NovelToon NovelToon
Ayah Tiriku, Sugar Daddy-ku

Ayah Tiriku, Sugar Daddy-ku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Cinta Terlarang
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Wandhansari

Veliora tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah setelah ibunya menikah dengan pria paling berbahaya di dunia elite Jakarta.
Kaelric Vorn.
Pria dingin yang dikenal sebagai penguasa bisnis internasional itu memiliki segalanya, kekuasaan, uang, dan dunia gelap yang tidak tersentuh orang biasa.
Namun di balik mansion mewah, tatapan tajam, dan nama besarnya…
Kaelric menyimpan sesuatu yang jauh lebih menakutkan.
Seekor black panther betina bernama Nyx.
Dan anehnya, binatang liar itu memilih Veliora.
Awalnya Veliora hanya ingin bertahan hidup di dunia baru yang terasa asing baginya.
Namun semakin lama dia berada di sisi Kaelric…
semakin dia menyadari bahwa pria itu bukan sekadar ayah tirinya.
Kaelric terlalu protektif.
Terlalu dominan.
Dan perlahan mulai memperlakukannya seperti sesuatu yang tidak ingin dia lepaskan.
Di tengah dunia elite penuh rahasia, pengkhianatan, dan kekuasaan…
Veliora terjebak di antara rasa cinta terhadap Ayah Tirinya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wandhansari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 : Pagi Di Mansion Kaelric Vorn

Matahari sudah tinggi, Veliora terbangun. Dia menguap panjang sambil mengangkat kedua tangannya.

Terlihat koper-koper pakaiannya di samping pintu kamar. Kamar tidurnya nampak bersih dan rapi. Rasanya, ia tak mau keluar dari kamarnya.

"Mansion Daddy Kael  besar banget, ya?. Mana mewah lagi!. Males bangun, ah! "

Terdengar pintu kamar berderit. Langkah kaki mendekat ke arah tempat tidurnya.

"Nona Veliora, bangun. Sudah siang. Tuan Kael sudah menunggu di bawah. "

Veliora memicingkan matanya di balik selimut.

"Kalau Nona tidak segera turun, Tuan sendiri yang akan kesini, katanya! "

"Whaaaaat? ?? ". Oke, Oke. Aku bangun dan turun ke bawah sekarang juga. "

Rintihnya dari balik selimut. Dia mau naik kesini?. Akhirnya, tanpa ba bi bu lagi dia pun menghempaskan selimut tebal yang nyaman itu. Cuci muka, mengganti bajunya, lalu turun ke bawah.

Dilihatnya Kaelric tengah memegang handphone. Jari-jari Kaelric menari-nari di atas benda pipih itu. Astaga!!!. Veliora jadi ingat kejadian semalam.

Dia hanya berdiri di atas tangga sambil melihat sekeliling ruangan. Dia mencari sosok Maminya yang tidak ada disitu. Hanya Kael seorang yang duduk sambil menyesap secangkir kopi.

"Dad, Mami kemana? "

Tanya Veliora, ia berjalan menuruni tangga. Dan bergabung di meja makan dengan Kaelric. Veliora jadi kebingungan dengan sikap Kaelric.

"Dad??? "

Kaelric mengusap wajahnya kasar. "Mamimu pergi sejak tadi pagi. Katanya, ada urusan mendesak. "

"Cepat sarapan, atau kamu akan terlambat pergi kuliah? "

Kata Kaelric. Namun, wajahnya tak bergeming sedikitpun dari handphone yang ada di tangannya.

Veliora tak menjawabnya. Dia lalu bergegas mengambil sepotong roti. Dan minum segelas susu vanilla yang tersedia di meja makan.

"Hmmm... Susu. Hmmm... Pasti enak sekali. Apalagi, kalau susu coklat yang asli dari pabriknya. "

Kaelric bicara sambil mengedipkan sebelah matanya. Veliora agak bengong mendengar ucapan Daddy tirinya itu, agak random memang.

