NovelToon NovelToon
Arumi

Arumi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Single Mom
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

​Dicap sebagai janda rendahan, dipermainkan oleh pria tak bertanggung jawab, dan dicemooh oleh keluarga sendiri karena kemiskinannya, Arumi memiliki segalanya untuk hancur. Namun, Arumi memilih untuk bangkit dari abu.

​Ia mematikan hatinya, menolak bantuan siapa pun, dan bekerja dalam diam hingga namanya disegani.

Saat ia kembali, ia tidak datang untuk memohon. Ia datang untuk menagih setiap air mata yang pernah ia jatuhkan.

​Karena pembalasan yang paling manis adalah kesuksesan yang membuat musuhmu tidak mampu lagi menatap matamu.

Kita Simak Kisah Selanjutnya Di Cerita Novel => Arumi.
By - Miss Ra

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 19

Cahaya lampu studio di kediaman Madam Ling masih menyala hingga pukul tiga pagi. Di tengah keheningan rumah kolonial itu, Arumi tidak lagi menjahit dengan amarah yang membabi buta.

Ia menjahit dengan presisi seorang ahli bedah. Di depannya, sebuah manekin kayu mengenakan gaun berbahan Eco-Silk, yang nampak seperti aliran air perak di bawah sinar lampu.

Pesta ulang tahun Istri Gubernur semalam telah menjadi gempa tektonik bagi industri mode lokal. Video gaun merah Dinda yang luntur secara memalukan menjadi viral dengan judul - Kualitas Premium atau Sampah Kimia?

Saham perusahaan Reza anjlok lima persen dalam pembukaan pasar pagi tadi. Namun, di tengah kekacauan itu, semua orang bertanya-tanya, 'Siapa yang membuat gaun emas Istri Gubernur yang tetap megah hingga akhir acara?'

"Branding bukan hanya soal logo, Arumi," suara Madam Ling terdengar dari balik pintu, ia masuk sambil membawa sebuah tablet terbaru. "Branding adalah tentang cerita yang kamu jual. Dan sekarang, dunia sedang lapar akan cerita tentang keanggunan yang jujur."

Arumi menoleh, matanya nampak lelah namun berkilat tajam. "Saya sudah menyiapkan akunnya, Nyonya. A.R Design. Tanpa wajah, tanpa alamat. Hanya karya."

Arumi meletakkan ponselnya di atas tripod rakitan. Ia tidak mengambil foto dirinya. Ia hanya mengambil foto detail jahitan gaunnya. Serat kain yang rapat, teknik Hidden Chain yang rumit, dan sebuah label kecil berwarna hitam dengan sulaman benang emas berbentuk inisial A.R yang menyerupai sebilah pedang yang disamarkan.

"Kenapa menggunakan nama samaran?" tanya Madam Ling, duduk di kursi goyangnya.

"Karena jika mereka tahu ini saya, mereka akan menyerang pribadinya, bukan karyanya," jawab Arumi tenang. "Saya ingin Dinda dan Reza memuja karya saya, memimpikan untuk memilikinya, sebelum mereka menyadari bahwa tangan yang menjahit gaun itu adalah tangan yang pernah mereka injak di lumpur."

Arumi menekan tombol 'Publish'. Postingan pertamanya bukan sebuah iklan, melainkan sebuah video pendek berdurasi lima belas detik yang menunjukkan proses sebilah gunting memotong kain sutra, diiringi suara detak jam yang konstan.

Keterangannya singkat. "Waktu tidak bisa dibeli, tapi kualitas bisa diwariskan. ARDesign SilentLuxury."

Hanya dalam hitungan jam, berkat bisikan dari Istri Gubernur di kalangan sosialita kelas atas, pengikut akun anonim itu melonjak. Pesan masuk Direct Message mulai membanjiri ponsel Arumi. Semua orang ingin tahu siapa di balik A.R Design.

~~

Sore harinya, saat Arumi sedang mengajari Kirana membaca di taman belakang, sebuah notifikasi masuk yang membuat napas Arumi tertahan sejenak.

