NovelToon NovelToon
Rahasia Pangeran Pecundang

Rahasia Pangeran Pecundang

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Epik Petualangan / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:13.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ebez

Mapanji Wijaya seorang pangeran muda dari Istana Wuwatan terkenal dengan sifatnya yang manja, pengecut, suka foya-foya dan gemar berbuat seenaknya. Sebagai putra raja yang seharusnya memiliki sifat mengayomi dan melindungi masyarakat Kerajaan Medang, Mapanji malah menampilkan sifat yang sebaliknya.



Bahkan sampai Nararya Candrawulan, perempuan yang dijodohkan dengan nya, memohon agar perjodohan dengan Mapanji Wijaya dibatalkan saking bejatnya sang pangeran.


Tetapi di balik semua itu, ada sebuah rahasia besar yang ia simpan rapat-rapat hingga tak seorangpun yang tahu. Apakah itu? Temukan jawabannya dalam kisah Rahasia Pangeran Pecundang, hanya di Noveltoon kesayangan kita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ebez, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perempuan Tua di Belakang Bayangan

Seorang perempuan paruh baya duduk dalam keremangan ruangan yang sama sekali tidak bisa ditembus cahaya matahari. Wajahnya tidak jelas karena dia duduk membelakangi cahaya lampu minyak jarak yang menjadi satu-satunya penerang dalam ruangan itu. Pantulan cahaya cunduk mentul ( hiasan khas untuk bangsawan perempuan) menjadi penanda bahwa perempuan tua ini bukanlah perempuan tua biasa.

Seorang pelayan perempuan yang sudah berusia lebih dari 4 dasawarsa berjalan mendekat ke arah perempuan paruh baya ini sembari menghaturkan secarik kain putih yang di atasnya tertera beberapa huruf Jawa Kuno.

"Dari Nyai Selasih, Gusti Dewi... ", ucap pelayan perempuan itu dengan penuh hormat.

Perempuan paruh baya itu perlahan membuka lipatan kain putih itu dan membaca tulisan yang ditulis oleh Nyai Selasih.

` RACUN KALAWISA SUDAH LUNTUR `

` AKU DUGA BOCAH ITU AKAN SEGERA MENCARI ORANG YANG MENGIRIMKAN RACUN TELUH ITU `

Hemmmmmmmmm....

Geram perempuan paruh baya itu sambil meremas kain putih di tangannya dan membanting nya ke lantai. Pelayan perempuan yang berdiri di hadapannya langsung menundukkan wajah penuh ketakutan.

"Rampes..!!! "

"Hamba Gusti Dewi... "

" Cepat kirim orang ke Kotaraja Watugaluh. Katakan pada orang orang kita, rencana kita harus dipercepat! ", ucap perempuan paruh baya itu. segera.

" Hamba dengar, Sri Isyana Tunggawijaya memberikan titah Pangeran Mapanji Wijaya harus menikah dengan Putri Nararya Candrawulan dari Kalingga. Besok pagi mereka akan berangkat ke Kalingga.

Apakah Gusti Dewi ingin menjadikan celah ini untuk menghabisi nyawa Pangeran Mapanji Wijaya? "

Mendengar apa yang dikatakan oleh Rampes pelayan perempuan nya, seringai lebar penuh kelicikan terukir pada sudut bibir perempuan paruh baya ini.

Hihihihihihihihihi....

"Rupanya Batari Durga sudah membukakan jalan untuk cita cita mulia ku...

Cepat panggil Empat Setan Goa Siluman kemari! Ada tugas untuk mereka... ", perintah perempuan paruh baya itu kemudian.

Rampes menganggukkan kepalanya sebelum keluar dari dalam ruangan itu. Tak lama kemudian dia kembali bersama dengan empat orang dengan tampilan aneh.

Satu orang bertubuh ceking dengan rambut gondrong hingga wajahnya tidak terlihat jelas. Di pinggangnya tersemat sebuah senjata seperti sabit. Dia adalah pimpinan dari sekelompok pendekar golongan hitam yang kondang sebagai pembunuh bayaran yang menjadi buronan Pemerintah Kerajaan Medang, Empat Setan Goa Siluman. Nama aslinya Rowang tetapi dunia persilatan menjulukinya sebagai Setan Kurus.

