NovelToon NovelToon
Kirei

Kirei

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Transmigrasi / Balas dendam pengganti
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Salma.Z

Enam bulan setelah Kirei Zhaklyn—perempuan tangguh di balik kesuksesan industri teknologi—tewas tragis dalam kecelakaan akibat sabotase keji, hidup Vaxerion Mahendra ikut hancur. Konglomerat otomotif itu memilih mundur dari dunia bisnis, hidup seperti cangkang kosong yang didera kedukaan mendalam.
Namun, di sebuah malam gala internasional, pintu aula terbuka. Di sana muncul sepasang manusia: Andi Clark, miliarder pemegang kendali perbankan global asal Swiss, menggandeng seorang wanita yang memiliki wajah, sorot mata, dan senyuman yang seratus persen persis dengan almarhumah Kirei.
Dia adalah Kirei Alexandra. Datang dari Eropa dengan pembawaan ketus, jutek, dan dingin, dia langsung menepis kasar pelukan Vaxerion: "Jaga jarak Anda, Tuan Mahendra. Saya bukan barang peninggalan masa lalu Anda."
Apakah wanita jutek ini adalah Kirei yang bangkit dari kubur untuk membalas dendam, atau ada rahasia adopsi yang sengaja dikubur sejak bayi? Di tengah adu kekayaan tingkat tinggi dan gesekan harga diri melawan Andi Clark, takdir baru yang jauh lebih berbahaya siap menggoncang Jakarta!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salma.Z, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11: Kilau Kaca Mall dan Getaran yang Mengusik

"Gua nggak mau tahu, pokoknya lu harus nemenin gua sore ini!"

Suara nyaring Sherly dari seberang telepon langsung memotong kesunyian ruang kerja Kirei. Sahabat desainer fesyennya itu sama sekali tidak peduli kalau Kirei baru saja melewati momen emosional yang menguras air mata bersama Vaxerion satu jam lalu.

"Gua lagi banyak kerjaan, Sher. Sinkronisasi data Zhaklyn OS belum beres," helat Kirei, jemarinya masih memijat pelipisnya yang terasa agak pening. Di atas meja marmernya, kotak beludru biru berisi gantungan kunci SMA-nya sekarang sudah tersimpan rapi di dalam laci paling aman.

"Nggak ada tapi-tapi! Butik baru gua butuh referensi bahan sutra eksklusif di mall Grand Indonesia, dan lu butuh retail therapy biar otak lu nggak kaku kayak peladen kantor lu! Gua jemput setengah jam lagi!"

Tut.

Sambungan terputus secara sepihak. Kirei hanya bisa mengembuskan napas panjang dengan gusar, namun sudut bibirnya tidak bisa menahan senyum tipis. Sherly selalu tahu kapan harus menariknya keluar dari kungkungan dinding kaca lantai empat puluh lima saat beban mentalnya sudah terlalu penuh.

Setengah jam kemudian, Kirei sudah duduk di dalam mobil sedan hitamnya bersama Sherly, membelah kemacetan sore Jakarta menuju pusat perbelanjaan elit di kawasan Bundaran HI. Hari ini, Kirei sengaja melepas blazer kerjanya. Dia hanya mengenakan kemeja sutra champagne semalam yang dipadukan dengan kacamata hitam besar bermerek mewah untuk menyembunyikan matanya yang sedikit sembap saking terharunya tadi siang.

Suasana Grand Indonesia sore itu sangat ramai. Kilau lampu-lampu toko butik internasional berkelas tinggi memantul di atas lantai marmer yang mengkilap. Sherly langsung menarik lengan Kirei, menyeretnya masuk ke koridor utama lantai dasar yang dipenuhi oleh deretan gerai barang mewah mewah.

"Lu lihat deh, Rei, potongan gaun di manekin itu. Bagus sih, tapi selera gua jauh lebih berkelas," cerocos Sherly sambil mengunyah permen karet, jemarinya lincah menunjuk ke arah kaca toko.

Kirei hanya berjalan santai di sebelahnya, membiarkan pikirannya sedikit rileks dari angka-angka grafik penjualan ponsel Zhaklyn Mobile. Namun, langkah kaki Kirei mendadak melambat, lalu berhenti total tepat di depan koridor tengah yang menjadi area pameran mobil mewah terbuka.

Di tengah atrium utama, berdiri sebuah mobil sport listrik purwarupa teranyar berwarna hitam matte tanpa logo yang sangat Kirei kenali—itu adalah mobil andalan Mahendra Motors. Tapi bukan desain mobil aerodinamis itu yang membuat mata jernih Kirei dari balik kacamata hitamnya mendadak menegang.

Itu Vaxerion.

Raja otomotif itu sedang berdiri di samping kap mobil, mengenakan kemeja polo hitam polos berkualitas tinggi tanpa merek, yang membungkus ketat tubuh tegapnya yang atletis. Di sekelilingnya, ada sekelompok wanita sosialita muda dan model papan atas Jakarta yang sedang berkerumun. Mereka memegang brosur pameran, namun tatapan mata mereka sama sekali tidak tertuju pada mobil—melainkan tertuju pada wajah tegas Vaxerion dengan pandangan memuja yang begitu telanjang hingga membuat mereka seolah-olah meleleh di tempat.

"Aduh, Tuan Mahendra, kalau saya beli unit ini, apa saya bisa dapet sesi privat buat diajari cara pakai panel pintarnya sama Anda sendiri?" tanya salah satu wanita bergaun mini dengan nada manja yang sengaja dibuat-buat, sambil menyentuh lengan tegap Vaxerion secara berani.

