NovelToon NovelToon
Run Lady Run

Run Lady Run

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:503
Nilai: 5
Nama Author: BiMO33

Ia melangkah satu langkah maju, membuat Sybilla instingtif mundur hingga punggungnya menempel pada dinding.

"Tapi," lanjut Cyprian, matanya menyipit sedikit saat menatap gaun tidur Sybilla yang masih berantakan, "bagaimana kau akan menjelaskan perilakumu ini? Berlarian di koridor istana dengan pakaian seperti ini, seolah-olah kau lupa tata krama yang telah diajarkan padamu selama sepuluh tahun terakhir?"

Nada suaranya tenang, namun setiap katanya menghujam seperti pisau, mengingatkan Sybilla (dan Christina) akan betapa besarnya kesalahan yang baru saja ia lakukan di mata dunia bangsawan yang kaku ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BiMO33, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: Katedral Angin Abadi

Malam itu, langit Aethelgard tidak lagi berwarna abu-abu melankolis seperti London, melainkan hitam pekat dengan semburat ungu dari kristal-kristal yang berpendar di kejauhan. Di balkon utama istana, angin menderu kencang, membawa hawa dingin yang jauh lebih tajam daripada angin musim dingin yang Christina ingat.

Di sana, seekor makhluk agung telah menunggu. Pegasus setinggi dua meter dengan bulu putih yang berkilau bak mutiara, sayapnya yang lebar terlipat rapi di sisi tubuhnya yang kekar. Matanya yang biru jernih menatap Sybilla (Christina) dengan kecerdasan yang hampir menyerupai manusia.

"Naiklah," perintah Cyprian. Suaranya hampir tertelan deru angin.

Sybilla ragu, tangannya mencengkeram jubah wol tebalnya. "Ke... ke sana? Dengan itu?"

Cyprian tidak menjawab dengan kata-kata. Ia melangkah maju, meraih pinggang Sybilla dengan satu tangan yang kuat, dan mengangkat tubuh mungil itu seolah-olah ia hanya seberat bulu, mendudukkannya di pelana kulit yang lebar. Kemudian, sang Duke melompat naik ke belakangnya, melingkarkan lengannya di sisi tubuh Sybilla untuk memegang kendali. Posisi yang membuat punggung Sybilla menempel sempurna pada dada bidang Cyprian yang keras.

"Pegang erat surainya jika kau takut, Sybilla," bisik Cyprian tepat di telinganya. "Perjalanan menuju Skyrosia bukan untuk mereka yang berhati lemah."

Dengan satu hentakan kuat, Pegasus itu mengepakkan sayapnya. Hantakan angin yang dihasilkan membuat pepohonan di bawah balkon merunduk.

Jantung Sybilla serasa tertinggal di lantai balkon saat mereka melesat vertikal menembus kabut perak Aethelgard. Dunia di bawah mereka mengecil dalam hitungan detik. Lampu-lampu istana Davenport kini hanya tampak seperti kunang-kunang di kejauhan.

Mereka menembus lapisan awan tebal yang basah dan dingin. Saat mereka keluar dari awan, pemandangan di atas sana membuat Christina (dalam jiwa Sybilla) terpana. Langit bertabur bintang yang jauh lebih terang dan besar daripada yang pernah ia lihat di bumi.

Di kejauhan, di antara kegelapan langit, terlihat bayangan raksasa. Rantai-rantai logam kuno sebesar gedung pencakar langit menjulang dari daratan menuju ke atas, menegang kuat menahan sebuah daratan yang melayang. Itulah Skyrosia.

Saat mereka mendekat, cahaya mulai terlihat. Skyrosia bukan sekadar pulau, melainkan kerajaan di atas awan dengan kincir angin raksasa yang berputar lambat, menciptakan dengungan energi yang rendah.

Mereka mendarat di pelataran luas yang terbuat dari batu putih mengkilap. Ribuan orang berseragam militer dan pelayan dengan pakaian biru langit sudah berbaris rapi, memegang obor yang apinya berwarna biru.

"Selamat datang di rumahmu yang baru, Duchess," ucap Cyprian saat ia turun dan membantu Sybilla menapakkan kaki di tanah Skyrosia yang terasa bergetar halus karena energi magis.

Seorang pria tua dengan jubah emas melangkah maju, membawa sebuah mahkota kecil dari perak murni yang dihiasi batu safir biru elektrik. Warna yang persis sama dengan pendar kupu-kupu yang membawa Christina ke sini.

"Upacara sesungguhnya akan segera dimulai di Katedral Angin Abadi," ucap pria tua itu dengan suara berat. "Seluruh Skyrosia menunggu untuk melihat pengantin sang Duke."

Sybilla menatap mahkota itu, lalu menatap Cyprian. Pria itu kini tidak lagi menyeringai. Wajahnya serius, matanya yang emas memantulkan cahaya obor, seolah-olah ia sedang mempersiapkan diri untuk pertempuran terakhir.