Sebuah permintaan pesanan khusus. Akun pengirimnya - Dinda_Reza_Official.

"Nyonya, lihat ini," Arumi menyodorkan ponselnya pada Madam Ling.

Dinda mengirimkan pesan panjang, memohon agar A.R Design bersedia membuatkan gaun untuk acara re-branding perusahaan suaminya bulan depan. Ia menulis - "Saya melihat karya Anda pada Istri Gubernur. Saya butuh sesuatu yang bisa mengembalikan martabat saya. Uang bukan masalah."

Madam Ling tertawa terbahak-bahak hingga terbatuk. "Luar biasa! Serigala itu sedang memohon pada domba yang ia pikir sudah mati. Apa yang akan kamu lakukan?"

Arumi menatap layar ponselnya dengan senyum dingin. "Saya akan menerimanya. Tapi dengan satu syarat. Saya tidak menerima pertemuan tatap muka. Semua komunikasi lewat asisten, dan pembayaran harus dilakukan 100% di muka sebagai 'biaya komitmen'."

"Kamu sedang bermain api, Arumi," Madam Ling memperingatkan.

"Bukan api, Nyonya. Saya sedang menenun tali gantungan mereka sendiri," Arumi membalas pesan Dinda dengan gaya bahasa yang sangat formal dan angkuh. Ia mematok harga lima kali lipat dari harga butik kelas atas.

Dan tanpa ragu, Dinda mentransfer uang itu dalam waktu sepuluh menit.

Arumi tidak menggunakan uang dari Dinda untuk kemewahan. Ia kembali ke warung Ibu Ratna malam itu. Namun bukan sebagai pencuci piring, melainkan sebagai seorang investor.

"Ibu Ratna," Arumi meletakkan segepok uang di atas meja warung yang sudah sepi. "Saya ingin menyewa ruko di sebelah warung ini atas nama Ibu. Saya juga ingin Ibu membantu saya merekrut janda-janda di pasar ini yang bisa menjahit. Saya akan melatih mereka."

Ibu Ratna tertegun melihat jumlah uang itu. "Arumi... dari mana kamu dapat uang sebanyak ini?"

"Dari orang yang pernah membuat saya kelaparan, Bu," jawab Arumi. "Saya butuh pasukan. Saya tidak bisa menjahit seribu mimpi sendirian. Ibu akan menjadi manajer operasional saya di lapangan. Tidak boleh ada yang tahu saya adalah pemilik aslinya. Bagi dunia, pemilik A.R Design adalah seorang desainer misterius dari luar negeri."

Ibu Ratna melihat ketegasan di mata Arumi. Ia tahu, wanita di depannya ini sedang membangun sebuah benteng. "Baiklah. Tapi bagaimana dengan Kirana?"

Arumi menoleh ke arah Kirana yang sedang duduk di sudut warung, memperhatikan percakapan mereka dengan wajah tanpa ekspresi. "Kirana akan belajar bahwa di dunia ini, identitas adalah topeng, dan kekuatan yang sesungguhnya ada pada siapa yang memegang kendali di balik topeng itu."

Namun, langkah Arumi tidak sepenuhnya mulus. Reza, yang merasa curiga dengan adanya seorang desainer misterius yang disukai Istri Gubernur, mulai memerintahkan orang suruhannya untuk melacak lokasi pengiriman paket A.R Design.

Suatu malam, saat Arumi hendak mengirimkan paket pesanan perdana melalui jasa kurir ekspres, ia menyadari sebuah mobil hitam membuntutinya dari kejauhan. Itu adalah mobil yang sering ia lihat terparkir di kantor perusahaan Reza.

Arumi tidak panik. Ia tidak menuju ke rumah Madam Ling atau ke ruko rahasianya. Ia justru memutar arah menuju kawasan kumuh di pinggir sungai, tempat para pemulung berkumpul.

Ia turun dari ojek online, masuk ke dalam gang sempit, dan memberikan paket itu kepada seorang pemulung tua yang sudah ia beri upah sebelumnya.

