NovelToon NovelToon
SUAMI SEWAANKU SANG MAFIA PENGUASA

SUAMI SEWAANKU SANG MAFIA PENGUASA

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Perjodohan
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Orang_Cuman_Cerita

Demi menghindari perjodohan gila dengan rentenir tua pilihan ibu tirinya, Alana nekat menyewa seorang pria asing di pinggir jalan untuk menjadi suami pura-puranya dengan bayaran 5 juta sebulan. Pria itu tampak seperti pengangguran tampan yang sedang butuh tempat sembunyi.

​Alana bekerja keras siang malam untuk menghidupi "suami miskinnya" itu. Ia bahkan rela membelikan pria itu kemeja obralan agar terlihat rapi saat menemaninya.

​Namun, Alana tidak pernah tahu bahwa pria yang setiap malam tidur di sofa sempit apartemennya adalah Xander, pemimpin kartel mafia paling ditakuti sekaligus CEO triliuner yang kekayaannya tak berseri. Saat keluarga tiri Alana mencoba menginjak-injak hidup gadis itu, mereka tidak sadar bahwa mereka telah membangunkan iblis kejam yang sedang menyamar.

​"Siapa pun yang berani menyentuh milikku, bersiaplah kehilangan nyawa." — Xander.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Orang_Cuman_Cerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Pelatuk Kematian dan Kehidupan

Aroma mesiu dan dinginnya logam menyambut indra penciuman Alana begitu pintu baja ruang tembak bawah tanah itu terbuka.

​Fasilitas itu sangat luas, diterangi lampu neon putih yang menyorot tajam. Di sisi kiri ruangan, ratusan senjata api dari berbagai kaliber tersusun rapi di dinding kaca. Alana menelan ludah, baru benar-benar menyadari skala kekuatan militer yang dimiliki suaminya. Ini bukan sekadar organisasi mafia; ini adalah pasukan perang mandiri.

​Xander melangkah menuju meja perakitan, mengambil sebuah pistol compact berwarna hitam matte. Pistol itu ramping, dirancang khusus untuk telapak tangan yang lebih kecil, namun daya mematikannya tidak perlu diragukan.

​"Ini Sig Sauer P365," ucap Xander, mengecek magasin kosong sebelum menyerahkannya pada Alana. "Ringan, tapi mematikan. Peganglah."

​Alana menerima senjata itu dengan kedua tangan gemetar. Bobot logam dingin itu terasa asing dan mengintimidasi di telapak tangannya. Senjata itu adalah alat pencabut nyawa, sebuah benda yang bertolak belakang dengan kehidupan damainya sebelum terikat kontrak pernikahan dengan sang Iblis Leonidas.

​"Beratnya..." gumam Alana lirih.

​"Itu adalah berat dari sebuah nyawa," potong Xander dengan suara berat yang menggema di ruang kedap suara. Ia berjalan ke belakang Alana, merapatkan dada bidangnya ke punggung sang istri.

​Xander mengulurkan kedua lengannya, menangkup tangan Alana yang sedang memegang pistol. Kulit mereka bersentuhan, mengalirkan hawa panas yang kontras dengan dinginnya udara ruangan.

​"Buka sedikit kakimu. Sejajarkan dengan bahu," bisik Xander tepat di telinga Alana. Hembusan napasnya membuat bulu kuduk Alana meremang. "Kunci pergelangan tanganmu. Jangan biarkan senjata ini mengendalikanmu. Kaulah yang memegang kendali."

​Alana mengikuti instruksi itu. Ia menatap siluet target berbentuk manusia di ujung lintasan sejauh lima belas meter.

​"Tarik napas perlahan... buang setengahnya... lalu tahan," pandu Xander, suaranya kini berubah menjadi ritme hipnotis yang menenangkan debar jantung Alana. Tangan besar Xander perlahan membimbing telunjuk Alana menuju pelatuk. "Senjata ini bukan untuk membunuh, Sayang. Senjata ini untuk memastikan kau tetap pulang kepadaku, apa pun yang terjadi."

​Mata Alana memicing, menatap lurus pada target. Ketakutannya perlahan menguap, digantikan oleh tekad yang membara. Ia teringat kembali pada wajah para pembunuh di pesawat, serta tawa gila Volkov di pesan radio. Jika ia ingin berdiri di samping Xander, ia tidak boleh menjadi gadis rapuh yang hanya bisa menangis.

​Dengan rahang mengeras, Alana menarik pelatuknya.

​DOR!

​Suara letusan memekakkan telinga meledak di ruangan itu. Hentakan balik (recoil) dari pistol itu membuat bahu Alana tersentak ke belakang, menabrak dada kokpit Xander yang langsung menahannya sekuat batu karang.

​Di ujung lintasan, sebuah lubang kecil menembus tepat di area dada kiri target kertas tersebut. Jantung target.

​Xander menyeringai bangga. Ia mengecup leher Alana dari belakang, membiarkan aroma mesiu bercampur dengan wangi vanilla istrinya. "Bidikaan yang sempurna, Ratuku."

​Namun, sebelum Alana bisa membalas pujian itu, lampu neon putih di ruangan tembak mendadak mati. Detik berikutnya, sirine darurat melolong panjang, diikuti oleh kedipan lampu LED berwarna merah menyala yang berputar liar.

​TIIIT! TIIIT! TIIIT!

​Suara interkom di sudut ruangan mendadak menyala, menampilkan suara Elena yang terdengar panik, diiringi ketukan keyboard yang brutal di latar belakang.

​"Tuan Besar! Maaf menyela, tapi ini kode merah!" jerit Elena.

​Xander langsung melepaskan pelukannya, auranya seketika berubah menjadi dewa kematian. "Bicara, Elena."

​"Satelit kita baru saja kehilangan sinyal dari jet siluman Pasukan Bayangan di atas langit Moskow!" lapor Elena dengan napas terputus-putus. "Volkov... dia tahu Dante akan datang! Fasilitas logistik itu hanyalah umpan. Jet Dante disergap oleh skuadron tempur Rusia, dan radar menunjukkan mereka baru saja ditembak jatuh di hutan bersalju Siberia!"

​Darah Alana berdesir dingin. Dante, tangan kanan suaminya yang paling setia, jatuh di wilayah musuh.

​Mata obsidian Xander menggelap, menahan murka yang siap meledakkan seluruh benua. "Siapkan Aegis Two," geram Xander dengan nada suara yang membekukan neraka. "Aku sendiri yang akan pergi ke Rusia."

​(Bersambung...)

1
Bu Dewi
lanjut kak😍😍😍
Orang_Cuman_Cerita: Lagi Proses Kak 👍
total 1 replies
Anonim
Lanjutkan 👍
Orang_Cuman_Cerita
Sukakan?💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!