NovelToon NovelToon
Mahkota Duri Sang Putri Mati

Mahkota Duri Sang Putri Mati

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Mengubah Takdir / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: DRR_LOVE

Mereka membunuhnya perlahan.
Meracuni hidupnya, mencuri kasih sayangnya, lalu menguburnya sebagai putri yang tak diinginkan.

Ketika tubuhnya membuka mata, jiwa dari dunia modern terbangun di dalam tubuh Arcelia Vareinne putri keluarga duke yang mati secara misterius sebelum hari pernikahannya.

Semua orang menganggap Arcelia lemah.
Ayahnya mengabaikannya.
Ibu tirinya memanipulasinya.
Saudara tirinya merebut seluruh hidupnya sedikit demi sedikit.

Namun kali ini berbeda.

Sebuah sistem misterius muncul, memberinya kesempatan kedua:
mengungkap pengkhianatan, menghancurkan musuh-musuhnya, dan merebut kembali semua yang telah dirampas darinya.

Di tengah permainan politik kerajaan, rahasia keluarga bangsawan, dan konspirasi perebutan tahta, Arcelia perlahan berubah menjadi wanita yang ditakuti seluruh kerajaan.

Tetapi semakin dekat ia pada balas dendam, semakin dekat pula dirinya dengan pria paling berbahaya di kerajaan Pangeran Kael Draven. pangeran dingin yang dijuluki monster peran

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DRR_LOVE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sahabat Pertama

"Aku tahu." Serena menyilangkan kedua tangannya di depan dada sambil mengangguk mantap.

"Tahu apa?" tanya Arcelia.

"Kita akan menjadi teman baik." Arcelia menatap gadis di depannya selama beberapa detik.

Biasanya ia akan menganggap pernyataan seperti itu terlalu cepat, terlalu naif dan terlalu mudah dipercaya.

Namun entah mengapa, melihat senyum Serena yang begitu tulus membuatnya sulit untuk bersikap dingin.

Di kehidupan sebelumnya, Arcelia hampir tidak memiliki teman. Sebagian besar bangsawan menjauhinya karena menganggapnya lemah. Sebagian lagi hanya mendekatinya demi keuntungan. Dan sisanya memilih berpura-pura tidak melihat keberadaannya.

Karena itulah ia tidak terbiasa menghadapi seseorang seperti Serena, seseorang yang berbicara tanpa topeng, tanpa kepura-puraan dan tanpa agenda tersembunyi yang terlihat jelas.

"Bagaimana kau bisa begitu yakin?" tanya Arcelia akhirnya.

Serena tersenyum lebar. "Perasaanku jarang salah."

"Itu bukan alasan yang meyakinkan."

"Menurutku cukup meyakinkan."

Arcelia menghela napas kecil. Di sampingnya, Lilian tampak menahan senyum. Sementara Auriel yang duduk di atas rak gaun berbisik pelan.

"Aku suka yang ini." kata Auriel.

"Kau menyukai semua orang yang memberimu makanan."

"Itu fitnah."

"Benarkah?"

"Baiklah, mungkin sedikit benar."

Arcelia hampir tertawa. Sementara itu, tiga gadis bangsawan yang sebelumnya mencoba menghina Arcelia terlihat semakin tidak nyaman. Mereka jelas tidak menyangka Serena Albright akan langsung mendekati Arcelia. Terlebih lagi, berbicara dengannya seolah mereka sudah saling mengenal.

Salah satu dari mereka akhirnya mendekat. "Serena." Senyumnya terlihat kaku. "Kau mengenal Nona Arcelia?"

"Tentu saja." Serena menjawab santai. "Kami sedang berbicara sekarang."

"Itu bukan yang kumaksud."

"Oh?" kata Serena menatapnya.

Gadis itu langsung berdeham. "Aku hanya berpikir ada banyak orang lain yang lebih menarik untuk diajak berteman."

Keheningan singkat memenuhi ruangan, Arcelia dapat melihat maksud tersembunyi di balik ucapan itu. Namun sebelum ia sempat mengatakan apa pun Serena tersenyum yang membuatnya tetap terlihat manis, namun entah mengapa terasa jauh lebih tajam. "Aneh."

"Apa yang aneh?" tanya salah satu gadis bangsawan.

