NovelToon NovelToon
Mendapatkan Level 99999 Didunia Lain

Mendapatkan Level 99999 Didunia Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Harem / Reinkarnasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Wakasa Kasa

Kai di reinkarnasi setelah mengalami kecelakaan mobil akibat menolong anak kecil , setelah di Reinkarnasi , ia kembali menjalani kehidupan keduanya , tetapi suatu hari ini malah masuk kedunia ketiga , apakah ada sesuatu yang direncanakan ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wakasa Kasa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11

Kai melompat mundur, napasnya terengah-engah, keringat mengalir dari pelipisnya. Sosok bertubuh besar itu berlari cepat ke arahnya, kapak raksasa tergenggam di tangan.

BKKKK!

Benturan keras menghantam sisi tubuh Kai. Ia menahan serangan itu dengan kedua pedangnya, tetapi tenaga lawannya terlalu besar.

Tubuhnya terpental dan menghantam tanah dengan keras, membuat udara di paru-parunya seakan terhempas keluar.

Saat ia masih terbaring, sebuah suara aneh terdengar—dingin dan datar, seperti sebuah perintah.

"Mulai dari sekarang kamu harus membunuh lebih banyak manusia."

"Mulai dari sekarang kamu harus membunuh lebih banyak manusia."

Kalimat itu menggema berulang kali di telinganya, menekan kesadarannya. Sosok-sosok lain kembali mengelilinginya. Salah satu dari mereka mengangkat kapak besar dan mengayunkannya turun—

“Hah… hah… hah…”

Kai terbangun di kamarnya dengan napas memburu. Keringat membasahi wajah dan lehernya.

Ia segera bangkit dan memeriksa tubuhnya. Luka-lukanya telah pulih sepenuhnya, tak meninggalkan bekas sedikit pun.

“Ini kamarku…” gumamnya pelan. “Bagaimana aku bisa berada di sini?”

Ingatan terakhirnya hanyalah kilatan kapak yang mengarah padanya. Setelah itu, gelap. Kepalanya terasa berat oleh pertanyaan yang tak kunjung terjawab.

Siapa mereka? Mengapa mereka menyerangnya? Bukankah monster terkuat sudah ia bunuh? Dan apa maksud suara itu—mengapa ia harus membunuh lebih banyak manusia?

Pertanyaan-pertanyaan itu berputar tanpa henti di benaknya. Namun ada satu hal yang pasti: semua itu bukan sekadar mimpi.

Jasad sang kesatria, senjatanya, dan batu kristal yang ia peroleh sebelumnya masih ada. Bukti nyata bahwa kejadian itu benar-benar terjadi.

Di alam lain, sosok dewa mengamati Kai dari kejauhan. Tatapannya menyimpan rahasia.

“Maaf, Kai. Jika waktunya telah tiba, kau akan mampu menggunakannya.”

“Untuk sekarang, jadilah lebih kuat. Aku hanya bisa membantumu sampai di sini.”

Satu Minggu setelah kejadian....

Karena merasa bosan dan tubuhnya kurang bergerak, Kai pergi ke Guild Petualang.

Sesampainya di sana, seperti biasa ia langsung disambut oleh petugas guild.

"Selamat datang kembali, Kai-san. Sudah lama kau tidak mengambil misi. Apa hari ini ingin mengambil quest?"

"Umm… hari ini ada quest apa?"

"Hari ini tersedia misi berburu lima goblin dan tiga babi hutan."

Elise menyerahkan poster misi kepadanya.

Kai menerima quest itu lalu kembali ke hutan. Sesampainya di sana, di bawah sebuah bukit sudah terlihat sekelompok goblin dan babi hutan berkumpul.

"Quest penaklukan goblin dan babi hutan, ya…"

Kai mengangkat satu tangannya.

"Ditambah bonus level-up… pas sekali."

Para goblin melompat menyerang, sementara babi hutan berlari kencang hendak menyeruduk.

Kai hanya tersenyum tipis.

"Fire Spear."

Sebuah tombak api melesat dari tangannya, membakar tubuh para monster itu dalam sekejap.