"Kirimkan ini ke alamat di labelnya, Kek. Pakai jasa kurir di ujung jalan sana," bisik Arumi.

Orang suruhan Reza yang mengawasi dari kejauhan merasa tertipu. Mereka hanya melihat seorang wanita berpakaian lusuh masuk ke kawasan kumuh dan menghilang di kegelapan. Mereka tidak menyangka bahwa wanita itu adalah Arumi, dan paket yang dibawa pemulung itu adalah gaun seharga puluhan juta rupiah.

~~

Di kantornya yang mewah, Reza membanting laporan dari anak buahnya ke atas meja. "Kalian bilang dia hanya orang miskin? Bagaimana mungkin seorang desainer misterius bisa muncul tepat saat perusahaan kita sedang dalam krisis?"

Dinda masuk ke ruangan dengan wajah sumringah. "Mas, tenanglah. A.R Design sudah menerima pesananku. Bulan depan, di acara re-branding, aku akan memakai gaun buatannya. Nama baik kita akan pulih. Desainer itu sangat eksklusif, dia bahkan tidak mau bertemu denganku. Itu tandanya dia benar-benar kelas atas!"

Reza mengusap wajahnya, merasa ada sesuatu yang tidak beres namun ia tidak bisa membuktikannya. "Pastikan gaun itu sempurna, Dinda. Aku tidak mau kejadian luntur itu terulang lagi."

Sementara itu, di ruko kecil di samping warung Ibu Ratna, Arumi sedang berdiri di depan lima mesin jahit baru.

Di sekelilingnya, sepuluh orang janda pasar yang ia rekrut sedang bekerja dengan tekun. Mereka tidak hanya menjahit kain, mereka sedang menjahit harapan baru yang diberikan Arumi.

Arumi memegang kain yang akan ia gunakan untuk gaun Dinda. Kain itu terlihat sangat indah, namun jika ditarik pada sudut tertentu, seratnya akan mulai merenggang tanpa suara.

"Branding adalah tentang kepercayaan," gumam Arumi sambil menyentuh label A.R yang akan ia pasang di gaun Dinda.

Ia menoleh ke arah jendela, menatap gedung pencakar langit milik perusahaan Reza di kejauhan.

"Dan aku akan menggunakan kepercayaanmu, Dinda, untuk meruntuhkan seluruh duniamu."

Arumi mematikan lampu ruko, meninggalkan bayangan dirinya yang kini nampak seperti raksasa yang sedang bangkit dari tidur panjangnya.

...----------------...

To Be Continue ....

1
THAILAND GAERI
👍👍kpn up thor
Dew666
💎💎💎💎
Enny Suhartini
semangat Arumi
Dyas31
bagus cerita nya KK, mengandung konflik berat, tetep semangat KK kuuuu 😘😘😘😘
Enny Suhartini
ayo Arumi semangat 💪
Sulfia Nuriawati
kok ni crta keterlaluan skali konflik nya, dlm dunia nyata bs d siksa tu yg sk fitnah knp jatuhnya arumi sampai sdh bangkit jd kesel bc nya
Enny Suhartini
semangat ya Arumi
Enny Suhartini
Miss Ra kenapa kok kejam banget
Enny Suhartini
kok kejam sekali sih
Enny Suhartini
sabar dan kuat ya Arumi 💪
Enny Suhartini
ayo semangat Arumi💪
Enny Suhartini
cerita penuh perjuangan
semoga kuat dan sabar Arumi
Dew666
☀️☀️
Dew666
🔥🔥🔥🔥
Himna Mohamad
sdh mampir baca,,lanjut kk
Ma Em
Miss Ra , Arumi atau Arini namanya , tapi semoga sukses Arini dgn usahanya dan balas tuh perbuatan mbak Sari yg menyebalkan selalu menghina dan merendahkan Arini tunjukan pada mereka yg sdh menghina kamu Arini bahwa Arini bisa sukses .🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Miss Ra: ooh sori, saya ingatnya arini yg di novel baru yg belum rilis..
nanti saya rubah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!