Suatu hari, setiap umat manusia dari bumi diseret secara paksa ke dunia apocalypse dimana monster berada. Mereka menerima Aspek, sistem, dan satu tujuan tunggal yakni bertahan hidup.
Player 991 tidak panik. Dia tidak bergantung pada siapapun. Dia tidak mencari bantuan. Dia hanya mulai membunuh.
Sementara yang lainnya membentuk kelompok untuk memastikan keselamatan mereka, Player 991 mendaki papan peringkat global satu demi satu melalui jumlah kill yang dia kumpulkan sendirian.
Namun bertahan hidup saja tidak cukup. Ketika sistem memilih enam pemain terkuat sebagai Sovereign dan memberi mereka kekuasaan untuk membangun kembali peradaban manusia di dunia yang baru, Nate Leicester menemukan dirinya bukan hanya sebagai pemain terkuat — tapi sebagai salah satu dari enam penguasa yang akan menentukan masa depan seluruh umat manusia.
Papan peringkat tidak pernah berbohong. Dan saat ini, hanya ada satu nama di puncak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RyzzNovel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2
Sekitar satu jam telah berlalu sejak mereka semua dipindahkan ke dunia apocalypse ini. Dalam waktu itu, hal pertama yang mereka lakukan tentu saja adalah beradaptasi dan mencoba memahami lingkungan sekitar mereka.
Obrolan chat terus mengalir tanpa henti. Beberapa orang mencoba keluar dari ruangan mereka dan mulai berburu monster, tapi sebagian besar tetap diam di tempat untuk memantau keadaan terlebih dahulu.
Nate memilih hal yang sama, tetap tinggal di ruangannya, memantau obrolan chat. Mereka yang memberanikan diri untuk keluar tampaknya sangat membutuhkan validasi, dan kebutuhan itu membuat mereka dengan senang hati menyebarkan informasi sambil mengagungkan diri sendiri.
Itu sangat menguntungkan.
[S86] Player 769: Apakah ada yang berada di area dekat jembatan besar? Ada kapal besar yang sudah lama hancur di dekatnya, kalau ada tolong hubungi saya dan ayo kita membentuk tim.
[S86] Player 712: [Foto] [Foto] Wow! Saat membunuh monster ternyata mereka bisa menjatuhkan banyak benda seperti makanan, obat-obatan, ramuan, dan juga sebuah benda yang disebut Inti Esensi! Saat ini aku sudah setengah perjalanan untuk naik level!
[S86] Player 617: @Player 712 Kamu luar biasa! Jika berkenan, bisakah kamu membantuku? Kita mungkin bisa jadi tim yang luar biasa bersama.
[S86] Player 666: @Player 712 [Foto] Tuan, aku akan memberikan apapun yang kamu inginkan dariku, tapi bisakah kamu membawaku bersamamu? Tolong, aku takut.
[S86] Player 533: Wow, orang bodoh lainnya yang menjual tubuh mereka.
[S86] Player 231: @Player 533 Tidak bisa menyalahkan mereka yang tidak mampu beradaptasi dalam situasi gila ini.
[S86] Player 712: Jika ada dari kalian yang membutuhkan makanan, aku menjualnya di toko server, kalian bisa menemukannya di sana.
Selain informasi dari Player 712, ada banyak hal lain yang Nate temukan selama waktu itu. Beberapa jenis monster sudah mulai terdokumentasi di chat, dan keberagamannya benar-benar luar biasa, hingga Nate yakin setiap wilayah punya jenis monster yang berbeda. Ada pula yang menyebutkan monster sangat kuat yang tampaknya menguasai wilayah tertentu, dan beberapa orang yang mulai menjelajah telah menemukan player lain yang sudah tergeletak mati dengan cara yang tidak menyenangkan untuk dibaca.
Dunia ini tak kenal ampun sedikit pun.
Saat Nate sedang berpikir keras tentang bagaimana dia harus bergerak, sistem tiba-tiba muncul di sampingnya.
[Quest Tutorial Dimulai.]
[Quest: Bunuh Sepuluh Monster Rank F / Lv.1]
[Deskripsi: Terdapat sepuluh monster berperingkat rendah yang sedang berkeliaran di sekitar ruanganmu! Bunuh mereka dan amankan dirimu!]
[Batas Waktu: Tiga Jam]
[Penalti Kegagalan: Monster Menerobos Masuk Dan Kamu Akan Mati]
"Huh?"
Wajah Nate menggelap seketika. Dia melirik ke arah pintu kamar itu, merasakan setiap detik tiba-tiba terasa semakin berat, seolah udara di ruangan itu ikut menekan.
Itu terlalu tiba-tiba, tapi Nate berusaha tetap tenang. Dia masih punya waktu tiga jam sebelum monster itu datang padanya.
Nate menghela napas panjang, lalu melirik sebentar ke obrolan chat.
[S86] Player 712: Apakah hanya aku? Aku menerima quest tutorial di sini.
[S86] Player 616: Sial, aku juga. Aku bahkan belum membunuh satu monster pun, bagaimana bisa aku membunuh sepuluh monster sendirian?
[S86] Player 666: Tuan @Player 712 Aku tidak mau mati, tolong datang ke sini...!