"Wah… aku bisa membakar semuanya sekaligus. Sihir yang luar biasa."

Kai mengumpulkan batu kristal hasil buruan, lalu berjalan kembali ke Guild Petualang.

"Selamat datang kembali. Sepertinya misinya sukses ya, Kai-san?"

"Benar. Ini kartuku."

Kai menyerahkan kartu petualang nya.

"Baiklah, dengan ini quest dinyatakan selesai. Terima kasih atas kerja keras Anda. Ini kartu dan imbalannya."

Kai menerima uang itu dan memasukkannya ke dalam kantong kecil.

Aku sempat khawatir karena terlalu menarik perhatian…

Apalagi belum lama ini aku dihajar habis-habisan.

Tapi ternyata semuanya berjalan aman dan lancar.

Ia bergumam pelan, sedikit melamun.

"Sejauh ini lancar-lancar saja ya."

Ucapan Elise membuat Kai tersadar dari lamunannya.

"Eh?"

"Padahal Anda baru mendaftar beberapa bulan lalu, tapi sudah naik ke peringkat D."

Kai menggaruk kepalanya dengan malu.

"Ah… tidak juga kok."

Namun saat mereka mengobrol santai, terdengar suara ejekan dari meja depan.

"Oi, lihat tuh. Petualang baru yang pamer naik peringkat D."

Temannya menimpali sambil menyeringai.

"Hebat sekali ya, petualang yang lagi viral itu."

Elise langsung menegur mereka.

"Hei kalian berdua! Jangan berkata tidak sopan!"

Petualang itu hanya mendengus.

"Biarkan saja, kan memang kenyataannya begitu."

Temannya tertawa keras.

"Ahahaha!"

Wajah Kai sedikit mengeras.

Elise berbisik pelan.

"Tolong jangan pedulikan mereka."

"Tidak apa-apa kok."

Namun dalam hati Kai bergumam,

Entah kenapa aku selalu diganggu seperti ini…

Elise kembali berbisik.

"Mereka iri. Mereka berpikir mungkin akan disalip oleh petualang baru."

Ia menunjuk laporan misi Kai.

"Dan babi hutan ini… biasanya monster yang baru bisa diburu petualang peringkat C."

"Itulah yang membuat mereka semakin kesal."

Wajah Kai tampak tidak enak.

"...Maksudmu aku jadi terlihat buruk?"

Ia memalingkan wajahnya.

Gawat… aku memasukkan semuanya ke kartu karena hasilnya lebih banyak dari goblin.

Apa aku terlalu berlebihan ya…

Elise tersenyum kecil.

"Kamu tidak seburuk itu kok. Tapi kalau sampai Kai-san sendirian mengalahkan terlalu banyak monster, itu pasti akan jadi kehebohan besar."

Kai tersentak.

Syukurlah aku membakar sisanya...

Apalagi kalau sampai jasad ksatria itu terlihat…

Kedepannya aku harus lebih berhati-hati.

Melihat Kai terdiam, Elise bertanya apa yang terjadi. Kai hanya menjawab singkat bahwa tidak ada apa-apa.

Namun Kai kembali bergumam sambil membuat gerakan aneh dengan tangannya.

"Hanya saja… kalau kupikirkan kehidupan ke depan, jantungku jadi berdebar tak terkendali."

"Anda ini sebenarnya kenapa sih tiba-tiba?" tanya Elise heran.

Di sudut ruangan, seorang perempuan diam-diam mengamati mereka.

"Kai… tentu saja dia tidak ada hubungannya dengan penyihir misterius itu, kan…"

Di sepanjang jalan guild terpampang banyak poster:

— Dicari. Jika melihat orang ini harap hubungi guild atau White Snow.

Ciri-ciri: jubah hitam, rambut putih (kemungkinan). —

Kai menatap poster bergambar dirinya.

"Aku benar-benar harus berhati-hati dengan tindakanku…"

"Hei, anak muda di sana."

Sebuah suara tiba-tiba memanggil dari samping Kai.

1
Khai
hai semua,
semoga semua sehat selalu ya,
Aamiin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!