NovelToon NovelToon
Error 404: Pahlawan Tidak Ditemukan

Error 404: Pahlawan Tidak Ditemukan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Reinkarnasi / Sistem
Popularitas:325
Nilai: 5
Nama Author: EsKobok

Charlotte tidak pernah meminta dilahirkan kembali sebagai mekanik kelas teri di zona perang paling mematikan. Namun, sebuah antarmuka Sistem yang dingin dan sarkastik muncul di pelupuk matanya, mengubah setiap tetes keringat dan darah menjadi poin statistik yang berharga.
​Masalahnya, sistem ini tidak didesain untuk menjadi pahlawan. Sistem Charlotte bekerja seperti algoritma pemangsa yang mengoptimalkan penderitaan demi keuntungan pribadi. Baginya, para "Pahlawan" terpilih hanyalah sumber daya pengalaman yang bisa diperas, dan kiamat yang mengancam dunia hanyalah sebuah fluktuasi data yang perlu dikelola.
​Dengan kunci inggris berlumuran oli dan logika mesin yang tanpa ampun, Charlotte mulai memanipulasi takdir. Jika dunia harus hancur, setidaknya ia harus memastikan bahwa dialah yang memegang kendali atas rongsokannya. Siapa sangka, menjadi dalang di balik layar ternyata jauh lebih menguntungkan daripada menyelamatkan dunia yang sudah rusak ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EsKobok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8: SUKU CADANG AJAIB

Bunker logistik Sektor 14 itu berbau seperti oli mesin yang membeku dan debu dekade silam. Di luar, suara cakaran unit Stalker pada pintu baja yang tebal terdengar seperti rintihan monster yang kelaparan, namun di dalam, Charlotte merasa seperti berada di taman bermain paling eksklusif di dunia.

Para Ksatria Radiant masih terkapar di lantai beton, mencoba mengatur napas dan mendinginkan zirah mereka yang mengeluarkan bunyi detik-detik logam yang mengerikan. Mereka terlalu lelah untuk memperhatikan Charlotte yang kini sedang berjongkok di depan sebuah peti hitam dengan segel magnetik yang masih aktif.

[Analisis Objek: Peti Penyimpanan Prototipe Kelas-S.]

[Keamanan: Kunci Biometrik Faksi Pemberontak (Tingkat Tinggi).]

[Saran: Gunakan 300 MP untuk melakukan 'Brute Force' pada enkripsi saraf kunci ini.]

"Lakukan," bisik Charlotte.

Tangannya menyentuh permukaan dingin peti itu. Cahaya biru dari monokel Eye of the Raven miliknya berkedip cepat, menyinkronkan data antara sistem sarafnya dan logika sirkuit peti tersebut. Dalam hitungan detik, suara desis udara yang dilepaskan terdengar, dan penutup peti itu terbuka perlahan, menampakkan isinya yang memancarkan cahaya ungu redup.

Di dalamnya terletak sebuah lengan mekanik. Namun, ini bukan sekadar lengan pengganti. Ini adalah "Lengan Saraf Rakitan-V", sebuah mahakarya teknologi yang memadukan serat karbon ultra-ringan dengan aktuator otot sintetis yang mampu merespons perintah otak dalam hitungan milidetik.

[Identifikasi Suku Cadang Terbuang: Lengan Prototipe 'Phantom Reach'.]

[Status: 98% Utuh. Kekurangan: Membutuhkan Integrasi Saraf Langsung.]

[Pesan Sistem: Ini adalah barang yang 'ajaib' bagi orang awam, tapi bagi Anda, ini adalah instrumen baru untuk memanipulasi realitas. Apakah Anda siap untuk penderitaan integrasi?]

"Aku sudah melewati yang lebih buruk hari ini," Charlotte menyeringai.

Ia menoleh ke arah para Ksatria. Ksatria Penjaga sedang sibuk memeriksa Inti Kristal Prismatik yang baru saja ia dapatkan. Mereka tidak akan memperhatikan apa yang akan ia lakukan di sudut gelap ini. Charlotte mengambil sebuah alat pemotong laser kecil dari tas peralatannya.

Ia harus melakukan ini sekarang. Lengan kirinya yang asli masih utuh, namun lemah. Di dunia yang penuh dengan mesin pembunuh, daging manusia hanyalah hambatan. Ia membutuhkan kekuatan untuk membongkar baja dengan tangan kosong.

[Peringatan: Prosedur Amputasi Mandiri & Integrasi Mekanik Saraf tanpa anestesi akan memicu lonjakan penderitaan ekstrem.]

[Estimasi Poin Diperoleh: +800 MP.]

[Peluang Keberhasilan: 64% (Meningkat menjadi 95% jika menggunakan 500 MP tambahan untuk stabilisasi sistem).]