Selain Setan Kurus, juga hadir 3 orang lainnya. Salah satunya adalah seorang perempuan dengan pupur tebal dan bibir merah menyala. Dia adalah satu-satunya wanita dalam kelompok ini. Perempuan bertubuh semok ini memakai kemben kecil yang seolah-olah sengaja memamerkan payudara besar nya. Perempuan ini tidak membawa senjata panjang tetapi ratusan pisau kecil tersembunyi di balik pinggang dan lengannya. Nama aslinya Warni, tetapi di kalangan para pendekar ia lebih suka disebut sebagai Setan Betina Pemikat Sukma.

Di samping Setan Kurus dan Setan Betina Pemikat Sukma, masih ada dua orang lagi. Satu bertubuh tinggi besar dengan gigi besar jarang-jarang. Dia memegang senjata berupa gada bergerigi tajam. Lainnya bertubuh pendek dengan kumis tebal dan jenggot panjang yang nyaris sepanjang perutnya. Orang cebol ini bersenjatakan sepasang pedang pendek yang tersandang di punggung nya. Mereka berdua dikenal sebagai Setan Gendut dan Setan Cebol.

Keempat orang ini semuanya adalah murid dari Iblis Goa Siluman, Ki Wanakeling dari Goa Siluman yang ada di barat Bukit Penampihan.

"Ada perlu apa kau memanggil kami kemari, Gusti Dewi? ", tanya Setan Kurus setelah mereka bertatap muka.

" Aku punya tugas untuk kalian hei Empat Setan Goa Siluman...

Selain bisa menghapus hutang kalian pada ku, aku juga akan memberikan 200 kepeng emas sebagai imbalannya. Apa kalian bersedia melakukannya? ", tanya perempuan paruh baya sembari menatap ke arah empat orang bertampang aneh ini.

Mata mereka berempat melebar mendengar hadiah besar yang akan diterima mereka. Tetapi Setan Kurus langsung berdehem untuk melepaskan kecanggungan. Dia tahu bahwa 200 kepeng emas itu bukan jumlah yang kecil karena setara dengan pajak dua watak ( daerah bawahan bhumi / negeri bawahan Medang ) selama 1 tahun. Tentu tugas ini sama beratnya dengan jumlah kepeng emas yang ditawarkan.

Ehemmmm ehemmmmm...

"Tugas apa yang Gusti Dewi berikan pada kami? ", tanya Setan Kurus segera.

" Pertanyaan bagus, aku suka bermain dengan orang cerdas seperti mu Setan Kurus..

Tugas kalian sederhana saja, pasti mudah untuk dilakukan ", ucap perempuan paruh baya itu sambil tersenyum.

" Apa itu Gusti Dewi? ", Setan Kurus semakin penasaran.

" BUNUH PANGERAN MAPANJI WIJAYA.. "

Jeeeddddaaaaarrrrrr!!!!!!!

Bagaikan mendengar bunyi petir di siang bolong, Setan Kurus dan tiga anggota Empat Setan Goa Siluman terkejut setengah mati mendengarnya. Mereka langsung pucat pasi dan saling pandang.

Membunuh Pangeran Mapanji Wijaya mungkin gampang tetapi akibat di belakangnya jelas sangat berbahaya. Sri Lokapala alias Pangeran Panji Rawit jelas tidak akan membiarkan mereka begitu saja di tambah lagi kekuatan prajurit Medang yang akan dikerahkan oleh Ratu Sri Isyana Tunggawijaya untuk memburu mereka, ini tidak bisa diremehkan. Guru mereka saja belum tentu bisa menang jika harus bertarung satu lawan satu melawan Sri Lokapala.

"I-ini ini... ", Setan Kurus seperti kehilangan kata-kata.

" Kenapa? Kalian takut?!!! ", nada tak senang terdengar dari mulut perempuan paruh baya itu.

" Bukan masalah takutnya, Gusti Dewi. Tapi Sri Lokapala... ", Setan Kurus tak meneruskan omongan nya.

" Kalian tidak perlu cemas dengan si Panji Rawit itu. Jika dia bergerak, aku akan memanggil Mpu Mandaraka dan Dewi Permoni dari Blambangan yang akan menjadi lawannya. Mereka adalah tokoh sakti mandraguna, Panji Rawit bukan lawan mereka.. "

Mendengar nama besar 2 tokoh persilatan dari ujung timur Pulau Jawa itu disebut, Empat Setan Goa Siluman menghela nafas lega. Bagaimanapun juga, Sri Lokapala alias Pangeran Pendamping Panji Rawit adalah satu-satunya alasan mengapa mereka khawatir menerima tugas ini.

