Suatu hari Olivia Donovan diculik oleh orang tak dikenal dan hampir dibunuh. Saat melarikan diri, ia jatuh ke sungai dan diselamatkan oleh seorang dokter tua bernama Doctor Johnson. Karena luka parah, ia mengalami amnesia dan hidup dengan identitas baru sebagai Amelia Johnson.
Selama tinggal di desa, Amelia membantu Doctor Johnson merawat pasien dan kemudian jatuh cinta dengan Mateo. Namun kebahagiaan itu berakhir ketika Mateo meninggal dalam kecelakaan. Kejadian tersebut membuat ingatan Amelia kembali sebagai Olivia Donovan.
Menyadari keluarganya hancur dan perusahaannya direbut setelah ia dinyatakan mati,
Olivia bertekad mengambil kembali semuanya. Dalam perjalanannya, Ethan Smith menawarkan bantuan untuk membalas musuh-musuhnya, tetapi dengan satu syarat: Olivia harus menikah dengannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewisusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11 - Menjadi Istrimu?
"Bagaimana mungkin?" Itu adalah satu-satunya kata yang diucapkan Amelia sebelum matanya menyipit menatap Ethan.
"Bagaimana kau tahu tentang diriku? Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah kau menguntitku? Apakah kau menyelidikiku?!" seru Amelia bertubi-tubi sementara wajahnya memerah karena marah. Ia bisa merasakan ada sesuatu yang tidak beres dengan Ethan. Kedatangannya yang tiba-tiba dan tinggal di apartemen Mateo terasa mencurigakan. Ia selalu berada di sekitarnya, dan itu selalu membuatnya merasa tidak nyaman.
Ethan menatap mata Amelia dengan tajam dan menghela napas panjang sebelum berkata, "Tolong tenanglah, oke?"
Amelia mengangkat alisnya sambil memarahinya, "Tenang? Bagaimana aku bisa tenang setelah mengetahui bahwa kau sengaja mendekatiku? Katakan padaku, apa tujuanmu?"
Ethan menahan diri sambil mengamatinya. Ia bukan lagi Amelia yang lembut dan pemalu seperti yang sering diceritakan Mateo kepadanya. Wanita yang berdiri di hadapannya sekarang adalah Olivia Donovan, wanita yang terus terang dan tajam lidahnya yang dikenal sebagai ‘Dokter Penyihir’. Ia telah banyak mendengar tentangnya, tetapi tidak pernah memiliki kesempatan untuk bertemu langsung dengannya. Namun sekarang, ia bisa melihat bahwa wanita itu telah sepenuhnya kembali menjadi dirinya yang sebenarnya.
Dengan karakter Olivia, Ethan merasa bahwa tawarannya mungkin akan sia-sia karena Olivia juga dikenal sebagai wanita yang memiliki harga diri yang sangat tinggi. Namun ia sudah bertekad. Jika wanita itu menolak, ia tidak punya pilihan lain selain melanjutkan rencana cadangannya, yaitu memerasnya agar menerima tawarannya.
Ethan menyilangkan kedua kaki dan tangannya sambil kembali menghela napas. Kemudian ia berkata, "Seperti yang sudah aku katakan sebelumnya, aku akan memberimu semua kekuatan yang kau butuhkan. Dengan begitu, kau bisa mendapatkan kembali semua yang telah hilang darimu dan menghukum mereka yang telah menyakiti dirimu dan keluargamu..."
"Dan mengapa kau melakukan itu? Aku cukup yakin Ethan Smith yang aku kenal tidak akan pernah memberikan sesuatu secara cuma-cuma hanya karena niat baik," ejek Amelia. Ia sangat tahu tipe orang seperti apa Ethan. Ethan tidak akan pernah memberikan sesuatu tanpa meminta imbalan.
Ethan menyipitkan matanya. Wanita itu memang sangat cepat berpikir. Memang benar bahwa ia akan meminta sesuatu sebagai balasannya. Namun itu adalah sesuatu yang ia yakin akan ditolak Amelia jika ia tidak memilih kata-katanya dengan hati-hati.
"Kau benar. Aku sudah menyebutkannya sebelumnya..." gumam Ethan, dan Amelia mengingat kembali apa yang ia katakan. Bahwa ia hanya memiliki satu syarat.
Amelia mencibir dan bertanya, "Ya, satu syarat. Dan apa itu?"
Ethan terbatuk dan membersihkan tenggorokannya sebelum berkata, "Kau harus menjadi istriku..."