"Menurutku justru orang yang menarik adalah orang yang bisa membuat seluruh kota membicarakannya selama berminggu-minggu."

Wajah gadis bangsawan itu langsung berubah, beberapa pelanggan mulai menahan tawa. Serena bahkan tidak berhenti di sana.

"Lagipula," lanjutnya santai, "aku memilih teman berdasarkan kepribadian mereka, bukan berdasarkan rumor."

Kini wajah ketiga gadis itu benar-benar memerah, Arcelia menatap Serena beberapa saat dan gadis ini mungkin terlihat ceria dan mudah bergaul.

Tetapi jelas ia tidak bodoh, dan yang lebih penting ia tidak takut membela seseorang yang baru dikenalnya.

Satu jam kemudian, Arcelia akhirnya mulai mencoba beberapa gaun. Atau lebih tepatnya dipaksa mencoba berbagai gaun oleh Serena dan Lilian.

"Nona, yang ini cantik!"

"Yang biru juga bagus!"

"Tidak, tunggu." Serena menunjuk gaun lain. "Yang itu lebih cocok."

Arcelia berdiri di depan cermin besar dengan ekspresi pasrah. "Aku mulai merasa ini sebuah jebakan."

"Itu memang jebakan." Serena menjawab tanpa malu. "Setiap wanita pasti terjebak saat memasuki butik."

Lilian mengangguk setuju, Arcelia menatap keduanya kemudian memutuskan menyerah.

Beberapa saat kemudian ia keluar dari ruang ganti mengenakan gaun berwarna perak pucat.

Ruangan mendadak sunyi, bahkan Serena yang biasanya banyak bicara ikut terdiam. Karena gaun itu sederhana tidak terlalu banyak perhiasan dan tidak terlalu mencolok.

Namun justru karena kesederhanaannya membuat kecantikan alami Arcelia menjadi jauh lebih menonjol.

Rambut peraknya tampak seperti cahaya bulan. Sementara mata birunya terlihat semakin jernih.

"Wow..." Serena berkedip beberapa kali. "Luar biasa."

Lilian menutup mulutnya. "Nona terlihat sangat cantik."

Arcelia memandang bayangannya sendiri, untuk sesaat, ia bahkan hampir tidak mengenali dirinya.

Tubuh yang dulu kurus dan pucat kini jauh lebih sehat, wajah yang dulu selalu tampak lelah mulai menunjukkan kehidupan. Perubahan itu memang perlahan namun sangat nyata.

"Aku suka yang ini." Auriel sedang duduk di atas meja sambil mengangguk puas.

"Itu karena warnanya mirip bulumu."

"Bukan itu alasannya."

"Itu alasannya."

"Baiklah, mungkin sedikit."

Serena langsung tertawa. "Aku tidak menyangka rubahmu lucu sekali."

"Dia tidak selalu lucu."

"Aku mendengar itu!" teriak Auriel.

Setelah urusan gaun selesai, Serena menolak pulang. Sebaliknya, ia menyeret Arcelia berkeliling kota. "Kita harus makan."

"Aku sudah sarapan."

"Itu dua jam lalu."

"Itu masih termasuk baru."

"Tidak." Serena menggeleng tegas. "Kita akan makan."

Dan entah bagaimana Arcelia akhirnya duduk di sebuah kafe kecil bersama Serena. Lilian duduk tidak jauh dari mereka. Sementara Auriel bersembunyi di bawah meja sambil diam-diam mencuri potongan kue.

"Auriel." Rubah kecil itu membeku. "Aku tidak melakukan apa pun."

"Kau sedang makan kue." ujar Arcelia.

Namun Auriel tetap mengelak dengan berkata, "ini bukan bukti." meskipun sebenarnya dia sedang memakan kue.

Arcelia menghela napas, dan Serena tertawa sampai bahunya bergetar. Sudah lama sekali sejak terakhir kali Arcelia mendengar tawa yang begitu tulus. Tanpa disadari, suasana hatinya menjadi jauh lebih ringan.

"Kau tahu?" kata Serena tiba-tiba.

"Apa?"

"Rumor tentangmu sangat berbeda dengan kenyataan."

Arcelia mengangkat alis. "Rumor yang mana?"

"Semuanya." Serena mulai menghitung dengan jari. "Ada yang bilang kau lemah."