Kadang Veliora tidak tahu, apa benar yang bicara dengannya ini Kaelric Vorn, seorang CEO perusahaan besar. Yang biasanya selalu tampil dingin dan berwibawa.

Tapi, kalau sedang berhadapan dengan dirinya???. Dia akan berubah seperti seorang pria yang ... Ah, susah untuk dikatakan!.

"Ayo, cepat. Selesaikan sarapanmu. Waktu kita tinggal dua puluh menit lagi, Veliora! "

Kata Kaelric, sambil beranjak dari tempat duduknya. Kemudian, berlalu pergi ke depan.

Veliora pun tergopoh, mengikuti langkah kaki Kaelric.

"Tunggu, Dad!. Jangan tinggalkan aku. Aku ingin berangkat dengan Daddy! "

Kaelric tak mengindahkan dirinya. Terus saja dia berjalan ke arah mobil hitam legamnya yang terparkir presisi di halaman depan.

Veliora kelimpungan mengejar Kaelric. Napasnya tersengal-sengal. Dadanya turun-naik.

Kaelric pun mendadak pusing kepalanya melihat pemandangan yang terpampang di depan matanya.

Jujur saja, kalau dia ingin. Sedari dulu, dia ingin sekali menjadikan putri Seraphina ini istrinya. Tapi, kenyataan berkata lain. Dia harus menikahi ibunya dahulu, meski itu bukan menikah yang sebenarnya.

Apalagi, semalam... Ah, shits! . Kenapa, dia harus mengingat itu?

"Daddy, kenapa tega banget, sih?. Aku ditinggalin? "

"Veliora, ini sudah siang. Banyak sekali yang harus Daddy kerjakan hari ini. "

"Jadi, kamu nggak boleh manja, tau? "

Veliora hanya diam.

Kaelric pun melajukan mobilnya dengan cepat. Hari ini, dia harus menandatangani surat perjanjian kontrak dengan sebuah perusahaan besar.

"Ya sudah. Nanti turunin aku di jalan agak dekat dengan kampus aja, Dad. Nanti, Daddy jadi telat di kantornya. "

Kaelric diam saja. Dia masih fokus dengan kemudinya. Dan, sebagai ayah baru Veliora, dia pun tak segan mengantarkan anak gadisnya... Ah, anak gadis?. Bukankah, semalam.... ?. Ah, sudahlah.

Akhirnya, mobil Kaelric sampai juga di depan kampus Veliora. Dia pun turun.

"Makasih, Dad!. Daddy baik banget! ".

Kaelric hanya mengangguk saja. Baru beberapa menit, terdengar suara sering handphone. Kaelric mengangkatnya. Suara Ravian terdengar di seberang.

" Bos. Tuan Adiwinata akan sampai sekitar dua puluh menit lagi. Bos sekarang ada dimana?. Bos harus sudah siap sekitar lima belas menit lagi."

"Oke, Ravian. Aku masih mengantar putriku. Sekarang aku menuju ke kantor. Jadi, sebelum kedatanganku. Siapkan semua berkas yang harus ditandatangani."

Ravian Kestler, sang asisten hanya tersenyum dikulum mendengar suara Bosnya mengatakan mengantar putriku.

Mungkin, akan lebih lucu lagi kalau Bosnya punya anak kecil. Dia bekerja sesuai instruksi, sambil tersenyum sendirian.

Tak lama mobil Kaelric berlalu dari hadapan Veliora. Pekerjaan sudah memanggilnya berkali-kali. Sebagai pemilik perusahaan besar di bidang pengamanan dan perlindungan pribadi. Tentu, bukan sembarangan orang yang bekerjasama dengannya.

Sesampainya di perusahaan, benar saja. Lima menit kemudian Tuan Adiwinata sudah sampai di sana.

Tuan Adiwinata duduk di lobby dengan asistennya bernama Ivan. Mereka saling berjabat tangan sebagai pembuka pertemuan.