Lonceng Katedral Angin Abadi berdentang di kejauhan, suaranya terbawa angin kencang Skyrosia. Namun, bagi Christina, dentang itu memicu getaran hebat di kepalanya, membuka paksa peti memori Sybilla yang paling gelap.. Alasan sebenarnya mengapa gadis berusia 14 tahun itu memilih kedinginan danau daripada kemewahan istana.

Rahasia di Balik Perjodohan Usia 4 Tahun

Perjodohan itu bukan sekadar aliansi politik biasa. Aethelgard memiliki Tambang Kristal Biru, namun Skyrosia memiliki Energi Angin yang menghidupkan kristal tersebut. Tanpa satu sama lain, kedua kerajaan akan runtuh.

Namun, ada alasan yang lebih mistis: Ramalan Dua Warna. Saat Sybilla lahir, matanya bukan ungu, melainkan biru es yang murni. Warna yang sama dengan kristal purba Aethelgard. Di sisi lain, Cyprian lahir dengan mata emas, simbol kekuatan matahari Skyrosia. Para tetua meramalkan bahwa penyatuan "Biru Es" dan "Emas" adalah satu-satunya cara untuk menghentikan Kegelapan dari Perbatasan Bawah yang mengancam dunia mereka.

Sejak usia 4 tahun, Sybilla tidak dianggap sebagai manusia, melainkan sebagai "Baterai Nyawa" yang harus dijaga kesucian dan kekuatannya hanya untuk Cyprian.

Flashback on*

Sore itu, sebelum ia lari ke danau, Sybilla tidak sengaja masuk ke ruang kerja ayahnya, Count Felix. Di sana, ia mendengar percakapan rahasia antara ayahnya dan Marchioness Ganesha.

Sybilla mengetahui bahwa pernikahan dengan Duke Skyrosia bukan sekadar tinggal bersama. Ritual di Katedral Angin Abadi mengharuskan pengantin wanita "memberikan inti sihirnya" untuk memperkuat Rantai Adamant yang menahan pulau tetap melayang. Bagi gadis biasa, ritual ini berarti ia akan kehilangan kemampuan untuk merasakan emosi atau kehangatan selamanya. Ia akan menjadi boneka hidup yang dingin.

Sybilla menemukan sepucuk surat usang dari neneknya (yang juga memiliki koneksi misterius dengan dimensi London). Surat itu mengatakan: "Jangan biarkan mereka mengambil warnamu, Sayang. Jika dunia ini terlalu berat, carilah Cahaya Merah-Biru."

Sybilla melihat sketsa luka-luka di tubuh Cyprian yang dibawa oleh intelijen. Ia mengira Cyprian telah menjadi monster yang haus darah akibat Perang Kegelapan, dan ia lebih baik mati tenggelam dalam keadaan "utuh" daripada menjadi wadah kosong bagi ritual Skyrosia.

Apa yang Tersembunyi di Dekrit Istana?

Saat Christina (dalam tubuh Sybilla) menandatangani dekrit itu dengan tangan gemetar, matanya yang biru elektrik sempat menangkap baris tulisan yang disembunyikan dengan sihir iluminasi (hanya bisa dibaca oleh pemilik darah Davenport).

Di balik pasal-pasal hukum yang kaku, terdapat Klausul Terlarang:

"Pernikahan ini tidak akan berakhir hingga kematian menjemput, atau hingga salah satu pihak menyerahkan jantungnya (secara harfiah) kepada yang lain. Jika pengantin wanita menolak ritual inti, maka seluruh Wilayah Aethelgard akan ditarik ke dalam kegerhanaan abadi."

Itulah alasan mengapa tangan Christina bergetar hebat. Ia tidak hanya menandatangani surat nikah, ia menandatangani surat penyerahan jiwa. Dan pendar biru dari kupu-kupu itu bereaksi karena ia adalah "jiwa asing" yang belum terikat oleh kontrak inti tersebut. Ia adalah anomali di tengah takdir yang sudah diatur.

Flashback off*

Cyprian menatap Sybilla yang tampak melamun di depan gerbang katedral. Ia meremas bahu Sybilla, sedikit lebih kencang dari biasanya.

"Kau melihatnya, bukan?" bisik Cyprian, suaranya kini terdengar sangat lelah, bukan dingin. "Tulisan tersembunyi di dekrit itu."

Sybilla tersentak. "Anda... Anda tahu?"

"Aku sudah membacanya sepuluh tahun yang lalu," jawab Cyprian pelan. "Itulah sebabnya aku pergi ke medan perang selama lima tahun. Aku mencoba mencari cara agar kau tidak perlu melakukan ritual itu, Sybilla. Tapi aku gagal."

Ia menatap pintu katedral yang mulai terbuka. "Masuklah. Dan apa pun yang terjadi di dalam, jangan lepaskan tanganku. Karena jika kau melepaskannya, mereka akan mengambil jiwamu."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!