"Gunakan poinnya. Aku tidak ingin mati konyol hanya karena tanganku gemetar," perintah Charlotte.

Ia menyandarkan punggungnya ke peti besi, menggigit kain lap berminyak yang ia ambil dari lantai. Dengan gerakan yang dingin dan pasti, ia mengarahkan laser pemotong ke persendian bahu kirinya.

ZZZZZT—!

Bau daging terbakar segera memenuhi hidung Charlotte. Rasa sakitnya tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata—itu adalah jenis rasa sakit yang membuat jiwa seolah ingin melompat keluar dari raga. Pandangannya memutih. Jantungnya berdegup begitu kencang hingga ia merasa dadanya akan meledak.

[Penderitaan Akut Terdeteksi! Bonus 'Martir Mekanik' Aktif: +1000 MP!]

[Status Mental: Di ambang kegilaan. Menstabilkan kesadaran melalui algoritma Sistem...]

Charlotte tidak berteriak. Ia tidak boleh menarik perhatian para Ksatria. Ia terus memotong, saraf demi saraf, tulang demi tulang, sampai lengan kirinya yang berlumuran darah jatuh ke lantai bunker dengan bunyi buk yang tumpul.

Tanpa membuang waktu satu detik pun, ia mengambil lengan prototipe Phantom Reach dan menempelkannya ke bahunya yang terbuka. Cairan nano yang tersisa di tubuhnya segera bereaksi, merayap seperti tentakel kecil yang mencoba menyatukan serat karbon dengan jaringan ototnya yang hancur.

KLIK. WHIRRRRR.

Lengan mekanik itu menyala. Kabel-kabel saraf di dalamnya masuk ke dalam sumsum tulangnya, mencari koneksi dengan otaknya. Charlotte mengerang tertahan, tubuhnya gemetar hebat.

[Integrasi Selesai: Lengan 'Phantom Reach' V.1.]

[Peningkatan Atribut: Strength +15, Dexterity +20.]

[Skill Baru Terbuka: 'Precision Dismantle' – Kemampuan membongkar mesin musuh dalam sekejap tanpa merusak komponen intinya.]

Charlotte mengangkat tangan kirinya yang baru. Logam hitamnya terlihat elegan namun mematikan. Ia mencoba mengepalkan tinjunya; suara motor mikro yang sangat halus berdengung penuh tenaga. Ia merasa seolah-olah ia bisa meremukkan kepala robot Stalker hanya dengan satu remasan.

"Apa... apa yang kau lakukan di sana?"

Suara itu mengejutkan Charlotte. Ia menoleh dan melihat Ksatria Penjaga berdiri beberapa meter darinya, menatapnya dengan wajah pucat. Matanya tertuju pada lengan kiri Charlotte yang baru, dan genangan darah di lantai.

"Kau... kau memotong tanganmu sendiri?" Ksatria itu tampak ingin muntah. "Demi rongsokan itu?"

Charlotte berdiri dengan tenang, menyembunyikan lengannya yang baru di balik jaketnya yang sekarang semakin compang-camping. Wajahnya pucat pasi, namun matanya bersinar dengan kedinginan yang membuat sang Ksatria mundur selangkah.

"Aku hanya melakukan perbaikan yang diperlukan," jawab Charlotte pendek. "Manusia adalah mesin yang paling banyak cacatnya, Ksatria. Aku hanya menyingkirkan bagian yang tidak berfungsi dengan baik."

"Kau gila," bisik sang Ksatria. "Kau benar-benar monster mekanik."

"Panggil aku sesukamu," Charlotte berjalan melewati Ksatria itu dengan langkah yang kini jauh lebih ringan dan stabil. "Tapi jangan lupa, monster inilah yang memegang kunci pintu keluar bunker ini. Dan monster inilah yang memiliki kristal untuk menyelamatkan komandanmu."

Ia berhenti di depan tumpukan rongsokan lain yang ia identifikasi sebagai "Sampah Ajaib"—komponen sirkuit yang terbakar namun memiliki logam langka di dalamnya. Ia mulai memasukkannya ke dalam tasnya dengan tangan kirinya yang baru. Setiap gerakannya sekarang sepuluh kali lebih cepat dari sebelumnya.

[Misi Sampingan Selesai: Mencari Suku Cadang Ajaib.]

[Pesan Sistem: Anda telah menukar kemanusiaan fisik Anda untuk efisiensi mekanik. Saya harus mengatakan, pilihan fashion Anda meningkat pesat. Lengan itu sangat cocok dengan kepribadian Anda yang dingin.]

Charlotte mengabaikan pujian sarkastik sistem. Ia sedang fokus pada rencana berikutnya: Malfungsi.