Kirei yang melihat pemandangan itu dari jarak dua puluh meter mendadak merasakan dadanya berdenyut dengan ritme yang sangat tidak nyaman. Ada rasa panas yang naik dari lambungnya langsung menuju tenggorokan—sebuah rasa cemburu yang sangat nyata, manusiawi, dan egois yang belum pernah dia rasakan seumur hidupnya. Tangannya yang memegang tas kulit seketika mengepal kuat hingga kuku-kukunya memutih.

Topeng Ratu Es-nya yang biasanya kokoh, sore ini mendadak retak bukan karena serangan saingan bisnis, melainkan karena melihat tangan wanita lain menyentuh lengan pria yang tadi siang menyebutnya sebagai calon istri.

Sherly yang menyadari perubahan atmosfer di sebelahnya, langsung menoleh. Dia melirik arah pandangan Kirei, lalu melihat kepalan tangan sahabatnya. Sebuah senyuman jahil yang sangat lebar langsung terukir di wajah sang desainer.

"Wah, wah... ada yang kebakaran jenggot nih," bisik Sherly menyenggol lengan Kirei dengan sangat bersemangat. "Gua bilang juga apa, Rei. Hati es lu udah mencair, makanya sekarang lu ngerasa kebakar waktu lihat Abang Mobil Listrik lu dikerubutin laler-laler sosialita!"

"Diam, Sherly. Ayo pulang," ketus Kirei, suaranya mendadak berubah sedingin musim dingin. Dia langsung membalikkan badannya dengan cepat, berniat pergi dari tempat itu secepat mungkin untuk menutupi harga dirinya yang terluka.

Namun, sebelum Kirei sempat melangkah dua kali, mata tajam dan jernih milik Vaxerion yang sejak tadi bersikap dingin pada kerumunan wanita di sekitarnya, mendadak menangkap siluet kemeja champagne Kirei di antara keramaian mall.

Tanpa memedulikan pertanyaan manja dari wanita di sebelahnya, Vaxerion langsung menepis tangan wanita itu dengan gerakan dewasa yang tegas namun sopan. Pria dua puluh tujuh tahun itu melangkah lebar, melewati kerumunan sosialita yang melongo kaget, berjalan lurus memotong koridor tengah mall hanya untuk mengejar langkah Kirei.

"Kirei," panggil suara berat yang sangat dikenalinya itu dari arah belakang.

Langkah Kirei terpaksa terhenti. Dia menarik napas dalam-dalam, menata emosinya yang acak-acakan, lalu berbalik perlahan sambil melepas kacamata hitamnya dengan gaya angkuh yang menantang.

Vaxerion sudah berdiri di depannya, mengabaikan puluhan pasang mata wanita sosialita di atrium yang sekarang sedang menatap Kirei dengan pandangan cemburu dan iri yang luar biasa. Tatapan elang Vaxerion yang tadinya kaku di area pameran, kini berubah menjadi begitu teduh, dalam, dan dipenuhi binar geli yang sangat romantis saat melihat bibir Kirei yang sedikit dikerucutkan menahan kesal.

"Kamu cemburu, Nona Zhaklyn?" goda Vaxerion dengan suara rendah yang serak, hanya bisa didengar oleh mereka berdua. Pria itu melangkah maju satu langkah lagi, mengikis jarak hingga Kirei bisa mencium aroma kayu cendana yang maskulin dari tubuhnya.

"Nggak usah percaya diri, Tuan Mahendra. Saya cuma kebetulan lewat," sahut Kirei ketus, matanya sengaja dialihkan ke arah langit-langit mall, menolak kalah oleh pesona pria dewasa di depannya.

Vaxerion terkekeh rendah, suara tawa yang begitu hangat dan menenangkan. Tanpa memedulikan Sherly yang sedang menahan tawa gila di sebelah mereka, tangan besar Vaxerion yang hangat terulur ke depan, menyelusupkan jemarinya di antara jemari Kirei yang menegang, lalu menggenggamnya dengan sangat erat dan kokoh di tengah keramaian Grand Indonesia.

"Pamerannya sudah selesai karena pemilik asli mobil ini sudah datang," bisik Vaxerion romantis, matanya menatap lurus ke dalam manik mata Kirei dengan ketulusan yang pekat, sukses membuat rasa panas di dada Kirei menguap digantikan oleh rasa hangat yang meluluhkan seluruh egonya. "Ayo ikut aku. Aku mau tunjukkan dasbor baru yang sistemnya cuma mau merespons sentuhan tangan calon istriku."

Bersambung...

1
Wawan
Salam kenal Kirey 💪✍️
T28J
keren kakak👍
Salma.Z: Terima kasih
total 1 replies
Tisa
Penulis menulis dengan sangat keren, alur ceritanya menarik. Tetap semangat!!!
Ika Yani
lanjut kak
Naura
Saya sebagai pembaca terlalu terbawa suasana Kirei dan Vaxerion.
udin sini
Lanjut kaka
Reni
Sangat bagus dan keren
Nayla
Cemburu itu mengerikan..😃 Lanjut thor
Rara Lani
Menarik!!
Tisa
Next! Semangat!! sukses ya!
Iki Riat
Pria yang sedang jatuh cinta pada satu wanita.
Ika Yani
Menarik
udin sini
Keren. Di tunggu kelanjutannya...
Cantika
😍 lanjut thor.. Semangat
Salma.Z: Iya. Terimakasih👍
total 1 replies
Cantika
Ayo UP segera
Sari
Nunggu bab 3 🤭
Salma.Z: di tunggu besok kak
total 1 replies
Hana Unil
next
Andy Rajasa
Bagus..lanjutkan!
Salma.Z: Ya.. siap
total 1 replies
Siti
Lanjut..
Salma.Z: Siap...
total 1 replies
Siti
Keren, ceritanya menarik. Semoga karyanya di baca semua orang..semangat!!!
Salma.Z: Aamiin. Terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!