Nate langsung menutup obrolan chat itu dan kembali fokus pada situasinya.
Sebelumnya dia sudah sempat mengamati sedikit lingkungan sekitar, melalui jendela, dan dengan mengintip sebentar ke koridor di luar ruangan. Sepertinya dia berada di dalam sebuah gedung apartemen, mengingat koridor itu punya banyak pintu yang serupa berjajar sepanjang lorong. Dari ketinggiannya, dia berada di lantai dua. Area yang dia lihat dari jendela adalah jalan raya yang hancur, penuh kekacauan, gedung-gedung yang sudah lama runtuh, bau gosong dan debu yang menyengat bahkan dari balik kaca.
Selama mengamati, Nate belum melihat satu pun monster yang datang atau sekadar lewat. Tapi sekarang, sistem sudah bicara.
Mereka pasti sudah ada di luar sana.
"Mari kita lawan mereka."
Dari foto-foto yang beredar di obrolan chat, Nate sudah mendapat gambaran bahwa monster peringkat rendah bukanlah sesuatu yang besar dan mengerikan. Mereka bertubuh kecil, dengan penampilan kotor dan gelap, lebih mirip sesuatu yang menjijikkan daripada sesuatu yang mengancam.
Tanpa ragu, Nate bangkit dan mendekati pintu. Klik, pintu itu terbuka, menampakkan koridor yang sepi dan mencekam.
Lantainya retak di sana-sini, lampunya sudah lama mati. Koridor itu benar-benar gelap, membatasi pandangan Nate hanya beberapa langkah ke depan. Sesekali terdengar suara tetesan air yang bergema dari arah yang berbeda-beda, memantul di antara dinding yang lembab hingga sulit ditebak datangnya dari mana.
Nate menarik napas, lalu mulai menyusuri koridor itu. Dia memilih jalur kiri yang punya penanda bergambar tangga di ujungnya.
Tujuannya sederhana, turun ke bawah, tempat paling mungkin monster-monster itu berada.
Begitu Nate mencapai belokan tangga, langkahnya tiba-tiba terhenti.
Di sana, tepat di balik belokan itu, salah satu dari mereka sudah menunggu. Monster gelap yang menyerupai bola, kulitnya hitam pekat, permukaannya dipenuhi tonjolan-tonjolan tajam yang mencuat ke segala arah. Satu mata merah menyala menatap langsung ke arah Nate, dan sedetik kemudian —
Thwick—!!
Suara basah dan lengket itu memenuhi lorong sempit itu sebelum monster tersebut meloncat ke arahnya.
Nate sejenak tertegun, tapi dengan cepat sabit muncul di tangannya. Dia meringis, mengayunkannya dengan gegabah, dan jejak samar asap ungu merembes di udara sebelum bilah itu memotong monster tersebut dengan rapi dan bersih.
Buum—!
[Monster (Murneth) Rank F / Lv. 1 Telah Dikalahkan!]
[+1 EXP]
[+10 Credit]
[+1 Kristal Esensi (Murneth) Rank F / Lv.1]
Nate terdiam sejenak, berkedip beberapa kali, lalu mendesah lega.
"Wah… bikin kaget saja."
Itu benar-benar jumpscare. Nate baru saja membelok ketika monster itu sudah ada di sana, dan sedetik kemudian langsung meloncat ke arahnya tanpa peringatan apapun. Kalau saja dia sedikit terlambat, jelas sekali benda berduri itu tidak akan menyentuhnya dengan ramah.
Nate menjilat bibirnya, senyum kecil muncul di sudut mulutnya.
"Sepertinya mereka tidak sekuat itu. Wajar, mengingat level mereka."
Kali ini dia tidak lagi setegang sebelumnya. Dia sudah mengukur kekuatan mereka, dan sistem pun sudah mengonfirmasi, semua peringkat F, Level 1. Selama Nate tidak lengah dan tidak membiarkan dirinya disergap dari banyak arah sekaligus, dia yakin bisa membasmi mereka dengan mudah.
Dengan pemikiran itu, Nate menuruni sisa anak tangga.
Lobi utama apartemen itu terbuka lebar di hadapannya, langit-langitnya tinggi dan retak, beberapa bagian dinding sudah runtuh meninggalkan lubang yang memperlihatkan sisi luar gedung yang tak kalah hancurnya. Di tengah semua kekacauan itu, sembilan Murneth berkeliaran secara terpisah, bergerak lambat dan tak beraturan seperti benda yang mengambang tanpa arah.
Mereka tampaknya tidak menyadari keberadaan Nate sama sekali, entah karena jarak sensorik mereka memang sangat pendek, atau karena mereka terlalu lemah untuk peduli.
Nate tidak memberi mereka kesempatan untuk menyadarinya.
Sraaang—!!
[Monster (Murneth) Rank F / Lv. 1 Telah Dikalahkan!]
Sraaang—!!
[Monster (Murneth) Rank F / Lv. 1 Telah Dikalahkan!]
Sraaang—!!
[Monster (Murneth) Rank F / Lv. 1 Telah Dikalahkan!]
Sraaang—!!
[Monster (Murneth) Rank F / Lv. 1 Telah Dikalahkan!]
***