masih mencengkeram lengan Mireya.

​Suasana di lobi hotel itu seketika membeku, menyisakan ketegangan yang siap meledak kapan saja.

1
Aditya Rian
mantap
umie chaby_ba
rasain Lo ... 🤭
Ariska Kamisa: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
buruan calix , ilana ngadi-ngadi emang/Panic/
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
kepedean banget ilana ....
Ariska Kamisa: emang... ngeselin yaa🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
udah sih lagi asik juga bianca resek banget
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Ariska Kamisa
/Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good/
aditya rian
lanjutkan Thor
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
aditya rian
🤭🤭🤭🤭🤭
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
/Shy//Shy//Shy//Shy/
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
malang sekali mire
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
ceritanya menarik/Good/
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏
total 1 replies
aditya rian
👍👍👍👍👍
Ariska Kamisa: terimakasih jempolnya 🙏
total 1 replies
aditya rian
👣👣👣👣
Aditya Rian: matap👍
total 2 replies
umie chaby_ba
ceritanya bagus,
semangat terus ya Thor...
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
🤣🤣🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
dih ngeselin banget sumpah si cilox🤣
Ariska Kamisa: calix kak bukan cilox🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
tuh kan🤣🤣🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
calix aslinya demen nih pasti
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
bagus mirey jangan kasih ampun 👍
Ariska Kamisa: siap👍
total 1 replies
umie chaby_ba
bagus mirey daripada stres ke hobi aja wis
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!