Mengisahkan hyunjin yang terobsesi pada wanita bernama eunbi, wanita yang mungkin tidak akan mencintainya karena kesalahan yang ia perbuat, ia menahan eunbi di bawah kuasanya hingga membuat gadis itu menjadi pemberontak seiring berjalan nya waktu.
Kisahnya semakin rumit saat eunbi dengan sengaja menyeret Seo-joon seorang pegulat handal namun miskin ke dalam kisah cinta mereka, mampukah eunbi terlepas dari jeratan hyunjin? dan apakah Seo-joon bisa menyelamatkan-nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yourbee Lebah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 18 : Jebakan
Lumatan demi lumatan eunbi berikan, matanya terpejam menikmati ciuman yang semakin menuntut, tubuh keduanya juga semakin merapat.
Seo-joon membalas ciuman hangat eunbi pelan, ia melumat bibir eunbi dengan penuh kehati hatian, ia tak pernah merasakan sensasi ini sebelumnya.
Setelah beberapa menit mereka berciuman tautan itu terlepas secara perlahan, tatapan dari jarak dekat menembus jantung hati seo-joon dengan pasti, ia semakin lupa siapa wanita di depan nya ini.
"Aku bisa memberimu lebih dari ini" Ujar eunbi.
Seo-joon menungguk ludahnya susah payah, matanya sayu, sesuatu dalam dirinya bergejolak, ia semakin ingin memiliki eunbi.
Seo-joon kembali menarik tengkuk eunbi, melumat bibirnya menuntut, ia bahkan tanpa sadar mendorong tubuh wanita itu hingga terhantuk dinding, dan disanalah ia semakin menikmati ciuman itu.
Tangan besarnya merambat pada pinggang kecil eunbi, perlahan merembet pada bagian perut dan membuat usapan halus di sana.
"Ahh" Desah eunbi pelan.
Seo-joon semakin tak terkendali ketika mendengar suara eunbi yang sangat menggoda, ia menegang.
"Ada siapa di gudang? kenapa pintunya terbuka?" Sebuah suara terdengar oleh keduanya.
Seo-joon melepaskan ciuman eunbi dengan cepat, ia menjauhi wanita itu seketika.
Penampilan eunbi tampak berantakan, Gaun nya terlihat kusut dan juga rambut nya yang tak tertata rapi, namun wanita itu tak berdiam lama, ia berjalan keluar dari gudang untuk memastikan siapa yang datang.
"Nona? apa yang Anda lakukan di sini?" Tanya salah seorang bawahan hyunjin.
"Mencari peralatan! urus saja pekerjaan kalian! pergilah!" Usirnya.
"Apa perlu kami bantu?" Tawar salah satunya.
"Aku bilang pergilah!" Usir eunbi lagi.
"Baiklah"
Eunbi mengusap bibirnya dengan tangan sekilas lalu kembali masuk ke dalam gudang.
"Maafkan aku" Ucap seo-joon saat melihat eunbi.
"Tak masalah, aku mengerti" Balas eunbi.
"Tidak, kau tidak mengerti, ini tidak seharusnya terjadi, aku melupakan semua hal secara tiba tiba, pikiranku hilang" Katanya.
"Ada apa?" Eunbi mendekat, ia memegang lengan seo-joon meminta sebuah jawaban.
"Aku tidak seharusnya melakukan ini padamu, kau adalah tunangan dari hyunjin, maafkan aku"
"Seo-joon ah aku bilang kau bisa melakukan apapun asal kau membawaku pergi, bawa aku!" Pintanya.
Seo-joon menggeleng pelan, entah menolak tak setuju atau menyadari bahwa yang ia lakukan adalah salah.
"Aku tidak bisa melakukan nya, hidupku terlalu rumit, jika membawamu bersamaku aku pasti akan semakin kesulitan"
"Aku yakin kau bisa, aku menaruh kepercayaan padamu"
"Awalnya aku pikir aku mampu, tapi ini bukan hanya tentangku, hyunjin tak segan segan hanya menyakitiku, tapi juga satu satunya keluarga yang aku miliki, jika aku membawamu, semua kemungkinan buruk akan terjadi, maafkan aku" Sesalnya.
"Lalu apa arti ciuman kita baru saja ini? bukankah itu terjadi karena kau tertarik padaku?"
"Maafkan aku" Seo-joon berpaling, ia berjalan pelan akan pergi.
"Kang seo-joon?" Panggil eunbi.
Seo-joon kembali menoleh, di lihatnya eunbi menatapnya penuh kebencian, wanita itu menangis dengan mata yang merah namun ekspresi yang kosong.
Detik berikutnya eunbi mengacak acak rambut miliknya, ia menyingkap salah satu tali gaun yang bertengger di bahu hingga turun ke bawah.
