NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Tuan Dingin

Terpaksa Menikahi Tuan Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikah Kontrak / Dunia Masa Depan
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Jeprism4n Laia

Embun baru saja tamat Sekolah dari Desa, Sehingga dia terpaksa ikut dengan Bu Wina, Warga tetangganya karena dia memang butuh pekerjaan dalam menyambut hidup.

Embun tinggal seorang diri, setelah ibunya meninggal dunia, sejak saat itu dia menghadapi getirnya hidup didunia ini.

Sementara Rido Prasetio adalah Pewaris Talzus Group, dia terus dipaksa nikah oleh sang Ibu, Karena menurut sang Ibu, Usia Rido Sudah sangat Jauh berumur.

Karena merasa kesal dengan ibunya, Rido mengajak teman temannya untuk datang ke Bar, sehingga mereka mabuk dan mengalami kecelakaan beruntun.
Penasaran dengan ceritanya, ayo terus ikuti ceritanya disini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeprism4n Laia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11. Kecelakaan Rido di Kamar Mandi

Embun menghela napas berat ketika dia mendengar permohonan dari bu wina, apalagi dia masih belum mendapatkan pekerjaan yang pas untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dimasa yang akan datang.

Embun menganggukkan kepalanya pertanda dia setuju, kemudian dia berkata “baiklah bi! Saya ikut apa kata bibi saja, asalkan aku tidak difitnah dan di usir lagi”.

Dengan cepat bu wina mengangguk setuju, kemudian dia langsung beranjak membantu embun untuk mengemas barang barangnya.

“takdir sedang mempermainkaku, kenapa dia sepertinya hanya memihak kepada orang kaya, tidak memihak kepada orang miskin sepertiku” monolognya di dalam hati sambil dia mengusap air matanya yang jatuh tanpa ada hambatan.

Dalam sekejab embun dan bu wina sudah berada di depan kos, mereka tidak lama membereskan barang barannya embun, karena anak itu memang tidak banyak barang.

Bersama beberapa pengawal keluarga prasetio dan bu wina, embun meninggalkan kosan barunya dengan perasaan yang tidak bisa dibayangkan. Embun saat ini bisa dikatakan antara senang dan sedih, karena dia sedih akan mendapatkan kucilan dari orang orang, sementara dia senang karena bisa kembali bersama dengan bu wina lagi.

Sementara di dalam kamar Rido sedang menatap pemandangan diluar jendela, kebetulan kamarnya berada tepat di didepan kolam renang keluarga, sehingga angin sepoi sepoi berhembus dari balik jendela itu.

“Nak! Bagaimana kalau ibu yang akan membersihkan badanmu, ini sudah menjelang siang kamu masih belum mandi” sapa sang ibu menyentuh pundak sang anak dengan lembut.

“Ciih,, ibu ada ada saja! Saya bukan bocil 7 tahun lagi bu, gak mau ah!” seru Rido dengan memicingkan pandanganya kesal.

“Baiklah kamu tunggu saja embun datang, karena dia sudah dijemput oleh pengawal” beritahu Tiaras kepadanya dengan santai.

“eemm” Rido hanya bisa berdehem ketika dia mendengar suara ibunya yang memberitahukan keberadaan embun.

“ciih, dasar kulkas! Pantas saja nak embun mengataimu es kutup, ini nih, sangat dingin sekali kata katanya” gerutu sang ibu melihat sikap Rido yang begitu tidak masuk dalam nominal pria dewasa romantis.

“Apa?! Anak itu mengataiku seperti itu, dan bunda juga tidak membelakku sama sekali, Hah!” ucap Rido dengan sangat terkejut, dia heran dengan sikap pembantu kecil itu yang sama sekali tidak takut dengannya.

“Memang! Dan kenyataannya memang begitu, huft” ketus Tiaras dengan menghelas nafas kasarnya sambil dia melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu.