Ia melihat sekeliling bunker. Ia tahu bahwa meskipun mereka memiliki Inti Kristal, jalan keluar tidak akan semudah jalan masuk. Unit Stalker di luar pasti sudah memanggil bala bantuan. Dan para Ksatria ini sudah terlalu lemah untuk menjadi tameng yang efektif.

"Sistem," Charlotte berbisik sambil meraba panel kontrol utama bunker. "Jika aku memicu 'Malfungsi Terjadwal' pada sistem ventilasi dan pencahayaan bunker ini, apakah itu akan menutupi pelarian kita?"

[Analisis: Malfungsi pada ventilasi akan menciptakan kabut tebal dari gas pemadam api. Pencahayaan yang mati akan memicu mode sensor panas. Karena Anda memiliki monokel dan sensor prostetik, ini akan memberi Anda keuntungan absolut.]

"Lakukan dalam lima menit," perintah Charlotte.

Ia berbalik ke arah para Ksatria. "Siapkan senjata kalian. Kita akan keluar. Tapi kali ini, jangan harapkan aku untuk menunjukkan jalan dengan tenang. Begitu pintu terbuka, lari saja ke arah Utara dan jangan berhenti sampai kalian melihat cahaya Sektor 13."

"Kenapa ke Utara? Itu arah yang lebih jauh!" protes salah satu Ksatria.

"Karena di sana ada 'kejutan' yang sudah kupersiapkan untuk para pengejar kita," Charlotte tersenyum misterius.

Kenyataannya, di arah Utara adalah wilayah jebakan yang ia pelajari dari modul komunikasi 'Ghost-Link'. Ia berencana mengarahkan para Stalker dan para Ksatria ke sana agar mereka saling menghancurkan, sementara ia menyelinap ke jalur tikus yang sebenarnya untuk kembali ke Pasar Abu.

[Rencana Malfungsi: Siap.]

[Target: Menciptakan kekacauan maksimal.]

Tiba-tiba, lampu di dalam bunker mulai berkedip merah. Suara sirene terdengar memekakkan telinga.

"Apa yang terjadi?!" teriak para Ksatria, kembali berdiri dengan panik.

"Sistem keamanan bunker ini mendeteksi 'pencurian' yang kulakukan!" Charlotte berbohong dengan wajah yang sangat meyakinkan, bahkan ia pura-pura terkejut. "Cepat! Pintu akan terbuka otomatis untuk evakuasi darurat! Lari!"

SHIIIIIII—!

Pintu bunker terbuka. Kabut putih tebal dari sistem pemadam api segera menyembur keluar, menutupi pandangan mata telanjang. Para Ksatria itu segera berlari keluar, menerjang kabut dengan perisai mereka yang berkedip lemah.

Charlotte tetap di tempatnya selama beberapa detik. Ia menggunakan monokelnya untuk melihat menembus kabut. Ia melihat para Ksatria itu mulai bertempur lagi dengan robot-robot di luar, mengira mereka sedang menempuh rute evakuasi yang benar.

"Dasar pahlawan yang bisa ditebak," gumam Charlotte.

Ia berbalik ke arah saluran udara kecil yang baru saja ia buka penutupnya dengan lengan Phantom Reach-nya yang kuat. Ia merayap masuk ke dalamnya dengan gesit. Di sana, ia terlindungi dari pertempuran di luar.

[Poin Terkumpul: 2.150 MP.]

[Status: Upgrade Besar-besaran Berhasil.]

Sambil merangkak di dalam pipa sempit itu, Charlotte menatap tangan mekaniknya yang bersinar ungu di kegelapan. Ia telah kehilangan satu lengan dagingnya, namun ia telah mendapatkan kunci untuk mendominasi teknologi dunia ini. Ia bukan lagi sekadar mekanik rongsokan yang bersembunyi di reruntuhan.

Ia adalah Charlotte—administrator dari penderitaan dunia ini, dan ia baru saja menemukan komponen "Ajaib" terpenting untuk rencananya yang lebih besar.

[Pesan Sistem: Sektor 14 telah dioptimalkan untuk kehancuran. Menuju tujuan berikutnya: Pelayanan Darurat.]

Charlotte merayap keluar dari saluran udara di sisi lain bangunan, jauh dari hiruk-pikuk pertempuran. Ia menatap langit malam Sektor 13 yang kini diwarnai oleh ledakan-ledakan jauh. Senyumnya mengembang. Penderitaan orang lain benar-benar adalah bahan mentah terbaik untuk kesuksesannya.

1
BlueHeaven
dekstra typo kah thor
BlueHeaven
The Matrix
Dzuan 017
keren bang 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!