"Apa yang kau lakukan?"
"Bawa aku!" Nadanya terdengar marah, seo-joon menganggapnya sebagai ancaman.
"Aku tidak bisa" Tolaknya.
Eunbi mengusap air matanya kasar, sebelum ia berteriak sangat kencang sembari menutup kedua telinganya
"Aaaaarkkkh!"
"Hei!" Seo-joon kembali mendekat untuk memenangkan eunbi, apa yang sebenarnya gadis ini lakukan.
"Tolong!" Teriak eunbi lagi.
"Kau gila?!" Bentak seo-joon
"Dia melecehkanku!" Teriaknya lagi.
Satu persatu orang datang untuk memastikan apa yang sedang terjadi, tampak 4 orang pria mendekat ke arah gudang setelah mendengar teriakan eunbi.
"Nona ada apa?" Tanya nya.
"Kang seo-joon melecehkanku!" Tuduhnya.
"Kau gila?!" Maki seo-joon.
"Lihatlah!" Eunbi memperlihatkan penampilan nya yang berantakan.
"Aku tidak melakukan apapun!" Bela seo-joon.
"Kau gila seo-joon! tuan muda akan marah besar!" Bunyi salah seorang bawahan hyunjin.
"Dia bisa mati!"
"Tunggu apa?! tangkap dia!!" Perintah eunbi.
Seo-joon dengan gesit menyerang ke empat orang tersebut dengan keahlian nya, pukulan demi pukulan juga tendangan tepat mengenai beberapa bagian tubuh dari mereka hingga mereka berhasil di tumbangkan satu persatu.
Seo-joon kembali menatap pada eunbi, kali ini matanya di penuhi kilat amarah, ia datang mendekat pada eunbi sementara gadis itu semakin mundur menjauhinya.
"Kau menjebakku" Katanya.
Eunbi semakin berjalan mundur, ia terhantuk dinding dimana saat itu ia menyadari bahwa ia tak dapat menghindari seo-joon lagi.
"Kalian! bangunlah sialan! dasar lemah!" Teriak eunbi pada ke empat orang tersebut.
"Aku berjanji aku akan kembali dan membawamu pergi!" Kata seo-joon yakin
"Kalau begitu lakukanlah!" Jawab eunbi menantang.
"Kau akan menjadi milikku, nanti" Seo-joon kembali mundur
Ia tak memiliki banyak waktu untuk memberi eunbi peringatan, orang orang akan segera datang kesini.
Seo-joon berlari bukan hanya keluar gudang, ia juga menyerang penjaga gerbang dan keluar dari kediaman Hwang.
"N-nona? apa anda baik baik saja?" Tanya salah satunya.
"Dasar bodoh! aku hampir mati!" Maki nya.
"Maaf nona maafkan kami!"
Eunbi berjalan meninggalkan mereka semua, ia pergi masuk ke dalam rumah besar keluarga hwang.
"Apakah menurut mu seo-joon benar benar melalukan hal itu?"
"Aku tidak yakin"
"Ya aku juga"
...****************...
"Seo-joon ada apa?" Nenek seo-joon bertanya saat cucunya pulang dalam keadaan yang tergesa dan penuh keringat.
"Aku tidak bisa menjelaskan nya sekarang, ayo kita pergi nek!" Ajaknya.
"Pergi kemana? apa kau ada masalah?"
"Masalah besar, seseorang akan memburuku, kita harus segera lari"
"Seseorang siapa?"
"Aku akan menjelaskan nya nanti, ayo ikut aku" Seo-joon menarik tangan wanita tua itu, namun sang nenek enggan bergerak dan tertahan di tempatnya.
"Ada apa denganmu? kau seperti habis melakukan tindakan kriminal, ini bukan cucu nenek, lagipula kau sudah membayar uang sewa tanah ini separuh, kita hampir melunasinya, lalu kenapa kita harus pergi?"
Seo-joon menatap raut wajah neneknya yang tampak marah dan kecewa, bagaimana ia bisa menjelaskan segala sesuatunya pada wanita tua ini, ia hanya ingin melindungi sang nenek oleh keluarga hyunjin yang mungkin akan mencarinya.
"Seo-joon ah? jangan membuat nenek kecewa, apa sebenarnya pekerjaan yang kau lakukan? kenapa kau begini? jika kau tidak jujur nenek tidak akan ikut dengan mu, jujur saja" Pintanya.
"Aku membunuh seseorang" Ungkapnya.
Nenek seo-joon menutup mulutnya kaget.
"Mereka membayarku untuk itu, dan sekarang ada seseorang yang berusaha menjebakku nek, kita harus segera pergi!"