NovelToon NovelToon
Antara Pagar Dan Detak Jantung

Antara Pagar Dan Detak Jantung

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Persahabatan
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Dalgichigo

Varendra Malik Atmadja, seorang arsitek muda yang tampan, ramah, dan sangat telaten, baru saja pindah ke Blok C-17. Sebagai penganut paham "tetangga adalah saudara", Malik bertekad untuk menjalin hubungan baik dengan seluruh penghuni kompleks.

Namun, rencananya membentur tembok tinggi setinggi pagar Blok C-18.

Di sanalah tinggal Vanya Ayudia Paramitha, seorang Game Developer yang lebih suka berinteraksi dengan baris kode daripada manusia. Baginya, ketenangan adalah segalanya, dan tetangga baru yang terlalu ramah seperti Malik adalah gangguan sinyal bagi kedamaian hidupnya.

Awalnya, Malik hanya berniat memberikan camilan sebagai tanda perkenalan. Tapi, setiap sapaan Malik dibalas dengan debuman pintu, dan setiap perhatiannya dianggap sebagai gangguan oleh Ayu.

Lalu, bagaimana jika sebuah paket yang salah alamat dan aroma masakan dari dapur Malik perlahan mulai meruntuhkan pertahanan Ayu? Bisakah Malik merancang fondasi cinta di hati gadis yang bahkan enggan membuka pintu rumahnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dalgichigo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pangling

Dilema besar melanda kamar Blok C-18. Ayu menatap lemari pakaiannya dengan nanar. Isinya hanya didominasi kaos oversized, hoodie jaket, dan kemeja flanel pakaian "tempur" andalannya untuk mengurung diri di depan PC.

"Aku mau kondangan sama Malik, masa pake kaos E-Sport?" gumam Ayu panik. Jangankan baju girly, punya lipstick saja Ayu hanya punya satu, itu pun sudah kadaluarsa. Dengan tangan gemetar, ia memberanikan diri mengetik di grup yang biasanya lebih sering ia baca lewat notifikasi saja.

[Grup WA: Pretty Girls 💅✨]

Ayu: "Guys... maaf ganggu. Soal kondangan itu... aku baru sadar kalo nggak punya baju yang bener. Aku juga nggak tau cara pake makeup. Ada saran nggak ya? Atau.. ada yang mau ajarin aku nggak? Yang simpel aja..."

Dua detik kemudian, grup itu meledak.

Hani: "AKHIRNYA PERTANYAAN INI MUNCUL!!! Ayu, tenang! Tarik napas! Lu ada di tangan yang tepat!"

Jisel: "Gue punya koleksi dress yang belum pernah gue pake! Ayu, badan kita hampir sama, ntar sore gue ke rumah lu bawa satu koper biar lu bisa fitting! Kita cari yang paling bikin Malik nggak bisa kedip!"

Sarah: "Jangan lupa sepatunya! Gue ada heels yang low cut biar lu nggak pegel tapi tetep kelihatan jenjang. Pokoknya lu harus kelihatan high class!"

Hani langsung mengambil alih komando sebagai "Ketua Pelaksana Makeover Ayu".

Hani: "Ayu, lo nggak usah pusing soal makeup. Gue yang bakal jadi MUA pribadi lo hari itu! Gue bakal bikin riasan yang soft natural, biar kecantikan asli lo nggak ketutup tapi tetep glowing. Pokoknya lo tinggal duduk manis, merem, tau-tau jadi bidadari!"

Ara: "Nah, gue bagian dokumentasi! Gue bakal bawa kamera profesional, biar ada bukti sejarah kalau Ayu bisa berubah jadi girly sekali seumur hidup!"

Ayu: "Tapi jangan yang berlebihan ya guys... gue takut Malik malah pangling terus ngira dia salah jemput orang..."

Kiran: "Ih, justru itu tujuannya, Yu! Biar dia tau kalau tetangganya ini aslinya 'harta karun' tersembunyi!"

Pretty Girls mendadak sibuk luar biasa. Sarah mulai memotret beberapa dress miliknya dari yang warna pastel sampai floral dan mengirimkannya ke grup untuk dipolling. Sementara Hani sibuk membuat daftar produk skincare darurat yang harus Ayu pakai mulai malam ini.