Reputasi buruk Pangeran Mapanji Wijaya juga dengan tak pernah ia berguru pada padepokan manapun menjadi kunci kepercayaan diri mereka. Dalam bayangan mereka, tugas ini tanpa Sri Lokapala sebagai penghalang besar semudah membalikkan telapak tangan.

"Kalau begitu, kami terima tugas ini..

Kapan harus dilakukan Gusti Dewi? ", tanya Setan Kurus kemudian.

" Aku dengar kabar besok pagi Pangeran Mapanji Wijaya akan berangkat ke Kalingga untuk menunaikan janji pernikahan. Itu kesempatan terbaik kalian untuk membunuh nya.. ", seringai terukir di wajah perempuan tua di belakang bayangan ini.

" Baik Gusti Dewi.. ", ucap Empat Setan Goa Siluman sembari membungkuk hormat sebelum berbalik arah meninggalkan ruangan itu.

Perempuan tua di balik bayangan ini mengepalkan tangannya erat sambil bergumam lirih,

" Tak kan ku biarkan siapapun merusak rencana besar ku... "

*****

Rombongan iring-iringan dari Istana Watugaluh bergerak meninggalkan Kotaraja. Dalam rombongan itu, selain Pangeran Mapanji Wijaya dan tiga orang pengikutnya yakni Warak, Ludaka dan Subadra serta Ratri dan Nararya Candra wulan yang menyamar sebagai Wulan, masih ada sekelompok prajurit pilihan yang ditugaskan untuk mengawal Pangeran Mapanji Wijaya. Selain mengawal sang pangeran dan barang seserahan untuk pengantin, mereka di wajibkan untuk mengantarkan Pangeran Mapanji Wijaya hingga ke Kota Kalingga.

Ada 100 orang prajurit pilihan dan rata-rata kemampuan bela diri mereka setaraf dengan pendekar yang sudah mencapai tingkat 3 tenaga dalam. Kecuali 4 orang yang berada diatas tingkat mereka yakni Sang Pamgat Resi Mpu Saka yang mewakili orang tua Pangeran Mapanji Wijaya, Tumenggung Rengga yang bertugas sebagai pimpinan pasukan pengawal, Mandhasiya sang Juru dan Ki Pancala selaku lurah prajurit.

Selesai menyeberangi Sungai Kapulungan, rombongan pengantin ini bergerak ke arah barat dimana wilayah ini masuk ke dalam wilayah Watak Anjuk Ladang. Kala itu Anjuk Ladang merupakan wilayah yang baru dibuka hingga masih sepi dan jarang dihuni penduduk. Hanya ada satu kota kecil saja yang menjadi tempat tinggal sang pemimpin Watak Anjuk Ladang, Rakai Walungan.

Belum sampai memasuki kota dan masih di dalam jalan yang membelah hutan, tiba tiba Tumenggung Rengga mengangkat tangannya hingga rombongan ini terpaksa berhenti. Pangeran Mapanji Wijaya segera melongok keluar dari jendela kereta kuda.

"Hei, kenapa berhenti?!

Sebentar lagi senja, aku tidak mau bermalam di dalam hutan. Banyak nyamuk nya.. ", protes Pangeran Mapanji Wijaya segera.

Ludaka yang berkuda di samping kereta kuda yang ditumpangi Pangeran Mapanji Wijaya segera mendekat sambil menjawab,

" Sepertinya ada yang mengganggu perjalanan kita"

1
🗣Aku 😆🇲🇨🦅
biasa aja dong kagetnya nanti @🐼𝒫𝒶𝓃𝒹𝒶𝓃𝒲𝒶𝓃𝑔𝒾 🏡s⃝ᴿ lagi bobok keberisikan 😅
Mujib
/Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good/
Mujib
/Pray//Pray//Pray//Pray//Pray/
Mujib
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Mujib
/Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt/
Mujib
/Sun//Sun//Sun//Sun//Sun/
Mujib
/Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
Mujib
/Drool//Drool//Drool//Drool//Drool/
Mujib
/Angry//Angry//Angry//Angry//Angry/
Mujib
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Mujib
/Casual//Casual//Casual//Casual//Casual/
Mujib
/Frown//Frown//Frown//Frown//Frown/
Mujib
/Smile//Smile//Smile//Smile//Smile/
Mujib
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Mujib
/Coffee//Coffee//Coffee//Coffee//Coffee/
Idrus Salam
Ajian yang dahsyat tentu perlu penyelarasan dengan kesiapan tubuh pengguna dan naluri dalam penggunaannya perlu dilatih.
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
👀👀👀👀👀
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!