Otot wajah Amelia berkedut. Ia mencoba mencerna apa yang baru saja dikatakan Ethan kepadanya. Apakah ia mendengarnya dengan benar? Menjadi istrinya? pikirnya sebelum tiba-tiba ia tertawa terbahak-bahak.
Ethan tidak mengharapkan reaksi seperti itu dari Amelia.
Mengapa dia tertawa seperti itu? Apakah aku terlihat lucu baginya? Apakah itu benar-benar lucu? pikir Ethan dengan sangat gugup. Ia akan mengerti jika Amelia marah karena syarat yang ia ajukan. Namun tertawa keras seperti itu? Ia benar-benar tidak mengharapkannya.
Amelia masih tertawa, tetapi ia berusaha sekuat mungkin untuk menenangkan diri. Lalu ia berkata sambil sedikit mendengus karena menahan tawa, "Maaf... Tapi aku tidak yakin apakah aku mendengarnya dengan benar. Maksudku, mengapa kau ingin aku menikah denganmu? Aku adalah tunangan Mateo! Aku mencintai sepupumu lebih dari hidupku sendiri!"
Kemudian dengan ekspresi serius di wajahnya, ia menambahkan, "Lagipula, bukankah itu tawaran yang aneh? Apa yang akan kau dapatkan dari menikah denganku? Bagaimana kalau aku memberimu setengah dari saham perusahaanku? Atau bahkan 70 persen? Aku bersedia memberikannya kepadamu jika kau membantuku mendapatkan semuanya kembali."
Ethan berdiri untuk pergi karena ia tidak sanggup lagi menahan tatapan tajam Amelia kepadanya. Ia merasa seolah-olah sudah mati hanya dengan tatapan itu saja.
"Pikirkan saja dulu. Aku akan meminta asistenku mengirimkan kontraknya kepadamu. Kau bisa memeriksanya dan kau selalu bisa mengatakan kepadaku apa yang kau pikirkan, sehingga kita bisa mencapai suatu kesepakatan," katanya dengan bersikeras.
Kemudian ia melangkah menuju pintu, tetapi tiba-tiba berhenti. Ia berbalik dan menatap Amelia dengan serius lalu mengatakan hal terakhirnya sebelum pergi, "Ngomong-ngomong, hindari melakukan tindakan ceroboh, atau kau akan menempatkan hidupmu dalam bahaya lagi. Seseorang baru-baru ini mencoba memeriksa profilmu. Untungnya aku ikut campur. John akan menjelaskan detailnya kepadamu. Aku pergi sekarang, dan semoga kau segera memberiku jawaban."
Amelia menatap pintu yang baru saja ditutup Ethan sambil memijat pelipisnya. Ia bisa merasakan kepalanya akan meledak kapan saja.
Beberapa saat kemudian, bel pintunya berbunyi. Itu adalah asisten Ethan, yang memperkenalkan dirinya sebagai John. "Nona, ini kartu namaku. Silakan hubungi aku jika kau memiliki pertanyaan lebih lanjut. Selain itu, ini juga detail kontak Tuan Smith. Kau juga bisa langsung menghubunginya."
Kemudian John menjelaskan rincian kontrak itu kepadanya, sementara Amelia membacanya dengan bibir mengerucut dan dahi berkerut.
John menghembuskan napasnya dan segera pergi ketika Amelia mempersilahkannya keluar. Ia sangat bingung harus menyapanya dengan nama apa. Nona Olivia? Nona Amelia? Untuk menghindari kecanggungan, ia memutuskan untuk hanya memanggilnya dengan sebutan ‘Nona’. Setidaknya untuk saat ini. Siapa tahu, mungkin sebentar lagi ia akan menjadi ‘Nyonya Smith’. Itu pasti akan menyelesaikan masalahnya.
Namun dari ekspresinya, John bisa melihat bahwa Amelia tidak akan menerima tawaran bosnya. Ia terkejut ketika Ethan tiba-tiba menariknya masuk ke dalam apartemennya begitu ia keluar dari apartemen Amelia.
"Menurutmu bagaimana? Apakah kau pikir dia akan mempertimbangkan tawaran itu dengan serius?" tanya Ethan dengan mata penuh rasa ingin tahu. John menggaruk kepalanya dan memberikan tatapan bingung kepada bosnya.
Mulut Ethan berkedut lalu berkata, "Kembalilah ke kantor. Aku akan mengambil cuti satu minggu!"
Ia akan meyakinkan Olivia untuk menerima tawarannya dalam waktu satu minggu itu…