Tak ada yang dibahas dalam pertemuan itu. Tapi, selesai menandatangani kontrak kerjasama, Tuan Adiwinata minta untuk berbincang sejenak di sebuah cafe terdekat .

Kaelric tak tahu, apa yang akan mereka perbincangkan.

Setelah mereka duduk. Baru, Tuan Adiwinata membuka obrolan.

"Baiklah, maafkan sebelumnya Tuan Kaelric. Mungkin, anda bisa mengatakan saya ini kurang ajar atau bagaimana?. Saya benar-benar minta maaf. "

Kaelric mendengarkan pembicaraan Tuan Adiwinata. Dia hanya menganggukkan kepala.

"Mmm, begini. Saya mengenal betul siapa Valerius Kaeden. Dan usaha apa yang dia geluti. Bahkan, aku sangat tahu istri maupun anaknya. Tapi, aku sangat heran. Mengapa Seraphina meminta menikah dengan anda? "

"Maaf Tuan Kaelric, ini diluar kontrak kerjasama kita."

Kaelric terdiam. Dia tercekat dengan pertanyaan Tuan Adiwinata. Haruskah dia bercerita tentang Valerius Kaeden dahulu?. Yang sedari kecil, ya Kaelric kecil selalu menyusahkan si kecil Kaeden?. Dari mulai korban bullying, hingga korban penculikan yang hampir merenggut jiwanya.

Hidupnya sungguh mengenaskan waktu itu. Dan, dia yang mati-matian bangkit dari keterpurukan.

Kaelric menunduk sebentar. Kemudian, dia seperti mengingat sesuatu. Kemudian menghubungi, Ravian Kestler. Asisten pribadinya.

"Ravian, tolong jemput putriku sekarang. Aku ingin, ada pengawalan khusus untuknya hari ini. "

"Ingat, jangan macam-macam dengannya. Atau, ku tebas batang lehermu! ".

" Siap, Bos. Akan saya laksanakan! "

Terdengar suara Ravian Kestler dari seberang. Tuan Adiwinata yang mendengar suara Kaelric Vorn agak merinding kuduknya.

Dia benar-benar tahu siapa Kaelric Vorn ini. Dia manusia diluar dugaan. Bahkan, bisa membunuh tanpa menyentuh.

Maka dari itu, dia menanyakan perihal Seraphina dan anaknya dengan ekstra hati-hati.

Takut, nyawanya jadi incaran Kaelric.  Suasana jadi hening sebentar. Dia pun belum berani membuka suara.

Hingga, akhirnya suara dering handphone milik Kaelric membuyarkan lamunan Tuan Adiwinata.

"Apaaa???. Siapa yang ingin mencari mati denganku?. Bukankah aku sudah bilang, aku disini Bosnya. Kenapa kalian bertindak gegabah?. Aku bilang, kembalikan barang itu di tempat semula. Atau kalian akan mati ditanganku."

Suara Kaelric yang keras dan tajam membuat Tuan Adiwinata menciut. Ingin rasanya dia meninggalkan tempat itu. Tapi, dia sendiri yang ingin minta berbicara dengan Kaelric.

Akhirnya, mau tidak mau dia diam saja sambil mendengar suara Kaelric yang tajam

"Besok pagi, barang-barang itu harus selesai. Kalau tidak, jangan tanya lagi hukuman macam apa yang kalian inginkan. "

Kaelric menutup handphone dengan kasar. Dia pun mengalihkan pandangan ke Tuan Adiwinata.

"Mmm begini Tuan Adiwinata. Aku dengan Seraphina memang saling mencintai. Bahkan sejak mendiang Valerius Kaeden masih ada. Jadi, aku berharap. Anda tidak lagi menanyakan perihal apapun soal keluargaku. "

"Anda jangan khawatir, mereka berada di tangan yang aman. Paham?. "

Kemudian Kaelric meninggalkan tempat itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!