"Salah."

"Ada yang bilang kau sombong."

"Juga salah."

"Ada yang bilang kau tidak bisa berbicara dengan orang lain."

"Itu mungkin benar beberapa tahun lalu." jawab Arcelia cepat membuat Serena tertawa.

Kemudian ekspresinya sedikit melembut. "Aku senang tidak mempercayai rumor."

Arcelia menatapnya. "Kenapa?"

"Karena aku mungkin kehilangan kesempatan bertemu dengan teman yang baik."

Untuk sesaat, Arcelia tidak langsung menjawab karena kata-kata sederhana itu membuat dadanya terasa hangat.

Perasaan yang asing namun tidak buruk. Mungkin... Untuk pertama kalinya sejak datang ke dunia ini ia benar-benar mulai memiliki seseorang yang bisa disebut teman.

Di sisi lain...

Kediaman Duke Vareinne. Duke Cedric Vareinne berdiri di depan jendela ruang kerjanya. Di tangannya terdapat laporan mengenai persiapan Festival Musim Semi.

Namun perhatiannya tidak berada pada dokumen itu. Melainkan pada laporan lain yang baru saja diterimanya.

Tentang Arcelia, putrinya. Ia masih kesulitan membiasakan diri dengan fakta bahwa begitu banyak orang mulai membicarakan Arcelia.

Namun yang lebih sulit diterima adalah kenyataan bahwa ia sendiri hampir tidak mengenal putrinya.

Selama bertahun-tahun ia terlalu sibuk dan terlalu mudah mempercayai orang lain. Terlalu sering mengabaikan hal-hal yang seharusnya ia lihat.

Duke Cedric menutup mata sejenak dan bayangan Astrid muncul dalam ingatannya.

Senyum wanita itu, tatapannya, janji yang pernah ia ucapkan bertahun-tahun lalu. Janji untuk menjaga putri mereka.

tok..

tok..

tok..

Tiba-tiba ketukan pintu membuyarkan pikirannya. "Masuk."

Seorang ksatria masuk dan membungkuk hormat. "Yang Mulia Duke."

"Ada apa?"

"Lady Elena meminta bertemu."

Tatapan Duke Cedric langsung berubah dingin. Sudah beberapa hari terakhir ia sengaja menjaga jarak dari istrinya.

Semakin banyak penyelidikan dilakukan, semakin banyak hal yang membuatnya merasa tidak nyaman.

"Katakan aku sedang sibuk."

"Baik, Yang Mulia."

Saat pintu kembali tertutup, Duke Cedric memandang langit di luar jendela.

Festival Musim Semi semakin dekat, dan ia memiliki firasat aneh. Bahwa festival kali ini akan menjadi awal dari perubahan besar. Bukan hanya bagi keluarga Vareinne tetapi bagi seluruh kekaisaran.

1
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
jadi penasaran terus bacanya
T28J
Ayo cari tau cel, tidak mungkin ayah tidak peduli dengan anaknya
Rain Aricia
Awal dari penasaran bisa jatuh cinta sama Arcel lho/Chuckle/
Rain Aricia
Mungkin kamu teman yang cocok baginya Cel
Rain Aricia
Enaklah dapat undangan pribadi
mama Al
ups keceplosan 🤭
mama Al
Arcelia, kamu pasti bisa
Nyai Aksara 👩‍🦯
Waduh ngeri juga ya, racunnya secara perlahan berarti. Perlahan tapi mematikan...
arsyila putri
kan..... lama-lama pasti ketahuan juga
mama Al
Leo lagi Leo lagi 🤭
Nyai Aksara 👩‍🦯
Oh, apakah para pelayan juga membencinya?
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
wao mencurigakan bukan, ada energi negatif
arsyila putri
suka Thor sama ceritanya 💪💪
Rain Aricia
Apkh merrka akan jadi bestie/Chuckle/
Rain Aricia
Berarti semakin banyak yg iri dengki
T28J
transmigrasi + sistem ya thor?
Rain Aricia
Mereka mau culik Arcel kah?
Rain Aricia
Ya namanya jg bangsawan ga mungkin sederhana/Chuckle/
Rain Aricia
Sesuai tebakan pembaca hh
Nyai Aksara 👩‍🦯
Wih, skilnya berguna banget tuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!