Melihat antusiasme teman-temannya, Ayu yang tadinya stres malah jadi merasa terharu. Ia menyadari bahwa keluar dari zona nyaman ternyata tidak semenakutkan itu jika ada orang-orang yang mendukungnya.

"Oke, first step! Lepas dulu hoodie kebesaran ini, Yu. Kita mau lihat struktur badan lu," komando Jisel dengan nada profesional.

Ayu hanya bisa pasrah saat Jisel mulai mengeluarkan satu per satu gaun koleksinya. Ada gaun satin warna champagne, floral dress bergaya vintage, hingga midi dress berwarna soft lilac.

"Nah, Kenapa di tutupin sih pake hoodie terus badan sebagus ini yu? ini dia! Soft Lilac dengan aksen lace di lengan. Bakal pas banget sama kulit Ayu yang putih pucat," seru Jisel sambil menempelkan baju itu ke badan Ayu di depan cermin besar.

Sementara itu, Hani sedang sibuk memilah-milah warna eyeshadow. "Ayu, lo nggak boleh protes ya kalau gue pakein blush on tipis. Gue mau bikin tampilan 'Demam Cinta', biar pipi lu kelihatan merona natural pas deket Malik nanti!"

Ayu menatap pantulan dirinya di cermin. Ia merasa asing melihat dirinya sendiri tanpa kacamata tebal karena Hani sudah menyiapkan lensa kontak bening untuknya. "Guys... ini nggak terlalu berlebihan kan? Aku takut jalannya nggak seimbang kalau pake heels."

"Tenang, Sayang! Heels dari Sarah ini cuma 5 cm, kok. Aman buat pemula," sahut Hani sambil mengoleskan lip serum ke bibir Ayu yang biasanya kering karena kebanyakan minum kopi.

Tentu saja, aktivitas luar biasa di rumah Blok C-18 ini tidak luput dari perhatian para pria yang sedang nongkrong di depan rumah Malik.

[Grup WA Warga Guweh]

Vino: "Kutengok rumah Mbak Ayu sudah macam markas Avengers! Kak Jisel bawa koper, kak Hani bawa tas segede gaban. Apa mau pindah rumah Mbak Ayu?!" 📸🦁

Adit: "Kagak pindah, Vin! Itu namanya 'Persiapan! Malik, lu udah mandi kembang belum? 🕺

Malik: "Jangan berisik kalian”

Kula: "Bang @Malik, kalau butuh parfum yang wanginya bikin Zahra... eh maksudnya bikin cewek langsung nempel, gue ada stok! Bayar pake martabak aja!" 🏍️💨

Pak RT: "Malik, inget ya! Pulang kondangan jangan kemaleman.

Hari yang dinanti tiba. Pukul tiga sore, Malik keluar dari rumahnya. Ia tampil sangat gagah dengan kemeja batik tulis sutra motif kontemporer, celana kain hitam yang pas, dan rambut yang ditata rapi dengan sedikit pomade. Aroma kayu cendana yang menjadi ciri khasnya menguar lembut.

Malik melangkah perlahan menuju pagar C-18. Jantungnya berdetak dua kali lebih cepat dari saat ia memenangkan tender proyek pertamanya. Ia baru saja mau mengetuk pagar, saat pintu rumah kayu itu terbuka.

Hani, Jisel, dan Sarah keluar duluan dengan wajah penuh kemenangan. "Silakan, Mas Malik. Tamu spesial kita sudah siap," ucap Jisel sambil membukakan jalan.

Lalu, muncullah Ayu.

Ayu berjalan perlahan, tangannya meremas tas kecil (clutch) yang dipinjamkan Jisel. Rambut hitamnya yang biasa digerai berantakan kini disanggul modern dengan beberapa helai dibiarkan jatuh membingkai wajahnya. Tanpa kacamata, mata jernihnya terlihat sangat indah dengan riasan nude yang membuat Malik terpaku di tempat.

"Ayo Mas... Mas Malik," sapa Ayu lirih.

Malik tidak bisa berkata-kata. Ia hanya bisa menatap Ayu tanpa berkedip. Ia merasa seperti sedang melihat mahakarya arsitektur paling indah yang pernah ia temui sepanjang hidupnya.

