Mereka membunuhnya perlahan.
Meracuni hidupnya, mencuri kasih sayangnya, lalu menguburnya sebagai putri yang tak diinginkan.
Ketika tubuhnya membuka mata, jiwa dari dunia modern terbangun di dalam tubuh Arcelia Vareinne putri keluarga duke yang mati secara misterius sebelum hari pernikahannya.
Semua orang menganggap Arcelia lemah.
Ayahnya mengabaikannya.
Ibu tirinya memanipulasinya.
Saudara tirinya merebut seluruh hidupnya sedikit demi sedikit.
Namun kali ini berbeda.
Sebuah sistem misterius muncul, memberinya kesempatan kedua:
mengungkap pengkhianatan, menghancurkan musuh-musuhnya, dan merebut kembali semua yang telah dirampas darinya.
Di tengah permainan politik kerajaan, rahasia keluarga bangsawan, dan konspirasi perebutan tahta, Arcelia perlahan berubah menjadi wanita yang ditakuti seluruh kerajaan.
Tetapi semakin dekat ia pada balas dendam, semakin dekat pula dirinya dengan pria paling berbahaya di kerajaan Pangeran Kael Draven. pangeran dingin yang dijuluki monster peran
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DRR_LOVE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Darah Yang Tersembunyi
Mereka semua terkejut mendenngar ucapan Auriel.
Tatapan Arcelia Vareinne langsung terkunci pada kunci perak di tangan ayahnya.
Ukiran mawar dan ular yang saling melilit terlihat rumit sekaligus aneh.
Dan semakin lama ia melihatnya dadanya terasa semakin sesak. Seolah tubuh ini mengenali benda tersebut.
Di atas meja, Auriel masih terdiam menatap kunci itu juga bahkan bulunya sedikit berdiri.
“Auriel,” panggil Arcelia pelan. “Apa sebenarnya benda ini?” tanya Arcelia.
Rubah kecil itu menelan ludah karena gugup. Hal yang sangat jarang terjadi.
“Itu adalah Artefak keluarga.” kata Auriel.
“Artefak keluarga? Artefak keluarga siapa??” tanya Arcelia bingung dan penasaran menjadi satu.
Auriel terdiam cukup lama sebelum akhirnya menjawab “Itu adalah lambang Artefak Keluarga kerajaan lama.” kata Auriel menjelaskan.
Deg..!!!
Ruangan seakan langsung membeku, bahkan Duke Cedric Vareinne juga sangat terkejut.
Mata Duke Cedric menyipit tajam mendengar itu. “Keluarga kerajaan lama?” ulangnya perlahan.
Auriel mengangguk kecil. “Jauh sebelum dinasti sekarang naik takhta…” kata Auriel sambil menarik nafas sangat dalam.
“Ada keluarga lain yang memerintah kerajaan ini.” sambung Auriel.
Mata Arcelia mengernyit, "kemudian??" tanya Arcelia pelan.
Pikirannya sudah dipenuhi berbagai macam asumsi bahkan sebelum Auriel menjawab.
“Seluruh keluarga itu dibantai habis." kata Auriel dengan suara sangat pelan nyaris tidak terdengar.
Suasana kamar langsung terasa sangat dingin bahkan Lilian sampai menutup mulutnya pelan.
“Itu… pemberontakan?” tanya Arcelia, sorot matanya sudah sangat tajam.
Auriel menggeleng. “Masalahnya tidakk sesederhana itu.” kata Auriel menyayangkan.
Tatapannya perlahan jatuh pada kunci perak tersebut. “Ada rumor bahwa satu garis keturunan berhasil selamat. Namun keberadaan mereka menghilang.” kata Auriel menjelaskan.
Tatapan Arcelia perlahan berubah sangat serius. Dan perlahan semua potongan mulai terasa saling terhubung.
Black Serpent.
Kematian ibunya.
Organisasi bawah tanah.
Dan dirinya sendiri.
“Jadi maksudmu…” gumam Arcelia pelan.
Auriel menunduk. “Ada kemungkinan ibumu berasal dari garis keturunan itu.” kata Auriel meskipun masih ragu.
Duke Cedric langsung mengepalkan tangannya. “Aku tidak pernah mendengar soal ini.” katanya.
Auriel menatap Duke, “Karena informasi itu dihapus dari sejarah kerajaan.” kata Auriel.
Duke Cedric perlahan memandang kunci di tangannya tatapannya menjadi sangat rumit seolah tidak percaya dengan informasi yang telah ia dengar.
“Astrid memang tidak pernah banyak bicara soal keluarganya…” kata Duke Cedric.
"Astrid." gumam Arcelia pelan.