Rido hanya bisa menyipitkan mataya ketika dia melihat sang ibu yang pergi begitu saja, dia mengeraskan rahangnya dengan sangat kuat “Dasar bocah sialan! Awas saja kau nanti!” ancam Rido dengan sangat geram.

Tiba tiba dia merasa gerah, “Gerah sekali, aku harus mandi sendiri belajar mandiri saja” gumamnya, sehingga dengan kekuatannya sendiri mendorong kursi rodanya masuk kedalam kamar mandi, Rido ingin meraih handuk yang tegantung diatas gantungan baju, dia berusaha dengan sangat keras mengangkat tubuhnya dengan kekuatan tangannya sendiri, namun tanpa dia ketahui kursi rodanya mengalami hilang keseimbangan. Dan akhirnya “Bruuk” suara barang jatuh dengan sangat nyaring.

Dengan pendengarannya yang masih tajam, embun mendengar suara yang sangat besar seperti suara barang pecah dari dalam kamar sang tuan muda, suara itu embun dengar ketika dia hendak pergi menjenguk sang tuan muda di dalam kamarnya, karena dia bersama bu wina barusan sampai beberapa menit yang lalu.

Namun belum sempat embun sampai di dalam kamar sang tuan, dia sudah mendengar suara yang menggema seperti barang yang jatuh dari atas. Embun dengan cepat berlari kearah sumber suara itu, bersamaan juga dengan diwaktu yang sama sang nyonya rumah menatap kearah kamar Rido.

Tiara langsung membukakan pintu kamar Rido, namun mereka tidak menemukan orang lain yang berada di dalam kamar tersebut, namun dengan cepat embun berjalan menuju kamar mandi sang tuan muda, ketika dia sampai disana dengan mata terbelalak dan menutup mulutya dengan kedua tangannya.

“Tuan Muda!” teriak embun, yang membuat Tiaras langsung menatap kearahnya, namun Tiaras tiba berjalan dengan sangat pelan ketika dia beranggapan ada terjadi sesuatu di dalam sana.

“tuan muda bangun!” seru embun yang langsung terjun kedalam kamar mandi, dia langsung memapah Rido yang sudah tidak sadarkan diri lagi, dengan kondisi dipenuhi dengan simbahan d’rah segar dari atas kepalanya.

Tiaras tidak kalah terkejutnya dengan penampakan didepan matanya, tubuhnya semua menjadi kaku gemetaran, mulutnya seperti terpaku tidak bisa berkata apa apa, matanya yang semula masih cerah tiba tiba dalam hitungan detik sudah berawan hitma kelam yang langsung dibanjiri dengan air mata.

“Tolong! Tolong! Siapa saja yang ada disitu tolong Tuan Muda!” teriak embun dengan sangat keras, yang membuat se-antero rumah tersebut menjadi terguncang, tiba tiba semua pelayan mendengarnya dan langsung OTW menuju TKP.

“Sayang! Kenapa kamu bisa seperti ini” teriak sang Nyonya dengan histeris, dia memegangi tangan Rido yang sudah terasa dingin.

Tanpa menunggu bantuan dari Rusia, embun langsung mengeluarkan kekuatan Supergirlnya, dia mengangkat Rido dengan seorang diri, dengan kekuatan wanita yang tersakiti embun berhasil mengangkat tubuh Rido yang terasa kekar itu.

Mata semua orang terbelalak kaget, terkecuali Tiaras yang sedang tidak focus dengan hal itu, namun dia baru tersadar ketika dia melihat punggung embun yang sudah pergi melangkah kedepannya, semua orang seakan sedang dalam ilusi mimpi novel, mereka tidak akan pernah menyangka bahwa embun bisa mengangkat tubuh Rido bagaikan daun pisang kampung kota medan.

1
Tiary91 gaho
Waahh.. ceritanya mantap jiwa
Tiary91 gaho
Mantap Aku Suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!