"Mbak Ayu... kamu... luar biasa," gumam Malik pelan, membuat pipi Ayu yang sudah dipoles blush on semakin merah padam.

Suasana di dalam mobil Honda HR-V hitam milik Malik terasa sangat berbeda malam itu. Wangi parfum sandalwood milik Malik bercampur dengan aroma floral lembut dari riasan Ayu, menciptakan atmosfer yang intim namun sedikit canggung. Malik melirik Ayu melalui spion tengah, masih belum sepenuhnya percaya bahwa wanita di sampingnya ini adalah Ayu yang biasanya bersembunyi di balik pagar.

Malik mengulurkan tangan kirinya, mengecilkan volume musik instrumen jazz yang mengalun pelan. Ia berdeham sedikit, mencoba mencairkan keheningan yang menyelimuti mereka sejak keluar dari gerbang Griya Visual.

"Jujur, Mbak Ayu... saya masih sedikit pangling," ucap Malik sambil memutar kemudi dengan satu tangan. "Kamu cantik sekali malam ini. Ternyata benar kata Jisel, ada bidadari yang selama ini 'dipagari' di C-18."

Ayu menunduk, jemarinya memainkan ujung clutch satinnya. "Mas Malik berlebihan. Ini semua karena paksaan temen temen. Aku merasa seperti orang lain sekarang."

"Jangan merasa begitu," sahut Malik lembut. "Riasan itu hanya menonjolkan apa yang sudah ada. Kamu tetap Ayu yang saya kenal, hanya saja hari ini dunia dipaksa untuk melihat apa yang biasanya kamu simpan sendiri."

Malik mencoba mengalihkan pembicaraan agar Ayu tidak terlalu tegang. Ia tahu Ayu sering lupa makan jika sudah asyik dengan naskah atau kopinya.

"Tadi sebelum make up, sempat makan apa? Saya khawatir kamu cuma minum kopi hitam dua gelas," tanya Malik dengan nada bercanda yang perhatian.

Ayu tertawa kecil, suara tawanya terdengar seperti denting lonceng yang menenangkan bagi Malik. "Tadi sempat makan roti bakar sedikit. Kak Jisel cerewet sekali, katanya takut gaunnya nggak muat kalau aku makan berat sebelum makeover. Tapi sekarang aku malah merasa lapar karena gugup."

Malik tersenyum lebar. "Bagus kalau lapar. Di kondangan nanti makanannya enak-enak, tapi kalau kamu kurang nyaman makan di sana, setelah ini kita cari sate padang atau martabak, ya?"

Ayu mulai merasa rileks. Ia mulai bercerita tentang betapa ajaibnya Hani saat memasang lensa kontak ke matanya yang terus berkedip, hingga kisah Sarah yang hampir saja salah memakaikan warna lipstik.

Malik mendengarkan dengan saksama, sesekali menanggapi dengan tawa rendahnya. Di bawah lampu jalanan yang silih berganti menyinari wajah mereka, pagar yang selama ini membatasi interaksi mereka seolah runtuh total. Di dalam mobil itu, tidak ada lagi sekat antara Arsitek dan Penulis. Yang ada hanya dua orang yang sedang berusaha memahami detak jantung masing-masing yang mulai berjalan selaras.

"Mas..." panggil Ayu pelan saat mobil mulai memasuki area hotel tempat pernikahan berlangsung.

"Iya, Yu?"

"Makasih ya... sudah mengajakku keluar. Ternyata, udara luar nggak seburuk yang aku bayangkan kalau perginya sama kamu."

Malik merasakan hatinya seperti baru saja mendapatkan fondasi yang paling kuat. Ia menepikan mobilnya di depan lobi, lalu menatap Ayu lekat. "Ini baru awal, Yu. Masih banyak tempat yang mau saya tunjukkan ke kamu."

1
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Dalgichigo: siaapp💪
total 1 replies
Jumi Saddah
👍👍👍👍👍👍👍🌹🌹🌹🌹
Dalgichigo: 🫰🏻🫰🏻🫰🏻
total 1 replies
Juli Idyawati
menarik ceritanya
Dalgichigo: Makasihh Kak Juli <3, jangan lupa lanjutin baca ya, karena ceritanya bakal makin menarik nihh
balas
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!