Nama ibu Arcelia akhirnya terucap oleh Duke Cedric. Dan entah kenapa nama itu terasa hangat sekaligus menyakitkan.
“Ternyata ibu bernama Astrid…” bisik Arcelia pelan.
Duke Cedric menganggukkan kepalanya. Tatapannya perlahan melembut untuk pertama kalinya saat menyebut nama wanita itu.
“Dia wanita paling keras kepala yang pernah kutemui.” kata Duke Cedric.
Sudut bibirnya terangkat samar, tersenyum namun terlihat getir.
“Namun juga wanita yang paling berani.” kata Duke Cedric tatapannya beralih ke mata Arcelia.
“Kalau begitu kemungkinan besar dia memang mengetahui sesuatu.” kata Auriel sambil mengerutkan keningnya.
Arcelia kembali memandang kunci tersebut. “Dan kunci ini membuka apa?” tanya Arcelia.
Duke Cedric menghela napas pelan. “Astrid tidak pernah memberitahuku. Dia hanya berkata kalau suatu hari kamu dalam bahaya kamu harus menemukan jawabanmu sendiri.” kata Duke Cedric.
[DING...]
Layar biru transparan kembali muncul.
[Misi baru muncul.]
[Temukan ruang tersembunyi milik Astrid Vareinne.]
[Hadiah: Pemulihan Memori Tingkat Awal.]
Cahaya biru samar muncul di depan Arcelia sebelum menghilang lagi dan tidak ada yang melihat cahaya itu selain Arcelia.
Auriel langsung menoleh cepat. “Ruang tersembunyi?” kata Auriel.
Mata rubah kecil itu membesar. “Kalau itu benar-benar ada mungkin semua jawaban ada di sana.” lanjut Auriel.
“Nona…” Lilian terlihat gelisah karena menyadari hal berbahaya yang akan datang.
“Tapi kalau benar keluarga lama masih punya keturunan… bukankah itu berbahaya?” kata Lilian dengan suara bergetar.
Auriel langsung menganggukkan kepalanya.
“Bahkan ini sangat berbahaya.” Tatapan birunya berubah serius. “Kalau identitas Tuan Rumah terbongkar…” Kata Auriel sambil menatap Arcelia.
“Bukan hanya Black Serpent. Tapi Keluarga kerajaan sendiri mungkin akan bergerak.” lanjut Auriel.
Semua orang membelalak terkejut dan tidak ada yang berani berbicara.
Karena semua orang memahami dan mengerti artinya.
Keturunan keluarga kerajaan lama bisa dianggap ancaman. Dan dalam dunia bangsawan ancaman biasanya dibunuh sebelum tumbuh.
Namun anehnya Arcelia justru merasa tenang. Mungkin karena dirinya memang bukan Arcelia asli.
Atau mungkin karena setelah mati sekali, rasa takutnya sudah jauh berkurang.
“Ayah.” panggil Arcelia pelan.
Duke Cedric menoleh dan menatap Arcelia dengan tatapan yang sulit dijelaskan, mungkin karena Duke menyadari sesuatu.
“Apa ada petunjuk tentang ruang tersembunyi itu?” tanya Arcelia.
Duke Cedric diam sangat lama seolah sedang mengingat sesuatu, “Dulu sepertinya ibumu sangat sering berada di rumah kaca belakang mansion.” kata Duke Cedric dan baru menyadari kebiasaan itu.
“Rumah kaca?” tanya Arcelia penasaran.
Duke Cedric mengangguk, “Itu tempat favoritnya.” kata Duke Cedric.
Auriel langsung berdiri. “Rumah kaca sangat cocok untuk tempat menyembunyikan ruang rahasia.” kata Auriel langsung berdiri dan menatap Arcelia.
“Kenapa kamu berfikir seperti itu?" tanya Arcelia penasaran.
“Karena energi alam lebih mudah menyamarkan sihir.” kata Auriel.
Arcelia menyipit tipis, "Berarti kemungkinan besar ruang itu memang tersegel." gumam Arcelia sambil memegangi dagunya.
Dan kalau Astrid benar-benar meninggalkan sesuatu maka jawabannya mungkin ada di sana.
Namun sebelum mereka bisa bicara lebih jauh tiba-tiba
BRAK!
Suara keras terdengar dari luar kamar membuat semua orang langsung menoleh.
Seorang pelayan masuk dengan wajah pucat. “Y-Yang Mulia Duke!” katanya.
Duke Cedric langsung terkejut melihat wajah pelayan itu yang terlihat sangat pucat ketakutan.
“Ada apa?” tanya Duke Cedric.
Pelayan itu gemetar hebat. “Nona Lunaria…” Napasnya terputus sesaat.
“…menghilang.”